Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Pembudidayaan Ikan Nila dengan Sistem Automatisasi Berbasis Internet Of Things Aris Andi Manurun; Abdullah Abdullah; Muhammad Haris; Nobert Sitorus; cholish cholish
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v5i2.13089

Abstract

Abstrak Permasalahan yang umum dirasakan petani ikan nila adalah bagaimana meningkatkan efektivitas usaha agar dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan peternak ikan nila, dimana permasalahan saat ini pada proses peternakan ikan nila yaitu pemberian pakan yang sering tidak tepat waktu, kualitas air kolam yang dapat berubah dan tidak sesuai kadar pH dan keamanan disekitar kolam yang tidak termonitoring serta pengeluaran biaya untuk penggunaan tenaga manusia yang banyak. Solusi permasalahan tersebut, diperlukan alat/sistem yang dapat meng-otomatisasi dan monitoring sistem kolam ikan nila tersebut yaitu pemberian pakan ikan yang dapat berjalan secara rutin dan terjadwal, sirkulasi air yang bekerja otomatis berdasarkan deteksi kadar pH, alarm dari sistem keamanan kolam dari sesuatu yang mendekati kolam peternakan serta dilengkapi penerangan otomatis yang bekerja menyesuaikan cahaya lingkungan. Sistem tersebut bekerja secara otomatis dan dapat dikendalikan serta di monitor dari jarak jauh menggunakan teknologi Internet of Things melaui aplikasi di Smartphone pengguna tanpa memerlukan penggunaan tenaga manusia yang banyak untuk menjalankan system tersebut. Sistem automatisasi kolam ikan berbasis Internet of Things ini telah terintegrasi dengan baik terhadap perangkat keras maupun perangkat lunak dan telah bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan.Kata kunci : Sistem, Internet of Things, Kendali, MonitoringAbstract The problem that is commonly felt by tilapia farmers is how to increase business effectiveness in order to increase crop yields and the welfare of tilapia farmers, where the current problems in the process of tilapia farming are feeding that is often not on time, pond water quality can change and is not appropriate. pH levels and safety around the pool that are not monitored as well as expenses for the use of a lot of human labor. To solve these problems, a tool/system is needed that can automate and monitor the tilapia pond system, namely the provision of fish feed that can run regularly and on a scheduled basis, water circulation that works automatically based on pH level detection, alarms from the pool security system from something that approaching the farm pond and equipped with automatic lighting that works to adjust the environmental light. The system works automatically and can be controlled and monitored remotely using Internet of Things technology through applications on the user's Smartphone without requiring the use of a lot of human power to run the system. This Internet of Things-based fish pond automation system has been well integrated into both hardware and software and has worked well as expected.Keywords: System, Internet of Things, Control, Monitoring
PKM Penerapan Teknologi Air Bersih Di Gereja Batak Karo Protestan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Kota Medan Trahman; Suparmono; Nobert Sitorus; Martin Sembiring; Cholish; Yessy Dea Sylvia Saragih; Maharani Putri
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2023): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v4i1.830

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh dosen di kampus Politeknik Negeri Medan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian sivitas akademik terhadap masalah-masalah terhadap masyarakat dan institusi-institusi nirlaba yang menyalurkan misi sosial dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang efektif. Adapun sebagai tim pengabdian masyarakat mencoba untuk memberikan sumbangsih keilmuan dengan cara melakukan kegiatan pengabdian ini yang bertempat di GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) yang berlokasi di Jalan Pintu Air IV, Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20142. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki fokus penelitian terhadap masalah-masalah yang dialami jemaat dari GBKP tentang lokasi yang membutuhkan peningkatan pelayanan serta kelayakan terhadap pengelolaan air bersih lokasi ibadah di GBKP. Dengan demikian tim pengabdian masyarakat melakukan survey langsung ke lokasi GBKP guna untuk mengetahui informasi yang tepat apa saja yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah pengelolaan air bersih terhadap mitra masyarakat jemaat di GBKP. Sehingga tim pengabdian masyarakat dapat segera melakukan bentuk penangkalan jawaban yang tepat melalui sistem pengecekan survey dan menyediakan pengadaan air bersih yang dilakukan di lokasi GBKP tersebut
SISTEM PENGGERAKAN REFLEKTOR EMPAT SISI UNTUK MENDAPATKAN SUDUT IDEAL PANTULAN CAHAYA MATAHARI PADA PANEL SURYA Abdullah, Abdullah; Putri, Maharani; Syahruddin, Muhammad; Sitorus, Nobert; Dharma, Surya
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v7i1.20583

