Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

Karakteristik Ekstrak Asbuton dengan Metode Asbuton Emulsi Menggunakan Peremaja Oli Bekas dan Karakteristik Penambahan Ekstrak Asbuton Emulsi pada Aspal Penetrasi 60/70 Sebagai Modifikasi Bitumen (Semarbut Aspal Tipe III) Djoko Sarwono; Florentina Pungky Pramesti; Devi Prapita Nuari
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.219 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36567

Abstract

Asbuton belum dapat dimanfaatkan secara optimal di Indonesia karena pemanfaatannya terbatas dalam bentuk butiran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan waktu mixing campuran bahan padat terhadap kadar aspal asbuton emulsi, karakteristik ekstrak asbuton emulsi, karakteristik Semarbut Aspal Tipe III dan penambahan ekstrak asbuton emulsi optimum yang memenuhi persyaratan aspal yang dimodifikasi dengan asbuton.Asbuton emulsi terdiri dari bahan padat (asbuton butir 5/20 dan oli bekas yang dimixing dengan variasi waktu 3,5,7,9 dan 11 menit dengan waktu pemeraman 24 jam) dan bahan cair (texapon, HCl dan aquades). Ekstrak asbuton emulsi diuji nilai kadar aspal hingga diperoleh kadar aspal optimum kemudian mencampurkannya ke aspal penetrasi 60/70 dengan variasi kadar 30%,35%,40%,45% dan 50% (Semarbut Aspal Tipe III).Kadar aspal optimum diperoleh pada waktu mixing 8 menit 54 detik. Hasil pengujian karakteristik ekstrak asbuton emulsi adalah nilai penetrasi 5 dmm; titik lembek 92⁰C; titik nyala 252⁰C; titik bakar 259⁰C; Daktilitas 0cm; berat jenis 1,44 gr/cc; kelekatan terhadap agregat 100%. Dengan hasil karakteristik ekstrak asbuton tersebut belum dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada lapis permukaan, namun masih bisa dikembangkan menjadi bahan tambah pada aspal penetrasi 60/70 sebagai modifikasi aspal Semarbut Aspal Tipe III. Semarbut Aspal Tipe III kadar ekstrak asbuton emulsi 30% memenuhi persyaratan aspal yang dimodifikasi dengan asbuton. Karakteristik aspal Semarbut Aspal Tipe III adalah nilai penetrasi 56,9 dmm; titik lembek 57⁰C; titik nyala 290⁰C; titik bakar 310⁰C; Daktilitas 55,5 cm; berat jenis 1,15 gr/cc; kelekatan terhadap agregat 100%.
STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE DENGAN ASBUTON EMULSI SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Djoko Sarwono; Florentina Pungky Pramesti; Fikri Muhammad Nugroho
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36916

Abstract

Pada era globalisasi ini perkembangan inovasi material perkerasan jalan semakin maju, salah satunya adalah perkembangan Asbuton emulsi. Asbuton emulsi diperoleh dari hasil pencampuran 2 fase yakni fase padat dan fase cair. Dimana fase padat adalah pencampuran antara Asbuton Butir dengan bahan peremaja, sementara fase cair didapat dari pencampuran air, texapon, dan emulgator. Untuk mendapatkan campuran dengan karakteristik (Marshall Test) yang lebih baik diperlukan modifikasi komposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Marshall dari campuran aspal beton menggunakan bahan pengikat Asbuton emulsi Penelitian terdiri atas pengujian aspal dan pengujian terhadap campuran (Marshall Test). Setelah didapatkan kadar dari masing-masing Asbuton emulsi, kemudian Asbuton emulsi dicampur dengan agregat untuk dijadikan campuran hangat Asphalt Concrete Wearing Course. Setelah dilakukan uji volumetrik dari benda uji, dilakukan pengujian Marshall. Hasil dari analisis Marshall didapatkan kadar aspal optimum. Pada proses pencampuran benda uji di lab diketahui bahwa pencampuran awal menggunakan metode campuran dingin. Setelah dilakukan percobaan hasil campuran yang didapatkan memiliki waktu setting yang lama. Oleh karena itu metode pencampuran diubah menjadi metode campuran hangat. Pada metode campuran hangat didapatkan campuran dengan waktu setting lebih singkat. Dari pengujian didapatkan nilai karakteristik Marshall campuran hangat Asphalt Concrete Wearing Course dengan pengikat Asbuton emulsi,berada pada kadar optimum 3,5% dengan nilai yang didapat sebagai berikut: nilai stabilitas campuran sebesar 357,021 kg, nilai kepadatan sebesar 2,39 gram/cc, nilai VIM sebesar 4,716 %, nilai flow sebesar 3,23 mm, dan nilai Marshall Quotient sebesar 110,84 kg/mm.
PREDIKSI SISA UMUR LAYAN PADA RUAS JALAN LOSARI (BATAS PROVINSI JAWA BARAT) – PEJAGAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) Nugraheni Widhiarti; Ary Setyawan; Florentina Pungky Pramesti
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64851

