Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN WRITING BAGI SISWA MAS BAHRUL ULUUM AL KAMAL ASAHAN Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi; Zulkarnain Sirait
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1881

Abstract

Abstract. This training was focused on the writing skill in English language and the paricipants were the students of MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan.. The speakers used the field methods in this training of English education. The speakers told about the English tenses because the English writing skill had to use the tenses and if the students were able to understand the English basic tenses, they will make the sentences in English very well and correctly. The basic tenses that were used in this training were present tense, past tense, present perfect tense, and present future tense. The speakers elaborated the tenses more details and completely. They were able to identify the basic tenses which used in English writing and they were so satisfied in getting the training from the speakers.    Keywords : english; speaker; tenses Abstrak. Pelatihan ini difokuskan pada keterampilan menulis dalam bahasa Inggris dan pesertanya adalah siswa-siswi MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Pemateri menggunakan metode lapangan dalam pelatihan pendidikan bahasa Inggris ini. Pemateri menceritakan tentang tenses bahasa inggris karena keterampilan menulis bahasa inggris harus menggunakan tenses dan jika siswa mampu memahami basic tenses bahasa inggris maka mereka akan membuat kalimat dalam bahasa inggris dengan sangat baik dan benar. Tenses dasar yang digunakan dalam pelatihan ini adalah present tense, past tense, present perfect tense, dan present future tense. Pemateri menguraikan tenses tersebut lebih detail dan lengkap. Mereka mampu mengidentifikasi tenses dasar yang digunakan dalam penulisan bahasa Inggris dan mereka sangat puas mendapatkan pelatihan dari para pembicara. Kata Kunci :bahasa inggris; pemateri; tenses
PELATIHAN PENULISAN PROPOSAL KEGIATAN BAGI SISWA MAS BAHRUL ULUUM AL-KAMAL ASAHAN Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2092

Abstract

Abstract. MAS Bahrul Uluum Al-Kamal is located in Siumbut-umbut sub-district, Kisaran Timur sub-district, Asahan district. The majority of students at this school are students who live at the MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Islamic boarding school. The aim of this service is to increase madrasah students' understanding of activity proposals held within the madrasah or activities outside the madrasah as well as to improve students' skills in writing activity proposals properly and correctly. What madrasah students need is training in writing activity proposals because so far they have been considered not good enough. The methods used in this service activity are observation, training and mentoring (the practice of making student activity proposals). Through interviews with the Head of Student Affairs and the head of extracurricular activities at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal, data was obtained that this madrassa student experienced difficulties in preparing activity proposals. Furthermore, through observation activities it was found that after the training activities students experienced an increase in their skills in preparing activity proposals. The result of carrying out the activities is that students who take part in the training have a good understanding of making activity proposals and know and have the ability to prepare activity proposals organized by the madrasah so that they can apply them to other madrasah activities. Keywords: training; activity proposals; student  Abstrak. MAS Bahrul Uluum Al-Kamal terletak di kelurahan Siumbut-umbut kecamatan Kisaran Timur kabupaten Asahan. Siswa di sekolah ini mayoritas merupakan santri yang menetap di pondok pesantren MAS Bahrul Uluum Al-Kamal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa madrasah tentang proposal kegiatan yang diselenggarakan dilingkungan madrasah ataupun kegiatan ke luar madrasah serta untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam penulisan proposal kegiatan dengan baik dan benar. Yang dibutuhkan oleh siswa madrasah adalah pelatihan menulis proposal kegiatan karena selama ini dinilai masih kurang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah observasi, pelatihan dan pendampingan (praktik pembuatan proposal kegiatan siswa). Melalui wawancara dengan Waka kesiswaan dan ketua ekskul MAS Bahrul Uluum Al-Kamal diperoleh data bahwa siswa madrsah ini mengalami kesulitan dalam menyusun proposal kegiatan. Selanjutnya melalui kegiatan observasi didapati bahwa setelah kegiatan pelatihan siswa mengalami peningkatan dalam keterampilan menyusun proposal kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah siswa yang mengikuti pelatihan memiliki pemahaman yang baik tentang pembuatan proposal kegiatan dan mengetahui serta memiliki kemampuan untuk menyusun proposal kegiatan yang diselenggarakan oleh madrasah sehingga dapat mereka terapkan pada kegiatan madrasah lainnya. Kata kunci: pelatihan; proposal kegiatan; siswa
PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP SWASTA ISLAM TAHFIDZ Zulkarnain Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 5 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i1.826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pada penggunaan metode diskusi terhadap kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Swasta Islam Tahfidz  Tahun Pembelajaran 2021/2022. Dari pengolahan data diperoleh hasil pre-test dengan rata-rata = 65,27, standar deviasi = 6,26, standar error = 1,16 dan termasuk pada kategori baik, cukup, dan kurang yakni 26,67% kategori baik, 73,33% kategori cukup, dan 6,67% kategori kurang. Hasil post-test dengan rata-rata = 81,07, standar deviasi = 6,11, standar error = 1,13 dan dari kategori sangat baik, baik, dan cukup yakni 26,67% kategori sangat baik, 66,67% kategori baik, dan 6,67% kategori cukup. Dari uji data hasil pre-test dan post-test diketahui kedua hasil berdistribusi normal. Dari uji homogenitas di dapat bahwa sampel penelitian ini berasal dari populasi yang homogen. Setelah uji normalitas dan homogenitas, maka diketahui to sebesar 9,75. Selanjutnya to diketahui, kemudian dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikansi 5% dengan df=N-1=30-1=29, diperoleh taraf signifikansi 5%=2,04 sedangkan 1% = 2,76 karena to yang diperoleh lebih besar dari ttabel yaitu 9,75>2,04, maka hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada penggunaan metode diskusi terhadap kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Swasta Islam Tahfidz.
SEMIOTICS IN GOVERNOR’S DEBATING (SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICS STUDY) Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i2.1303

