Korinus Suweni
Poltekkes Kemenkes Jayapura

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KEKAMBUHAN MALARIA PADA MASYARAKAT DI KAMPUNG SEREH PAPUA Elen Purba; Frengky Apay; Korinus Suweni; Ester Rumaseb; Suriyani Suriyani
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 2 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v2i1.46

Abstract

Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Keroom yang menjadi salah satu wilayah tertinggi kasus malaria. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Tahun 2019 menunjukan bahwa angka kesakitan malaria mencapai 22.140 kasus, sehingga diperlukan keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan yaitu memandirikan masyarakat secara individu untuk melakukan upaya-upaya pencegahan malaria melalui pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan dan perlunya mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pencegahan malaria. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendidikan kesehatan mengenai kekambuhan malaria kepada masyarakat atau kelompok sehingga dapat membentuk dan mempersiapkan masyarakat terhadap pencegahan primer penyakit malaria. Pelaksanaan kegiatan dilakukan metode sosialisasi yaitu penyuluhan tentang upaya pencegahan malaria serta melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masayarakat. Kegiatan diikuti oleh 36 orang yang berada di posyandu Kampung Sereh dan dilakukan pengukuran pretest dan postest untuk mengetahui efektivitas kegiatan. Hasil pengukuran pengetahuan kekambuhan malaria menujukan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta tentang kekambuhan malaria sebelum dan setelah kegiatan sosialisasi.
PELATIHAN PENCEGAHAN MALARIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH KOLAYENUK KOYA-KOSSO Yunita Kristina; Korinus Suweni
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v2i2.53

Abstract

Latar belakang: Pada tahun 2016 terdapat 25.078 jiwa positif malaria (DinKes Kota Jayapura, 2018). Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Kolayenuk dengan topografi tanah berawa memungkinkan terjadinya peningkatan populasi vektor nyamuk Anopheles, dapat mengakibatkan transmisi malaria meningkat cepat. Kondisi perumahan penduduk masih banyak tipe rumah semi permanen (rumah panggung) dengan dinding dan lantai terbuat dari papan yang terdapat di sekitar rawa, dimana hal ini membuat kondisi rumah tidak rapat, sehingga memungkinkan adanya kontak vektor malaria dengan penghuni rumah. Tujuan: masyarakat dapat mengerti dan memahami cara melakukan Pencegahan Malaria dengan menggunakan kearifan lokal. Metode: Sasaran kegiatan adalah seluruh jemaat gereja. Adapun bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan pendekatan pre-post test. Kegiatan pelatihan diawali dengan pengukuran pengetahuan pencegahan malaria, dilanjutkan dengan pemberian materi baik ceramah dan simulasi. Demo melakukan penanaman pohon lavender oleh peserta pelatihan, Post test. Lembar evaluasi menggunakan kuisioner dan observasi. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria berbasis kearifan. Diskusi hasil dari pre-test dan post-test dianalisa untuk mengetahui tingkat kemajuan pengetahuan peserta pelatihan. Ada kemajuan pengetahuaan peserta setelah mengikuti pelatihan disebut gain. N gain > 76 Efektif yang berarti penggunaan suatu metode atau treatment pelatihan pencegahan malaria berbasis kearifan lokal sangat efektif di lakukan. Kesimpulan Ada perbedaan pengetahuan peserta pelatihan pencegahan malaria berbasis kearifan lokal dengan metode “penanaman pohon Lavender” sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Perbedaan tersebut dalam bentuk peningkatan pengetahuan peserta. 3. Ada kemajuan pengetahuaan peserta setelah mengikuti pelatihan disebut gain. N gain > 76 Efektif yang berarti penggunaan suatu metode atau treatment pelatihan pencegahan malaria berbasis kearifan lokal sangat efektif di lakukan.  
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hipertensi di Gmahk Jemaat Kolayinuk Yunita Kristina; Fransisca B.B; Korinus Suweni; Eva Sinaga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.13998

