Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL SMART ANKes

Hubungan Masa Kerja, Pengetahun, Sikap, Pengawasan dan Promosi K3 dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Tenaga Kerja Outshorcing di PT. Nadira Utama Jaya PLTU Wilayah Air Anyir Gita Fajrianti
JURNAL SMART ANKes Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.503 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v2i1.3

Abstract

Perilaku tidak aman adalah tingkah laku, tindakan-tindakan atau perbuatan beberapa karyawan yang memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan. Jenis perilaku tidak aman yang terjadi di PT Nadira Utama Jaya yaitu, akibat kelalaian dalam menggunakan APD, kelalaian dalam bekerja akibat kurang konsentrasi dan menggunakan peralatan secara tidak benar. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat hubungan antara lama kerja, pengetahuan, sikap, pengawasan dan promosi K3 dengan kejadian kecelakaan kerja. Jumlah tenaga kerja yang ada di PT Nadira Utama Jaya sebanyak 123 orang. Data kecelakaan kerja yang diambil sebagai sampel penelitian dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 sebanyak 20 kasus kecelakaan. Jenis penelitian ini adalah desain Case Control dengan perbandingan 1 : 2 yaitu 20 kasus dan 40 kontrol, cara melakukan penelitian ini adalah dengan metode wawancara dengan alat bantu kuesioner. Analisa data berupa analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kerja Outshourcing  di PT. Nadira Utama Jaya PLTU Desa Air Anyir adalah lama kerja (p=0,021), pengetahuan (p=0013), sikap (p=0031), pengawasan (p=0044) dan promosi K3 (p=0008), sedangkan faktor yang dominan adalah promosi K3. Diharapkan kepada perusahaan agar meningkatkan lagi untuk melakukan  promosi k3 kepada karyawan agar mempunyai kesadaran dan lebih patuh dalam bekerja dan paham akan pentingnya menggunakan APD disaat bekerja, dan bagi yang tidak patuh maka perusahaan harus menerapkan reward dan punishment, melakukan penyuluhan dan memberikan pengetahuan tentang potensi-potensi bahaya yang ada disetiap tempat kerja yang mempunyai potensi untuk terkena kecelakaan maupun penyakit akibat kerja dan lakukan secara rutin inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja  agar bisa meminimalisir risiko, bekerjalah sesuai prosedur kerja yang ada dan gunakanlah APD karena semakin sering karyawan tidak menggunakan APD maka akan semakin mendekati dengan risiko dan bahaya dalam bekerja.
Analisis Kinerja Pegawai Dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 di Puskesmas Pangkalan Baru Gita Fajrianti
JURNAL SMART ANKes Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.715 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v1i1.14

Abstract

Sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dan era desentralisasi dimana otonomi daerah telah menuntut peran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepasda publik dan meningkatkan mutu operasional jasa pelayanan kesehatan yang kini terpusat di daerah. Pada hakikatnya penerapan SMM ISO 9001 : 2008 menjadikan pelayanan lebih baik. Namun dalam laporan audit eksternal terhadap pelaksanaan SMM ISO 9001 : 2008 di Puskesmas Pangkalan Baru masih terdapat temuan minor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008 berdasarkan delapan prinsip yaitu (1) Fokus terhadap pelanggan, (2) Kepemimpinan, (3) Keterlibatan Karyawan, (4) Pendekatan Proses, (5) Pendekatan sistem pada manajemen, (6) Perbaikan berkelanjutan, (7) Pengambilan keputusan berdasarkan fakta, (8) Hubungan saling menguntungkan dengan mitra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif secara deskriptif analitik dan dianalisa dengan model interaktif Mile dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Informan diambil secara purposive sampling dengan jumlah 8 orang terdiri dari informan kunci 6 orang dan informan pendukung 2 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai secara keseluruhan sudah baik namun pada prinsip perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan audit internal belum maksimal. Dari 8 Prinsip sistem manajemen mutu ada 3 Prinsip yang menjadi kunci yaitu Prinsip Pendekatan Proses, Pendekatan sistem pada manajemen dan Perbaikan berkelanjutan, karena berjalan berdasarkan konsep Plan, Do, Control, Action (PDCA). Saran yang harus dilakukan untuk puskesmas adalah mengadakan pelatihan ulang audit internal yang dilegitimasi dengan sertifikat guna meningkatkan kompetensi tim audit internal
ANALISIS PENERAPAN PEMANTAUAN KINERJA PADA KARYAWAN OLEH UNIT BAGIAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA (K3) UNTUK MEMINIMALISIR PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK) DAN KECELAKAAN KERJA DI PT DOK DAN PERKAPALAN AIR KANTUNG TAHUN 2019 Gita Fajrianti
JURNAL SMART ANKes Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2019)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.682 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v3i1.20

