Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN ROM AKTIF TERHADAP KEAKTIFAN FISIK PADA LANSIA DI DUSUN KARANG TEMPLEK DESA ANDONGSARI KECAMATAN AMBULU KABUPATEN JEMBER Imron, Junaidi; Asih, Susi Wahyuning
Eduhealth Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.17 KB)

Abstract

ABSTRAKIntroduksi : Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. Latihan ROM aktif pada lansia yaitu untuk membimbing lansia dalam melaksanakan pergerakan secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal. Keaktifan fisik adalah Setiap gerakan tubuh yang untuk melakukannya memerlukan tenaga yang cukup dan masih aktif dalam kegiatan fisik setiap hari seperti melakukan olah raga,,dan aktif dalam memenuhi kebutuhan setiap harinya. Metode : Populasi penelitian ini adalah lansia yang mengalami gangguan keaktifan fisik yang berada pada kelompok lansia Nusa Indah 02 di dusun Karang Templek desa Andongsari kecamatan Ambulu dengan jumlah populasi 70 lansia Desain pada penelitian ini adalah (quasy-experiment). dengan menggunakan pre test and post test with control design, sampel yang di ambil 30 sampel secara purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian post-test kelompok perlakuan 12 orang (80,0%) kategori
KESIAPSIAGAAN BENCANA DAN KOMPETENSI INTI KEPERAWATAN BENCANA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN: Disaster Preparedness and Core Competencies on Disaster Nursing of Nursing Students Adriani, Sri Wahyuni; Asih, Susi Wahyuning; Maziyah, Manzilatul; Wijaya, Muhammad Dwi Surya
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.2095

Abstract

ndahuluan: Bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan kejadian, baik berupa bencana alam maupun non alam seperti pandemi covid-19 dan konflik sosial. Dengan demikian maka kompetensi perawat dalam tanggap bencana sangat penting untuk menentukan keberhasilan penanggulangan bencana. Pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana perlu diberikan sejak dini bagi perawat, yang dapat dimulai sejak mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan bencana dan kompetensi mahasiswa keperawatan dalam tanggap bencana menggunakan pendekatan framework ICN serta faktor yang mempengaruhinya. Metode: Desain penelitian menggunakan studi cross sectional yang dilakukan terhadap mahasiswa keperawatan tingkat 4 di 4 Universitas di Kota Jember dengan jumlah 225 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan framework ICN dan telah dimodifikasi oleh beberapa peneliti serta diuji validitas dan reliabilitasnya. Kesiapsiagaan bencana dan kinerja sesuai kompetensi inti keperawatan bencana dianalisis menggunakan mean dan standar deviasi. Kesiapsiagaan bencana dan kemampuan kinerja sesuai kompetensi inti keperawatan bencana menurut karakteristik responden dianalisis menggunakan uji-t. Hasil: Hasil menunjukkan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan mempunyai nilai 2,11 dari rentang 1-5. Kompetensi inti keperawatan bencana juga mempunyai nilai rata-rata 2,64 dari rentang 1-5. Mahasiswa dengan semester lebih tinggi mempunyai pengetahuan (p=0,005) lebih tinggi mengenai kompetensi inti keperawatan bencana. Ditemukan juga bahwa mahasiswa yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam keperawatan bencana maupun menjadi relawan medis (p=0,032) memiliki kinerja lebih tinggi (p=0,006). Mahasiswa yang mempunyai pengalaman kebencanaan mempunyai kesiapsiagaan bencana yang lebih tinggi (p=0,006).. Kesimpulan: pengembangan kurikulum keperawatan bencana diperlukan oleh mahasiswa keperawatan di institusi manapun.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Management pada Lansia Hipertensi Nurfitasari, Savira; Handayani, Luh Titi; Asih, Susi Wahyuning
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v5i2.7915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care management pada lansia hipertensi. Metode penelitian penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian melalui uji statistik Spearman Rank (Rho) diperoleh p-value 0,040<(a=0,05) yang artinya terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self care management pada lansia hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan selfcare management pada lansia hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Keluarga, Lansia, Self care Management
Pengaruh Edukasi Stunting Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Balita di Desa Pakis: Pengaruh Edukasi Stunting Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Balita di Desa Pakis Asih, Susi Wahyuning; Damayanti, Nuril Alifia; Yudhistira, Essha Amanda; Silvia Margareta K.F
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v9i3.7552

