Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

TANGUNGJAWAB PEMBERIAN KREDIT PERBANKKAN DALAM SUATU PERJANJIAN Yulkarnaini Siregar; Ismayani Ismayani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 2 (2024): May 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i2.1876

Abstract

Perjanjian yang ketentuan dan syarat-syarat telah dipersiapkan dan ditentukan terlebih dahulu secara sepihak oleh pemakainya dan mengikat pihak lain. Pihak lain tersebut tidak dapat mengubah atau melakukan tawar menawar untuk mengubahnya. Atau dengan kata lain, yang dibakukan disini adalah klausul-klausulnya yang merupakan ketentuan dan syarat-syarat perjanjian. Perjanjian baku ini yang dibuat oleh pihak bank sudah menyalahi asas yang terdapat dalam Pasal 1320 KUHPerdata tentang ‘sahnya suatu perjanjian’ dimana salah satu syaratnya menentukan bahwa harus ada kesepakatan antara dua belah pihak. Dengan telah dibuatnya ketentuan mengenai persyaratan-persyaratan perjanjian, yang dibuat secara sepihak oleh pihak bank. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kepustakaan (library Research), yaitu suatu metode penelitian yang digunakan dengan jalan mempelajari buku-buku literature, peraturan perundang-Undangan, bahan-bahan tertulis lainnya, majalah-majalah hukum, surat kabar, artiketl-artikel dan tulisan-tulisan dalam internet juga bahan-bahan kuliah yang digunakan dalam pembahasan ini guna mendukung materi pokok dalam penulisan ini. Setiap kredit yang telah disetujui dan disepakati antara pemberi kredit dan penerima kredit wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian yaitu perjanjian kredit. Pasal 1313 KUHPER menyebutkan bahwa suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih. Dari perjanjian itu timbul suatu hubungan hukum antara dua pihak yang membuatnya. Tanggung jawab dalam perjanjian kredit hanya sebatas hutang yang ditanggungnya, dalam hal ini kedudukan penanggung sama dengan debitur. Oleh sebab itu, penanggung bisa ditagih untuk membayar hutang . Untuk penyelesaian kredit macet tergantung pada budaya masyarakat dalam beperkara, seperti saat ini upaya-upaya yang sangat efektif untuk menyelesaikan kredit macet adalah agar para pihak mencoba dengan cara sungguh-sungguh untuk untuk menyelesaikan perkara tersebut.  Dalam penelitian lapangan lazimnya yang dilakukan dalam penyelesaian kredit macet adalah negosiasi yang dilakukan oleh para pihak
Legal Review of Criminal Acts of Human Trafficking (Tppo) Study of Decision Number 1049/Pid.Sus/2024/PN.Mdn Robertus Rahmat Arifin Gulo; Syaiful Khoiri Harahap; Yulkarnaini Siregar
Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 16 No. 01 (2026): Fox justi : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human trafficking is a serious crime that violates human rights and human dignity. This study aims to analyze law enforcement and the judge's considerations in Decision Number 1049/Pid.Sus/2024/PN.Mdn regarding the crime of human trafficking, with a focus on the application of Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of the Crime of Human Trafficking. The research method used is a qualitative case study approach, reviewing court decision documents, legal literature, and other secondary sources. The results of the study indicate that law enforcement against perpetrators of human trafficking in this decision has fulfilled the elements of the crime, namely recruitment, transportation, and exploitation, with the modus operandi being the abuse of the victim's vulnerable position. The judge's considerations are based on valid evidence, including witness statements, transaction documents, and expert analysis. The criminal sanctions imposed, namely 7 years imprisonment and a fine of Rp200,000,000, are considered proportional and in accordance with the provisions of the law. However, the study also identifies challenges in proving the elements of exploitation and protecting victims. In conclusion, this ruling reflects a serious effort to enforce the law against human trafficking, although capacity building of law enforcement officers and inter-agency coordination are needed to address the complexity of similar cases in the future. This study provides recommendations for officer training, optimizing the role of the Witness and Victim Protection Agency, and community outreach for human trafficking prevention
Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Main Hakim Sendiri Terhadap Pelaku Pencurian Yang Mengakibatkan Meninggal Dunia Muhammad Fajar Lubis; Zertia Erma; Yulkarnaini Siregar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i6.3992

