Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE MACHINE LEARNING UNTUK MENGKLASIFIKASI AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA BERBASIS DATA KUESIONER Kartini, Dini Siti Cahya; jajat, jajat; Ruhayati, Yati; Sultoni, Kuston; suherman, adang; damayanti, imas; rahayu, nur indri
Jurnal Kesehatan dan Olahraga Vol. 7 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ko.v7i2.51576

Abstract

Penggunaan artificial intelligence (AI) dalam berbagai bidang kehidupan termasuk aktivitas fisik dan olahraga menjadi salah satu yang sedang trending pada saat ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasi aktivitas fisik dengan metode machine learning berbasis data kuesioner berdasarkan waktu aktivitas dan Metabolic Equivalent of Task (MET). Subjek penelitian ini adalah 779 orang remaja usia 17-21 tahun (M+SD = 19,34+0,39) yang berasal dari siswa SMA dan Mahasiswa di Jawa Barat. International Physical Activity Questionnaire “ Short Form (IPAQ SF) digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas fisik. Adapun algoritma machine learning yang digunakan yaitu decision tree. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi performa decision tree untuk mengklasifikasi aktivitas fisik berdasarkan variabel atribut kalkulasi MET lebih tinggi dibandingkan dengan atribut waktu aktivitas fisik (93% ; 86,67%). Algoritma decision tree memiliki akurasi tinggi dalam mengklasifikasi aktivitas fisik dengan atribut kalkulasi MET di setiap level. Analisis lebih lanjut dengan algoritma berbeda diperlukan untuk mengkaji performa terbaik. Kata kunci: aktivitas fisik, artificial intelligence, MET, decision tree
RELIABILITAS PITTSBURGH SLEEP QUALITY INDEX VERSI BAHASA INDONESIA PADA LANSIA AKTIF BEROLAHRAGA Sadewa, Fanuelciho; Ruhayati, Yati; Jajat, Jajat; Sultoni, Kuston; Suherman, Adang; Damayanti, Imas; Rahayu, Nur Indri
Jurnal Kesehatan dan Olahraga Vol. 8 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ko.v8i1.56927

Abstract

Seiring bertambahnya usia, volume dan kualitas tidur biasanya akan semakin berkurang. Kualitas tidur salah satunya dikaitkan dengan aktivitas fisik dan olahraga. Namun demikian untuk mengukur kualitas tidur pada kelompok spesifik populasi yang aktif berolahraga masih terbatas, khususnya di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu menguji reliabilitas dan validitas Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi Indonesia. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan tiga tahap, yaitu validitas bahasa, validitas & reliabilitas keterbacaan serta validitas & reliabilitas konstruk. Penelitian ini melibatkan 200 orang partisipan lansia berusia 60 “ 77 tahun yang aktif di klub olahraga. Pengolahan dan analisis data dengan menggunakan correct item total correlation dan Cronbach™s alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSQI versi Bahasa Indonesia pada populasi lansia yang aktif di klub olahraga memiliki reliabilitas yang rendah nilai Cronbach™s Alpha 0,4. Metode analisis seperti confirmatory factor analysis diperlukan untuk penelitian lebih lanjut.
ANALISIS GANGGUAN MENSTRUASI PADA ATLET BOLA VOLI NASIONAL Novianti, Berliana; Ruhayati, Yati; Damayanti, Imas; Jajat, Jajat; Ugelta, Sudirniaty; Sultoni, Kuston; Suherman, Adang
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2345

