Yakub Malik, Yakub
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENENTUAN TIPOLOGI KAWASAN RAWAN GEMPABUMI UNTUK MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Malik, Yakub
Jurnal Gea Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Pangalengan di Kabupaten Bandung adalah salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa bumi yang terjadi 2 September 2009 dengan episentrum di selatan Tasikmalaya. Dampaknya terlihat di beberapa tempat mengalami kerusakan bangunan mulai dari tingkatan hancur sampai rusak ringan. Berdasarkan kejadian tersebut terdapat permasalahan yang dapat dikaji mengapa Kecamatan Pangalengan mengalami kerusakan cukup parah dibandingkan dengan kecamatan lain yang berdekatan. Setelah di kaji ternyata kondisi fisik lahan Kecamatan Pangalengan secara geologis rawan terhadap ancaman bencana gempa bumi. Berdasarkan penilaian “land capabilty rating “ termasuk lahan kurang stabil dengan tipologi kawasan rawan bencana gempa bumi tipe C (Kepmen PU No.21 Tahun 2007) terdapat lebih dari 2 faktor yang saling melemahkan. Jenis batuan dengan sifat fisik lemah, dekat dengan zona sesar, kemiringan lereng curam dan intensitas gempa tinggi. Selain kondisi lahan rawan secara geologis, faktor sosial turut memberikan andil terhadap tingkat kerusakan, yaitu kondisi rumah tidak ramah gempa, pola pemukiman mengelompok, tingkat kepadatan penduduk dan pengetahuan masyarakat tentang bencana yang masih kurang. Untuk mengurangi risiko bencana di masa yang akan datang perlu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan penataan kawasan Pangalengan pasca terjadinya bencana berbasis mitigasi bencana.Kata kunci: tipologi kawasan, rawan gempa bumi, mitigasi bencana.
MEMAHAMI BAHAYA GEMPA DAN TSUNAMI MELALUI PEMBELAJARAN GEOGRAFI Ruhimat, Mamat; Malik, Yakub
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v10i1.1662

Abstract

Gempa bumi yang diikuti tsunami di lepas pantai barat Nangroe Aceh Darussalam pada penghujung Desember 2004 yang telah menyebabkan jatuhnya korban manusia lebih dari 150.000 jiwa di beberapa negara yang berbatasan dengan Samudera Hindia. Isak tangis, haru biru dan air mata yang belum kering karena bencana di NAD, tiga bulan berikutnya, tepatnya pada akhir Maret 2005 Nias juga telah diguncang gempa bumi yang kekuatannya tidak terlalu jauh bila dibandingkan dengan di Aceh. Tak cukup sampai di situ saja, daerah-daerah lain di Pulau Sumatera dan Jawa kemudian disusul dengan terjadinya gempa tektonik, seperti Padang, Palembang, dan bahkan juga Kota Bandung. Pembicaraan gempa belum selesai, pada April 2005 pun republik ini dikejutkan dengan adanya beberapa gunungapi yang aktivitas vulkaniknya mengalami peningkatan. Akibat rentetan peristiwa di atas, istilah-istilah gempa, tsunami, daerah patahan, subduksi, epicentrum serta erupsi saat ini menjadi istilah yang sangat populis di kalangan penduduk Indonesia ! Namun demikian, meski gempa bumi merupakan peristiwa biasa mengingat posisi geologis Indonesia yang berada pada jalur subduksi antar lempeng litosfer, pada saatnya terjadi gempa masyarakat kita seperti menghadapi peristiwa baru. Seringnya terjadi gempa, sejatinya dapat dijadikan pelajaran berarti untuk menentukan sikap positif jika suatu saat terjadi lagi. Bahkan, disisi lain, dunia pendidikan pun digugat, karena belum mampu memberikan pencerahan yang mencerdaskan, sehingga ada sebagian stakeholders pendidikan yang merasa perlu memasukkan pendidikan kebencanaan melalui struktur kurikulum nasional. Mencermati karakteristik serta ruang lingkup esensi keilmuannya, sejatinya pembelajaran geografi dapat menjadi wahana pencerdasan dalam menghadapi bahaya gempa bumi dan bencana lainnya. Kata kunci : gempa, tsunami dan pembelajaran geografi
KONSERVASI LAHAN PERBUKITAN SEPULUH RIBU (TEN THOUSAND HILL) UNTUK LANSEKAP HUTAN KOTA DALAM MENUNJANG RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA TASIKMALAYA Malik, Yakub
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v9i2.2449

