Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Kieraha Medical Journal

ETNOBOTANI TUMBUHAN BERACUN DAN PEMANFAATANNYA DI MALUKU UTARA, INDONESIA Muhammad Zulfian A. Disi
Kieraha Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v4i2.5522

Abstract

Provinsi Maluku Utara memiliki lautan luas yang diapit berbagai macam pulau dan merupakan provinsi yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah. Selain penghasil rempah Provinsi Maluku Utara terdapat berbagai jenis tumbuhan baik itu tumbuhan obat maupun tumbuhan beracun. Tumbuhan merupakan sumber daya hayati yang telah digunakan manusia sejak lama menandakan interaksi manusia dengan tumbuhan begitu penting terutama masyarakat pedalaman disebut sebagai Etnobotani. Tumbuhan racun mengandung senyawa kimia beracun yang mampu menghambat respon pada sistem biologis sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Identifikasi tumbuhan beracun diwilayah Provinsi Maluku Utara dilakukan pada tumbuh-tumbuhan beracun seperti Tumbuhan Brotowali, Buah Maja, Tagalolo, Bori, Bintaro, Talas, Akar Tuba, Balacai, Kecubung, serta Mojiu. Identifikasi jurnal ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang dilakukan dengan melihat pemanfaatan tumbuhan racun yang digunakan oleh masyarakat sekitar dan dilakukan perbandingan dengan literatur penelitian. Dari hasil identifikasi diperoleh data pemanfaatan tumbuhan racun yang telah diidentifikasi di Provinsi Maluku Utara yaitu sebagai bahan pembasmi hama pada tanaman, racun ikan dilaut, serta membuat efek memabukkan dan halusinasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tumbuhan beracun merupakan tumbuhan dengan potensi yang sangat besar pemanfaatan dalam bidang pertanian sebagai pestisida nabati untuk mengatasi, mencegah dan membunuh hama.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN UNGU (Graptophyllum pictum L.) DENGAN METODE DPPH Muhammad Zulfian A. Disi
Kieraha Medical Journal Vol 5, No 1 (2023): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v5i1.6768

Abstract

Daun ungu merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat. Daun ungu diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, sitosterol, glikosida, saponin, steroid, senyawa fenolik, tanin, flavonoid seperti golongan antosianin dan leukoantosianin Selain mengandung flavonoid, daun ungu juga memiliki kandungan alkaloid dan karbohidrat. UntukMengetahui antioksida padadaun ungu dengan pelarut etanol menggunakan metode DPPH. Metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) adalah adanya atom hidrogen dari senyawa antioksidan yang berikatan dengan elektron bebas pada senyawa radikal sehingga menyebabkan perubahan dari radikal bebas (diphenylpicrylhydrazyl) menjadi senyawa non-radikal (diphenylpicrylhydrazine). Hasil penelitian diperoleh simplisia rajang 25,68 gram/ 0,856 gram dan hasil dari simplisia serbuk 1,79 gram/ 0,059 gram. skrining fitokimia dan didapatkan hasil positif pada senyawa golongan alkaloid (-) pada pengujian mayer, selain itu positif seperti pada flavonoid, saponin, triterpenoid steroid dan tanin. nilai Rf 0.45; 0.78; 0.98. Ektraksi menunjukkan nilai IC50 pada vitamin C yaitu 55 μg/mL dan pada daun daun ungu yaitu 119 μg/mL atau kedua sampel tersebut mempunyai antioksidan yang sangat kuat
SKRINING FITOKIMIA SPONS LAUT (Forcepia Sp) SEBAGAI SUMBER POTENSIAL SENYAWA ANTIOKSIDAN ALAMI UNTUK KESEHATAN DAN KOSMETIK Febrianty, Marisca; Fiskia, Ermalyanti; A. Disi, Muhammad Zulfian; Sadik, Fahmi; Nur, Amran
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.9090

