Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Influence of Articulate Storyline media on fifth-grade elementary students’ interest in learning natural sciences Maizura Maizura; Muhamad Nukman
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.85

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using Articulate Storyline in increasing students' learning interest in science subjects. Articulate Storyline is an interactive digital learning tool that resembles PowerPoint but offers more advanced features and aligns with current technological developments. This study uses a quantitative, pre-experimental design. The research sample consisted of 30 fifth-grade students of SDN 161 Pekanbaru in the 2024–2025 academic year. Data collection techniques used documentation and questionnaires to measure the level of student learning interest. Data were analyzed using validity and reliability tests, as well as prerequisite tests such as normality, linearity, and hypothesis testing. The results showed that using Articulate Storyline increased students' interest in learning. Presenting material with systematic narratives and attractive visuals has been proven to motivate students in the learning process. Statistical analysis showed a significance value (Sig.) of <0.05, indicating a significant difference in learning interest after using this media. Thus, Articulate Storyline has been proven effective as a learning medium that can increase students' interest in learning. It is hoped that this learning media can be applied in subsequent learning.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Articulate Storyline dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA. Articulate Storyline adalah perangkat pembelajaran digital interaktif yang menyerupai PowerPoint, namun memiliki fitur yang lebih canggih dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen jenis pre-experimental design. Sampel penelitian terdiri dari 30 peserta didik kelas V SDN 161 Pekanbaru tahun ajaran 2024–2025. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket untuk mengukur tingkat minat belajar murid. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji prasyarat seperti uji normalitas, linearitas, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Articulate Storyline memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat belajar murid. Penyajian materi dengan narasi yang sistematis dan visual yang menarik terbukti mampu memotivasi murid dalam proses pembelajaran. Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) kurang dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam minat belajar setelah penggunaan media tersebut. Dengan demikian, Articulate Storyline terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Media pembelajaran ini diharapkan dapat diterapkan pada pembelajaran selanjutnya. Kata Kunci: articulate storyline; ilmu pengetahuan alam; minat belajar; sekolah dasar
Analysis of TikTok social media's impact on bullying behavior among students of SDN 13 Pekanbaru Tenesya Dara Saski; Muhamad Nukman
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.86

Abstract

The emergence of digital technology, especially social media, has changed many aspects of human life, including education. Elementary school students widely use social media and have been significantly influenced by it. This study aims to identify and analyze the relationship between bullying behavior and social media use among elementary school children, with a focus on students' self-confidence. This study used a descriptive quantitative research method. The study was conducted at SD Negeri 13 Pekanbaru, with the research subjects comprising high-level students in grades IV, V, and VI. The data collection techniques include population and sample determination, development of research instruments (questionnaires), distribution of questionnaires to the research sample, data collection, and data analysis. The findings of the study indicate that the influence of social media on bullying behavior can lower the self-esteem of students who experience bullying, as well as hinder the growth of social skills and all aspects of students' personal lives, including low self-esteem, stress and anxiety, depression, social isolation, difficulty focusing, and poor academic performance.   Abstrak Kemunculan teknologi digital, terutama media sosial telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Media sosial telah banyak digunakan oleh murid sekolah dasar dan memberikan pengaruh cukup besar dalam karakter murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara perilaku bullying dan penggunaan media sosial di kalangan anak SD yang berfokus pada nilai kepercayaan diri murid. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung di SD Negeri 13 Pekanbaru dengan subjek penelitian terdiri dari murid tingkat tinggi yaitu kelas IV, V, dan VI. Teknik pengumpulan data adalah penentuan populasi dan sampel, pengembangan instrumen penelitian berupa kuesioner, pendistribusian kuesioner kepada sampel penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengaruh media sosial terhadap perilaku bullying dapat menurunkan harga diri murid yang mengalami bullying, serta menghambat pertumbuhan keterampilan sosial dan semua aspek kehidupan pribadi murid, termasuk harga diri yang rendah, stres dan kecemasan, depresi, isolasi sosial, kesulitan fokus, dan kinerja akademik yang buruk. Kata Kunci: guru sekolah dasar; media sosial; perilaku perundungan
Strategi Guru Dalam Menghadapi Gaya Belajar Siswa Kelas V Sdn 113 Pekanbaru Nisa Aulia Sari; Muhamad Nukman
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.2220

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan gaya belajar siswa kelas V SD Negeri 113 Pekanbaru yang meliputi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, sehingga diperlukan strategi guru yang sesuai agar seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menghadapi perbedaan gaya belajar siswa kelas V SD Negeri 113 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas wali kelas V A dan V C. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru terlebih dahulu mengidentifikasi kecenderungan gaya belajar siswa melalui respons, kebiasaan, keterlibatan, kemampuan memahami materi, serta hasil tugas siswa. Di kelas V A terdapat 10 siswa kinestetik, 8 visual, dan 6 auditori, sedangkan kelas V C terdiri atas 10 siswa visual, 6 auditori, dan 6 kinestetik. Strategi guru dilakukan dengan menentukan strategi yang sesuai, menggunakan media dan metode yang bervariasi, seperti gambar, video, penjelasan lisan, diskusi, demonstrasi, praktik, presentasi, LKPD, dan permainan edukatif. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada siswa dapat membantu mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa.