Ibu post seksio sesarea memiliki risiko mengalami keterlambatan onset laktasi dan produksi ASI yang tidak adekuat akibat nyeri pascaoperasi, keterbatasan mobilisasi, serta stres psikologis. Intervensi stimulasi laktasi yang efektif diperlukan untuk mendukung keberhasilan menyusui pada periode kritis 48-72 jam postpartum. Penelitian ini bertujuan menganalisis Efektivitas Power Pumping dan Breastcare Stimulation terhadap Produksi Asi, Onset Laktasi dan Self-Efikasi Pada Ibu Post Seksio Caesaria. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pre-test post-test control group. Sampel sebanyak 60 ibu post seksio sesarea di RS Mitra Keluarga Bekasi dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30). Intervensi berupa kombinasi Power Pumping dan Breast Care Gentle Stimulation diberikan setiap 8 jam selama 48 jam. Pengukuran meliputi onset laktasi, produksi ASI hari ke-3, dan skor Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Analisis data menggunakan uji Chi-Square, Mann-Whitney U, Independent Samples T-Test, dan regresi logistik. Intervensi berpengaruh signifikan terhadap percepatan onset laktasi (p<0,001) dan peningkatan produksi ASI hari ke-3 (p<0,001). Proporsi onset laktasi cepat pada kelompok intervensi sebesar 93,3% dibandingkan 43,3% pada kelompok kontrol. Median produksi ASI kelompok intervensi 13,00 mL (IQR 3) versus 9,00 mL (IQR 6) pada kelompok kontrol. Namun, tidak terdapat perbedaan bermakna pada Breastfeeding Self-Efficacy antara kedua kelompok (p=0,530). Analisis multivariat menunjukkan intervensi tetap menjadi faktor dominan terhadap onset laktasi (OR=13,69; 95% CI: 2,96-63,24) dan produksi ASI (OR=6,67; 95% CI: 1,89-23,55) setelah dikontrol faktor perancu. Kombinasi Power Pumping dan Breast Care Gentle Stimulation efektif mempercepat onset laktasi dan meningkatkan produksi ASI pada ibu post seksio sesarea. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan maternitas berbasis bukti untuk mendukung keberhasilan laktasi dini.