Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL CRANKSHAFT

Analisa Hasil Sambungan Las ( Pipa STKM 13B Dan Plat SPH 440) Dengan Pengujian Tarik dan Photomacro Fikri, Luqman; Simamora, Yulianto; Priyadi, Muhammad Untung Zaenal; Saleh, Yasya Khalif Perdana; Zaenudin, Mohammad; Mulyono, Sidik; Gamayel, Adhes; Triwiyanto, Askar; Jujur, I nyoman
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.2 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i2.12657

Abstract

ABSTRACTGMAW (Gas Metal Arc Welding) is a fast, versatile welding technique that can be used in various positions, but it often results porosity in welded joints.This research aims to analysis of the welded joints of STKM13B pipe and SPD 440 plate using tensile and micro testing, using welding a current of 18 and varying voltages of 110, 130, and 150. The results is the shape of the welded joint of the plate and pipe is perfectly connected, the tensile test results showed that the ultimate strength values for specimen 1, 2, 3 (A110/V18, A130/V18, A150/V18) were (18,959, 27,886, 40,005 N) respectively. The highest ultimate strength values were obtained from the specimens (A150/V18) while the lowest ultimate strength value was obtained from specimen (A110/V18). The use of welding current strongly correlates with ultimate strength value and photomacro results, with higher currents resulting in higher density levels, minimizing porosity, and increasing ultimate strength. Keywords: GMAW Welding, Tensile Test, Macro Optical Test. 
Analisis Kegagalan pada As Roda Belakang Dump Truck Hino 500 Berbasis Finite Element Analysis Wibowo, Donny; Zaenudin, Mohamad; Saleh, Yasya Khalif Perdana
JURNAL CRANKSHAFT Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i2.15040

Abstract

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk (12%) menggarisbawahi urgensi peningkatan keselamatan kendaraan berat ini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seringnya insiden akibat patah as atau poros belakang. Untuk memahami fenomena ini, simulasi Finite Element Analysis (FEA) diterapkan guna memvisualisasikan sebaran tegangan dan deformasi pada poros belakang dump truck HINO 500. Analisis ini dilakukan dengan memvariasikan beban 26-35 ton, mencakup beban standar dan overload) dengan tujuan utama mengidentifikasi area konsentrasi tegangan dan potensi titik kegagalan fatik pada poros roda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tegangan tertinggi terjadi variasi beban 35 Ton dengan nilai tegangan sebesar 1,76 x 10^8 N/m^2 dengan nilai tegangan tertinggi terjadi pada bagian ujung poros roda gigi dan ujung bagian dekat piringan. Nilai masih terbilang aman karena nilai tegangan lebih kecil dari nilai batas tegangan material yaitu 4,6 x 10^8 N/m^2. Sementara hasil simulasi FEA defleksi sebesar 4,026 x 10^-3 m dan hasil simulasi fatigue failure menunjukan pada variasi beban 26 ton memiliki life cycle terbesar 314.886 dan nilai life cycle terkecil terjadi pada variasi beban 35 Ton dengan nilai life cycle sebesar 46.523.
Pengaruh Variasi Komposisi Tempurung Kelapa dan Cangkang Kemiri terhadap Kualitas Briket Alternatif Solihin, Ade; Zaenudin, Mohamad; Saleh, Yasya Khalif Perdana
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v7i1.11996

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat diiringi pertumbuhan populasi dan ekonomi global mendorong pencarian solusi alternatif. Blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2006-2025 Indonesia menetapkan target energi untuk tahun 2025, termasuk peningkatan penggunaan batu bara dan energi terbarukan. Limbah tempurung kelapa dan cangkang kemiri, yang masih belum optimal dimanfaatkan, menjadi fokus penelitian ini untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Penelitian sebelumnya menunjukkan berbagai cara efisien untuk memanfaatkan kedua limbah tersebut. Modifikasi kompor briket dengan tempurung kelapa menghasilkan briket dengan nilai kalor tinggi, sementara briket cangkang kemiri dapat mengurangi polusi dan meningkatkan efisiensi termal. Penelitian ini mencoba mencampur kedua limbah ini dengan berbagai komposisi untuk mengevaluasi efektivitasnya sebagai pengganti minyak tanah yang semakin langka. Penggunaan tempurung kelapa dalam briket umum, namun, dapat menjadi mahal. Oleh karena itu, solusi yang diajukan adalah menambahkan limbah pertanian, seperti cangkang kemiri, untuk mengurangi biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas briket. Penelitian ini membandingkan berbagai komposisi briket, termasuk CK50% + TK50%, CK40% + TK60%, CK60% + TK40%, CK30% + TK70%, CK70% + TK30%, CK20% + TK80%, dan CK80% + TK20%. Parameter yang diuji melibatkan kadar air, kadar abu, waktu pembakaran, dan shutter index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi CK60% + TK40% dan CK20% + TK80% menunjukkan performa terbaik. Keduanya memberikan briket dengan daya tahan tinggi, stabilitas, dan efisiensi waktu pembakaran optimal. Kombinasi CK30% + TK70% dan CK20% + TK80% menunjukkan kadar air dan kadar abu stabil, sementara CK50% + TK50%, CK20% + TK80%, dan CK30% + TK70% menunjukkan waktu pembakaran yang lebih lama. Shutter index pada CK60% + TK40% dan CK20% + TK80% menunjukkan daya tahan yang kuat.
Analisis sistem solar tracker terhadap daya yang dihasilkan untuk irigasi hidroponik tenaga panel surya Hanif, Muhammad Naufal; Zaenudin, Mohamad; Saleh, Yasya Khalif Perdana
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Crankshaft Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i2.11050

Abstract

Hydroponics is an agricultural system that requires electricity to drive water pumps that flow irrigation, and solar panels are tools to convert solar energy into electrical energy. The drawback of installing solar panels so far is static so that the power received is not optimal, considering that the sun is always moving around the earth. In this case a solar panel with a solar tracker system is used as a source of electrical energy for the water pump. The purpose of using a solar tracker on this hydroponic solar panel is to optimize the absorption of the energy received by the solar panel. The method used in this research is the method of literature study and experimental research. The research was conducted from March 4 - April 15 2023 from 07.00 - 18.00 WIB with 1 day of static position testing each, and 1 day of solar tracker solar panels every day. The total power obtained during the test was 2823.31W on the solar tracker system after deducting the power consumption of the solar tracker system, while in a static position the power obtained was 1843.71W. On the solar tracker system it takes 3 Hours 54 Minutes to charge the battery after the battery power is used for 13 hours. Meanwhile, in a static position it takes 6 hours. The conclusion from this study is that the solar panel solar tracker system in hydroponics is capable of producing a power increase of 53% compared to hydroponic solar panels in a static position.