Abstract

Peningkatan efisiensi konversi energi panel surya menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu dengan memanfaatkan reflektor untuk mengoptimalkan sudut penyerapan cahaya matahari. Penelitian ini mengimplementasikan sistem penggerakan reflektor empat sisi yang dirancang untuk memperoleh sudut ideal pantulan cahaya matahari pada panel surya dengan pengaturan posisi reflektor, menggunakan sensor cahaya/lux serta aktuator untuk penyesuaian sudut reflektor. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem terhadap penggunaan reflektor. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan reflektor mampu meningkatkan efisiensi penyerapan energi pada panel surya sesuai dengan sudut reflektror yang diatur pada panel surya dibandingkan dengan panel surya tanpa reflektor. Penelitian ini dapat menjadi salah satu cara melakukan optimasi kerja panel surya dalam meningkatkan efisiensi penyerapan energi matahari. Dari hasil pengujian terlihat bahwa pengujian pengaturan empat sisi solar reflektor panel surya pada sudut 15o menghasilkan peningkatan daya keluaran panel surya sebesar 2,74%, pada sudut 30o menghasilkan peningkatan daya keluaran panel surya sebesar 21,89%, pada sudut 45o menghasilkan peningkatan daya keluaran panel surya sebesar 16,75%, dan pada sudut 60o menghasilkan peningkatan daya keluaran panel surya sebesar -3,17%, sehingga dari sistem penggerakan reflektor empat sisi untuk mendapatkan sudut ideal pantulan cahaya matahari pada panel surya didapatkan sudut terbaik reflektor empat sisi yaitu reflektor yang diatur pada sudut 30o.
Penerapan Teknologi Pengering Sepatu Pada Usaha Laundry Sepatu Upkeep di Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Iriani, Juli; Gunoro, Gunoro; Abdullah, Abdullah; Hutabarat, Nicodemus Firman River; Cholish, Cholish; Sitorus, Nobert; Pardede, Morlan; Syahruddin, M.; Siagian, Sinta Marito; Indah, Sarah Karima; Fikri, Akbar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1417

Abstract

Usaha laundry sepatu saat ini banyak dijadikan pilihan pekerjaan bagi anak-anak muda dikarenakan sepatu merupakan alas kaki dan menjadi penunjang saat kita berpakaian. Hampir disemua aktifitas masyarakat lebih menyukai dan mengandalkan sepatu sebagai alas kaki sehingga kebersihannya juga harus diperhatikan. Kebersihan sepatu dilakukan dengan cara membersihkan dan mengeringkannya, dimana proses tersebut kebanyakan menggunakan jasa  laundry sepatu. Adapun kendala yang sering terjadi pada usaha laundry sepatu khususnya pada Laundry Sepatu Upkeep di Kec. Medan Tuntungan yaitu pada saat terjadi musim hujan maka proses pengeringan akan terhambat, selain itu proses pengeringan yang dilakukan secara manual (dijemur) cukup memakan waktu beberapa hari serta membuat warna sepatu menjadi pudar sehingga kurang efisien. Oleh sebab itu maka dibutuhkan sebuah alat untuk mengeringkan sepatu secara cepat tanpa adanya sinar matahari, sehingga alat pengering sepatu dapat digunakan kapan saja dengan waktu yang relatif cepat, selain itu tidak membutuhkan tempat yang luas, dapat digunakan untuk semua jenis sepatu, hemat daya dan biaya. Alat pengering sepatu ini bekerja dengan cara menghantarkan panas melalui heater yang di hembuskan melalui blower, memiliki timer dan sinar UV yang mempercepat proses pengeringan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini berupa metode ceramah, diskusi dan demonstrasi alat serta dilanjutkan proses instalasi alat secara keseluruhan. Tahapan kegiatan dimulai dari survey lokasi mitra dan mencari informasi dari mitra berupa kendala apa saja yang terjadi pada usaha laundry sepatu ini. Tahapan berikutnya proses persiapan perancangan alat. Tahapan akhir pelaksanaan pendampingan pengoperasian dan perawatan alat pengeringan sepatu. Hasil kegiatan ini diharapkan mitra dapat menghasilkan proses pengeringan sepatu secara maksimal dilihat dari kuantitas dan kualitasnya.
PKM PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN OTOMATIS PENCACAH RUMPUT BERBASIS MOTOR LISTRIK PADA PETERNAKAN PAK YASIR DI DESA SEI MENCIRIM SUNGGAL DELI SERDANG SUMATERA UTARA Sitepu, Trahman; Suparmono, Suparmono; Pardede, Sutan; Sitorus, Nobert; Cholish, Cholish; Abdullah, Abdullah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i3.2804