Abstract

ABSTRAK Kasus Hipertensi di Papua menduduki posisi terendah dari 33 provinsi yang ada di Indonesia dengan jumlah 11.893 kasus (Rikesdas Provinsi Papua, 2018). Hasil observasi di GMAHK JEMAAT KOLAYINUK masyarakat suka mengkonsumsi makanan berlemak seperti olahan daging merah, dan masyarakat kurang berolahraga. Ada10 orang ketika diwawancarai mengatakan mengalami hipertensi. Tujuan : Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di masyarakat. Eksperimen, pendekatan Pre-experimental design dengan One group pretest- posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pre testmasyarakat memiliki Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 72,9 %. Post test masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dengan variable akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di Masyarakat. Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hypertensi Di GMAHK sangat dibutuhkan masyarakatuntuk membantu mereka agar dapat merawat keluarga Hypertensi dan dapat melakukan pencegahan Hypertensi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Penecegahan Hypertensi, Koya Kosso.   ABSTRACT Hypertension cases in Papua occupy the lowest position of the 33 provinces in Indonesia with a total of 11,893 cases (Rikesdas Papua Province, 2018). The results of observations at GMAHK KOLAYINUK CONGREGATION, people like to consume fatty foods such as processed red meat, and people do not exercise enough. There were 10 people when interviewed who said they had hypertension. Increase knowledge about preventing hypertension in the community. Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. Results: In the pre-test, the majority of people had less knowledge, as much as 72.9%. Post test, the community has 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, shows that there is a significant difference between the initial variable and the final variable, meaning that the pretest and posttest show a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about preventing hypertension in the community. Health Education in the Context of Preventing Hypertension at GMAHK is really needed by the community to help them be able to care for their families with Hypertension and be able to prevent Hypertension. Keywords: Knowledge, Health Education, Hypertension Prevention, Koya Kosso.
Evaluation of the Hepatoprotective Effects of the Flavonoid-Containing Ethyl Acetate Fraction Obtained after n-Hexane Defatting of Matoa (Pometia pinnata) Fruit Peel on a DMN-Induced Hepatic Fibrosis Model in Rats: A Histopathological and Serum Biomarker Approach Emma Jayanti Besan; Atun Qowiyyah; Korinus Suweni; Yunita Kristina; Ziza Putri Aisyia Fauzi
Fundamental and Applied Research in Medicine and Allied Sciences Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): November, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/farmasi.v1i2.389

Abstract

Liver fibrosis is a progressive liver disorder and a major global health concern, prompting increasing interest in natural products with antifibrotic potential. Pometia pinnata, traditionally used to treat liver disorders, lacks sufficient experimental evidence supporting its hepatoprotective effects. This study evaluated the hepatoprotective and antifibrotic activity of a flavonoid-containing ethyl acetate fraction obtained after n-hexane defatting of Pometia pinnata fruit peel in a dimethylnitrosamine (DMN)-induced hepatic fibrosis rat model. Male rats were divided into six groups: normal control, DMN control, three treatment groups receiving the flavonoid fraction at doses of 50, 100, and 200 mg/kg body weight, and a silymarin-treated group (100 mg/kg). Dose selection was based on preliminary toxicity data and previous studies on flavonoid-rich extracts. Liver injury was assessed using serum biochemical markers (ALT, AST, ALP, and bilirubin), histopathological examination, and fibrosis scoring with Masson’s Trichrome staining. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Tukey’s post hoc test (p < 0.05). DMN significantly induced hepatic injury and fibrosis, while flavonoid fraction treatment improved liver function and histological features in a dose-dependent manner. The highest dose showed effects comparable to silymarin and significantly reduced fibrosis scores (r = −0.91, p < 0.001). These findings indicate that Pometia pinnata fruit peel exhibits promising hepatoprotective and antifibrotic potential.
Modelling the Increased Risk of Malaria Due to Climate Change in Jayapura, Papua: An Ecological-Epidemiological Analysis of the Jayapura Coastal Area Susanti; Rahayu Tri Nuritasari; Korinus Suweni; Yunita Kristina; Jernita Sinaga
Knowledge and Environmental Science for Living and Global Health Vol. 1 No. 2 (2025): October, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/kesling.v1i2.392