Abstract

Obyek penelitian yaitu kawasan perbukitan Sepuluh Ribu (Ten Thousand Hill) yang ada di Kota Tasikmalaya, tujuan dari penelitian untuk : a) mengetahui karakteristik lingkungan Perbukitan Sepuluh Ribu, b) mengetahui respons masyarakat terhadap perubahan lingkungan akibat eksploitasi Galian C c) mengetahui peluang pengembangan hutan kota di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Ada dua jenis data yang digunakan, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil kuesioner yang disebarkan ke masyarakat di sekitar kawasan perbukitan yang menjadi sampel penelitian yaitu Kecamatan Mangkubumi dan Kecamatan Indihiang, yang dilengkapi dengan data peninjauan lapangan (ground check). Data sekunder diperoleh dari studi literatur mengenai kondisi fisik , sosial daerah penelitian dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tasikmalaya. Kedua data ini kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi fisik, lahan Perbukitan Sepuluh Ribu dapat berfungsi sebagai wilayah konservasi sumberdaya air, keanekaragaman hayati (biodiversity) dan obyek pendidikan lingkungan (ekowisata). Berdasarkan analisis SWOT sebenarnya lahan Perbukitan Sepuluh Ribu sangat berpotensi dan memiliki peluang untuk dijadikan hutan kota dalam upaya menunjang Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Tasikmalaya menuju pengembangan kota yang berwawasan lingkungan (urban ecology). Kata kunci: konservasi lahan, lanskap kota, ruang terbuka hijau.
PENATAAN DAN PENGEMBANGAN RUANG KORIDOR SUNGAI CI TARUM BERLANDASKAN KEARIFAN DAN ASPIRASI MASYARAKAT LOKAL Rohmat, Dede; Sugito, Nanin Trianawati; Ridwana, Riki; Malik, Yakub; Ihsan, Muhammad; Putri, Indri Megantara; Wijaya, Muhamad Akbar; Sudrajat, Daffa Rizal Fauzan; Hakiki, Fikri Nurwan
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v24i1.42520

Abstract

Ci Tarum River is one of the rivers that is widely used for people's lives. Over time, the environmental conditions of the Ci Tarum River have decreased in quality. Ci Tarum has at least five segments with its own characteristics and focus on problems in each segment. Problems commonly encountered along the Ci Tarum stream are caused by land use along the riverbank, characteristics of residents around the river, characteristics and morphology of land around the river, land ownership status and policies and law enforcement. The handling of problems that occur in the river corridor has been implemented in one of the rivers in Melbourne, Australia, namely the Yarra River. There are several things that need to be considered in handling problems in the Ci Tarum River, namely the actual condition and use of land in the river corridor, land tenure status and social control, potential pollutants in the form of liquid and solid waste, community aspirations in the study village as well as pre-design development and utilization development. land in the Ci Tarum River Corridor. The urgency to organize the Ci Tarum River corridors from a physical and social perspective is important to balance or make as proportional as possible.
Hubungan Pembelajaran Mitigasi Bencana Dengan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Dalam Pembelajaran IPS Di SMP Negeri 2 Lembang Fitria, Neng Ani; Malik, Yakub; Logayah, Dina Siti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11114486

Abstract

Kondisi geologis wilayah Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng yang menyebabkan Indonesia menjadi negara rawan terkena bencana alam gempa bumi. Jawa Barat menjadi salah satu Provinsi yang memiliki kerawanan bencana gempa bumi diakibatkan oleh patahan Lembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi pembelajaran mitigasi bencana dalam pembelajaran IPS di SMPN 2 Lembang yang berada di wilayah Patahan Lembang sebagai upaya pembetukan sikap kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 158 orang yang terdiri dari kelas VIII. Adapun Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan majemuk dan pernyataan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran mitigasi bencana dalam pembelajaran IPS berada pada kategori sedang sebesar 51.2%, kemudian implementasi sikap kesiapsiagaan bencana gempa bumi termasuk pada kategori sedang sebesar 66.4% serta berdasarkan nilai signifikansi dapat diketahui Pembelajaran Mitigasi Bencana dan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi adalah sebesar 0.002 < 0.05 dengan memiliki nilai pearson Correlation sebesar 0.240 sehingga adanya hubungan yang signifikan dan positif dengan tingkat hubungan lemah antara Pembelajaran Mitigasi Bencana dengan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Lembang.
Pengaruh Pembelajaran Materi Interaksi Sosial Terhadap Sikap Peduli Sosial Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 1 Lembang Fitriyanti, Fitriyanti; Malik, Yakub; Jupri, Jupri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11107588

Abstract

This study aims to analyze whether there is an influence between social interaction material on students' social care attitudes at SMP Negeri 1 Lembang. With the development of science and technology affecting the social interaction of students which has a negative impact so that they have an indifferent attitude towards friends and the surrounding environment. With social studies learning, you can learn about character education and help to foster a socially caring attitude of students, especially in class VII social interaction material. The aim is to examine the effect of social interaction learning materials on students' social care attitudes. The method used is quantitative with descriptive statistical analysis and simple linear regression techniques. The results of the research data were processed using SPSS version 25. The results showed that the teacher's implementation of social interaction material was included in the moderate category with a total percentage of 66%, then the level of social care attitudes of students at SMP Negeri 1 Lembang was included in the medium category with a total percentage of 68%. In addition, based on the results of the analysis of test data using simple linear regression and Pearson product moment correlation, there is a significant and positive influence between social interaction material on the social care attitude of class VII students at SMP Negeri 1 Lembang by 48.2% in the positive direction.