Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMK KESEHATAN KOTA TANGERANG Enggar Pradiasa Mardika Candi; Febi Ratnasari; H. AYG Wibisono
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 4 (2023): Nusantara Hasana Journal, September 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i4.989

Abstract

Background: Dysmenorrhea is one of the most common disorders experienced by women. Dysmenorrhea usually occurs before menstruation. Dysmenorrhea is usually in the form of pain in the lower abdomen and pelvis which can cause pain in the back and thighs. Objective: To analyze the relationship between physical activity and stress levels with the incidence of primary dysmenorrhea in young women at SMK Kesehatan Kota Tangerang. Research Design: This type of research uses a quantitative method with a cross sectional methodology. Sample technique: Using a purposive sample technique with the Lemeshow formula. With a total sample of 384. Data analysis: Skewness Kurtosis Normality Test, Univariate Analysis, and Chi-Square Liked Lihood Bivariate Analysis. Results: The Chi-Square Liked Lihood test of physical activity with the incidence of dysmenorrhea obtained a p-value of 0.030 <0.05, so it can be concluded that there is a relationship between physical activity and the incidence of dysmenorrhea in young women at SMK Kesehatan Kota Tangerang. The results of the Chi-Square Liked Lihood Test for stress levels with the incidence of dysmenorrhea obtained a p-value of 0.032 <0.05, so it can be concluded that there is a relationship between stress levels and the incidence of dysmenorrhea in young women at SMK Kesehatan Kota Tangerang. Conclusion: From this study, there is a significant relationship between physical activity and stress levels with the incidence of dysmenorrhea in young women at SMK Kesehatan Kota Tangerang.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SENAM KAKI DIABETES MELITUS DI RUANG CENDANA 1 RSUD KOTA TANGERANG Febi Ratnasari; Pipit Pitriani; Eka Haniawati; Siti Hayatun Nupus; Nur Kholifah; Fadiatul Aini; Siti Hilda; Eva Nurmala Santi; Tia Aprilia
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v1i3.843

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh tidak mempunyai serta tidak cukup efisiensi insulin yang dibuat oleh pankreas. Diabetes jadi permasalahan kesehatan yang serius menggapai proporsi yang menghawatirkan serta jadi ancaman global yang diketahui kedudukannya berarti dalam sikap manusia. Selnam diabeltels selndiri dapat diartikan selbagai latihan ataul gelrakan- gelrakan yang dilakulkan olelh keldula kaki selcara belrgantian ataulpuln belrsamaan ulntulk melmpelrkulat ataul mellelntulrkan otot-otot di daelrah tulngkai bawah telrultama pada keldula pelrgellangan kaki dan jari-jari kaki. Manfaat selnam kaki diabeltels adalah diharapkan dapat dijadikan selbagai telrapi individul maulpuln kellompok dalam kelselharian selcara rultin selhingga melnjadi telrapi elfelktif dalam pelningkatan sirkullasi darah bagian pelrifelr pada lansia agar stabil. Agar lansia dapat informasi selrta melngulpayakan melngaplikasikannya selhari-hari.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA TEST UNTUK MENDETEKSI KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS SUKAWALI Eva Nurmala Santi; Febi Ratnasari; AYG Wibisono
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v1i4.952

Abstract

Latar Belakang : Kanker serviks (kanker leher rahim) merupakan tumor ganas yang beerkembang dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang melekat pada puncak vagina, kanker serviks umumnya terjadi pada perempuan berumur 35-55 tahun. Menurut World Health Organization (WHO) bahwa jumlah kasus dan kematian kanker serviks pada tahun 2020 sebesar 273,5 juta kasus dan 234,5 ribu kematian (WHO, 2020). Tujuan Penelitian : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku wus (wanita usia subur) melakukan pemeriksaan IVA test di Puskesmas Sukawali. Metode Penelitian : Metode penelitian ini akan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian ini menggunakan teknik probability sampling yaitu di mana setiap orang di seluruh populasi target memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih. Trknik probability sampling ini menggunakan teknik random sampling dengan rumus slovin didapatkan jumlah 304 responden WUS di wilayah Puskesmas Sukawali yang telah memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil : hasil Uji Chi Square bahwa faktor-faktor ada pengaruh perilaku WUS melakukan pemeriksaan IVA test untuk mendeteksi dini kanker serviks adalah pengetahuan (p value=0,008;OR=3,145;CI=1,291-7,664), sikap (p value=0,000; OR=3,890 ;CI=2,105-7,188), akses informasi (p value=0,000; OR=3,565 ;CI=1,993-6,337), dukungan suami (p value=0,000; OR=3,718 ;CI=2,028-6,814), dukungan kader kesehatan (p value=0,000; OR=5,292 ;CI=2,799-10,006), dukungan petugas kesehatan (p value=0,000; OR=3,890 ;CI=2,105-7,188). Kesimpulan: diharapkan kepada WUS untuk meningkatkan
Pendidikan Kesehatan Persiapan Biopsikososial Calon Pengantin untuk Pencegahan Stunting di Kepulauan Seribu Febi Ratnasari; Suryani Hartati; Nuryanih Nuryanih; Irma Nurbaiti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13274

