Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MENAKAR MASALAH DAN TANTANGAN ADMINISTRASI PAJAK: KEPATUHAN PAJAK DI ERA SELF-ASSESSMENT SYSTEM Liyana, Nur Farida
Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN) Vol. 1 No. 1 (2019): PARADIGMA BARU KEUANGAN NEGARA
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jurnal pkn.v1i1.606

Abstract

Tax compliance is a major problem that needs to get more attention in the era of self assessment system. Many factors cause low taxpayer compliance. Trust in tax institutions, complicated regulations, low public awareness and tax administration are the main issues affecting taxpayer compliance in Indonesia. Organizational improvement, human resources, information technology, business processes and legislation are expected to be able to overcome the problems of tax administration so that it will improve taxpayer compliance. In addition, changes in people's perspectives need to be continued, excellent service and organizational transparency need to be carried out by the Directorate General of Taxes. Education of taxpayers needs to be improved to improve tax compliance and channeling payments and reporting needs to continue to be a new effort in this era of information technology. Finally, collaboration with all government and private agencies is a complement to raising tax awareness so that voluntary compliance can be achieved.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBUKUAN DAN PERPAJAKAN UMKM Hanik Susilawati Muamarah; Dhian Adhetiya Safitra; Nurhidayati Nurhidayati; Khusnaini Khusnaini; Rahadi Nugroho; Nur Farida Liyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 5 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.682 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i5.5271

Abstract

Abstrak: Untuk bangkit dan berkembang, UMKM membutuhkan modal yang cukup untuk bangkit dan berkembang. Salah satu sumber utamanya adalah pinjaman dari perbankan. Namun demikian, banyak UMKM terkendala untuk memperolehnya, karena belum mampu menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar dan belum sepenuhnya taat pajak. UMKM yang memerlukan bantuan permodalan di antaranya adalah sektor pariwisata di Kawasan Danau Toba, khususnya peserta program Beli Kreatif Danau Toba (BKDT), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk membantu para UMKM ini, dibuatlah suatu program pelatihan keuangan yang mencakup pembukuan untuk penyusunan laporan keuangan serta perpajakan. Pelatihan dilakukan secara daring menggunakan ruang virtual yang terbagi menjadi tiga pokok bahasan. Pelatihan dilakukan dengan cara webinar, yang ditujukan untuk 200 peserta program BKDT. Setiap peserta memperoleh modul pelatihan untuk dipelajari setelah proses pelatihan berakhir. Evaluasi dilakukan dengan cara menyebarkan formulir elektronik untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Namun demikian, tidak seluruh peserta pelatihan mengisi formulir. Dari peserta yang mengisi formulir pre-test dan post-test, diketahui bahwa terdapat peningkatan pemahaman sebesar 22%.Abstract: To develop, MSMEs need sufficient capital to grow. One of the sources is loans from banks. However, many MSMEs are constrained to obtain loans, because don’t have financial reports that are in accordance with standards and are not fully tax compliant. MSMEs that require assistance include the tourism sector in the Lake Toba area, especially participants in the Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) program. To help these MSMEs, a training program was created, includes bookkeeping for the preparation of financial reports and taxation. The training is conducted online using a virtual room, divided into three topics. The training was conducted in webinars, intended for 200 participants of the BKDT program. Evaluation is done by distributing electronic forms to measure the level of understanding of participants before and after the training. However, not all training participants filled out the form. From the participants who filled out the pre-test and post-test forms, it was found that there was an increase in understanding of 22%.
SEJAUH MANA PENGARUH PEMERIKSAAN DAN DENDA PAJAK TERHADAP PERILAKU KEPATUHAN PEMBAYAR PAJAK? Nur Farida Liyana; Nur Farida Liyana
JURNAL PAJAK INDONESIA Vol 2 No 1 (2018): Optimalisasi Penerimaan Negara III
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpi.v2i1.530