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, sebagaimana didefinisikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar, dan umumnya terkait dengan kemiskinan, kesehatan dan gizi ibu yang buruk, penyakit, serta perawatan yang tidak memadai pada tahap awal kehidupan. Data global dari UNICEF menunjukkan bahwa setidaknya 1 dari 4 balita mengalami stunting, dan di indonesia, berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, sebanyak 37,2% balita mengalami stunting. Penelitian ini dilakukan di desa pakis, kecamatan panti, kabupaten jember pada bulan november 2024 dengan desain pre-experimental pre-post test dan menggunakan teknik sampling cluster. Dari 583 ibu balita, sebanyak 214 ibu balita menjadi sampel dalam penelitian ini. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, dan uji statistik yang digunakan adalah wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan dari pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu balita mengenai stunting. Setelah intervensi edukasi, pengetahuan ibu balita meningkat secara signifikan, dengan pengetahuan baik meningkat dari 14,5% menjadi 21,5%. Sikap dan perilaku ibu juga menunjukkan peningkatan positif, di mana sikap baik meningkat dari 2,3% menjadi 5,0%, dan perilaku cukup meningkat dari 46,7% menjadi 54,2%. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa pendidikan ibu berperan penting dalam mengurangi stunting. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi mengenai stunting memiliki dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu balita di desa pakis
PENINGKATAN PERILAKU KESEHATAN MELALUI EDUKASI SEBAYA PADA SISWA SDN 02 SUCI KECAMATAN PANTI: Improving Health Behavior through Peer Education for Students of SDN 02 Suci Panti District Afifah*; Cahya, Zulfaa Ariyani; Qomariah, Novia; Asih, Susi Wahyuning
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i3.146

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu berupa edukasi yang terdiri dari penyuluhan, pemutaran video, diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan edukasi yaitu siswa kelas 1, 2, dan 3. Materi yang disampaikan adalah mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang PHBS dimana terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 57 %. Penyuluhan yang diadakan oleh Mahasiswa Profesi Ners A’15 UNMUH Jember bekerja sama dengan pihak sekolah SDN 02 Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember diharapkan terwujud Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi siswa SDN 02 Suci, dan kesadaran bagi siswa dalam menerapkan Hidup Bersih dan Sehat (Cuci tangan pakai sabun, penggunaan air bersih, jajanan sehat) sehingga terbentuk generasi sehat dan cerdas.
EFEKTIVITAS PELATIHAN PROGRAM GENRE TERHADAP KETERAMPILAN SEBAGAI PENDIDIK SEBAYA PADA REMAJA DI KABUPATEN JEMBER: The Effectiveness of the GenRe Training Program on Skills as Peer Educators for Adolescents in Jember Regency Hidayat, Nabil Mumtaz; Wahyuni A, Sri; Asih, Susi Wahyuning
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v2i3.102

Abstract

Teenage behavior has changed a lot along with changing times and technological developments. These changes are more likely to be in a negative direction. Based on conditions like these, teenagers need information about reproductive health and useful activities, which is why the role of Peer Educators (PS) is needed. Method used in this research is the simplest pre-experimental and does not have a control group, with a One-shot Case Study Research Design approach, with a sample size of 62 Peer Educators. This research was conducted in June 2024, using the Peer Educator Achievement Indicator Checklist instrument. Data analysis used Paired T-Test with a value of α = 0.05. The results of the research show that before the training using the social skills training module method the average score was 72.43 and after being trained using the social skills training module method it was 83.83. The effectiveness of the GenRe training program using the social skills training module method on the skills of Peer Educators obtained a p value of 0.000. The conclusion from this research is the GenRe Training Program is effective in improving the skills of Peer Educators (PE). GenRe program training can be carried out on an ongoing basis to improve the skills of Peer Educators in providing education to their peers.
POLA ASUH ORANG TUA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ISLAM TERPADU AMANAH SUMBERSARI JEMBER Asih, Susi Wahyuning; Astriyanti, Serlinda Nur
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.914

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu bentuk interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Percaya diri adalah keyakinan dalam jiwa untuk melakukan sesuatu, hal ini banyak ditemukan di PAUD TK Islam Amanah dengan kejadian yang kurang percaya diri, dibuktikan dengan anak menangis, merendahkan suara saat disuruh bercerita dan diam, yang berdampak dengan kreativitas anak utamanya tumbuhkembangnya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan percaya diri pada anak prasekolah.Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Variabel penelitian Pola Asuh Orang tua dan percaya diri pada anak. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa TK Islam Terpadu Amanah Sumbersari Jember 39 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Tempat penelitian di TK Islam Terpadu Amanah di kelurahan Sumbersari selama satu minggu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian dari pola asuh didapatkan 30 responden (76,9%) dengan pola asuh demokratis, 6 responden (15,4%) otoriter, 3 responden  (7,7%)  pola asuh permisif. Hasil dari percaya diri didapatkan 34 responden (87,2%) percaya diri, 5 responden (12,8%) cukup percaya diri. Analisis data dengan uji statistik Rank Spearman diperoleh p value  0,000 koefisiensinya sebesar 0,625.Kesimpulannya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan percaya diri anak prasekolah. Tenaga kesehatan seharusnya memberi penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh yang akan meningkatkan percaya diri anak sesuai perkembangan anak.Kata Kunci: Pola Asuh, Orang tua, Percaya Diri, Anak prasekolahDOI: 10.5281/zenodo.3573168
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Pecegahan Stunting Pada Balita (Usia 0-2 Tahun) Di Puskesmas Tamanan Bondowoso Jamilah, Putri Nada Siti; Asih, Susi Wahyuning; A, Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu permasalahan gizi yang menjadi perhatian utama adalah tingginya kejadian anak balita yang mengalami stunting. Stunting pada anak dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga maka kesehatan pada anak terganggu. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada balita usia 0-2 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua balita usia 0-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tamanan sebanyak 150 orang dengan teknik sampling proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden. Uji statistic yang digunakan yaitu spearman rank (Rho) dengan ketentuan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada balita usia 0-2 tahun dengan keeratan korelasi (r) sedang dan arah korelasi positif, semakin baik dukungan keluarga tentang pencegahan stunting maka perilaku pencegahan stunting akan semakin baik dan sebaliknya. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui perilaku pencegahan stunting sehingga dapat menjadi acuan untuk dapat mengantisipasi terjadinya stunting dan memberikan tambahan ilmu dan informasi pada masyarakat terkait pencegahan stunting
Hubungan Peran Keluarga Dengan Kesiapsiagaan Lansia Dalam Menghadapi Bencana Angin Puting Beliung Di Desa Tamanan Bondowoso Maharani, Shellina; Asih, Susi Wahyuning; A, Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana angin puting beliung merupakan salah satu fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Desa Tamanan, Bondowoso. Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak bencana tersebut. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh lansia yang tinggal di Desa Tamanan sebanyak 108 orang, Sampel yang digunakan sebanyak 85 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner peran keluarga dan kesiapsiagaan lansia. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni sig (0,000) < 0,05 dengan nilai r 0,667 dengan kekuatan hubungan kuat, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan peran keluarga dengan kesiapsiagaan lansia dalam menghadapi bencana angin puting beliung di Desa Tamanan Bondowoso. Analisis: Peran keluarga pada kesiapsiagaan lansia dalam menghadapi bencana angin puting beliung di Desa Tamanan Bondowoso berada pada tingkat kurang optimal 38 responden (44,7%) dan kesiapsiagaan lansia berada pada kategori kurang siap sebanyak 37 responden (43,5%). Diskusi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan dan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan lansia melalui peran aktif keluarga. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif bencana terhadap kelompok lansia di Desa Tamanan dan daerah lainnya yang memiliki risiko serupa.
POLA ASUH ORANG TUA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ISLAM TERPADU AMANAH SUMBERSARI JEMBER Asih, Susi Wahyuning; Astriyanti, Serlinda Nur
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.914

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu bentuk interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Percaya diri adalah keyakinan dalam jiwa untuk melakukan sesuatu, hal ini banyak ditemukan di PAUD TK Islam Amanah dengan kejadian yang kurang percaya diri, dibuktikan dengan anak menangis, merendahkan suara saat disuruh bercerita dan diam, yang berdampak dengan kreativitas anak utamanya tumbuhkembangnya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan percaya diri pada anak prasekolah.Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Variabel penelitian Pola Asuh Orang tua dan percaya diri pada anak. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa TK Islam Terpadu Amanah Sumbersari Jember 39 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Tempat penelitian di TK Islam Terpadu Amanah di kelurahan Sumbersari selama satu minggu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian dari pola asuh didapatkan 30 responden (76,9%) dengan pola asuh demokratis, 6 responden (15,4%) otoriter, 3 responden  (7,7%)  pola asuh permisif. Hasil dari percaya diri didapatkan 34 responden (87,2%) percaya diri, 5 responden (12,8%) cukup percaya diri. Analisis data dengan uji statistik Rank Spearman diperoleh p value  0,000 koefisiensinya sebesar 0,625.Kesimpulannya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan percaya diri anak prasekolah. Tenaga kesehatan seharusnya memberi penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh yang akan meningkatkan percaya diri anak sesuai perkembangan anak.Kata Kunci: Pola Asuh, Orang tua, Percaya Diri, Anak prasekolahDOI: 10.5281/zenodo.3573168