Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Pediococcus spp. dan Lactobacillus spp. dari Saluran Pencernaan Entok (Cairina moschata) Sebagai Kandidat Probiotik Unggas khairunnisah khairunnisah; Fatimah Azh Zhahro Bagis; Fitri Andriani; Khairil Anwar; Zaid AL Gifari; Anwar Rosyidi; Muhamad Ali
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.703 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10835

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat berguna untuk meningkatkan produktivitas ternak baik kecernaan pakan maupun kesehatan. Saluran pencernaan merupakan salah satu sumber probiotik. Bakteri asam laktat (BAL) merupakan mikroorganisme yang banyak dimafaatkan sebagai probiotik untuk ternak unggas dan mempunyai keunggulan mampu menghasilkan enzim ekstraseluler. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi bakteri dari saluran pencernaan Entok (Cairina moschata) untuk mendapatkan bakteri asam laktat dari genus Pediococcus spp. dan Lactobacillus spp. sebagai kandidat probiotik unggas. Isolasi dilakukan dengan mengambil isi dalam pada saluran pencernaan kemudian diencerkan dengan pengenceran bertingkat dan dibiakkan dengan metode pour plate pada media MRS. Kemudian dipilih koloni bakteri yang berbeda untuk isolasi lebih lanjut. Isolat bakteri diambil dari 3 sumber yakni proventrikulus, duodenum, dan ileum. Identifikasi dilakukan secara morfologi dan fisiologi. Identifikasi morfologi meliputi identifikasi koloni bakteri dan sel bakteri. Identifikasi secara fisiologi dilakukan dengan uji katalase, pembentukan gas H2S, produksi indol, motilitas, dan kemampuan memfermentasi karbohidrat. Kakteristik bakteri Pediococcus spp. dan Lactobacillus spp. sebagai kandidat probiotik unggas dilihat kemampuan menghasilkan enzim fitase dan protease, serta aktivitas antimikroba patogen Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil identifikasi secara morfologi, fisiologi, kemampuan dalam menghasilkan enzim fitase dan protease, serta aktivitas antimikroba 5 isolat untuk identifikasi berdasarkan gen sekuen 16S rRNA. Hasil sekuensing menunjukkan isolat D3 merupakan Pediococcus pentosaceus strain AM26, isolat P2 merupakan Pediococcus pentosaceus strain L1, dan isolat M1S dan M8S merupakan Lactobacillus salivarius strain RBL73, serta M3S merupakan Lactobacillus salivarius strain 2968.
Antioxidant, Protein, and Fat of Chicken Nuggets with the Addition of Goat Gelatin H. Hasma; Muhammad Ali; Made Sriasih; Anwar Rosyidi; Ratmawati Malaka
Chalaza Journal of Animal Husbandry Vol 8, No 1 (2023): Chalaza Journal of Animal Husbandry
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/chalaza.v8i1.1931

Abstract

This study aims to determine the antioxidant, protein, and fat content of chicken nuggets through the addition of goat skin and bone gelatin which was previously pretreated with Lactobacillus plantarum 1UHCC and acetic acid. Data were processed using a completely randomized design (CRD) and tested further using Duncan's test with treatments including chicken nuggets with the addition of skin gelatin through Lactobacillus plantarum pretreatment (CGSP), chicken nuggets with the addition of skin gelatin through acetic acid pretreatment (CGSA), chicken nuggets with the addition of bone gelatin through Lactobacillus Plantarum pretreatment (CGBP), chicken nuggets with the addition of bone gelatin through acetic acid pretreatment (CGBA) and control (without adding gelatin), the treatment was repeated 4 times. The results of this study were the highest antioxidant in chicken nuggets, namely with the addition of L. plantarum pretreatment gelatin, which was 20.82%, while the protein content was 57.58%, while the highest fat content was in chicken nuggets with the administration of acetic acid pre-treated goat bone gelatin (CGBA) 3.41%. This study concluded that chicken nuggets with the addition of L. plantarum gelatin pretreatment contained higher antioxidants than the control.
Pengaruh Suplementasi Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) pada Pakan terhadap Produktivitas dan Kualitas Telur Itik Sukarne Sukarne; Asnawi Asnawi; Anwar Rosyidi
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high needs of community for poultry products, especially duck eggs must be balanced with the availability of quality feed. Good feed will be positively correlated with increased productivity and product quality. This study aims to evaluate the effect of earthworm supplementation to duck feed on increasing production and quality of duck eggs. The research material used was ducks aged 6 months as many as 60 heads which were divided into 2 treatments and 5 replications, each replication containing 6 female local ducks. Feed treatment was divided into 2, basal feed (rice bran 70% + corn 30%) and treatment feed (basal feed + 20% fresh earthworms). The results of this study showed a significant difference in egg production (12 ± 1.58 eggs and 20 ± 3.87 eggs) (P> 0.05) but not significantly different in egg weight (61.9 ± 6.58 and 60.4 ± 6.06), egg length and egg width (60.06 ± 2.05 and 53.81 ± 9.64). The results of experiments on egg resistance against several pathogenic bacteria showed that there was an increase in inhibitory power against Salmonella typhy, Escherichia coli, Bacillus cereus and Staphylococcus aureus on egg white (albumen) of duck eggs which added 20% of worms in the feed.
Onset dan Intensitas Birahi Sapi Hisar Pasca Sinkronisasi Menggunakan Hormon Pgf2α Basri Fadielah; I Wayan Lanus Sumadiasa; Anwar Rosyidi
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.114209

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai dosis hormon Prostaglandin F2α (Lutalyse) terhadap onset, intensitas, dan durasi estrus pada induk sapi Hisar. Penelitian dilaksanakan selama Oktober–Desember 2025 di UPT Puskeswan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, menggunakan 40 ekor sapi Hisar yang dibagi dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis, yaitu 3 ml (P1), 4 ml (P2), 5 ml (P3), dan 6 ml (P4), masing-masing dengan 10 ulangan. Parameter yang diamati meliputi onset estrus, intensitas estrus, dan lama estrus. Data dianalisis menggunakan ANAVA dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis Lutalyse berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap onset dan durasi estrus, namun tidak menunjukkan perbedaan nyata pada intensitas estrus. Perlakuan P3 (5 ml) menghasilkan onset estrus tercepat (56,96 jam) dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Intensitas estrus tertinggi juga diperoleh pada P3 dengan nilai rata-rata 2,5 dan persentase tertinggi (28,41%), menunjukkan respons estrus yang lebih jelas dan aktif. Sementara itu, durasi estrus terpanjang terdapat pada P4 (6 ml) dengan rata-rata 17,20 jam dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Secara fisiologis, dosis 5 ml dinilai paling optimal karena mampu menginduksi luteolisis secara efektif, menurunkan kadar progesteron, serta meningkatkan sekresi estrogen yang berperan dalam mempercepat dan memperjelas gejala estrus. Sebaliknya, dosis terlalu rendah maupun terlalu tinggi menghasilkan respons yang kurang optimal. Dengan demikian, dosis 5 ml Lutalyse direkomendasikan sebagai dosis terbaik dalam program sinkronisasi estrus pada sapi Hisar karena menghasilkan onset tercepat, intensitas tinggi, dan durasi estrus yang stabil serta sesuai dengan kondisi fisiologis reproduksi sapi