Abstract

Tax compliance is the important role for optimalizing tax revenue. Nowdays, many studies revealed there are psychological factor which determined tax  compliance behavior. This study refer to behavioral theory  to seek the rational behind decision making of  tax compliance. Those variable are probability of being  audited and  penalty/fines. Therefore , survey had been conducted  in Surabaya City involving 300 of taxpayers.  The regression model show a positive and significant effect. It means probability of being audited and fines have a positive impact on increasing tax compliance behavior. Therefore  , Indonesian tax authority should give more attention on dissemination of audit and the taxation rule to increase tax compliance behavior.Kepatuhan pajak merupakan hal yang sangat penting untuk optimalisasi penerimaan.  Dewasa ini banyak penelitian terkait factor-faktor psychology  yang mendasari seserorang untuk patuh terhadap aturan perpajakan.  Teori perilaku ini yang mendasari penelitian ini untuk melihat adanya rasional pengambilan keputusan seseoran untuk patuh terhadap pajak. Diantaranya adalah adanya peluang dilakukan pemeriksaan dan adanya denda jika tidak patuh terhadap aturan pajak. Untuk itu dilakukan survey terhadap 300 Wajib Pajak di Surabaya. Dengan menggunakan  analisis regresi diperoleh hasil positif dan signifikan bahwa adanya peluang diperiksa dan adanya denda mengakibatkan seseorang patuh terhadap pajak.  Sehingga hal ini perlu untuk menjadi perhatian bagi institusi pajak di Indonesia untuk dapat melakukan diseminasi secara masif adanya peluang diperiksa dan denda terhadap setiap ketidakpatuhan pajak.
PENGARUH RELIGIOSITY DAN LINGKUNGAN TERHADAP KEPATUHAN PAJAK ORANG PRIBADI DI SURABAYA Ria Dewi Ambarwati; Nur Farida Liyana
JURNAL PAJAK INDONESIA Vol 3 No 2 (2019): Perpajakan dalam Keuangan Negara II
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpi.v3i2.725

Abstract

Religiosity and environmental influences (group references) are two things that are believed to have a positive influence on tax compliance. This has been proven by previous studies focusing on the determinants of tax compliance. For this reason, this study will conduct a survey of 300 individual taxpayers in Surabaya to see whether there is an influence of religiosity and environmental influence on a person's decision to comply with tax rules. For this reason, a regression analysis was conducted and it was found that there was a significant positive effect between the level of religiosity and the influence of the environment (referent group) on tax compliance. This means that the more religious a person is, the more chance he will obey the tax rules. Likewise, a person's chances of complying with taxes will increase if one's environment is also compliant with taxes. For this reason, DGT needs to collaborate with religious organizations, religious leaders and communities to be able to voice the importance of taxes and the need for compliance with tax regulations. Kereligiusan seseorang dan pengaruh lingkungan (referensi kelompok) merupakan dua hal yang dipercaya memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan pajak. Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian-penelitian tedahulu yang berfokus kepada faktor penentu kepatuhan pajak. Untuk itu di penelitian ini akan dilakukan survey kepada 300 Wajib Pajak orang pribadi di Surabaya untuk   melihat apakah ada pengaruh religiusitas dan pengaruh lingkungan kepada keputusan seseorang untuk patuh terhadap aturan perpajakan. Untuk itu dilakukan analisis regresi dan diperoleh bahwa benar terdapat pengaruh positif signifikan antara tingkat religiustas (religiosity) dan pengaruh lingkungan (referent group) terhadap kepatuhan pajak (tax compliance). Hal ini berarti semakin religious seseorang maka peluang dia untuk patuh terhadap aturan pajak semakin tinggi. Demikian pula bahwa peluang seseorang untuk patuh terhadap pajak akan meningkat jika lingkungan seseorang tersebut juga patuh terhadap pajak. Untuk itu DJP perlu untuk melakukan kerjasama denga organisasi keagamaan, tokoh agama dan komunitas-komunitas untuk dapat menyuarakan pentingnya pajak dan perlunya kepatuhan terhadap aturan perpajakan.
Menelaah Rencana Kenaikan Tarif PPN Berdasarkan Bukti Empiris Serta Dampaknya Secara Makro Ekonomi Nur Farida Liyana
JURNAL PAJAK INDONESIA Vol 5 No 2 (2021): Kebijakan Perpajakan era Omnibus Law dan Implementasinya - II
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpi.v5i2.1394

