Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

eduksi Buta Aksara melalui aplikasi Magguru Mabbaca pada kelompok remaja masjid di Desa Pationgi Fani Wulandari; Muhammad Safar; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Hasbi Hasbi; Karmila Karmila
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 3 No 2 (2022): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v3i2.6603

Abstract

Illiteracy is a crucial issue today, especially in Indonesia. The high illiteracy rate in Indonesia reaches 3.56% of the population. One of the most significant illiteracy issues is in Pationgi Village, Patimpeng District. Illiteracy is experienced by many teenagers, especially those who are not in school. The culture of the community also contributes to the high illiteracy rate in Pationgi Village. Most parents have never been to school or tried to get an education, which makes kids reluctant to go to school, leading many people who cannot read or write. The purpose of this community service is to reduce illiteracy through community service activities and the assistance of the Magguru Mabbaca application. Magguru Mabbaca is a mix of data, video, audio, text, and sounds that can be seen and heard on a smartphone. Magguru Mabbaca was developed to allow partners to understand and recognize letters and numbers quickly. Integrating the Bugis language with Magguru Mabbaca will assist the Pationgi Village community, which is still illiterate. Counseling at partner locations, training with two stages of training beginning with the introduction and operation of applications, and assistance to see an increase in partners' knowledge and understanding of reading and arithmetic are all part of the implementation methods. The result of this community service is that partners experience a significant increase in the knowledge component and application of technology, with an increase of 85% and 100%, respectively. This shows that the Magguru Mabbaca application helped partners improve their reading and math skills in a big way. Therefore, Magguru Mabbaca can be a solution for people in South Sulawesi who still have a high quantity of illiterates, which can be reduced by introducing holistic applications.
 PENGEMBANGAN MEDIA EVISA-MATH BERBASIS LIPA SABBE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOGICAL THINKING USIA OPERASIONAL FORMAL Fani Wulandari; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Nurannisa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/n05gef05

Abstract

Kemampuan logical thinking merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi geometri yang menuntut kemampuan penalaran dan visualisasi. Namun, pembelajaran geometri di sekolah masih cenderung bersifat abstrak dan kurang mengaitkan konteks budaya lokal, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan logical thinking peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran Evisa-Math berbasis ragam hias lipa sabbe dengan analisis fraktal geometri dan teknologi immersive dalam meningkatkan kemampuan logical thinking peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kahu. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan Borg dan Gall hasil modifikasi sukmadinata yang meliputi tahap studi pendahuluan, uji coba produk, dan uji eksperimen. Subjek penelitian terdiri atas 34 peserta didik yang dibagi ke dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket kepraktisan guru dan peserta didik, serta tes kemampuan logical thinking. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Evisa-Math berada pada kategori sangat valid dengan skor rata-rata 3,86. Uji kepraktisan menunjukkan media berada pada kategori sangat praktis dengan persentase respons guru sebesar 95,47% dan peserta didik sebesar 97,33%. Uji keefektifan menunjukkan peningkatan kemampuan logical thinking peserta didik pada kelas eksperimen dengan nilai N-Gain sebesar 86% (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol berada pada kategori sedang dengan nilai N-Gain sebesar 38%. Sehingga, media Evisa-Math dinyatakan valid, praktis dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal yang kontekstual dan bermakna