Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Insomnia Pada Siswa Menengah Atas Muhammad Alamsyah Nasution; Retno Mardhiati; Dian Kholika Hamal
Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang kesehatan Vol 6 No 2 (2022): Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan
Publisher : AKPER Pasar Rebo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36971/keperawatan.v6i2.124

Abstract

Insomnia is an event where a person has trouble sleeping even though he has enough time to sleep. Common symptoms of insomnia are difficulty falling asleep, difficulty maintaining sleep and waking up early in the morning. The goal of this study was to determine the factors associated with insomnia symptoms in students of Senior High School. This type of research is a quantitative study with a cross-sectional study design. The population in this study were all students at SMAN 13 Tangerang City in 2022. The sampling technique used Quota Sampling with a total sample of 250 students. The data collection used was a questionnaire in the form of a questionnaire in July 2022. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi Square Test. Univariate results for the most categories showed a relationship between gender (Pvalue 0.003), exercise habits (Pvalue 0.00001), stress level (Pvalue 0.004) and insomnia symptoms. In conclusion, there is a relationship between insomnia symptoms and gender, exercise habits, and stress levels.
Tingkat Stres Sebagai Faktor Risiko Gangguan Siklus Menstruasi pada Siswi SMA di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2024 Sifa Harfiyah; Dian Kholika Hamal; Nia Musniati
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.108

Abstract

Menstruasi merupakan fase hidup yang dialami remaja perempuan, dengan pola siklus yang pasti (normal) atau di beberapa kasus dengan pola siklus tidak normal. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional, serta uji analisis chi-square. Populasi penelitian merupakan siswi di salah satu SMA wilayah Jakarta Selatan dengan jumlah 61 orang, sejalan dengan jumlah sampel yang ditetapkan yang mengadaptasi total sampling. Variabel dependen pada penelitian ini adalah siklus menstruasi dan variabel independen ialah tingkat stres. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres (p-value = 0,018) dengan siklus menstruasi. Maka saran untuk pihak sekolah ialah melakukan penyuluhan mengenai menstruasi dengan tenaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat baik secara jasmani, mental, dan rohani.
Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Remaja di SMAN 20 Jakarta Nurul Uswatun Hasanah; Dian Kholika Hamal
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.172

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan yang ditandai oleh berbagai perubahan, termasuk status gizi. Di SMAN 20 Jakarta, 35% remaja mengalami gizi lebih, 4% obesitas, 30% gizi kurang, 12% gizi buruk, dan 19% memiliki status gizi normal. Tujuan: mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan status gizi. Metode penelitian tahun 2024 ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan 100 sampel dari 525 siswa. Teknik pengambil sampel menggunakan purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan 56% remaja memiliki status gizi tidak normal, (71%) body image negatif, (67%) aktivitas fisik rendah, serta asupan energi (60%), lemak (66%), protein (61%), dan karbohidrat (58%)tidak normal. Analisis bivariat menemukan hubungan signifikan antara body image, aktivitas fisik, asupan energi dan zat gizi makro dengan status gizi (p<0,05), namun tidak dengan pengetahuan gizi (p≥0,05). Saran, disarankan untuk meningkatkan edukasi gizi melalui pelajaran olahraga atau biologi dan mendorong konsumsi makanan seimbang.
Asupan Makronutrien Dan Aktivitas Fisik Sebagai Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Inez Fairuzia Khalda; Dian Kholika Hamal
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa yang berada pada rentang usia 18–25 tahun merupakan kelompok usia dewasa awal yang menghadapi berbagai tuntutan akademik maupun nonakademik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola konsumsi, tingkat aktivitas fisik, dan pada akhirnya berdampak pada status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan makronutrien dan aktivitas fisik dengan status gizi pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 235 mahasiswa dipilih sebagai sampel dari total populasi 587 mahasiswa tahun ajaran 2024/2025 menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi normal (72,3%). Sebagian besar mahasiswa memiliki asupan karbohidrat yang tergolong kurang, yaitu sebesar 92,2% pada laki-laki dan 89,9% pada perempuan. Asupan protein yang kurang ditemukan pada 54,5% mahasiswa laki-laki, sedangkan hampir setengah mahasiswa perempuan (47,5%) memiliki asupan protein yang cukup. Selain itu, asupan lemak yang kurang dijumpai pada 53,2% mahasiswa laki-laki dan 47,5% mahasiswa perempuan. Dari sisi aktivitas fisik, sebanyak 59,6% responden termasuk dalam kategori aktivitas fisik ringan. Analisis bivariat menunjukkan bahwa asupan karbohidrat, protein, lemak, dan aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan status gizi mahasiswa (p<0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pemenuhan kebutuhan makronutrien yang seimbang disertai aktivitas fisik yang memadai berkontribusi dalam mempertahankan status gizi yang optimal pada mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, mahasiswa perlu meningkatkan kecukupan asupan makronutrien dan melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai upaya mempertahankan status gizi yang normal.