Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EFEK LATIHAN SIDE TO SIDE ANKLE HOP DAN DIAGONAL CONE HOPS TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA Humaedi
Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education Vol 9 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/tjsspe.v9i1.1053

Abstract

Proses pembinaan prestasi olahraga siswa hendaknya dilakukan dengan metode latihan yang baik. Metode latihan yang baik dalam meningkatkan kemampuan menggirng bola adalah dengan latihan pliometrik. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh dan perbedaan pengaruh dari jenis latihan side to side ankle hop dan diagonal cone hops terhadap keterampilan menggiring bola siswa SMK Negeri 1 Galang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat pre-experimental design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang dan purposive sampling merupakan metode yang digunakan dalam penentuan sampel. Tes keterampilan menggiring bola merupakan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis one sampel kolmogorov smirnof dan analisis uji t. Analisis hasil penelitian menunjukkan Nilai t hitung kelompok latihan Side to Side Ankle Hop sebesar 11.22> dari t table 2.268 begitupun dengan kelompok Diagonal Cone Hops nilai t hitung 16.48 > t table 2.268 sehingga ada pengaruh dari kedua jenis latihan tersebut, namun berdasarkan rata-rata peningkatan skor keterampilan menggiring bola siswa jenis latihan diagonal cone hops lebih tinggi 8,96% dibandingkan jenis latihan lainnya. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kedua jenis latihan memberi efek pada kemampuan menggiring bola siswa SMK Negeri 1 Galang selain itu jenis latihan diagonal cone hops lebih efektif dibandingkan jenis latihan Side to Side Ankle Hop
EFEK LATIHAN DRIBLE SKILL DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAIN SEPAK BOLA ANAK UMUR 13-15 TAHUN Humaedi
Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education Vol 10 No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/tjsspe.v10i1.2182

Abstract

Olaharga sepakbola sebagai olahraga favorit menjadikan olahraga tersebut selalu menajdi perhatian masyarakat, baik dari bagaimna pemain bermain dilapangan maupun bagaiman mereka melatih skillnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat kemampuan menggiring bola dalam permainan sepak bola pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sirenja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dengan jenis penelitian eksperimen semu. Sampel merupakan bagian yang diambil dari jumlah populasi yang berjumlah 24 orang. Adapun teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus uji-t (uji perbedaan). Berdasarkan hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan bahwa, pencapaian nilai thitung = 17,69 > t tabel = 2,201 pada d.f (derajat kebebasan) adalah N – 1 = 12 – 1 = 11 dengan nilai peningkatan sebesar 17%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, metode latihan dribble skill dapat digunakan dalam melatih keterampilan dan kemampuan menggiring khususnya dalam permainan sepak bola
Coaching Klinik Teknik Dasar Tenis Meja pada Atlet Belia RPP Team Andi Saparia; Humaedi; Muhammad Ismail; Hendra Iskandar; M.Khairil Fajri; M. Yusran Rahmat
Jurnal Pengabdian Keolahragaan dan Sains Vol 2 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEOLAHRGAAN DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenis meja adalah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari, dan sudah berkembang sebagai olahraga prestasi. Olahraga tenis meja telah menjadi wadah untuk membangun potensi atlet muda berbakat. Berdasarkan observasi pada RPP Team, didapatkan sejumlah masalah yang substansial terkait pembinaan atlet muda. Masalah yang dimaksud meliputi minimnya pengetahuan teknik dasar seperti pegangan bet, cara berdiri, dan pukulan forehand/backhand, serta terbatasnya metode latihan yang terprogram. Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah memperbaiki penguasaan teknik dasar tenis meja pada mitra. Kegiatan ini dilaksanakan di sekretariat klub RPP Team Kelurahan Pengawu, Kota Palu, dimulai pada bulan April tahun 2025, dengan sasaran kegiatan pengabdian adalah atlet belia di klub RPP Team. Kegiatan pengabdian ini secara umum akan berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, persiapan, mengaktualisasikan, dan terakhir adalah refleksi dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan coaching klinik yang dilaksanakan, didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa terjadi perubahan teknik dasar tenis meja yang signifikan pada mitra. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mengisyaratkan bahwa peningkatan teknik dasar yang sistematis dan berlandaskan coaching klinik sangat sesuai untuk atlet muda. Untuk pengembangan yang akan datang, direkomendasikan menambah frekuensi pemberian perlakuan, meningkatkan volume latihan, mempergunakan evaluasi yang teruji validitas dan reliabilitasnya, serta memperbanyak jumlah mitra.
Mengembangkan Keterampilan Pukulan Melalui Pemberian Latihan Tennis Ball Feeder pada Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Unismuh Palu Muhammad Ismail; Humaedi; Andi Saparia; Moh Ifkhal Sianto; M.Khairil Fajri; Misran
Jurnal Pengabdian Keolahragaan dan Sains Vol 2 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEOLAHRGAAN DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabang olahraga tenis lapangan memiliki dua teknik dasar penting yang menjadi pola dasar permainannya karena sering digunakan, yaitu forehand dan backhand. Namun kenyataannya, hampir seluruh mahasiswa yang ada di Program Studi Ilmu Keolahragaan belum sepenuhnya mampu memperagakan kedua teknik dasar tersebut dengan baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan pukulan forehand dan backhand tenis lapangan pada mahasiswa Ilmu Keolahragaan UNISMUH Palu melalui latihan tennis ball feeder. Metode ini dipilih karena mampu memberikan repetisi pukulan yang konsisten, intensif, dan terkontrol sehingga dapat mempercepat penguasaan teknik dasar tenis lapangan. Kegiatan pengabdian ini berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu pertama, tahap perencanaan yang terdiri dari pembentukan tim pengabdi, penentuan mitra, dan analisis kebutuhan serta masalah mitra; kedua, tahap persiapan yang terdiri dari koordinasi dengan dosen prodi Ilmu Keolahragaan UNISMUH Palu, sosialisasi awal kegiatan, serta persiapan materi; ketiga, tahap pelaksanaan yang terdiri dari kegiatan pelatihan dan pendampingan, dan tahap terakhir adalah refleksi/evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan pukulan forehand dan backhand tenis lapangan pada mahasiswa Ilmu Keolahragaan UNISMUH Palu melalui penerapan latihan tennis ball feeder. Partisipasi aktif mitra, pembimbingan oleh dosen, media bantu yang mendukung, serta repitisi latihan yang berkesinambungan menjadi perpaduan yang solid untuk mewujudkan tujuan pelaksanaan pengabdian.
TES ANTROPOMETRI PADA SEPAK BOLA SSB U-15 SANGIASSERI KAB SINJAI Humaedi
Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education Vol 10 No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/tjsspe.v10i2.3122

