Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Perbatasan Indonesia-Papua New Guinea Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua Usman Pakasi; Dirk Veplun; Annita Sari; Agus Sofyan
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.278 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisa strategi pemberdayaan masyarakat yang berdomisili didaerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, distrik Tami, Kota Jayapura. Tujuan penelitian iniadalah untuk menciptakan model pemberdayaan yang dapat meningkatkan taraf hidup dankesejahteraan masyarakat perbatasan. Studi ini dilakukan menggunakan sebuah pendekatankualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam fenomena yang sedang dipelajari.Sumber data didapatkan melalui observasi, interview, FGD dan dokumentasi. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat yang berdomisili di tempat tersebut rendahdan masih berada pada garis kemiskinan. Terdapat banyak program pengembangan yang telahdilakukan oleh pemerintah dan potensi sumberdaya alam yang tersedia cukup melimpah, tetapibelum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui model dan strategi peningkatan,dengan perubahan pada pola dan sistem pertanian, dari tradisional ke sistem dan pola pertanianyang lebih modern. Perubahan pada pola pertanian dimaksudkan untuk mengelola pertanian secaraefisien, efektif dan produktif, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraanmasyarakat. Perubahan pada pola pertanian difokuskan pada budidaya komoditas pertanian yangmemiliki nilai jual tinggi dan budidaya ikan air tawar. Model pendekatan pemberdayaan adalahsebuah strategi langsung, yang didukung oleh bantuan modal bisnis dan penyuluhan untukmelaksanakan program tersebut.Kata kunci: strategi, pemberdayaan, pertanian, masyarakat, perbatasan
Abundance and Diversity of Phytoplankton and Zooplankton in Waters of Youtefa Bay Tourism Area Annita Sari; Ambo Tuwo; Chair Rani; Amran Saru; Yudi Prayitno
Jurnal Segara Vol 18, No 3 (2022): December
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v18i3.11875

Abstract

The waters in Youtefa Bay have degradation due to the transition from mangrove areas to industrial sites, housing, bridge construction and household waste disposal. Water degradation has indirectly affected the growth of plankton. Plankton consists of phytoplankton which is the primary producer of the food chain so that it is utilized by zooplankton as the first consumer. The aim of this study was to determine the abundance and diversity of phytoplankton and zooplankton. This research was conducted during June-August 2019, the method used purposive sampling. Samples were obtained from 6 observation stations. The results showed there is 28 species of phytoplankton (∑160,000 ind/L) and 15 species of Zooplankton (∑ 84,200 ind/L). The diversity index of Phytoplankton is ranging from 1-2.21; Dominance (D) 0.17-0.4 and similarity (E) 0.59-1, while for zooplankton diversity (H’) ranges from 0.97-1.39; Domination (D) 0.07-0.42 and similarity (E) 0.59-1. The Diversity Index shows that the waters of Youtefa Bay have moderate diversity. The similarity between genera is relatively same. The Dominance index value during the observation was seen <0.5 or close to 0, this means that in the community that there was no genus that was extremely dominating the other genera.
Training on Making Sweet Jerky Tuna Substituted with Banana Heart and Organoleptic Testing: Pelatihan Pembuatan Dendeng Manis Ikan Tuna Disubtitusi Jantung Pisang Serta Uji Organoleptik Willem Hendry Siegers; Annita Sari; Ralph. A.N. Tuhumury; Dahlan Dahlan; Yudi Prayitno; Ade Kurniawan; Sitti Khairul Bariyyah; Imran Syafei M. Nur; Muhamad Irwan Achmad
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i2.12596

Abstract

Ikan tuna sirip kuning memiliki kandungan protein tinggi berkisar antara 22,6-26,2 gr/100 gr daging dan lemak yang rendah berkisar antara 0,2-2,7 gr/100 gr daging. Minimnya pengetahuan masyarakat nelayan tentang manfaat kandungan gizi ikan dan cara pengolahan daging ikan tuna menjadi produk dendeng giling manis. Dengan demikian maka perlu dilakukan pelatihan pengolahan daging ikan tuna sirip kuning segar disubtitusi jantung pisang kepok dan bumbu-bumbu menjadi dendeng giling manis dengan mutu organoleptik baik. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dan diskusi, melakukan pre-test, praktek pembuatan dendeng, pegujian mutu organoleptik, pengemasan produk serta evaluasi hasil akhir dengan dilakukan post-test. Hasil pre-test menunjukkan 85% peserta kurang memahami tentang produk dendeng sedangkan hasil post-test sekitar 92% peserta paham atas teori pembuatan dendeng giling manis. Kesimpulan pengabdian adalah pencampuran komposisi tepung tapioka, gula merah dan bumbu perlu diperhitungkan dengan baik karena berpengaruh pada tekstur, kenampakan, rasa dan bau dendeng serta ketebalan dendeng 3 mm adalah terbaik.
Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan Wisata Mangrove Terpadu di Kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa Sari, Annita; Dahlan, Dahlan; Prayitno, Yudi; Tuhumury, Ralph A.N.; Siegers, Willem H.; Kurniawan, Ade; Ahmad, Iwan
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v18i2.12103

Abstract

Makin banyaknya pembangunan di kawasan mangrove Teluk Youtefa mengakibatkan mangrove mengalami kerusakan dan degradasi. Pelestarian ekosistem pesisir diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kelestarian taman wisata mangrove melalui penyelenggaraan wisata mangrove terpadu. Penelitian persepsi masyarakat terhadap pengelolaan wisata mangrove terpadu di Kawasan taman wisata alam Teluk Youtefa dilakukan pada kampung Enggros, Tobati dan Nafri, tujuannya dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah masyarakat mengerti bahwa kawasan mangrove penting bagi kelangsungan hidup masyarakat dan lingkungan pesisir. Pengambilan data dilakukan di kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa, Jayapura, Papua pada bulan Agustus 2019 s.d. Februari 2021. Tujuan penelitian adalah memastikan bahwa konteks sosial, ekonomi, dan budaya di tempat ekowisata mangrove dapat berkembang serta memberikan inisiatif strategis khusus, dalam hal ini pandangan masyarakat. Metode yang digunakan adalah wawancara dan diskusi kelompok terpumpun (focus grup discussion) yang kemudian dianalisis dengan menggunakan SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi masyarakat tentang fungsi dan manfaat mangrove sebagai habitat satwa bernilai tinggi (sangat paham), sedangkan persepsi mengenai Pewisata mangrove terpadu, fasilitas, dan aksesibilitas serta keamanan bernilai sedang (cukup paham). Analisis SWOT dengan lima strategi yang menjadi prioritas untuk pengembangan wisata mangrove terpadu menunjukkan bahwa pengembangan dan pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam Teluk Youtefa berpusat pada masyarakat, komunitas adat, dinas terkait, dan pemangku kepentingan (stakeholder); ketersediaan sumber daya manusia (SDM); perbaikan kawasan taman wisata; dan lain-lain. Pengelolaan wisata mangrove terpadu dilaksanakan dengan melibatkan semua unsur (LMA, instansi pemerintah dan swasta, LSM, serta perguruan tinggi).Title: Public Perception of Integrated Management of Mangrove Tourism in Youtefa Bay Tourism Park AreaThe increasing number of developments in the Youtefa Bay mangrove area has resulted in the mangroves experiencing damage and degradation. Preserving coastal ecosystems is needed as an effort to maintain the sustainability of mangrove tourism parks through organizing integrated mangrove tourism. Research on community perceptions regarding integrated mangrove tourism management in the Youtefa Bay natural tourism park area was carried out in the villages of Enggros, Tobati and Nafri. The aim of this research was to find out whether the community understands that mangrove areas are important for the survival of the community and the coastal environment. What are the research methods and what data is needed and how to analyze it. Data collection was carried out in the Youtefa Bay Natural Tourism Park area, Jayapura, Papua from August 2019 to 2019. February 2021. The aim of the research is to ensure that the social, economic and cultural context of mangrove ecotourism can develop and provide special strategic initiatives, in this case the community’s views. The method used was interviews and focus group discussions which were then analyzed using SWOT. Based on the research results, the public’s perception of the function and benefits of mangroves as animal habitat is of high value (very understanding), while the perception of integrated mangrove tourism, facilities, and accessibility and safety is of medium value (somewhat understanding). SWOT analysis with five strategies that are priorities for the development of integrated mangrove tourism shows that the development and management of the Youtefa Bay Nature Tourism Park area is centered on the community, traditional communities, related agencies and stakeholders; availability of human resources (HR); improvement of the tourist park area; and others. Integrated mangrove tourism management is implemented by involving all elements (LMA, government and private agencies, NGOs, and universities.