Abstract

The plan to increase the VAT rate to 11 percent by 2022 has caused anxiety in the community. In the midst of the COVID-19 pandemic and the economy has not yet recovered, the idea of ​​rising commodity prices which is then accompanied by inflation is certainly disturbing not only for entrepreneurs but also for ordinary people. For this reason, in this paper, we carry out empirical evidence regarding the relationship between VAT and economic growth and the national saving rate in Indonesia. Then we will see the impact of the planned increase in the VAT rate on a macroeconomic basis by comparing the experience of Japan which has increased its VAT rate by 3 (three) ) times over the last 15 years. It was concluded that what the government was doing was on the right track because empirical evidence by performing OLS regression said that there was a significant positive relationship between VAT and GDP and national saving. So that what the government is doing is on the right track, raising the VAT rate is expected to encourage economic growth and attract foreign financing to Indonesia. However, it is necessary to first analyze the impact of the increase in the VAT rate on the macro economy. Based on lessons learned from Japan, it turns out that the increase in the VAT rate is not able to increase consumption and economic growth, but instead raises inflation. This needs special attention for the Government of Indonesia so that efforts are needed to mitigate these things.
Menilik Penerapan Landfill Tax di Negara Lain dan Urgensi Penerapannya di Indonesia Fina Rohmatul Ula; Nur Farida Liyana
Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN) Vol 4 No 1S (2022): Sigap Hadapi Tantangan, Tangguh Kawal Pemulihan
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpkn.v4i1S.1734

Abstract

Kebijakan lingkungan yang telah diterapkan untuk mengatasi eksternalitas negatif sampah, belum bisa memenuhi tujuan lingkungan yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kebijakan yang diyakini mampu mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu opsi yang ditawarkan yaitu dengan memberlakukan pajak sampah. Hal ini mendorong penulis untuk meninjau implementasi landfill tax (pajak sampah) di beberapa negara yang telah menerapkannya (Belanda, Inggris, Prancis, Denmark, dan Austria), sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai skema yang tepat untuk dapat diterapkan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi perbandingan (comparative study) dengan data yang digunakan berupa data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum bisa menerapkan landfill tax dalam waktu dekat, sehingga pola pengelolaan sampah harus diarahkan menuju ekonomi sirkular. Perbandingan mekanisme landfill tax di kelima negara yang menjadi objek penelitian, dilakukan berdasarkan lima aspek, yaitu tujuan pengenaan landfill tax, objek pajak, pemungut, tarif, dan efektivitas. Perbandingan tersebut dilakukan untuk mengetahui perbedaan pemajakan atas landfill tax dan efektivitasnya. Berdasarkan hasil analisis, efektivitas landfill tax dipengaruhi oleh kebijakan pendukung dan tarif pajak. Efektivitas landfill tax dapat dilihat dari dampak lingkungan yang ditimbulkan dari penerapan pajak tersebut.
Relawan Pajak 2021: Upaya Menjaga Kepatuhan Wajib Pajak melalui Pendampingan Pengisian SPT secara Daring Rahadi Nugroho; Nur Farida Liyana; Hanik Susilawati Muamarah; Suparna Wijaya
Jurnal Nusantara Mengabdi Vol. 1 No. 3 (2022): Juni
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.082 KB) | DOI: 10.35912/jnm.v1i3.763