Abstract

Berolahraga dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan perubahan hormonal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gangguan menstruasi diantaranya usia, aktivitas fisik, dan usia menarche. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan metode proporsional. Instrument yang di gunakan pada penelitian menggunakan kuesioner google form. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan usia, aktifitas fisik dan usia menarche secara keseluruhan terhadap gangguan menstruasi, tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada usia terhadap gangguan menstruasi, terdapat pengaruh yang signifikan pada aktifitas fisik terhadap gangguan menstruasi, terdapat pengaruh yang signifikan pada usia menarche terhadap gangguan menstruasi, sumbangan pengaruh dari usia, aktifitas fisik dan usia menarche sebesar 44,6% pada gangguan menstruasi.
EATING DISORDER DAN MUSCLE DYSMORPHIA PADA BINARAGA WANITA Mahardika Amareksa, I Putu Tegar; Ugelta, Surdiniaty; Jajat, Jajat; Sultoni, Kuston; Suherman, Adang; Damayanti, Imas; Ruhayati, Yati
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2340

Abstract

Banyaknya tekanan untuk menjadi kurus menyebabkan adanya dampak tidak baik bagi tubuh. Eating Disorder ( ED )  menjadi masalah utama bagi binaraga wanita dalam melaksanakan aktivitasnya yang dapat menyebabkan Muscle Dysmorphia ( MD ). Tujuan penelitian ini adalah melihat adakah hubungan antara ED dengan MD pada binaraga wanita. Penelitian ini melibatkan 20 sampel yang dimana sampel tersebut wanita yang aktif melakukan aktifitas GYM dengan usia 19-25 tahun. Penelitian ini menggunakan test seperti Eating Atitude Test ( EAT-26) dan From the Drive for Muscularity Scale ( DMS ). Setelah melakukan uji korelasi hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara ED dengan MD pada binaraga wanita, hal ini disebakan karena banyaknya subjek yang malu memberikan informasi mengenai tubuh.Kata kunci: ED, MD, Binaraga, Wanita
Aktivitas Fisik Generasi Zillenial di Kota Bandung Berdasarkan Gender Devi, Sri; Damayanti, Imas; Rahayu, Nur Indri; Ruhayati, Yati; Suherman, Adang; Jajat, Jajat; Sultoni, Kuston; Ugelta, Surdiniaty
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2023.8.2.9

Abstract

The purpose of this study was to examine differences in the level of physical activity of zillenial generation based on gender. The method used is a quantitative research method with a comparative causal approach. The population of this study is generation Z who live in Kota Bandung. The sample in this study was 134 people with the sampling technique using Convenience Sampling. The physical activity instrument in data collection uses the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data was analyzed using Mann Whitney U test. The description of the physical activity of the zillenial generation based on the GPAQ domain shows that in the domain of activity at work/study, travel to and from places and sedentary behavior there are no differences based on gender. Which shows that Generation Z does a lot of moderate physical activity. While in the domain of recreational activities there are differences based on gender. The results of the data analysis show the value of sig. p=0.453 > 0.05, data is significant. The results of this study concluded that there was no difference in the physical activity of zillenial generation based on gender.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESEHATAN MENTAL DAN STRATEGI PEER-SUPPORT MELALUI MEDIA CHANNEL WHATSAPP Damayanti, Imas; `Maryani, Ineu; Purnamadhewi, Virama Indaswari; Zulfa, Nysa Ro Aina; Heryati, Euis; Romadhona, Nur Faizah; Ruhayati, Yati; Syafi’i, Abdi Wadud; Dwipa, Fariza Az-Zahra Cahya; Abdillah, Salim; Sovia, Eska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa angkatan 2022 hingga 2025 tergolong generasi yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat berbagai tekanan yang dihadapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UPI dengan pendekatan kedokteran jiwa dan bimbingan konseling, bertujuan meningkatkan pemahaman kesehatan mental, strategi dukungan teman sebaya, serta menginisiasi Channel WhatsApp sebagai media sosial berisi konten positif. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama tim PKM, narasumber dari RSJ Provinsi Jawa Barat, BKPK UPI, Poliklinik UPI, dan perwakilan mahasiswa. Selanjutnya, dilakukan seminar oleh dokter spesialis kejiwaan, diikuti oleh 40 mahasiswa dari seluruh fakultas UPI secara luring dan 15 mahasiswa dari Kampus Daerah UPI secara daring. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penulisan konten positif media sosial dan peluncuran Channel WhatsApp Great Mental Health – FK UPI IDN, lalu ditutup dengan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai kesehatan mental yang diharapkan dapat disebarkan ke lingkungan fakultas masing-masing, serta terbentuknya platform edukatif digital yang menyajikan konten berkualitas tentang kesehatan mental. ABSTRACT Students enrolled between 2022 and 2025 are highly vulnerable to mental health issues due to various challenges they face. This community service program (CSP), initiated by the Faculty of Medicine Universitas Pendidikan Indonesia, aims to promote mental health awareness and peer support strategies. It began with a focus group discussion (FGD) involving the CSP team, experts from the West Java Provincial Mental Hospital, UPI’s counselling services, the UPI Polyclinic, and student representatives. The program continued with a seminar led by a psychiatric specialist, attended by 40 offline student representatives from all UPI faculties and 15 online participants from regional campuses. This was followed by training on creating positive social media content and the launch of the Great Mental Health - FK UPI IDN WhatsApp Channel. The program concluded with an evaluation. As a result, students gained increased mental health knowledge expected to be disseminated within their faculties, alongside the creation of a digital platform providing accessible, educational mental health content.
Peningkatan Literasi Tumbuh Kembang dan Pengolahan Pangan Lokal untuk Mendukung Gizi Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Tambakan Damayanti, Imas; Kumalasari, Isti; Mahmudatussa’adah, Ai; Ekawijayanti, Kurnia; Farel, Fulki Muhammad; Akbar, Nathan Akhtar; Tsabita, Cheyris; Nauli, Widia Puteri; Damayanti, Safira Tri; Sianipar, Chrisdian Rosmawati; Putri, Dwi Khalisa; Rasheeha, Tyaswahyu Neema
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5484