Abstract

Tindakan main hakim sendiri seringkali menjadi subjek kontroversi dalam sistem peradilan, terutama ketika berujung pada kematian korban. Penulisan ini mengeksplorasi pertanggungjawaban pidana bagi pelaku main hakim sendiri terhadap pelaku pencurian yang mengakibatkan meninggal dunia. Melalui pendekatan hukum dan analisis terhadap kasus-kasus yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk memahami implikasi hukum dari tindakan semacam itu. Temuan penulisan menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku main hakim sendiri dalam konteks kasus pencurian yang berujung pada kematian menjadi tantangan yang kompleks. Klarifikasi hukum diperlukan untuk memastikan bahwa pertanggungjawaban pidana diterapkan dengan adil dan proporsional. Selain itu, pentingnya pendidikan hukum dan kesadaran masyarakat tentang konsekuensi tindakan main hakim sendiri juga ditekankan dalam rangka mencegah kasus-kasus serupa terjadi di masa depan. Penulisan ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang bagaimana sistem hukum menanggapi fenomena main hakim sendiri dalam kasus pencurian yang mengakibatkan kematian. Implikasi dari temuan penelitian ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dan berdasarkan fakta, serta perlunya klarifikasi hukum dan kesadaran masyarakat untuk mengatasi masalah ini secara efektif.
Pemahaman Masyarakat Terhadap Tantangan Hukum Di Era Media Sosial Tentang Hak Digital Dan Kontroversi Privasi Swastati Gea; Yulkarnaini Siregar; Dewi Robiyanti
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i6.4157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat terhadap tantangan hukum di era media sosial, khususnya mengenai hak digital dan kontroversi privasi dalam kerangka hukum yang diatur oleh Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tahun 2024. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial, data pribadi menjadi semakin rentan terhadap penyalahgunaan. Perubahan pada UU ITE 2024 memperkenalkan sejumlah pembaruan dalam perlindungan hak digital dan pengaturan privasi, termasuk mekanisme sanksi yang lebih tegas terhadap pelanggaran privasi daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui survei dan wawancara mendalam untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat tentang regulasi yang berkaitan dengan hak digital serta implikasi hukumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian masyarakat menyadari keberadaan UU ITE, masih terdapat kebingungan dan kurangnya pemahaman mengenai detail peraturan yang melindungi privasi mereka secara digital. Selain itu, kontroversi terkait ketentuan privasi dalam UU ITE 2024 juga menimbulkan diskusi seputar batasan kebebasan berekspresi dan perlindungan data. Temuan ini menegaskan perlunya sosialisasi lebih luas tentang UU ITE 2024 serta edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban digital mereka.
PENERAPAN PRINSIP GOOD FAITH (ITIKAD BAIK) DALAM PENYELESAIAN SENGKETA KEPEMILIKAN SAHAM DI PERUSAHAAN TERBUKA Yulkarnaini Siregar
Law Jurnal Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/lj.v7i1.9583

Abstract

Sengketa kepemilikan saham di perusahaan terbuka (Tbk) memiliki kompleksitas yang tinggi karena melibatkan kepentingan publik, regulator pasar modal, dan perlindungan terhadap investor minoritas. Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip good faith (itikad baik) sebagai instrumen hukum mendasar dalam penyelesaian sengketa tersebut. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, penelitian ini menganalisis bagaimana itikad baik diartikan dan diterapkan baik pada tahap pra-sengketa maupun dalam forum penyelesaian sengketa (litigasi dan non-litigasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip good faith tidak hanya berfungsi sebagai standar moral, melainkan standar hukum operasional yang membatasi tindakan manipulatif pemegang saham pengendali, menguji keabsahan perolehan saham, serta menjadi dasar pertimbangan hakim/arbiter untuk memulihkan hak-hak pemegang saham yang dirugikan demi menjaga stabilitas pasar modal.
TANGUNGJAWAB PEMBERIAN KREDIT PERBANKKAN DALAM SUATU PERJANJIAN Yulkarnaini Siregar; Ismayani Ismayani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i2.1876