Abstract

Abstract: The research aims to identify the semiotics aspects in the Candidates Of North Sumatera Governor 2013 – 2018. The communications in the data convey people’s emotions, feelings, and messages through expressive actions. By analyzing the communication, the people are able to be easy to understand the communication by using the body moving in semiotics in daily communication and ease people to understand messages delivered primarily in front of the public and help the speakers deliver ideas or opinions to the audiences. The research was conducted through qualitative descriptive analysis. The research data was the public debate on TV One Channel of The Candidates Of North Sumatera Governor 2013 – 2018, and the source of data was www.youtube.com. The research data were five candidates of the governors in the general election 2013 in 240 minutes. Body movement expression can be found in all five candidates’ speeches with the highest number of gestures performed by Chairman Harahap. The research results were that Chairman Harahap has 21 gestures, Effendi Simbolon has 18 gestures, Gus Irawan Pasaribu has 16 gestures, Gatot Pujo Nugroho has 12 Amri Tambunan has only the body movement (semiotics). Keywords: semiotics; body movement; debating Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek semiotika pada Calon Gubernur Sumatera Utara 2013 – 2018. Komunikasi dalam data tersebut menyampaikan emosi, perasaan, dan pesan masyarakat melalui tindakan ekspresif. Dengan menganalisis komunikasi, masyarakat dapat dengan mudah memahami komunikasi dengan menggunakan gerak tubuh secara semiotika dalam komunikasi sehari-hari dan memudahkan masyarakat untuk memahami pesan yang disampaikan terutama di depan umum dan membantu pembicara menyampaikan ide atau pendapat kepada audiens. Penelitian dilakukan melalui analisis deskriptif kualitatif . Data penelitian ini adalah debat publik di Channel TV One Calon Gubernur Sumut 2013 – 2018, dan sumber datanya adalah www.youtube.com. Data penelitian adalah lima calon gubernur pada pemilihan umum tahun 2013 dalam waktu 240 menit. Ekspresi gerakan tubuh, dapat ditemukan pada kelima pidato kandidat dengan jumlah gestur terbanyak dilakukan oleh Ketua Harahap. Hasil penelitian adalah Ketua Harahap memiliki 21 gestur, Effendi Simbolon memiliki 18 gestur, Gus Irawan Pasaribu memiliki 16 gestur, Gatot Pujo Nugroho memiliki 12 Amri Tambunan hanya memiliki gerak tubuh (semiotika).
AN ANALYSIS OF ERRORS IN WRITING SENTENCES BY THE STUDENTS (MORPHOSYNTAX STUDY) Akmal Akmal; Zulkarnain Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 3 (2023): October 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i3.1479