Abstract

Penerapan pemantauan kinerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok-kelompok yang diarahkan pada tercapainya tujuan yang telah digariskan dalam keputusan dan menitikberatkan pada bagian informasi dan data yang berhubungan dengan bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) berdasarkan data yang didapat dari PT.DOK dan Perkapalan Air Kantung ada beberapa kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja tahun 2016-2018 yaitu 19 kasus dan dapat diketahui bahwa kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat disebabkan faktor kesalahan manusia.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan meminimalisirkan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja karyawan di lingkungan PT. Dok dan Perkapalan Air Kantung Pangkalpinang Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan metode Deskripsi eksploratif. Informan utama penelitian ini adalah Staff K3 sebanyak 4 (empat) orang dan sebagian triangulasi adalah 1 (satu) Manajer SDM & K3LH (Keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan hidup), 1 (satu) bagian Ahli K3 dan 1 (satu) Bagian P3K PT.DAK yang bertanggung jawab terhadap pengawasan internal. Pengumpulan data digunakan dengan cara mengumpulkan data hasil interview, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, dokumen resmi ataupun data-data yang dapat dijadikan petunjuk lainnya digunakan dalam mencari data dengan interpretasi yang tepat. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Penerapan Pemantauan Kinerja pada karyawan oleh unit bagian K3 untuk meminimalisir penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja di PT. Dok dan perkapalan air kantung telah di terapkan dengan baik sesuai dengan Prosedur dari perusahaan agar tidak terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Disarankan kepada PT. Dok dan perkapalan air kantung meningkatkan pengetahuan khususnya bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan cara memberikan training/pelatihan dan memberikan sosialisasi yang lebih maksimal lagi kepada karyawan dan meningkatkan budaya K3 yang lebih optimal.
PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP STRESS KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAKTI TIMAH PANGKALPINANG Gita Fajrianti
JURNAL SMART ANKes Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang (Juni 2020)
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.906 KB) | DOI: 10.52120/jsa.v4i1.46

Abstract

Shift work or shift work is the application of a work system with a 24-hour rotation that requires work shifts. Shift work can affect stress, stress can be described as a force that is internalized to urge or grip and arise in a person as a result of difficulty in adjusting. Work stress that has an impact on decreased work performance, health and emotional problems and many impacts that can be caused by work stress. In the initial study there were 11 nurses who worked shifts in the inpatient room who said they experienced work stress. This study aims to analyze the effect of work shifts on work stress on nurses in the inpatient room at Bhakti Timah Pangkalpinang Hospital in 2019. The research method used in this research is descriptive exploratory. This study used a qualitative approach while the informants of this study included 7 nurses who worked shifts in the inpatient room and 2 heads of inpatient rooms at the Bhakti Timah Hospital Pangkalpinang. The research instrument used interview guidelines, image recording devices, and voice recording devices. This research concludes that there is still work stress experienced by nurses who work shifts in the inpatient room at the Bhakti Timah Pangkalpinang Hospital as seen from the effects such as health problems and emotional instability. It is recommended to increase the number of nurses who work shifts in inpatient rooms and provide regular health check services (in the K3 promotion program) for nurses so as to minimize fatigue and health problems.