Andi Tenri Sua
Universitas Muhammadiyah Bone

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Feminism in the Novel "Raumanen" by Marianne Katoppo and the Novel "Nayla" by Djenar Maesa Ayu, and Its Implementation in the Learning Process in High Schools Nurul Khairani; Andi Tenri Sua; Muhammad Idris
Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) Vol. 1 No. 3 (2022): December 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jiph.v1i3.2055

Abstract

This study aims to find out: feminism contained in Marianne Katoppo's Raumanen novel and Djenar Maesa Ayu's Nayla novel, as well as its implementation in learning in high school/equivalent. The theory used in this study is the theory of feminism, the theory of feminism is a theory as an attempt by women to show their existence in various fields without having to have restrictions in terms of gender and gender. This research is a library research. The method used to collect data is the document method. This research data was collected and then analyzed using a qualitative descriptive method to describe Raumanen's novel, and Nayla's novel. Content analysis method to reveal the deep feminist movement in Raumanen's and Nayla's novels. The results of this study are feminism in Raumanen's novel, namely, activists in student organizations and single mothers. Whereas in the novel, Nayla is brave, a discotheque lighting worker, and an author with a sex theme. The author's suggestions for future research are expected to be able to study and research the novel Nayla by Djenar Maesa Ayu, and also the novel Raumanen by Marianne Katoppo using different analysis as a form of knowledge of Indonesian language and literature.
SYMBOLIC MEANING IN THE MOVIE DUA GARIS BIRU THE WORK OF GINATRI S. NOER AND THE INTERNALIZATION OF SEX EDUCATION Andi Tenri Sua; Daud Rodi Palimbong; Andi Nurhabibi Marwil; Antika Utami Putri; Elihami Elihami
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v17i2.55954

Abstract

The research aims to find out the symbolic meaning of the film Dua Garis Biru by Ginatri S. Noer, the impact of early marriage and how to internalize sex education in the younger generation. This research uses a qualitative descriptive research design using Roland Barthes's Semiotic Analysis Method with connotation and denotation meanings. The subject of this study is the film Dua Garis Biru, with the object of the research is the symbolic meaning that is found in the film Dua Garis Biru Ginatri S.Noer's work (Bara and Bima) as the internalization of Sex Education in the younger generation. Data is collected through, observations, documentation and interviews using Rolland Barthes' semiotic analysis that emphasizes the observation of phenomena and requires strong instincts. Data analysis phases include data reduction, data presentation, and conclusion. AsĀ  for the scientific implications that can be concluded through this research that the film. The film Dua Garis Biru portrays the consequences faced by two young individuals after engaging in sexual intercourse, significantly impacting their lives. It underscores the critical role of parents in their children's lives, particularly in communicating sexual information. The findings suggest that films with relevant content can effectively address and promote an understanding of sexual health issues among young audiences. This study contributes to the understanding of sex education in movies, illustrating how cinematic narratives can serve as educational tools for sexual health.
Application of Talking Stick Learning Model in Increasing Interest and Learning Outcomes of Civics Class III Students of SD Negeri 93 Cabbeng Satriani Rahayu; Hasanuddin Hasanuddin; Ahmad Ahmad; Andi Tenri Sua
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Talking Stick dalam meningkatkan minat dan hasil belajar PPKn siswa Kelas III SD Negeri 93 Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone tahun pelajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi dan lembar angket. Teknik analisis data yaitu menyelidiki data, menyajikan data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Adapun hasil dari penelitian yaitu menunjukkan bahwa persentase minat belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 59,4% (Kurang) dan pertemuan 2 mencapai 63,6% (Cukup), sedangkan pada siklus II pertemuan 1 70,6% (Cukup) dan pertemuan 2 mencapai 80,2% (Baik). Serta hasil belajar siswa pada siklus I terdapat 12 dari 25 siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 73,32 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 48% (cukup), sedangkan pada siklus II terdapat 19 dari 25 siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 81,56 dengan persentase ketuntasan 76% (baik). Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas III SD Negeri 93 Cabbeng.
Strategi Kesantunan Berbahasa Gen Z di Perumnas Tibojong Kabupaten Bone (Kajian Pragmatik) Vira Oktapi Ramdani; Andi Tenri Sua; Muhammad Asdar
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2234

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk kesantunan berbahasa pada gen z di Perumnas Tibojong. Data yang terkumpul berjumlah dua puluh dua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, rekaman catat, dan simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tuturan Gen Z di Perumnas Tibojong menggunakan strategi kesantunan positif, yang mencerminkan upaya membangun keakraban, solidaritas, dan kepedulian sosial. Strategi ini diwujudkan dalam bentuk menawarkan bantuan, menyatakan persetujuan, memberi saran, serta menggunakan gaya bahasa santai dan akrab. Sementara itu, strategi kesantunan negatif ditemukan dalam bentuk penolakan halus, larangan, dan sindiran, yang meskipun terdengar lebih langsung atau tegas, tetap menunjukkan kesopanan dalam menjaga jarak atau perbedaan pendapat. Dari dua puluh data yang dianalisis, sebanyak enam belas tuturan menggunakan strategi kesantunan positif, sedangkan empat lainnya menggunakan strategi kesantunan negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Gen Z di Perumnas Tibojong memiliki kecenderungan untuk membangun komunikasi yang bersifat kooperatif dan akrab, meskipun dalam beberapa konteks tertentu tetap menjaga batasan melalui strategi kesantunan negatif. Penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang pola komunikasi generasi muda dalam konteks lokal dan kontribusinya terhadap pembentukan interaksi sosial yang harmonis.