Abstract

Penelitian ini fokus pada bahasa tulisan. Para peneliti menganalisis kesalahan mahasiswa Analisis Kesalahan adalah efek dari bahasa pertama selain bahasa pertamanya. Pelajar mungkin secara eksplisit atau implisit membandingkan bahasa pertamanya dan bahasa kedua dalam proses pembelajaran. Sedangkan analisisnya adalah Analisis Interferensi yang kepentingannya adalah interaksi antar bahasa yang bersentuhan dalam khasanah bahasa penuturnya. Analisis kesalahan difokuskan pada dua kategori, yaitu kesalahan Interlingual dan kesalahan Intralingual. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Peneliti melakukan wawancara setelah melakukan kesalahan penulisan bahasa. Mahasiswa belum benar-benar paham tentang struktur sehingga sering melakukan kesalahan dalam bahasa tulisan.
RAGAM BAHASA GURU DALAM INTERAKSI KELAS: STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MAS BAHRUL ULUUM AL-KAMAL Zulkarnain Sirait; Akmal Akmal
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 3 (2023): October 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i3.3815

Abstract

Abstract: This study aims to examine the varieties of language used by Indonesian language teachers in classroom interactions at MAS Bahrul Uluum Al-Kamal, Asahan Regency. It investigates the forms, pragmatic functions, and contextual factors influencing the teacher's language choices. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, audio-video recordings, in-depth interviews, and document analysis. Data analysis followed Miles and Huberman’s interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers employed three primary language varieties: formal, consultative, and casual. Formal language was dominant in delivering lessons and explaining linguistic rules, while consultative and casual varieties emerged during discussions and classroom management. Code-switching and code-mixing phenomena were also identified, involving shifts between Indonesian, regional languages (Melayu and Javanese), and Arabic, especially in religious or culturally significant expressions. These shifts were found to be strategic rather than arbitrary, aimed at enhancing meaning, emotional engagement, and cultural relevance. In terms of pragmatic functions, the teacher’s utterances reflected six functions based on Halliday’s taxonomy: representational, heuristic, interactional, personal, instrumental, and imaginative. Factors influencing language choices included students’ ethnic backgrounds, instructional objectives, cultural-religious context, and the teacher's teaching experience. The use of consultative and casual registers positively impacted student participation and comfort, although it raised concerns regarding the imitation of informal styles in formal academic writing. To address this, a reflective strategy—such as formal language recapitulation at the end of lessons—is recommended. Overall, the study highlights that teacher language variety is not merely a linguistic variation but a pedagogical medium laden with social, cultural, and educational implications, playing a crucial role in shaping students' literacy habits and classroom atmosphere. Keywords: Language Variety; Code-Switching; Classroom Interaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ragam bahasa yang digunakan guru Bahasa Indonesia dalam interaksi kelas di MAS Bahrul Uluum Al-Kamal, Kabupaten Asahan, dengan menelaah bentuk, fungsi pragmatis, serta faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, rekaman audio-video, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan tiga ragam bahasa utama, yaitu ragam resmi, konsultatif, dan santai. Ragam resmi dominan dalam pengantar dan penjelasan materi, sedangkan ragam konsultatif dan santai muncul dalam diskusi serta pengelolaan suasana kelas. Fenomena alih kode dan campur kode juga ditemukan dalam bentuk peralihan antara Bahasa Indonesia, bahasa daerah (Melayu dan Jawa), serta bahasa Arab. Penggunaan variasi ini bersifat strategis untuk memperjelas makna, membangun kedekatan afektif, serta menyesuaikan konteks kultural religius pesantren. Dari segi fungsi pragmatis, tuturan guru mencakup enam fungsi menurut klasifikasi Halliday: representasional, heuristik, interaksional, personal, instrumental, dan imajinatif. Faktor-faktor penentu dalam pemilihan ragam meliputi latar etnis siswa, tujuan instruksional, budaya lokal, serta pengalaman mengajar guru. Penggunaan ragam konsultatif dan santai terbukti meningkatkan partisipasi dan kenyamanan siswa, namun menimbulkan risiko imitasi gaya informal dalam konteks akademik formal. Oleh karena itu, disarankan strategi reflektif seperti rekapitulasi dengan ragam baku di akhir sesi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ragam bahasa guru dalam kelas adalah sarana pedagogik yang tidak hanya mencerminkan variasi linguistik, tetapi juga mengonstruksi dinamika sosial, budaya, dan pembentukan habitus literasi siswa. Kata kunci: Ragam Bahasa; Alih Kode; Interaksi Kelas