Abstract

Indonesia, dikenal sebagai negara dengan banyak kepulauan dan juga sumber daya alam yang kaya, memiliki ekosistem terumbu karang yang mendukung keberagaman hayati laut. Spons laut, khususnya dari genus Forcepia, menjadi fokus penelitian ini karena potensi bioaktifnya yang belum dioptimalkan pemanfaatannya. Penelitian ini ditujukan guna mengidentifikasi senyawa bioaktif, khususnya senyawa antioksidan, melalui uji fitokimia. Metode yang diterapkan adalah ekstraksi maserasi bersama pelarut etanol 96%, diikuti dengan pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil uji menunjukkan keberadaan alkaloid (ditandai dengan endapan positif pada pereaksi Mayer, Bouchardat, dan Dragendorf), flavonoid (perubahan warna ungu dengan pereaksi FeCl₃), saponin (terbentuknya busa stabil), dan tanin (warna biru-hitam dengan FeCl₃). Temuan ini mengindikasikan bahwa Spons laut (Forcepia sp) mengandung senyawa bioaktif yang dapat menjadi sumber antioksidan alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aktivitas antioksidan dan mekanisme kerja senyawa- senyawa ini dalam sistem biologi.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK METANOL DAUN JARAK PAGAR (Jatropha Curcas L.) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sadik, Fahmi; A. Disi, Muhammad Zulfian
Kieraha Medical Journal Vol 5, No 1 (2023): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v5i1.6786

Abstract

Salah satu tanaman  liar yang mempunyai potensi sebagai tanaman obat adalah tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) karena memiliki banyak khasiat seperti, koreng, fungi, dan gatal, obat sakit gigi, sariawan, luka dan pendarahan, mengobati batuk dan mengencerkan dahak, perut kembung dan masuk angin, mengobati rematik serta sulit buang air besar. Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) berkhasiat karena mengandung senyawa alkaloid, glikosida  jantung, flavonoid, saponin, steroid, tanin, terpenoid, kumarin  dan  kuinon, fenol, kumarin,  kuinon  dan  oksalat. Tujuan : Untuk mengetahui absorbansi ekstrak dan kurva kalibrasi serta menentukan kadar flavonoid total dari ekstrak tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.). Metode yang digunakan dalam penelitian Proses Penetapan Kadar Flavonoid Total Dari Ekstrak Metanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Menggunakan alat  Spektofotometri UV-Vis. Sebanyak 154, 18 mg/mL kadar total flavonoid yang di dapat dari ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.). Pada penentuan kadar flavonoid total nilai absorbansi yang didapat berbanding lurus dengan nilai konsentrasi, yang mana apabila semakin tinggi konsentrasi akan menyebabkan nilai absorbansi yang di dapat menjadi meningkat. Dari hasil analisis total kadar flavonoid di dapatkan kadar total flavonoid sebesar 154, 18 mg/mL.
SKRINING FITOKIMIA SPONS LAUT (Forcepia Sp) SEBAGAI SUMBER POTENSIAL SENYAWA ANTIOKSIDAN ALAMI UNTUK KESEHATAN DAN KOSMETIK Febrianty, Marisca; Fiskia, Ermalyanti; A. Disi, Muhammad Zulfian; Sadik, Fahmi; Nur, Amran
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.9090

Abstract

Indonesia, dikenal sebagai negara dengan banyak kepulauan dan juga sumber daya alam yang kaya, memiliki ekosistem terumbu karang yang mendukung keberagaman hayati laut. Spons laut, khususnya dari genus Forcepia, menjadi fokus penelitian ini karena potensi bioaktifnya yang belum dioptimalkan pemanfaatannya. Penelitian ini ditujukan guna mengidentifikasi senyawa bioaktif, khususnya senyawa antioksidan, melalui uji fitokimia. Metode yang diterapkan adalah ekstraksi maserasi bersama pelarut etanol 96%, diikuti dengan pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil uji menunjukkan keberadaan alkaloid (ditandai dengan endapan positif pada pereaksi Mayer, Bouchardat, dan Dragendorf), flavonoid (perubahan warna ungu dengan pereaksi FeCl₃), saponin (terbentuknya busa stabil), dan tanin (warna biru-hitam dengan FeCl₃). Temuan ini mengindikasikan bahwa Spons laut (Forcepia sp) mengandung senyawa bioaktif yang dapat menjadi sumber antioksidan alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aktivitas antioksidan dan mekanisme kerja senyawa- senyawa ini dalam sistem biologi.