Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Tingkat Kebisingan Akibat Volume Lalulintas Purwanti, Oka; Widianto, Barkah Wahyu; Triana, Sofyan; Aji, Dilham Surya
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.114

Abstract

ABSTRAKKebisingan merupakan salah faktor yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu sumber kebisingan berasal dari suara kendaraan bermotor. Lokasi pengamatan berada di sebuah rumah sakit yang memiliki baku tingkat kebisingan sebesar 55 dB. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kebisingan pada siang hari (06.00-22.00) telah melebihi batu tingkat kebisingan semenasa pada malam hari (22.00-06.00) tingkat kebisingan masih berada di bawah baku tingkat kebisingan. Model tingkat kebisingan menggunakan valume lalulintas total dan volume lalulintas terklasifikasi sebagai variabel yang berpengaruh. Hasilnya menunjukkan nilai R2 bervariasi antara 57,99% sampai 92,68% (menggunakan volume lalulintas total) dan 60,74% sampai 94,50% (menggunakan volume lalulintas terklasifikasi). Prediksi tingkat kebisingan menghasilkan nilai kebisingan pada siang hari menunjukkan nilai yang melampaui baku tingkat kebisingan sedangkan pada malam hari, sampai tahun 2030 tingkat kebisingan masih dibawah baku tingkat kebisingan.Kata kunci: tingkat kebisingan, volume lalulintas ABSTRACTNoise is a factor that can cause various diseases. One source of noise comes from the sound of motorized vehicles. The observation location is in a hospital which has a standard noise level of 55 dB. Observation results show that the noise level during the day (06.00-22.00) has exceeded the noise level while at night (22.00-06.00) the noise level is still below the standard noise level. The noise level model uses total traffic volume and classified traffic volume as influential variables. The results show that the R2 value varies between 57.99% to 92.68% (using total traffic volume) and 60.74% to 94.50% (using classified traffic volume). The noise level prediction produces noise values during the day that show values that exceed the standard noise level, while at night, until 2030 the noise level will still be below the standard noise levelKeywords: noise level, traffic  
Kinerja Parkir pada Gedung Parkir Sepeda Motor di Institut Teknologi Nasional Bandung Alfare Jakaria, Dicky; Triana, Sofyan; Fitrianingsih, Ligar
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bandung National Institute of Technology is a private tertiary institution in Bandung, where more and more students bring motorcycles yearly despite the limited parking space available. The method in this study uses the 1998 Parking Facility Planning and Operation Guidelines. Conducted field checks; the SRP was reduced from the original planning of 1258 SRP to 1174 SRP due to the H Beam iron construction blocking it. Due to the inconvenience factor and the incompatibility of the guidelines on the parking pattern and road width, a re-planning was carried out, and 1113 new SRPs were produced. The analysis of parking vehicle capacity obtained the highest number of parking accumulations of 749 vehicles. In contrast, for the available parking spaces, namely 1174, the parking building can still accommodate parked cars. An increase in parking space in 2033 resulted in 978 vehicles, and there is still 196 SRP remaining space. However, in 2040, it will no longer be able to accommodate parking needs, which will cause a shortage of 4 SRP. ABSTRAK Institut Teknologi Nasional Bandung merupakan perguruan tinggi swasta di Kota Bandung yang dimana semakin banyaknya mahasiswa dari tahun ke tahun yang membawa sepada motor disamping keterbatasan lahan parkir yang ada. Metode pada penelitian ini menggunakan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Tahun 1998. Dilakukan pengecekan di lapangan, SRP berkurang dari semula perencanaan 1258 SRP menjadi 1174 SRP dikarenakan adanya konstruksi besi H Beam yang menghalangi. Dikarenakan adanya faktor ketiaknyamanan dan ketidaksesuaian pedoman pada pola parkir dan lebar jalan maka dilakukan perencanaan kembali dan dihasilkan SRP baru sebanyak 1113 SRP. Hasil analisis kapasitas kendaraan parkir diperoleh jumlah akumulasi parkir tertinggi 749 kendaraan sedangkan untuk ruang parkir yang tersedia yaitu 1174, maka gedung parkir tersebut masih mampu menampung kendaraan yang parkir. Peningkatan ruang parkir pada tahun 2033 didapatkan hasil 978 kendaraan, masih terdapat sisa ruang sebanyak 196 SRP. Namun, pada 2040 sudah tidak dapat menampung kebutuhan parkir yang dimana mengalami kekurangan 4 SRP.
Kajian Struktural Perkerasan Lentur Dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dan Program Circly 5.1. Islami, Muhammad Farras Adinul; Triana, Sofyan; Fitrianingsih, Ligar
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roads have an important role in human life. Roads using flexible pavements can have structural failure, namely fatigue cracking and permanent deformation. It also analyzes permit repetition values based on fatigue cracking and permanent deformation. The flexible pavement layer design analysis using the MDPJ 2017 method obtained an AC-WC thickness of 40 mm, AC-BC of 60 mm, AC-Base thickness of 155 mm, and a layer foundation with class A aggregate of 300 mm. The thickness of the flexible pavement is processed with the CIRCLY 5.1 program, and a tensile strain value of 0,8926 microstrains and a compressive strain value of 0,5553 microstrains were obtained. Based on the CIRCLY 5.1 program, repetition obtained a value fatigue cracking and permanent deformation of 3.81 x 109 lss/UR/Planned Lane and 3.695 x 1015 lss/UR/Planned Lane. Both of these values are greater than the CESAL value. ABSTRAK Jalan mempunyai peranan penting bagi keberlangsungan hidup manusia, jalan dengan perkerasan lentur dapat mengalami kegagalan struktur yaitu retak lelah dan deformasi permanen. Pada penelitian ini dilakukan analisis desain tebal lapisan perkerasan menggunakan Metode MDPJ 2017 dan mengidentifikasi nilai regangan lapisan perkerasan dengan program CIRCLY 5.1 serta menganalisis nilai repetisi izin berdasarkan retak lelah dan deformasi permanen. Hasil analisis desain lapisan perkerasan lentur dengan menggunakan Metode MDPJ 2017 diperoleh tebal AC-WC sebesar 40 mm, tebal AC-BC sebesar 60 mm, tebal AC-Base sebesar 155 mm, dengan lapis fondasi dengan agregat kelas A sebesar 300 mm. Hasil tebal perkerasan lentur tersebut kemudian diolah dengan program CIRCLY 5.1 dan mendapatkan nilai regangan tarik sebesar 0,8926 Microstrain dan nilai regangan tekan sebesar 0,5553 Microstrain. Repetisi izin berdasarkan program CIRCLY 5.1 diperoleh nilai retak lelah dan deformasi permanen sebesar 3,81 x 109 lss/UR/Lajur Rencana dan 3,695 x 1015 lss/UR/Lajur Rencana, sudah lebih besar dibandingkan nilai CESAL.
Evaluasi Kinerja di Persimpangan Bersinyal Jl.P.H.H Mustofa – Pahlawan Kota Bandung Dengan Adanya RHK dan Tanpa RHK Menggunakan PTV Vissim 11.00 Gaffar Ramdani, Fakry; Triana, Sofyan; Fitrianingsih, Ligar
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing population in Bandung has led to an increase in motorized vehicles, affecting the performance of intersections and resulting in long queues and delays at the Pahlawan intersection. To overcome this, it is necessary to conduct traffic engineering by providing unique stopping rooms for motorcycles (RHK) and separating them from other vehicles. The analysis was performed under two conditions using the PTV Vissim 11.00 software: the Pahlawan intersection with RHK and the Pahlawan intersection without RHK. Based on the PTV Vissim 11.00 software analysis results, the Surapati section experienced a decrease in queue length of 34 m. In contrast, the other three sections with RHK and without RHK received a fixed queue length. In the Surapati section, the delay decreased by 1 second, while PHH Mustofa, Pahlawan South, and Hero of the North decreased by 4.8 seconds, 0.3 seconds, and 23.3 seconds. ABSTRAK Meningkatnya populasi penduduk di Kota Bandung menyebabkan bertambahnya kendaraan bermotor yang berpengaruh terhadap kinerja persimpangan, sehingga terjadi panjang antrian dan tundaan di persimpangan Pahlawan, Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan rekayasa lalu lintas dengan cara memberikan ruang henti khusus sepeda motor (RHK) dengan memisahkan sepeda motor dengan kendaraan lain diharapkan mampu menghindari permasalahan yang berasal dari sepeda motor, sehingga dapat meningkatkan arus lalu lintas. Analisis dilakukan di dua kondisi yaitu pada simpang Pahlawan dengan RHK dan simpang Pahlawan tanpa RHK dengan menggunakan software PTV Vissim 11.00. Berdasarkan hasil analisis pada ruas Surapati mengalami penurunan panjang antrian sebesar 34 m, sedangkan pada 3 ruas lainya dengan ada RHK maupun tanpa RHK mendapatkan panjang antrian yang tetap. Pada ruas Surapati mengalami penurunan tundaan selama 1 detik sedangkan untuk PHH Mustofa, Pahlawan Selatan dan Pahlawan Utara selama 4,8 detik, 0,3 detik, dan 23,3 detik.
Implementasi Building Information Modelling pada Proyek Pembangunan Jalan Alternatif Lingkar Cipanas Kabupaten Garut Alkamal, Putra; Triana, Sofyan
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 2 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i2.991

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 requires actors in the construction sector to utilize technology in infrastructure planning and development, such as the application of Building Information Modeling (BIM). BIM is managing and realizing construction data defined in BIM-based software. The analysis was carried out using BIM implementation of the geometry design for the Alternative Cipanas Ring Road, which has a length of 2 km, using Autodesk Civil 3D. The design result is four horizontal and six vertical curves, which were then used to make a three-dimensional road model. The use of Civil 3D contributes to quickening the analysis process and the exactness of the road geometry design results. The 3D model contains spatial information that can be used for further research using other BIM-based software. For example, these three-dimensional models can be imported into Autodesk Infraworks for bridge design. ABSTRAK Revolusi Industri 4.0 menuntut pelaku dibidang konstruksi untuk memanfaatkan teknologi pada perencanaan maupun pembangunan infrastruktur, seperti penerapan Building Information Modelling (BIM). BIM merupakan proses pengelolaan dan pewujudan dari data konstruksi yang didefinisikan pada suatu software berbasis BIM. Analisis yang dilakukan berupa implementasi BIM terhadap kegiatan perancangan geometri Jalan Alternatif Lingkar Cipanas sepanjang 2 Km menggunakan software Autodesk Civil 3D yang mengacu pada AASHTO 2011. Hasil desain diperoleh 6 lengkung horizontal dan 4 lengkung vertikal yang kemudian digunakan dalam pembuatan model tiga dimensi. Penggunaan Civil 3D membantu dalam kecepatan proses analisis serta keakuratan hasil desain geometri jalan. Model tiga dimensi memuat informasi spasial yang dapat dipergunakan untuk penelitian lebih lanjut menggunakan software berbasis BIM lainnya. Sebagai contoh, gambar tiga dimensi tersebut dapat diimpor kepada software Autodesk Infraworks apabila akan dilanjutkan dengan perencanaan jembatan.
Penentuan Modulus Resilien Berdasarkan Indirect Tensile Strength (ITS) pada Campuran AC-WC Menggunakan Aspal PG-76 dengan Gradasi KP 14 Tahun 2021 Widianto, Barkah Wahyu; Purwanti, Oka; Triana, Sofyan; Fauziah, Nurul
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.117

Abstract

ABSTRAKPenggunaan aspal PG-76 sengan gradasi KP 14 Tahun 2021 pada campuran AC-WC bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi dan retak. Pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dilakukan untuk menentukan modulus elastisitas campuran berdasarkan tegangan dan regangan. Metode melibatkan pembuatan benda uji Marshall, pengujian volumetrik, serta ITS pada dua kondisi: terkondisi dan tidak terkondisi. Kadar aspal optimum ditentukan sebesar 6%. Hasil menunjukkan nilai ITS pada benda uji terkondisi sebesar 935 kPa (0,94 MPa); sedangkan pada benda uji tidak terkondisi sebesar 1.119 kPa (1,12 MPa). Nilai Tensile Strength Ratio (TSR) mencapai 84%, memenuhi standar KP 14 Tahun 2021. Modulus resilien pada benda uji terkondisi sebesar 733 MPa dan 1.050 MPa pada benda uji tidak terkondisi. Hasil modulus resilien tersebut memiliki potensi penerapan yang baik dalam konstruksi lapisan permukaan fasilitas sisi udara bandara.Kata kunci: modulus resilien, aspal PG-76, kuat tarik tidak langsung, KP 14 Tahun 2021 ABSTRACTThe application of PG-76 asphalt with KP 14 Year 2021 gradation in AC-WC mixtures aims to enhance resistance against deformation and cracking. The Indirect Tensile Strength (ITS) test was conducted to determine the elastic modulus based on stress-strain response. The methodology included Marshall specimen preparation, volumetric testing, and ITS evaluation under conditioned and unconditioned states. The Optimum Asphalt Content (OAC) was determined as 6%. Results showed an ITS value of 935 kPa (0.94 MPa) for conditioned specimens and 1119 kPa (1.12 MPa) for unconditioned specimens. The calculated Tensile Strength Ratio (TSR) reached 84%, meeting KP 14 Year 2021 requirements. Resilient modulus values were found to be 733 MPa for conditioned specimens and 1050 MPa for unconditioned specimens. The result of resilience modulus exhibits strong potential for application in surface layer construction at airside airport facilities.Keywords: resilient modulus, PG-76 asphalt, indirect tensile strength, KP 14 Year 2021