Abstract

ABSTRAK Intervensi pencegahan dan penanganan stunting sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah, namun pencegahan stunting dengan sasaran calon pengantin belum banyak dilakukan, hal ini berdampak pada ketidak siapan secara biopsikososial, sehingga perlu dilakukan pemberian edukasi. Untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang persiapan  biopsikososial dalam pencegahan stunting sejak dini terutama saat kehamilan di wilayah kepulauan Harapan. Pada pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan melakukan pengambilan data di Puskesmas dan Kelurahan kepulauan Harapan, kemudian melakukan survey dan pemberian pretest dan post test melalui kuesioner tentang pengetahuan persiapan catin dan stunting, setelah itu pemberian edukasi kesehatan pada calon pengantin mengenai persiapan Biopsikososial  guna menurunkan angka kejadian Stunting di Kepulauan Seribu, Pulau Harapan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 25 Juli 2023 dihadiri oleh 7 pasang calon pengantin atau 14 orang   di tempat aula KUA pulau Harapan. Usia catin rata rata 18-24 tahun 12 orang (85.7%). Tingkat pengetahuan pasangan catin meningkat setelah diberikan penyuluhan dan diskusi tanya jawab menjadi 78,6% setelah di berikan edukasi, hal ini menunjukkan catin sudah siap untuk menuju rumah tangga. Pasangan Catin yang mengikuti pendidikan kesehatan di pulau Harapan Kepulauan Seribu ini sebagian besar usia yang cukup dewasa, sehingga pengetahuan semakin bertambah dan sumber informasi yang diperoleh semakin banyak dan lebih baik setelah diberikan edukasi.Diharapkan petugas kesehatan membantu petugas KUA untuk melakukan edukasi Kesehatan pada Catin Kata Kunci:  Catin,  Edukasi Biopsikososial, Stunting   ABSTRACT Interventions to prevent and handle stunting have been carried out by the central and regional governments, but not much has been done to prevent stunting targeting prospective brides and grooms. This has an impact on biopsychosocial unpreparedness, so it is necessary to provide education. Objective: to provide knowledge and understanding about biopsychosocial preparation for preventing stunting from an early age, especially when preparing for pregnancy in the Harapan Islands region. The aim is to provide knowledge and understanding about biopsychosocial preparation for preventing stunting from an early age, especially during pregnancy, in the Harapan Islands region. The method for implementing this activity begins with collecting data at the Puskesmas and Harapan Island Subdistricts, then conducting a survey and giving a pretest and posttest through a questionnaire regarding knowledge of prospective bride preparation and stunting. after that, providing health education to prospective brides and grooms regarding biopsychosocial preparation in order to reduce the incidence rate of  stunting in the Seribu Islands and  Harapan Island. The activity was held on July 25, 2023, and was attended by 7 pairs of bride and groom or 14 people at the KUA hall on Harapan Island. The average age of 12 people (85.7%) was 18-24 years. The level of knowledge of catin couples increased after being given counseling and question and answer discussions to 78.6% after being given education, which shows that catin is ready to enter the household. Most of the prospective brides couples who attended health education on Harapan Island, Seribu Islands, were quite mature, so their knowledge increased and the sources of information obtained became more numerous and better after being given the education. It is hoped that health workers will help KUA officers provide health education to Catin. Keywords: Prospective Bride, Biopsychosocial Education, Stunting
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DEMAM BERDARAH DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA Ria Setia Sari; Rianti Rianti; Siti Napsiah; Yulis Setyawati; Upit Sarimanah; Rini Lestari; Desi Mardianingsih; Robo Marliana Rahayu; Yuli Riviyanti; Febi Ratnasari; Ariani Kairunisa Nasution
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23285

Abstract

Abstrak: Pada akhir tahun 2023 sudah mulai pergantian dari musim panas ke musim penghujan. Hal tersebut akan menyebabkan tersebarnya nyamuk yang menimbulkan demam berdarah, yang dikarenakan cepatnya pertumbuhan jentik nyamuk. Berdasarkan pengamatan kelompok selama hampir satu minggu di Ruang Dahlia Bawah, didapati banyak keluarga atau orangtua pasien yang menggantungkan baju, selimut, bahkan handuk di handrail tempat tidur. Hal tersebut akan mengundang nyamuk untuk hinggap di pakaian-pakaian yang tergantung tersebut. Tujuan pendidikan kesehatan: Meningkatkan ppengetahuan orang tua tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah. Metode: yang digunakan adalah ceramah, diskusi/tanya jawab, serta memberikan kuesioner pre dan kusioner post bekerja sama dengan perawat diruang dahlia RSUD Kabupaten Tangerang. Hasil kegiatan: pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan pengetahuan orang tua tentang pencegahan dan penanganan DBD dari kuesioner sebelumpendidikan Kesehatan dilakukan didapat hasil Tingkat pengetahuan sebesar 40% dan setelah kegiatan terjadi pengaruh pengetahuan pencegahan dan penanganan DBD sebanyak 98,8%.Abstract: At the end of 2023 the change from summer to rainy season will begin. This will cause the spread of mosquitoes which cause dengue fever, which is due to the rapid growth of mosquito larvae. Based on group observations for almost a week in the Lower Dahlia Room, it was found that many families or parents of patients were hanging clothes, blankets and even towels on the bed handrail. This will invite mosquitoes to land on the hanging clothes. Health education objective: Increase parents' knowledge about preventing and treating dengue fever. Methods: used were lectures, discussions/questions and answers, as well as providing pre- and post-questionnaires in collaboration with nurses in the Dahlia ward at Tangerang District Hospital. Activity results: the influence of Health Education on parents' knowledge about preventing and treating dengue fever. From the questionnaire before the Health Education was carried out, the knowledge level was 40% and after the activity the influence of knowledge on preventing and treating dengue fever was 98.8%.