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak, termasuk di Desa Tambakan Kabupaten Subang, di mana rendahnya pemahaman ibu mengenai milestone perkembangan, teknik stimulasi, serta kebutuhan gizi balita menjadi faktor risiko utama. Selain itu, pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti ubi jalar dan ikan belum optimal, baik sebagai sumber nutrisi untuk mencegah stunting maupun sebagai potensi ekonomi keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi ibu-ibu PKK mengenai tumbuh kembang dan gizi balita serta membekali mereka dengan keterampilan mengolah pangan lokal bernilai gizi tinggi. Metode kegiatan meliputi penyuluhan tentang tumbuh kembang anak, edukasi gizi balita, dan pelatihan praktis pembuatan tepung ubi jalar dengan inovasi perendaman roseola, pembuatan minuman sehat dari limbah rendaman, serta abon ikan. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari rata-rata skor 15,2 menjadi 17,1 (t = 4,55; p < 0,001). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi dan penguatan keterampilan pengolahan pangan lokal efektif mendukung pencegahan stunting serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Tambakan.
Empowerment of elementary school teachers in the HPV vaccination program in Subang Regency Kurnia Eka Wijayanti; Lucky Angkawidjadja Roring; Imas Damayanti; Euis Heryati; Nur Faizah Romadona
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.90655

Abstract

Cervical cancer is most common among women in Indonesia, with the main causes being Human Papillomavirus (HPV) types 16 and 18. Vaccination is an effective strategy for reducing the incidence of cervical cancer. Since 2023, the Indonesian government has provided free HPV vaccines for girls in grades 5 and 6 of elementary school. In its implementation, teachers play a role in shaping students' perceptions of the importance of reproductive health, which needs to be communicated to parents. This community service activity aims to increase teachers' knowledge about the HPV vaccine and cervical cancer, as well as strengthen their skills in communicating the importance of HPV vaccination to parents. The intervention was carried out through interactive discussion sessions, supported by educational materials in the form of banners and guidebooks that teachers could use when conducting outreach to parents. A total of 50 teachers in Subang Regency participated in this activity. Qualitative evaluation showed that most reported an increase in knowledge and felt more confident in discussing HPV vaccines with parents. These findings suggest that health promotion programs targeting teachers can effectively support school-based HPV vaccination initiatives.   Abstrak Kanker serviks paling sering terjadi pada perempuan di Indonesia dengan penyebab utama dari Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Vaksinasi sebagai strategi efektif untuk menurunkan insidensi kanker serviks, sejak tahun 2023 pemerintah Indonesia menyediakan vaksin HPV secara gratis bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, guru berperan untuk membentuk persepsi murid akan pentingnya kesehatan reproduksi, hal tersebut perlu dikomunikasikan dengan orang tua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai vaksin HPV dan kanker serviks, serta memperkuat keterampilan mereka dalam mengkomunikasikan pentingnya vaksinasi HPV kepada orang tua. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan dengan diskusi interaktif, didukung materi edukasi berupa banner dan buku panduan yang dapat digunakan guru ketika melakukan sosialisasi kepada orang tua. Sebanyak 50 guru di Kabupaten Subang berpartisipasi pada kegiatan ini. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa sebagian besar melaporkan peningkatan pengetahuan serta merasa lebih percaya diri untuk berdiskusi dengan orang tua mengenai vaksin HPV. Temuan ini menunjukkan bahwa program promosi kesehatan yang berfokus pada guru dapat mendukung  program vaksinasi HPV berbasis sekolah. Kata Kunci: kampanye kesehatan; kanker serviks; vaksin HPV
Pelatihan Sadar Gizi Kader dan Keluarga untuk Pencegahan Diabetes Melitus, Sebuah Upaya Pencegahan Komplikasi Dini Penyakit Metabolik melalui Pendekatan Healthy and Active Lifestyle Imas Damayanti; Nur Faizah Romadona; Euis Heryati; Kurnia Eka Wijayanti
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.76023

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by high blood sugar levels due to defects in insulin secretion or function. This Community Service Program aims to improve the understanding of community health workers and families of geriatric patients suffering from Diabetes Mellitus (DM) about the importance of a healthy lifestyle in managing the disease. With an approach based on healthy eating, stress management, and regular physical activity, the program targets the prevention of early complications of DM. Elderly people with diabetes are at high risk of complications such as heart disease, stroke, and functional impairments. Therefore, involving families in supporting patients' lifestyle changes is essential. This program includes counseling on blood sugar monitoring, meal planning, pharmacological interventions, and appropriate physical exercises for older adults. The results show that through education and training, families and health cadres can help patients better manage their diabetes, improve their quality of life, and prevent further complications. This program is expected to be expanded to significantly impact the prevention and management of diabetes in the community.   Abstrak Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi akibat defek dalam sekresi atau kerja insulin. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader dan keluarga pasien geriatri yang menderita Diabetes Melitus (DM) mengenai pentingnya gaya hidup sehat dalam pengelolaan penyakit ini. Dengan pendekatan yang berbasis pada pola makan sehat, pengelolaan stres, dan aktivitas fisik yang teratur, program ini menargetkan pencegahan komplikasi dini DM. Lansia dengan diabetes berisiko tinggi mengalami komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gangguan fungsional. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan keluarga dalam mendukung perubahan gaya hidup sehat pasien. Program ini mencakup penyuluhan tentang pemeriksaan kadar gula darah, perencanaan makan, intervensi farmakologis, serta latihan fisik yang sesuai untuk lansia. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui edukasi dan pelatihan, keluarga dan kader kesehatan dapat membantu pasien mengelola diabetes dengan lebih baik, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Program ini diharapkan dapat diperluas untuk menciptakan dampak lebih besar dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes di masyarakat. Kata Kunci: diabetes melitus; edukasi kesehatan; gaya hidup sehat; lansia; kader kesehatan