Abstract

Purpose: The purpose of this program is to support Pondok Aren Tax Office in increasing tax compliance of individual tax payer by assisting tax payer fulfilling their income tax return in online platform. Method: This program assisted individual tax payer to fulfill income tax return of 2020 fiscal year. This program was conducted from 1-31 March 2021 employing 269 students and 28 lecturers of PKN STAN. They were divided into 11 team and assigned for two days. The activity mostly utilized Whatsapp application. Result: 436 individual tax payers joined this program. 255 successfully submitted tax return although 181 tax payers eventually could not join this program due to personal reasons. Surprisingly, tax compliance increased by 20% compared to last year. Conclusion: This program is considered successful in assisting individual tax payer fulfilling income tax return by online platform. Since this program is the first experience of PKN STAN and DG Tax, the obstruction during this program might become valuable in conducting the same program in the following year. Soft-skill training could be carried out by a trainer.
PENGARUH PAJAK DAERAH TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA Liyana, Nur Farida; Wardana, Arief Budi; Haniyah, Rizqi; Susanto, Eko
Balance Vocation Accounting Journal Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/bvaj.v8i1.11593

Abstract

Desentralisasi fiskal menyebabkan pemisahan kewenangan pemajakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal tersebut menimbulkan penerimaan sektor perpajakan tidak hanya menjadi domain pemerintah pusat. Terdapat penerimaan pajak yang dikumpulkan oleh pemerintah daerah, baik level provinsi maupun kabupaten/kota. Tujuan penelitian ini adalah meneliti pengaruh pajak daerah pada kesenjangan pendapatan kabupaten/kota di Indonesia. Objek yang diteliti adalah kabupaten dan kota di Indonesia yang berjumlah 504 kabupaten/kota sepanjang 4 (empat) tahun yaitu tahun 2018 s.d. 2021. Analisis dilakukan dengan regresi data panel. Pajak daerah menjadi variabel bebas, kemudian ketimpangan pendapatan yang diukur dengan Gini Ratio sebagai variabel terikat. Selain pajak daerah, penelitian ini juga menggunakan belanja modal, jumlah penduduk, dan PDRB sebagai variabel kontrol. Hasil analisis menunjukan kinerja pengumpulan pajak daerah dalam rentang tahun 2018 – 2021 belum memberikan efek yang diharapkan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan di kabupaten/kota. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pajak daerah belum dapat berfungsi sebagai penggerak utama dalam mengurangi ketimpangan pendapatan masyarakat di Indonesia. Hal ini ditandai dengan masih rendahnya kontribusi pajak daerah dalam PAD maupun APBD. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada pemerintah agar kebijakan yang dihasilkan semakin efektif, efisien dan dapat mengurangi ketimpangan pendapatan di daerah.
The Effect Of Educational Inequality On Economic Growth In Indonesia Liyana, Nur Farida
Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pajak dan Keuangan Negara : September 2023
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jpkn.v5i1.2259

Abstract

Education is the elevator of the Indonesian economy. Where education is able to improve the welfare of society. However, the development of education in Indonesia is not evenly distributed. This inequality can be felt both between villages and cities as well as between regions in Indonesia. In theory, the occurrence of educational inequality will increase the poverty rate which will have an impact on decreasing economic growth. So in this study we want to examine the effect of educational inequality on economic growth by taking into account other variables, namely the poverty rate, population and government spending on education. The data used is secondary data from 34 provinces in Indonesia from 2015 to 2020 sourced from the Central Bureau of Statistics and the Directorate General of Fiscal Balance, Ministry of Finance. The results obtained are true that education inequality exists in Indonesia, even though the scale is still relatively low to medium. However, statistically it is found that educational inequality has a significant negative effect on economic growth. In contrast to the educational inequality, poverty rate, population and government spending on education have a positive effect, although not significant.
Pendampingan Penyampaian SPT Tahunan Melalui Program Relawan Pajak Pada Masa Pandemik Covid-19 Secara Daring Dan Luring Wijaya, Suparna; Liyana, Nur Farida; Muchtar, Masruri
Pengmasku Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/pengmasku.v2i2.363

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pendampingan kepada wajib pajak yang menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasilan di lingkungan wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendampingan kepada wajib pajak yang dilakukan secara daring ataupun luring. Kegiatan ini dilakukan di bulan Maret 2022. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah wajib pajak yang dilakukan pendampingan dapat menyampaikan SPT Tahunannya secara tepat waktu dengan benar, jelas, dan lengkap. Selain itu juga dapat meningkatkan kepatuhan pajak wajib pajak orang pribadi yang berada di wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren.