Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

AN ANALYSIS OF ERRORS IN WRITING SENTENCES BY THE STUDENTS (MORPHOSYNTAX STUDY) Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6, No 3 (2023): October 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i3.1479

Abstract

Penelitian ini fokus pada bahasa tulisan. Para peneliti menganalisis kesalahan mahasiswa Analisis Kesalahan adalah efek dari bahasa pertama selain bahasa pertamanya. Pelajar mungkin secara eksplisit atau implisit membandingkan bahasa pertamanya dan bahasa kedua dalam proses pembelajaran. Sedangkan analisisnya adalah Analisis Interferensi yang kepentingannya adalah interaksi antar bahasa yang bersentuhan dalam khasanah bahasa penuturnya. Analisis kesalahan difokuskan pada dua kategori, yaitu kesalahan Interlingual dan kesalahan Intralingual. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Peneliti melakukan wawancara setelah melakukan kesalahan penulisan bahasa. Mahasiswa belum benar-benar paham tentang struktur sehingga sering melakukan kesalahan dalam bahasa tulisan.
PELATIHAN WRITING BAGI SISWA MAS BAHRUL ULUUM AL KAMAL ASAHAN Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi; Zulkarnain Sirait
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1881

Abstract

Abstract. This training was focused on the writing skill in English language and the paricipants were the students of MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan.. The speakers used the field methods in this training of English education. The speakers told about the English tenses because the English writing skill had to use the tenses and if the students were able to understand the English basic tenses, they will make the sentences in English very well and correctly. The basic tenses that were used in this training were present tense, past tense, present perfect tense, and present future tense. The speakers elaborated the tenses more details and completely. They were able to identify the basic tenses which used in English writing and they were so satisfied in getting the training from the speakers.    Keywords : english; speaker; tenses Abstrak. Pelatihan ini difokuskan pada keterampilan menulis dalam bahasa Inggris dan pesertanya adalah siswa-siswi MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Pemateri menggunakan metode lapangan dalam pelatihan pendidikan bahasa Inggris ini. Pemateri menceritakan tentang tenses bahasa inggris karena keterampilan menulis bahasa inggris harus menggunakan tenses dan jika siswa mampu memahami basic tenses bahasa inggris maka mereka akan membuat kalimat dalam bahasa inggris dengan sangat baik dan benar. Tenses dasar yang digunakan dalam pelatihan ini adalah present tense, past tense, present perfect tense, dan present future tense. Pemateri menguraikan tenses tersebut lebih detail dan lengkap. Mereka mampu mengidentifikasi tenses dasar yang digunakan dalam penulisan bahasa Inggris dan mereka sangat puas mendapatkan pelatihan dari para pembicara. Kata Kunci :bahasa inggris; pemateri; tenses
Pengaruh Model Pembelajaran SAVI Terhadap Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X MAS Bahrul Uluum Al–Kamal Zulkarnain Sirait
Jurnal Ilmu Pendidikan Nasional (JIPNAS) Vol. 1 No. 1 (2023): JIPNAS - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jipnas.v1i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa X MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Tahun Pelajaran 2022/2023. Asumsi analisis data yakni uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Dengan menggunakan perbandingan skor maksimum dan minimum pada hasil tes. Hasil analisis data terakhir diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) adalah 79,33. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh harga thitung = 6,07, hasil tersebut kemudian dikonsultasikan dengan ttabel dimana dengan dk =(30+30) – 2 = 58 diperoleh ttabel = 2,01, karena thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima berarti signifikan. Hipotesis menyatakan kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengaruh model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy) terhadap kemampuan menulis teks anekdot untuk siswa kelas X MAS Bahrul Uluum Al – Kamal Tahun Ajaran 2022/2023.
Pelatihan Media Audio - Visual dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Bagi Guru Majdah Al - Fayyadh Islamic School Akmal Akmal; Indra Ramadona Harahap; Zulkarnain Sirait
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.819

Abstract

Abstract: Audio-visual media is a method to produce or deliver materials by using mechanical and electronic machines to present audio-visual messages. Teaching through audiovisual media is clearly characterized by the use of hardware during learning such as television, tape recorder, and wide visual projector. In this English-speaking learning using video media, infocus, and laptop. The material is given in the form of overall English. The researcher presented several films about English and the English Speaking Club for Students students were very passionate and responded positively so that they were able to speak in English by communicating entirely in English. They are also more interactive in speaking English. The students’ speaking ability got the progress so significant and can improve their speaking skills in English. Keywords: Audio-visual; Media; Speaking Skill.  Abstrak: Media audio visual adalah suatu cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin mekanik dan elektronik untuk menyajikan pesan audio visual. Pengajaran melalui media audiovisual jelas ditandai dengan penggunaan perangkat keras selama pembelajaran seperti televisi, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. Dalam pembelajaran berbahasa Inggris ini menggunakan media video, infocus, dan laptop. Materi yang diberikan berupa bahasa Inggris secara keseluruhan. Peneliti menyajikan beberapa film tentang Bahasa Inggris dan English Speaking Club untuk Siswa siswa sangat antusias dan merespon positif sehingga mereka mampu berbicara dalam bahasa Inggris dengan berkomunikasi sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Mereka juga lebih interaktif dalam berbicara bahasa Inggris. Kemampuan berbicara siswa mengalami kemajuan yang sangat signifikan dan dapat meningkatkan keterampilan berbicara mereka dalam bahasa Inggris. Kata Kunci: Audio-visual; Media; Kemampuan berbicara.
Pelatihan Pembelajaran Komunikatif dalam Speaking Skill Bagi Siswa Mas Bahrul Uluum Al - Kamal Asahan Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait; Suparmadi Suparmadi; Surya Gusti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i1.869

Abstract

Abstract: Communicative teaching-learning is one of the communicative learning which is from Translation learning and Task-based on learning. Communicative learning is always used many teachers to make the students more actively in learning process especially in learning the language to develop the students’ skill in speaking. The writer did the training English language by communicating to the students directly. The writer described all the material related to the speaking materials and the materials were the easiest and the hottest news which was being talked by many people. The students have showed their skill in English. One by one of the students told their story in English even though their English was not so good. They were happy and motivated in this training. The students were grade 10, 11, and 12 at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. After doing the communicative english teaching learning, they had spirit much  more in learning. Keywords: communicativ; training; communicative learning  Abstrak: Pembelajaran komunikatif merupakan salah satu pembelajaran komunikatif yang bersumber dari pembelajaran Translation dan pembelajaran berbasis Tugas. Pembelajaran komunikatif selalu digunakan banyak guru untuk membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran bahasa untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa. Penulis melakukan pelatihan bahasa Inggris dengan cara berkomunikasi langsung dengan siswa. Penulis memaparkan semua materi yang berkaitan dengan materi berbicara dan materi tersebut merupakan berita termudah dan terhangat yang sedang dibicarakan oleh banyak orang. Para siswa telah menunjukkan keterampilan mereka dalam bahasa Inggris. Satu per satu siswa menceritakan kisah mereka dalam bahasa Inggris meskipun bahasa Inggris mereka tidak begitu baik. Mereka senang dan termotivasi dalam pelatihan ini. Siswa-siswi tersebut adalah siswa kelas 10, 11, dan 12 di MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Setelah melakukan pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif, mereka lebih semangat dalam belajar. Kata kunci: komunikatif; pelatihan; pembelajaran komunikatif
Penyuluhan Tentang Pemanfaatan Internet yang Aman dan Baik Bagi Santri Pondok Pesantren Mas Bahrul Uluum Al Kamal Asahan Suparmadi Suparmadi; Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait; Surya Gusti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1081

Abstract

Abstract: IT learning aims to help students to be able to seek knowledge and information through references to educational sites that the authors provide and so students are expected to be able to look for references to other sites related to education. The students never open sites with negative content. The students can be wiser in reading and disseminating information sourced from the internet. The students are able to use social media properly and wisely and are able to develop their business and interests through social media. Achievement of these objectives can be done through counseling, presentation and question and answer. After the activity, evaluation and monitoring were carried out by members of the community service to see an increase in understanding and use of the internet that was safer and better. So that internet abuse does not happen again in the future. Keywords: IT; Internet; modern  Abstrak: Pembelajaran IT bertujuan untuk, membantu para santri agar mampu mencari ilmu dan informasi melalui referensi situs-situs pendidikan yang penulis berikan serta agar santri diharapkan dapat ,memcari referensi-referensi situs lain yang berhubungan dengan pendidikan. Para santri tidak pernah membuka situs-situs yang berkonten negative. Para santri dapat lebih bijak dalam membaca dan menyebarkan informasi yang bersumber dari internet. Para santri mampu menggunakan sosial media dengan baik dan bijak serta mampu mengembangkan usaha dan minat melalui sosial media. Pencapaian tujuan tersebut dapat dilakukan melalui penyuluhan, pemamparan dan tanya jawab. Setelah kegiatan, dilaksanakan evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh anggota pengabdian kepada masyarakat untuk melihat peningkatan pemahaman dan pemanfaatan internet yang lebih aman dan baik. Agar penyalahgunaan internet tidak terjadi kembali dikemudian hari. Kata kunci: IT; Internet; modren 
Pengembangan Media Gambar dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Cecep Maulana; Mohd. Siddik; Zulkarnain Sirait
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1088

Abstract

Abstract: development is a form of progress in our activities when we will do the program perfectly and get a result significant in using the media. This activity for learning in the school which found that the development of using the image media, especially for a teacher. This dedication to the community for all teacher elementary school at Brainfor Islamic School Foundation which they got high motivation in using image media in the classroom especially in learning English for example the conversation showed that picture image media is a visual media that can only be seen or image related to subject matter that is useful for conveying messages from teachers to students. This method used the discussion and trained method for all teacher and then did the exercise material, especially about conversation through image media to them. After using image media, the teacher should be implemented it in the classroom as the target oflearning activity in the classroom for Brainfor Islamic School in Kisaran. This picture media can help to express the information contained in the problem so that the relationship between components in the problem can be seen more clearly. In fact, Image media can also be interpreted as anything that can be implemented visually in learning English as the target activity in the classroom for Brainfor Islamic School in Kisaran Keywords: development of image media;learning english  Abstrak: pengembangan adalah bentuk kemajuan dalam kegiatan kita ketika kita akan melakukan program dengan sempurna dan mendapatkan hasil yang signifikan dalam menggunakan media. Kegiatan ini untuk pembelajaran di sekolah yang menemukan perkembangan penggunaan media gambar khususnya bagi seorang guru. Pengabdian kepada masyarakat ini untuk semua guru sekolah dasar di Yayasan Brain for sekolah islam Kisaran yang memiliki motivasi tinggi dalam menggunakan media gambar di kelas khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris misalnya percakapan menunjukkan bahwa media gambar gambar adalah media visual yang hanya bisa dilihat atau gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berguna untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa. Metode ini menggunakan metode diskusi dan pelatihan bagi seluruh guru dan kemudian mengerjakan materi latihan khususnya tentang berbicara melalui media gambar kepada mereka. Setelah menggunakan media gambar sebaiknya guru menerapkannya di dalam kelas sebagai sasaran kegiatan pembelajaran di kelas di Sekolah Dasar Brain for sekolah islam Kisaran. Media gambar ini dapat membantu untuk mengungkapkan informasi yang terkandung dalam soal sehingga hubungan antar komponen dalam soal dapat terlihat lebih jelas. Bahkan, media gambar juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat diimplementasikan secara visual dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai target aktivitas di kelas Brain for Islamic School di Kisaran. Kata Kunci : pengembangan media gambar;pembelajaran bahasa inggris
PELATIHAN KEPROTOKOLERAN DALAM MENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAGI SISWA MAS BAHRUL ULUUM AL-KAMAL ASAHAN Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi; Nur Zannah
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i1.1369

Abstract

Abstract: Protocol training is carried out to improve the speaking skills of MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan students who are able to display good public speaking, are able to convey messages in accordance with the objectives of an event and can increase self-quality. This activity summarized a number of priority issues regarding the mastery of public speaking 1) there were still a number of errors in the application of communication ethics, 2) the need to master speech techniques using appropriate methods, 3) the need to master the technique of presenting events in accordance with protocol rules, and 4) the need to be able to apply language rules effectively in the context of public speaking. The solution offered by the team to solve these priority problems is by organizing training with a chronological strategy and a communicative approach that focuses on giving students opportunities to practice practically. Meanwhile, to optimize the achievement of objectives, training is carried out using three methods, namely cased based learning, demonstrations, and assignments (direct practice). The result of implementing this service program is that participants can master public speaking skills, both in the context of speeches and in hosting events. In addition, participants can also perform by paying attention to various aspects of public speaking, such as grammar, speech norms, and protocols that apply in public speaking.            Keywords: protocol; speaking skills.  Abstrak: Pelatihan keprotokoleran dilaksanakan untuk meningkatan keterampilan berbicara siswa MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan yang mampu menampilkan public speaking yang baik, mampu menyampaikan pesan sesuai dengan tujuan dari suatu acara dan dapat menambah kualitas diri. Kegiatan ini dirangkum  sejumlah  permasalahan  prioritas  berkenaan  dengan  penguasaan  public speaking 1) masih ditemukan sejumlah kesalahan dalam penerapan etika komunikasi, 2) kebutuhan untuk menguasai teknik berpidato dengan metode yang sesuai, 3) kebutuhan untuk menguasai teknik membawakan acara sesuai dengan aturan keprotokoleran, dan 4) kebutuhan  untuk mampu menerapkan kaidah bahasa yang efektif dalam konteks berbicara di depan umum. Solusi yang ditawarkan oleh tim untuk menyelesaikan permasalahan prioritas tersebut dengan menyelenggarakan pelatihan dengan strategi kronologis dan pendekatan komunikatif yang  menitikberatkan pada pemberian kesempatan pada siswa untuk berlatih secara praktis. Adapun, untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan, pelatihan dilaksanakan dengan tiga metode, yaitu cased based learning, demonstrasi, dan penugasan (praktik  langsung). Hasil dari pelaksanaan  program pengabdian ini adalah peserta dapat menguasai keterampilan berbicara di depan umum, baik dalam konteks pidato maupun dalam membawakan acara. Selain itu, peserta juga dapat tampil dengan memperhatikan berbagai aspek berbicara di depan umum, seperti tata bahasa, norma bicara, dan keprotokoleran yang berlaku dalam public speaking. Kata kunci: keprotokoleran; keterampilan berbicara