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini merupakan salah satu program fakultas kampus Politeknik Negeri Medan. Dengan adanya kegiatan nirlaba ini bertujuan untuk menjadi semacam kepedulian civitas akademika terhadap permasalahan masyarakat dan lembaga nirlaba yang menyalurkan tugas-tugas sosial untuk secara efektif meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai tim pengabdian kepada masyarakat, kami berupaya memberikan kontribusi ilmiah dengan melaksanakan kegiatan pengabdian ini tentang penerapan teknologi mesin otomatis pencacah rumput berbasis motor listrik pada peternakan pak yasir di sunggal. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki fokus penelitian terhadap penggunaan alat pencacah rumput manual maupun otomatis tetapi masih mempunyai kekurangan fungsi serta masih banyak masalah terhadap alat yang digunakan, terutama untuk yang alat mesin (otomatis) sangat boros terhadap bahan bakarnya. Alat yang biasa digunakan juga memiliki harga yang sangat mahal dan suara mesin yang cukup bising sehingga tidak kondusif dalam menggunakannya. Dengan demikian, melalui program kegiatan masyarakat ini akan memberikan alat yang sudah dirancang secara efektif kepada kelompok petani yang biasa berada di area persawahan maupun rerumputan guna dalam mengambil hasil rumput untuk hewan ternak nya maupun bisa di olah ke fungsi pangan yang lain. Alat mesin pencacah rumput ini juga sudah teruji sangat layak digunakan dan menghasilkan pemotongan rumput yang cepat serta ramah untuk lingkungan sekitar.  Kata Kunci : Penerapan, Mesin Pencacah Rumput, Motor Listrik
Perawatan dan Pemeliharaan PLTS Di Dusun I Desa Tambunan Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Sinambela, Haksa Fadilman; Martin Sembiring; Nobert Sitorus; Hotdian Sinambela
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v3i1.2126

Abstract

Dosen Politeknik Negeri Medan setiap tahunnya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah – masalah yang yang terjadi di masyarakat. Salah satu persoalan yang paling sering terjadi adalah tidak adanya pelayanan PLN menyuplai sumber daya listrik untuk kebutuhan sehai hari dan jauhnya jarak jangkauan Desa Tambunan dengan jaringan penyupai PLN. Dengan demikian tim pengabdian masyarakat melakukan survey langsung ke lokasi Desa Tambunan Kecamatan Sibolangit guna untuk mengetahui informasi yang tepat apa saja yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah sumber daya listrik terhadap mitra masyarakat Desa Tambunan sehingga tim pengabdian masyarakat dapat segera melakukan bentuk penangkalan jawaban yang tepat melalui sistem pengecekan survey dan menyediakan PLTS berupa instalasi solar cell untuk kebutuhan sumber daya listrik tersebut.
STUDI SISTEM SCADA SEBAGAI PENGENDALI POMPA DI PDAM TIRTANADI IPAM SUNGGAL: STUDY OF SCADA SYSTEM AS PUMP CONTROLLER AT PDAM TIRTANADI IPAM SUNGGAL Simaremare, Ruben; Iriani, Juli; Putri, Maharani; Sitorus, Nobert; Pardede, Sutan; Rumahorbo, Priansus Rhein; Nainggolan, Tito Karnavian
Jurnal Ilmiah Tenaga Listrik Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tenaga Listrik
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/jitl.v2i2.1426

Abstract

Abstract Technological developments in the industrial world are a clear example of developments in the industrial era 4.0. SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) is needed in industry and factories, where it has various advantages such as in terms of cost, maintenance, repair and monitoring. SCADA, PLC, and HMI belong to the type of automation world that are very interconnected with one another, automation is a technology that relates to the application of mechanical, electronic, and computer-based information systems to be able to operate and control factory production. and industry. By implementing SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) system technology, the scope of operation, maintenance and supervision of the performance process of pumps, engines, and other electrical equipment that can be controlled in one control room easily by the operator. The application of SCADA as a pump controller to maintain and improve the quality of clean water supply services at PDAM Tirtanadi IPAM Sunggal which is increasing day by day and is urgently needed by the people of Medan Keywords : SCADA, PLC, HMI, Pump Abstrak Perkembangan teknologi dalam dunia industri merupakan contoh nyata dari perkembangan di zaman industri 4.0. SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) sangat dibutuhkan pada industri dan pabrik, dimana berbagai kelebihan yang dimilikinya seperti dalam hal biaya, perawatan, perbaikan, dan pemantauan. SCADA, PLC, dan HMI termasuk ke dalam jenis dunia otomatisasi yang sangat saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, otomatisasi adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan penerapan sistem mekanis, elektronik, dan juga sistem informasi yang berdasarkan komputer untuk bisa mengoperasikan dan juga mengendalikan produksi pabrik maupun industri. Dengan menerapkan teknologi sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition), ruang lingkup operasi, perawatan, dan pengawasan terhadap proses kinerja pompa, mesin, dan peralatan listrik lainnya yang dapat di kendalikan dalam satu ruangan kendali dengan mudah oleh operator. Penerapan SCADA sebagai pengendali pompa untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan penyediaan debit air bersih pada PDAM Tirtanadi IPAM Sunggal yang semakin hari meningkat dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota Medan Kata Kunci: SCADA, PLC, HMI, Pompa
Realtime Broiler Chicken Cage Control and Monitoring System Iriani, Juli; Sitorus, Nobert; Gunoro; Abdullah; Cholish; Wahyudi; Meliala, Michael Doanta; Hasibuan, Rani Dame
International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences Vol. 2 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijarss.v2i5.1810