Abstract

Perjanjian yang ketentuan dan syarat-syarat telah dipersiapkan dan ditentukan terlebih dahulu secara sepihak oleh pemakainya dan mengikat pihak lain. Pihak lain tersebut tidak dapat mengubah atau melakukan tawar menawar untuk mengubahnya. Atau dengan kata lain, yang dibakukan disini adalah klausul-klausulnya yang merupakan ketentuan dan syarat-syarat perjanjian. Perjanjian baku ini yang dibuat oleh pihak bank sudah menyalahi asas yang terdapat dalam Pasal 1320 KUHPerdata tentang ‘sahnya suatu perjanjian’ dimana salah satu syaratnya menentukan bahwa harus ada kesepakatan antara dua belah pihak. Dengan telah dibuatnya ketentuan mengenai persyaratan-persyaratan perjanjian, yang dibuat secara sepihak oleh pihak bank. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kepustakaan (library Research), yaitu suatu metode penelitian yang digunakan dengan jalan mempelajari buku-buku literature, peraturan perundang-Undangan, bahan-bahan tertulis lainnya, majalah-majalah hukum, surat kabar, artiketl-artikel dan tulisan-tulisan dalam internet juga bahan-bahan kuliah yang digunakan dalam pembahasan ini guna mendukung materi pokok dalam penulisan ini. Setiap kredit yang telah disetujui dan disepakati antara pemberi kredit dan penerima kredit wajib dituangkan dalam bentuk perjanjian yaitu perjanjian kredit. Pasal 1313 KUHPER menyebutkan bahwa suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih. Dari perjanjian itu timbul suatu hubungan hukum antara dua pihak yang membuatnya. Tanggung jawab dalam perjanjian kredit hanya sebatas hutang yang ditanggungnya, dalam hal ini kedudukan penanggung sama dengan debitur. Oleh sebab itu, penanggung bisa ditagih untuk membayar hutang . Untuk penyelesaian kredit macet tergantung pada budaya masyarakat dalam beperkara, seperti saat ini upaya-upaya yang sangat efektif untuk menyelesaikan kredit macet adalah agar para pihak mencoba dengan cara sungguh-sungguh untuk untuk menyelesaikan perkara tersebut.  Dalam penelitian lapangan lazimnya yang dilakukan dalam penyelesaian kredit macet adalah negosiasi yang dilakukan oleh para pihak
Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika oleh Remaja di Kelurahan Petisah Tengah Medan Yulkarnaini Siregar; Zetria Erma
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 2: Juni 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i2.191

Abstract

Penyalahgunaan narkotika oleh remaja di Kelurahan cukup tinggi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkotika oleh remaja di Kelurahan Petisah Tengah dan upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polsek Medan Baru dalam menanggulangi terjadinya tindak pidana penyalahgunaan narkotika oleh remaja di Kelurahan Petisah Tengah Jenis penelitian ini adalah empiris dengan pendekatan sosiologis Data yang dipakai adalah data primer dan sekunder Faktor penyebab remaja di wilayah Kecamatan Petisah Kelurahan Petisah Tengah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika adalah karena faktor internal dan eksternal dari diri remaja Upaya Polsek Medan Baru dalam melakukan pencegahan tindak pidana penyalahgunaan narkotika terdiri dari langkah preventif dan represif Untuk itu disarankan agar remaja di Kelurahan Petisah Tengah untuk lebih berhati hati dalam memilih pergaulan kepada orangtua untuk lebih mengawasi tingkah laku anak selalu memberikan perhatian lebih terhadap anaknya dan pihak Kepolisian Polsek Medan Baru agar dapat terus mengungkap jaringan pengedar narkoba dan melakukan patroli pada wilayah hukumnya serta merazia tempat tempat hiburan malam agar mematikan peredaran narkoba tersebut Kata Kunci : Upaya; Penanggulangan; Narkotika; Remaja
Sosialisasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika pada Remaja di SMA Perguruan Kebangsaan Medan Yulkarnaini Siregar; Zetria Erma; Setiaman Gea
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.720

Abstract

Penyalahgunaan narkotika adalah salah satu masalah utama kenakalan remaja pada sekolah menengah di Provinsi Sumatera Utara. Sekolah yang menjadi tempat kegiatan pengabdian ini adalah SMA Perguruan Kebangsaan yang berada di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai. Para siswa di kelas 2 (dua) ini belum memahami tentang tentang penyalahgunaan narkotika yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan disekolah ini belum tersedia sarana dan prasarana berupa bahan dan materi yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkotika. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan dan menyediakan sarana dan prasarana berupa bahan dan materi tentang penyalahgunaan narkotika dengan metode penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa berupa buku dan modul. Penyuluhan diberikan kepada 20 (dua puluh) orang siswa di kelas 2 (dua) SMA. Kegiatan ini diharapkan bisa mencegah dan mengurangi penyalahgunaan narkotika di Kota Medan. Kata Kunci : Sosialisasi; penanggulangan; narkotika; remaja.
Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Dibawah Umur Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 pada SMA Al Washliyah Tanjung Morawa Zetria Erma; Dewi Robiyanti; Yulkarnaini Siregar; Saimah Rambe; Nurul Dalimunte; Yusuf Hanafi Pasaribu
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.740

Abstract

Pernikahan dibawah umur adalah salah satu masalah yang banyak terjadi pada remaja. Sekolah yang menjadi tempat kegiatan pengabdian ini adalah SMA Al Washliyah yang berada di Jalan Labuhan Desa Gang Kerawan Kecamatan Tanjung Morawa. Permasalahan adalah para siswa di sekolah ini belum memahami tentang faktor penyebab, akibat perkawinan dibawah umur serta pengaturannya menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 serta belum tersedia sarana dan prasarana untuk menambah pemahaman mahasiswa. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan dan penyediakan sarana dan prasarana berupa bahan dan materi dengan metode penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa berupa modul. Penyuluhan diberikan kepada 30 (tiga puluh) orang siswa dari perwakilan kelas 2 (dua) dan kelas 3 (tiga). Kegiatan ini diharapkan bisa menambah pemahanan siswa serta bisa mencegah dan mengurangi pernikahan dibawah umur khususnya di kecamatan Tanjung Morawa. Kata Kunci : sosialisasi, pencegahan, perkawinan, dibawah umur.
Sosialisasi Tentang Peran Kepala Desa dalam Penanggulangan Pencemaran Lingkungan di Desa Pekan Bandar Khalifah Zetria Erma; Yusuf Hanafi Pasaribu; Yulkarnaini Siregar; Taufika Hidayati; Saima Rambe; Nurul Dalimunte; Nurmala Nurmala
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.760

Abstract

Kepala desa adalah pemegang kekuasaan di wilayah tingkat desa yang  mempunyai tangung jawab dalam menjalankan dan mengatur sistem pemerintahan desa termasuk dalam penanggulangan pencemaran lingkungan. Desa Pekan Bandar Khalifah yang menjadi tempat kegiatan pengabdian ini adalah  salah satu desa di Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai yang tingkat pencemaran lingkungannya cukup tinggi. Masyarakat di desa ini belum memahami tentang kewenangan dan tugas kepala desa dalam penanggulangan. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dalam bentuk penyuluhan dan menyediakan sarana dan prasarana berupa bahan dan materi dengan metode penyampaian yang mudah dimengerti oleh aparatur desa dan masyarakat berupa modul. Penyuluhan diberikan kepada 15 (lima belas) orang yang terdiri dari kepala desa dan aparatur  desa. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan peran kepala desa dalam mencegah terjadinya pencemaran lingkungan di desa Pekan Bandar Khalifah.   Kata Kunci :   Sosialisasi, peran, kepala desa, pencemaran, lingkungan