Abstract

Climate change is a major cause of morbidity and mortality in tropical and subtropical countries. In Indonesia, Papua is one of the provinces with a high malaria burden. However, there is limited empirical evidence on the relationship between climate and malaria in coastal areas. This study used an ecological-epidemiological study design with quantitative approach to analyze the relationships between climate variables and malaria incidence in coastal regions. The results showed that changes in climate variables significantly influence malaria incidence. Wind speed and sunshine duration were the most dominant and consistent factors influencing malaria incidence, in both linear and non-linear relationships. The GAM model provided the highest predictive performance compared to the GLM. The findings of this study imply that malaria early warning systems and climate change adaptation strategies require more flexible modeling approaches and the inclusion of non-conventional climate variables. This research also reinforces the need for the integration of climate and ecological data in public health policies, particularly in highly vulnerable coastal areas like papua.
Edukasi Masyarakat Kenali, Cegah dan Atasi Malaria Asimptomatik di GMAHK Jemaat Kolayinuk Koya Koso Yunita Kristina; Korinus Suweni; Zusana A. Sasarari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24847

Abstract

ABSTRAK Malaria asimptomatik adalah orang yang terkena malaria tapi tidak menunjukkan gejala demam atau gejala akut lainnya dan belum menerima perawatan antimalaria. Malaria asimptomatik terdapat didaerah endemisitas rendah atau tinggi. Peran Pengidap malaria asimptomatik sebagai Sillent reservoir, yang terus berperan mempertahankan penularan malaria karena mereka bertahan lama pada tubuh dalam bentuk gametosit terpendam dan berpotensi menular kenyamuk Anopheles. Menambah pengetahuan tentang cara mengenali, mencegah dan menangani malaria Asimtomatik. Eksperimen, pendekatan Pre- experimental design dengan Onegroup pretest-posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pretest masyarakat Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 76%. Posttest masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dan akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang Kenali, Cegah Dan Atasi malaria Asimtomatik Di Warga Binaan GMAHK Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Kosso. Edukasi Masyarakat dalam Upaya Bersama Kenali, Cegah Dan Atasi malaria Asimtomatik Di Warga Binaan GMAHK uh Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Koso sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat mengenali, mencegah Dan mengatasi malaria Asimtomatik. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Malaria Asimtomatik, Koya Kosso.  ABSTRACT Asymptomatic malaria is a person who has malaria but does not show fever or other acute symptoms and has not received antimalarial treatment. Asymptomatic malaria occurs in areas of low or high endemicity. The role of asymptomatic malaria sufferers as silent reservoirs, which continue to play a role in maintaining malaria transmission because they survive for a long time in the body in the form of latent gametocytes and have the potential to be transmitted by Anopheles mosquitoes. Increase knowledge about how to recognize, prevent and treat asymptomatic malaria. Method: Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. Community pretest Most of the knowledge was lacking at 76%. Posttest the community had 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, indicating there was a significant difference in the initial and final variables, meaning that the pretest and posttest showed a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about Recognizing, Preventing and Treating Asymptomatic Malaria in Residents Assisted by GMAHK Papua Mission Area Kolayinuk Koya Kosso Congregation. Community Education in Joint Efforts to Recognize, Prevent and Overcome Asymptomatic Malaria in Residents Assisted by GMAHK uh Papua Mission Area Kolayinuk Koya Koso Congregation is really needed by the community to help them to recognize, prevent and overcome Asymptomatic Malaria. Keywords: Knowledge, Health Education, Asymptomatic Malaria, Koya Kosso