Abstract

Ketidakmampuan suatu perkerasan jalan untuk mencapai umur rencananya dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain overloading kendaraan, drainase yang buruk, kualitas pekerjaan dan mutu bahan konstruksi yang tidak sesuai standar, kondisi tanah dasar yang tidak stabil, dan faktor desain lainnya. Faktor-faktor tersebut menyebabkan ketidakpastian umur layan jalan, sehingga sisa umur layan pada perkerasan jalan menjadi sulit untuk diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan dan memprediksi sisa umur layan pada ruas Jalan Losari (Batas Provinsi Jawa Barat) – Pejagan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Data nilai PCI diperoleh dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII wilayah Jawa Tengah dan DIY tahun 2019 berdasarkan hasil survei menggunakan mobil Hawkeye 2000. Hasilnya nilai PCI rata-rata pada keseluruhan ruas jalan di dapat nilai sebesar 45,76% sehingga jalan tersebut dapat dikatakan dalam kondisi yang poor atau jelek. Hasil prediksi sisa umur layan pada segmen 1 s/d segmen 8 mempunyai sisa umur layan sebesar 0,28 – 0,35 tahun, sedangkan untuk segmen 9 dan 10 mempunyai sisa umur layan sebesar 7,89 tahun dan 5,12 tahun. Sehingga pada ruas jalan tersebut harus segera dilakukan perbaikan.
PREDIKSI SISA UMUR LAYAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA JALAN NASIONAL (Studi Kasus : Ruas Jalan Lingkar Kudus Timur - Batas Kabupaten Pati) Alifsa Syahnanda; Ary Setyawan; Florentina Pungky Pramesti
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64892

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi yang mendukung infrastruktur perekonomian sebagai tempat pergerakan arus lalu lintas orang maupun barang dari suatu tempat ke tempat lain. Banyaknya kendaraan melintas dan beban berlebih menyebabkan kerusakan jalan sehingga mengalami penurunan umur rencana atau kerusakan dini. Diperlukan upaya untuk memperbaiki perkerasan ruas jalan tersebut agar fungsi jalan tetap efisien, efektif dan sesuai umur rencana sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.Ruas Jalan Lingkar Kudus Timur - Batas Kabupaten Pati merupakan jalan arteri primer, berdasarkan statusnya ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional yang berperan penting dalam perekonomian serta perkembangan wilayah di sekitar jalan tersebut. Ruas jalan ini merupakan jalur kendaraan berat seperti, truk, trailer, bus, dan kendaraan lainnya. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Pada penelitian ini Metode Pavement Condition Index (PCI) digunakan dalam memprediksi kerusakan jalan secara visual dan memprediksi sisa umur layan perkerasan jalan. Metode PCI dilakukan dengan mengamati titik titik kerusakan pada jalan kemudian diolah menjadi nilai kerusakan jalan. Selain untuk menentukan kondisi perkerasan, nilai PCI kemudian dikonverensi dalam bentuk tahun untuk mencari sisa umur layan.Hasil prediksi sisa umur layan pada ruas jalan Lingkar Kudus Timur - Batas Kabupaten Pati menghasilkan rata-rata nilai PCI sebesar 45,67 sehingga memiliki kriteria kondisi jalan “poor” dengan sisa umur layan 0,93 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan tersebut memiliki sisa umur layan kurang dari 1 tahun, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan jalan agar fungsi jalan dapat kembali optimal.