Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Health

Efektivitas Intervensi Balance Exercise terhadap Masalah Keperawatan Risiko Jatuh pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember Sholehudin, Moch Arif; Elmaghfuroh, Dian Ratna
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.24

Abstract

Proses penuaan yang dialami lansia seperti perubahan atau penurunan fungsi fisiologis akan meninmbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satu dampak yang muncul pada lansia adalah penurunan fungsi otot dan tulang, hal ini akan menyebabkan lansia mengalami ketidakseimbangan tubuh yang mengakibatkan risiko jatuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni melakukan latihan balance exercise. Tujuan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini melakukan asuhan keperawatan pada lansia dengan risiko jatuh di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan 2 partisipan yang dilakukan selama 6 hari pada periode 13 – 21 Desember 2022 di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember dengan intervensi balance exercise. Berdasarkan data yang didapat setelah diberikan intervensi balance exercise pada kedua klien tersebut selama 6 hari perawatan sangat efektif, dibuktikan dengan hasil Timed Up and Go test (TUG) dari kedua klien turun dalam interpretasi fungsi keseimbangan normal dan tidak ada kejadian jatuh berulang pada kedua klien tersebut. Kesimpulan dari penulian Karya Tulis Ilmiah ini menunjukkan bahwa latihan balance exercise sangat efektif untuk meningkatkan kekuatan otot ekstermitas bawah terutama pada lansia yang mengalami gangguan keseimbangan
Asuhan Keperawatan pada Pasien Combustio dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di RSD Balung Jember dan RSD Kalisat Jember Violita, Vani; Elmaghfuroh, Dian Ratna
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.54

Abstract

Combustio adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh paparan sumber panas. Kedalaman combustio berhubungan dengan lamanya waktu ketika kulit terpapar. Gejala yang dialami pasien combustio yaitu melepuh, pembengkakan dan kulit mengelupas, gejala ini sering memburuk selama beberapa jam atau hari pertama setelah cedera. Combustio grade satu, jenis luka ringan yang memengaruhi lapisan luar kulit dapat menyebabkan kemerahan. Combustio grade dua, jenis luka yang dapat memengaruhi lapisan kedua kulit (Dermis). Kondisi pasien combustio ini menyebabkan kulit bengkak dan memerah, dan melepuh. Combustio grade tiga, jenis luka ini mencapai lapisan lemak bawah kulit luka grade tiga ini dapat merusak saraf dan menyebabkan mati rasa. Kesimpulan : Dalam studi kasus ini melibatkan kedua pasien combustio dengan masalah keperawatan nyeri akut. Pasien yang pertama berumur 22 tahun mengalami nyeri yang dialami skala nyeri 5, luka yang dialami pasien tersebut sampai 27% daerah luka yang dialami pasien yaitu dari punggung bawah sampai paha belakang . Sedangkan pasien yang kedua berumur 50 tahun skala nyeri yang dialami pasien tersebut yaitu skala nyeri 5, luka yang dialami pasien tersebut 18% daerah luka yang dialami pasien perut dan paha kiri. Bedasarkan permasalahan diatas penulis tertarik untuk mengelola pasien dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSD Balung Jember dan RSUD Kalisat Jember sebagai asuhan keperawatan dan dijadikan sebagai karya tulis ilmiah dengan judul “ Asuhan Keperawatan pada Pasien Combustio dengan Masalah keperawatan Nyeri Akut di RSD Balung Jember dan RSUD Kalisat Jember.
Implementasi Range Of Motion (ROM) Pasif pada Klien CVA Infrak dengan Masalah Keperawatan Intoleransi Aktivitas di Ruang Bedah Saraf RSD Kalisat Jember Alisia , Carissima Virna; Elmaghfuroh, Dian Ratna
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.60