Abstract

Olahraga merupakan kebuuthan hidup manusia di era saat ini terlebih olahraga sepakbola yang bahkan sudah dianggap budaya. Penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran antropometri atelt sepak bola pada atlet sepakbola saangiasseri Kab. Sinjai yang ditinjau dari indeks massa tubuh atlet. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 orang dan total sampling dijadikan teknik pengembailan sampel karena dianggap mampu memberikan gambaran sampel secara utuh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan sampel kemudian diolah dengan menggunakan rumus indeks massa tubub dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi badan atlet sepak bola ssb sangiasseri U-15 Kab Sinjai adalah 167,94 cm,  yang diperoleh tinggi badan tertinggi  yaitu 176  cm dan terendah adalah 155 cm. Sementara berdasarkan rata-rata hasil pengukuran berat badan yaitu 48,23 kg, yang dimana terdapat atlet yang memiliki berat badan terberat  66 kg dan berat badan ringan 37 kg. Dari data tersebut dapat disimpulakn bahwa rata-rata indeks massa tubuh atlet berada pada kategori berbadan kurus.
Motor Ability Level and its Relationship With Football Playing Skills in 16-17 Year Olds Humaedi; Andi Sultan Brilin Susandi Eka Wahyudhi; Fadli Ihsan
Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education Vol 13 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/tjsspe.v13i2.5989

Abstract

Contemporary soccer performance relies heavily on a combination of basic physical abilities and mastery of proper technique. The purpose of this quantitative correlational study was to examine the relationship between motor skills and soccer playing ability and their impact on shooting ability in 40 adolescent athletes aged 16-17 years with N = 40. The descriptive statistics showed that the average motor skill was 150.45, and the average soccer skill was 100.12. The hypothesis was accepted because the correlation test showed a significant positive relationship with the observed r value (r0) = 0.521 with a probability value of 0.001 smaller than the critical value α = 0.05 (sig. 0.001 < 0.05). However, the regression test results showed that motor skills did not significantly influence shooting ability (p = 0.157). This study fills the research gap regarding the limitations of general motor skills in predicting complex specific techniques in late adolescence. According to recent research, motor skills only function as a basis for movement at the age of 16-17 years. However, accurate shooting requires functional technical skills and deeper maturity in movement mechanics. The results suggest that to optimize the performance of young athletes towards a professional level, coaches must combine fundamental physical strengthening with specific technical drills.
HUBUNGAN MOTIVASI BEROLAHRAGA DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN HASIL TOLAK PELURU PADA SISWA SMANOR TADULAKO Diah Kumala Yanti; Hutomo S. Tudu; Ali Mujadid; Rahmad Agung Prasetyo; Fitriani; Andi Sultan Brilin Susandi Eka Wahyudhi; Humaedi; Hendriana Sri Rejeki
Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani Vol. 7 No. 1 (2026): Unimuda Sport Journal : Jurnal Pendidikan Jasmani
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/unimudasportjurnal.v7i1.5971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi berolahraga dan kekuatan otot lengan dengan hasil tolak peluru pada siswa SMANOR Tadulako. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang terdiri atas 15 siswa putra dan 15 siswa putri, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner motivasi berolahraga, tes push-up selama 60 detik untuk mengukur kekuatan otot lengan, dan tes tolak peluru untuk mengukur hasil tolakan. Data dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan korelasi ganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berolahraga dengan hasil tolak peluru (r = 0,719; p < 0,05) dengan kategori hubungan kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan hasil tolak peluru (r = 0,980; p < 0,05) dengan kategori hubungan sangat kuat. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berolahraga dan kekuatan otot lengan secara bersama-sama dengan hasil tolak peluru yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi ganda sebesar R = 0,991 dan koefisien determinasi sebesar R² = 0,983. Dengan demikian, motivasi berolahraga dan kekuatan otot lengan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil tolak peluru pada siswa SMANOR Tadulako.