Abstract

Control and monitoring systems in poultry farm cages are very necessary, especially for broiler farmers because the harvest process from growth to ready to harvest takes 30 to 35 days with a weight per tail between 1.5-2.0 kg. Important variables that are prioritized in broiler cages, namely temperature, humidity and lighting as well as the availability of feed and drinks on time, determine the quality and quantity of the broiler harvest. The solution to these problems requires a system that can work automatically with real-time monitoring features so that important variables in the chicken coop can be really well maintained. This research uses a combination of DHT11 temperature and humidity sensors, proximity sensors as sensors to check the availability of water and feed in containers, LDR light sensors and GY-302 Lux sensors, Real Time Clock timer modules to organize scheduling the availability of drinking water and chicken feed. These sensors will provide data to the ESP32 controller to control outputs such as heating and cooling and valves for opening and closing the stock of drinking water and feed. This system has also been integrated with the Internet of Things so that the condition of the chicken coop can be flexibly monitored remotely using a Smartphone or laptop utilizing the internet network. Based on the tests that have been carried out, it proves that the system has worked well in maintaining important variables in the chicken coop and has been well integrated based on the Internet of Things.
Automation System of Water Circulation and Fish Feeding in Tilapia Fish Pond with Solar Panel Source Iriani, Juli; Dharma, Surya; Gunoro; Sitorus, Nobert; Rumahorbo, Priansus Rhein; Ridho; Cholish; Wahyudi
International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences Vol. 2 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijarss.v2i10.2592

Abstract

Tilapia cultivation requires good management of water quality and proper feeding to ensure optimal fish growth. One of the main challenges in this process is maintaining the water pH level within ideal limits and providing feed according to the needs of the fish based on their size. In addition, limited access to electricity in some locations makes fish pond management less efficient. This study aims to design an automated water circulation system that is regulated based on the water pH level and automatic feeding according to the needs of the fish, by utilizing solar panels as a power source. This system uses a pH sensor to monitor water conditions in real time and regulate water circulation to maintain ideal pH levels. Feeding is regulated based on the size and number of fish to ensure optimal feed efficiency and fish growth. This system is powered by solar panel energy, so it can operate independently without relying on conventional electricity networks. Test results show that the system is able to maintain water pH stability and automate feeding with high accuracy, while utilizing renewable energy effectively. The use of solar panels not only reduces dependence on electricity, but also reduces operational costs and supports environmental sustainability. This system is expected to increase the efficiency and productivity of tilapia cultivation, especially in areas with limited access to electricity.
Design and Performance Evaluation of a 200 Wp Off-Grid Solar Photovoltaic Module for Renewable Energy in Indonesia Sitorus, Nobert; Ginting, Berta Br.; Panjaitan, Berman P.; Simanjuntak, Benrad E.; Naibaho, Penteris R. P.; Matondang, Aprima A.; Simanjuntak, Andrean V. H.
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 3 (2025): JGEET Vol 10 No 03 : September (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.3.24981

Abstract

The rapid growth of global energy demand and the urgent need to reduce greenhouse gas emissions have accelerated the transition toward renewable energy technologies, with solar photovoltaic (PV) systems playing a central role. In Indonesia, high solar irradiation provides significant potential for PV adoption, yet challenges remain in human resource capacity and technical readiness, particularly in rural areas where off-grid systems are critical. This study presents the design, development, and testing of a 200 Wp off-grid PV training module aimed at bridging the gap between theoretical knowledge and practical skills in renewable energy education. The module integrates two 100 Wp PV panels, a 100 Ah lithium-ion battery, an MPPT charge controller, and a 500 W pure sine wave inverter, all mounted on a modular acrylic platform to enable repeated assembly and disassembly for training purposes. Experimental testing under tropical conditions demonstrated stable PV output (Voc 19.8–21.5 V, Isc 4.8–5.4 A), efficient battery charging within 8 hours to full capacity, and reliable discharging performance sustaining DC loads for 18 hours and AC loads for 12–14 hours. Inverter efficiency averaged 92%, with minimal waveform distortion under typical loads. These results confirm the module’s reliability and educational value, offering a robust platform for vocational training and community-based capacity building. The study contributes to Indonesia’s renewable energy transition and supports Sustainable Development Goal 7 by enhancing technical education and workforce readiness for solar PV deployment.