Rudi Djatmiko
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Pergeseran Hasil Rekontruksi Batas dalam Kepentingan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan: Study of Boundary Reconstruction Results in The Interest of Forest Area Approval Dyah Widyasasi; Dwi Agung Pramono; Hasanudin; Yoga Pratama; Nia Kurniadin; Rudi Djatmiko
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2091

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya kasus mengenai sengketa batas yang timbul di suatu wilayah dimana di wilayah tersebut telah ditemukan sumber daya alam yang menguntungkan, misalnya pertambangan. Oleh karena itu diperlukannya rekonstruksi batas dan ditambah dengan proses pengukuhannya merupakan salah satu persyaratan teknis untuk mengajukan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui dan mengumpulkan data informasi tentang pergeseran batas dengan wilayah studi di PT. Alamjaya Bara Pratama. Metode yang digunakan adalah RTK untuk stake out areal jalan dan pit terbuka. Untuk menuju titik awal menggunakan GPS handheld selanjutnya stake out untuk areal tertutup, proses pengolahan data menggunakan software ArcGIS. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh orientasi rekonstruksi pal batas terdapat 281 pal batas terdiri dari 130 dengan kondisi bagus, 6 rusak, 138 hilang dan sisipan sebanyak 7 buah. Panjang batas yang direkonstruksi seluruhnya adalah 27.146,62 m (segmen A 5.800,11 m dan segmen B 376,68 m, segmen I dan 20.969,84 m).
Penggunaan Pestisida Nabati Ekstrak Campuran Daun Sirsak (Annona muricata Linn) dengan Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap Pencegahan dan Pemberantasan Hama Belalang pada Semai Jati (Tectona grandis L. f.): Use of Organic Pesticides Mixed Extract of Soursop (Annona muricata Linn) Leaves with Tobacco (Nicotiana tabacum L.) Leaves Against the Prevention and Eradication of Locust Pests on Teak (Tectona grandis L.f.) Seedlings Rudi Djatmiko; Agustina Murniyati; Noorhamsyah; Sofyan Bulkis
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2443

Abstract

Keuntungan penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan hama pada tanaman adalah murah, mudah, ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan ekstrak campuran daun Sirsak (Annona muricata L.), daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) dan deterjen sebagai pestisida nabati terhadap pencegahan dan pemberantasan hama belalang pada semai Jati (Tectona grandis L.f.) dan mengetahui tingkat kerusakan akibat serangan hama belalang pada semai Jati (T. grandis L.f.). Penelitian dilaksanakan di Persemaian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Ada tiga perlakuan yaitu kontrol, pencegahan dan pemberantasan dengan empat konsentrasi ekstrak campuran daun Sirsak (A. muricata L.), daun Tembakau (N. tabacum L.) dan deterjen sebagai pestisida nabati yaitu 0 %; 0.5%; 1.0% dan 1.5%. Hasil penelitian menunjukan pertambahan konsentrasi ekstrak campuran pestisida nabati campuran daun Sirsak (A. muricata L.), daun Tembakau (N. tabacum L.) dan deterjen berbanding lurus dengan persentase kematian hama belalang. Adapun frekuensi semai jati yang terserang hama belalang dan intensitas serangan hama belalang menunjukkan sebaliknya.
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik: Chemical and Physical Characteristics of Fermented Cocoa Beans (Theobroma cacao l.) Wooden Boxes and Plastic Containers Anis Syauqi; Harminto Lahamuddin; Rudi Djatmiko; Ahmad Zamroni; Rusli Anwar; Syafi'i
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2449