Abstract

CVA Infark ialah gejala sindrom klinis yang disebabkan oleh penyempitan atau jaringan nekrotik otak, sehingga mengurangi ketersediaan oksigen dan darah ke otak berkurang yang mungkin berakhir dengan infark jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan fase study. Hasil: Tujuan studi kasus ini yaitu untuk meningkatkan kekuatan otot pada klien CVA dengan penerapan Range Of Motion (ROM) di RSD Kalisat. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan mengambil 2 klien CVA infark dengan intoleransi aktivitas. Latihan Range Of Motion (ROM) dilakukan dalam 1 kali sehari selama 5-8 kali . Temuannya yaitu meningkatan kekuatan otot ekstremitas baik pada klien 1 dan klien 2. Kesimpulan: berdasarkan pelakasanan asuhan keperawatan yang telah dilakukan penulis pada Tn. S dan Tn. S dengan masalah keperawatan Intoleransi Aktivitas d ruang bangau RSD Kalisat Jember pada tanggal 06-08 Februari 2022 dan 13- 15 Februari 2023 tindakan Range Of Motion (ROM) meningkatkan mobilitas fisik klien dengan masalah keperawatan intoleransi aktivitas dapat dilakukan dengan baik dan benar.
Implementasi Teknik Relaksasi Benson pada Pasien HNP (Hernia Nucleus Pulposus) dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Cahyaningrum, Ardia Regita; Elmaghfuroh, Dian Ratna
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.61

Abstract

Hernia Nucleus Pulposus yaitu terdorongnya Nucleus Pulposus yang berada diantara ruas-ruas tulang belakang, ke arah belakang baik lurus maupun ke arah kanan atau kiri menekan sumsum tulang belakang atau serabut - serabut sarafnya, hal ini dapat memicu masalah keperawatan nyeri akut. Tujuan dari penulis Karya Tulis Ilmiah ini melakukan asuhan keperawatan pada klien HNP dengan nyeri akut di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan study kasus, dengan 2 partisipan yang dilakukan selama 3 hari pada periode 13 Februari - 15 Februari 2023 dan 20 Februari - 22 Februari 2023 di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dengan implementasi Teknik relaksasi benson. Berdasarkan masalah keperawatan nyeri akut pada klien HNP menggunakan implementasi teknik relaksasi benson, dilakukan latihan sehari sekali dibantu perawat ataupun keluarga klien. Hal itu memperoleh hasil yang efektif dibuktikan dengan skala nyeri kedua klien menurun. Penulis karya tulis ilmiah menunjukkan bahwa implementasi Teknik relaksasi benson sangat efektif untuk mengatasi nyeri akut terutama pada klien Hernia Nucleus Pulposus
Increasing Flexibility sebagai Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia: Studi Kasus Elmaghfuroh, Dian Ratna
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.352

Abstract

Proses penuaan yang dikaitkan dengan terjadinya penurunan fungsi fisiologis pada lansia merupakan indikator awal munculnya gejala penyakit terkait usia. Perubahan fiologis yang sering dijumpai pada lansia yaitu pada sistem muskuloskeletal, seperti adanya keterbatasan sendi, perubahan postur, penurunan kekuatan otot dan ketahanan otot serta penururnan fleksibiltas yang menyebabkan lansia berisiko untuk jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan intervensi pada lansia dalam meningkatkan fleksibilitas pada lansia untuk mencegah risiko jatuh pada lansia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur perkembangan pada lansia adalah Timed Up and Go Test (TUG) untuk mengukur risiko jatuh yang terjadi pada lansia. Hasil implementasi yang dilakukan selama 7 hari menunjukkan hasil terdapat penurunan skor TUG dari hari pertama yaitu 18 sampai evaluasi yang dilakukan pada hari ketujuh menunjukkan skor TUG 14, walaupun kategori tersebut lansia masih berisiko untuk jatuh, namun sudah terdapat perkembangan penurunan skor TUG di hari ketujuh. Sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa masih perlunya intervensi lanjutan yang diberikan kepada lansia secara berkala dalam peningkatan keseimbangan lansia melalui peningkatan fleksibilitas untuk mencegah lansia berisiko untuk jatuh.