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan penting pada kualitas biji kakao yang dihasilkan adalah proses fermentasi dan proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kimia dan fisik biji kakao (Theobroma cacao L.) hasil fermentasi wadah kotak kayu dan wadah plastik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu perhitungan rata-rata, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 menggunakan kotak kayu pengadukan 24 jam, perlakuan 2 kotak kayu pengadukan 48 jam, perlakuan 3 wadah plastik pengadukan 24 jam, perlakuan 4 wadah plastik pengadukan 48 jam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji kadar air, kadar lemak, asam lemak bebas, dan kadar kulit biji. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan kandungan kadar air dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 5,26%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 5,53%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 5,22% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 5,42%. Kandungan kadar lemak dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 26,87%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 28,31%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 23,52% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 28,01%. Kandungan asam lemak bebas yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 0,39%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 0,40%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 0,38% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 0,40%. Kandungan kadar kulit biji yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 11,18%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 11,35%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 11,05% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 11,22%.
Kalender Musim dan Peran Gender dalam Perladangan Masyarakat Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak pada Masa Perubahan Iklim: Seasonal Calendar and Gender Roles in the Farming Practices of The Bulusu Dayak Community in Pungit Village, Sekatak Sub District During Climate Change Erna Rositah; Muhammad Fikri Hernandi; Nur Maulida Sari; Abdul Rasyid Zarta; Rudi Djatmiko; Dwinita Aquastini; Aprilianus Robert Lau
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2926

Abstract

Secara historis masyarakat Dayak Bulusu tidak bisa dilepaskan dari sumber daya hutan. Secara ekonomi, lahan hutan menjadi tempat masyarakat berladang yaitu pertanian pada lahan kering dengan sistem gilir balik, menggunakan kearifan lokal dan tahapan perladangan yang dipraktekkan secara turun temurun. Fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini berdampak terhadap makhluk hidup dan lingkungan, termasuk ancaman bagi pertanian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kalender musim perladangan dalam 1 periode tanam di tengah masa perubahan iklim dan peran gender dalam perladangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pungit Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara pada Bulan Juli-Agustus 2022. Pengambilan data dilakukan dengan teknik triangulasi yaitu FGD, observasi lapangan dan kajian literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Kegiatan berladang Dayak Bulusu Desa Pungit Sekatak dilakukan dengan tahapan tertentu dimulai dari tahap pemilihan lokasi berladang dan penebasan pada Bulan Mei; penebangan dan pemotongan dahan ranting pada bulan Juni; pengeringan selama bulan Juni-Juli; pembakaran pada bulan kering yaitu Bulan Agustus-September; penanaman dilakukan Bulan September-Oktober dimana sudah mulai musim hujan; pemeliharaan yaitu setelah masa tanam hingga memasuki Bulan Pebruari yang dilanjutkan dengan pemanenan hingga bulan Maret. Laki-laki dan perempuan berperan penting dalam setiap tahap kegiatan berladang sesuai dengan porsi dan perannya masing-masing.
Utilization of the DJI Phantom 3 Advance Quadcopter Type Drone Vehicle for Area Mapping of the Samarinda State Agricultural Polytechnic Campus Dyah Widyasasi; Dwi Agung Pramono; Hasanudin Hasanudin; Dwinita Aquastini; Emi Malaysia; Rudi Djatmiko
Jurnal Loupe Vol 20 No 01 (2024): June 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i01.3029

Abstract

This research is motivated by the fact that currently remote sensing technology continues to develop, both in terms of data collection and processing. This is characterized by the existence of data collection techniques using unmanned aerial vehicles for aerial photo mapping. The advantage of using this technology is that it is effective and efficient both in terms of time and human resources for mapping in areas that are not too large. Another advantage is that it can produce clearer photos, because the plane's flying height is below 400 meters above ground level so that during the shooting process there is no cloud interference. The aim of this research is to create an aerial photo map at the Samarinda State Agricultural Polytechnic, validate objects in aerial photos and in the field, and provide information about the area, boundaries and topography of the Samarinda State Agricultural Polytechnic campus area. The implementation of activities and research objects is the Samarinda State Agricultural Polytechnic campus area. This research uses a small format aerial photo mapping method using a Quadcopter, making it easier to determine where to start taking off and landing. With a Quadcopter vehicle, grounding problems are no longer an obstacle. The research results showed that photography carried out with a Quadcopter at a height of 200 m above the ground produced an area of 28.17 Ha and a spatial resolution of 8.40 cm/pixel. The validation results in aerial photos and in the field using drones have a small difference between 0-4 cm with an average of 1.625 cm/photo. From the digitization results of campus objects, there are 30 objects on campus with a total area of 2.67 Ha. As for the topography results in the campus area, the highest point is 107.5 meters above sea level and the lowest point is 60 meters above sea level.