Siti Suhaeni
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Gloria Equilly Luciana Wullur; Jardie A. Andaki; Grace O. Tambani; Siti Suhaeni; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51057

Abstract

Abstract The purpose of this study was to describe the business profile and analyze the financial condition of the seaweed cultivation business in Jayakarsa Village, West Likupang District. The population in this study are seaweed cultivators who are still active in Jayakarsa Village. The data collection method used in this study was purposive sampling, namely as many as 3 active seaweed cultivators. Data collection is done by observation or direct observation in the field. Primary data in this study is data obtained from direct observation in the research area by conducting interviews, observations and filling out questionnaires. Secondary data is data obtained from Jayakarsa Village data which is the place of research. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the seaweed cultivation business in Jayakarsa Village is feasible because it gets a net profit is Rp16,406,000 per year, with a positive Profit Rate (PR) value of 57%. Profitability value > 100% is 405%, and BCR value > 1 is 1.57. The value of sales results per year is Rp45,000,000 and production results are 9,000 Kg/year, all of which are above the sales BEP (sales BEP is Rp6,260,000) and Unit BEP (1,252 Kg Unit BEP) and the Payback Period is less than one year, which is only 4 months 26 days. Keywords: financial analysis; seaweed; Jayakarsa Village   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan profil usaha dan Menganalisis kondisi finansial usaha budidaya rumput laut di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat. Populasi dalam penelitian ini ialah pembudidaya rumput laut yang masih aktif usahanya di Desa Jayakarsa. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah purposive sampling, yaitu sebanyak 3 pembudidaya rumput laut yang masih aktif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan. Data primer dalam penelitian ini ialah data yang diperoleh dari pengamatan secara langsung di daerah penelitian dengan melakukan wawancara, observasi dan mengisi kuesioner. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari data Desa Jayakarsa yang menjadi tempat penelitian. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya rumput laut di Desa Jayakarsa ini layak dijalankan karena mendapatkan keuntungan bersih per tahun sebesar Rp16.406.000, dengan nilai Profit Rate (PR) positif sebesar 57%. Nilai Rentabilitas > 100% yaitu 405%, dan nilai BCR > 1 yaitu 1,57.  Nilai hasil penjualan per tahun sebesar Rp45.000.000 dan hasil produksi 9.000 Kg/tahun, semuanya diatas BEP penjualan (BEP penjualan Rp6.260.000) maupun BEP Satuan (BEP Satuan 1.252 Kg) dan Payback Periodnya adalah kurang dari satu tahun yaitu hanya 4 bulan 26 hari. Kata Kunci: analisis finansial, rumput laut, Desa Jayakarsa
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mulya Irawati; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong; Siti Suhaeni
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51537

Abstract

Abstract Buhias Village is one of the villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has a coral reef ecosystem. Buhias Village has the potential of a coral reef ecosystem that can be found along the coast. Existing coral reef ecosystems can be a source of income, namely in the form of catches such as fish, shrimp, and tourism businesses such as diving and fishing. The importance of calculating the indirect economic value of coral reef ecosystems is expected to be information for the community and government in making decisions and policies in the utilization of coral reef ecosystems so that they do not have negative impacts in the future. The population in this study are people who own houses and use wells in Buhias Village, namely 153 families. The sample taken was 10% of the existing population, namely 15 people. Methods of data collection in this study using the sampling method. The sampling technique is incidental sampling. The sampling technique is based on coincidence, namely consumers who meet by chance/accidentally with researchers can be used as a sample, if it is deemed that the person met by chance is suitable as a data source. The results of the research and discussion can be concluded that the indirect benefits of the coral reef ecosystem in Buhias Village are as a wave barrier, sea water intrusion barrier and abrasion prevention. The indirect economic value of the coral reef ecosystem in Buhias Village, namely wave breakers, amounts to IDR 486,030,038/year or 4,860,300,388/10 years, for seawater intrusion barriers amounts to IDR 4,708,226,225/year or IDR 47,082,262,250/10 years , and for abrasion prevention amounting to IDR 42,286,050,000/year or IDR 422,860,500,000/10 years, for a total of IDR 47,480,306,263/year or IDR 474,803,062,630/10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; coral reefs; Buhias Village   Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki ekosistem terumbu karang. Desa Buhias memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang dapat dijumpai pada sepanjang pesisir. Ekosistem terumbu karang yang ada dapat menjadi sumber penghasilan, yaitu berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang, dan usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing. Pentingnya dilakukan perhitungan nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang, diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pemanfaatan ekosistem terumbu karang sehingga tidak memberikan dampak buruk dimasa mendatang. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Desa Buhias yaitu sebanyak 153 KK. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada yaitu 15 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling. Teknik pengambilan sampel yaitu incidental sampling. Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu sebagai penahan gelombang, penahan intrusi air laut dan pencegah abrasi. Nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu penahan gelombang berjumlah Rp486.030.038/tahun atau 4.860.300.388/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226.225/tahun atau Rp47.082.262.250/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050.000/tahun atau Rp422.860.500.000/10 tahun, dengan total Rp47.480.306.263/tahun atau Rp474.803.062.630/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; terumbu karang; Desa Buhias
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI DESA BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Meike Ismalsi Gogali; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Victoria E.N. Andaki; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51783

Abstract

Abstract The aims of this study were: to identify the indirect benefits of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and to calculate the indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The benefits expected from the research include: increasing knowledge about the indirect economic value of mangrove forest ecosystems in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and fulfilling one of the requirements in completing education at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado. The method used in this research is case study. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews and direct observation in the field to see directly the condition of the mangrove forest and the condition of the community. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency, namely: IDR 137,478,804.40 / year or IDR 1,374,788,044.08 / 10 years, wave breakers amounting to IDR 425,082,852.73 / year or IDR 4,250,828 .527.33 / 10 years, for seawater intrusion protection it amounts to IDR 4,708,226.25 / year or IDR 47,082,262.50 / 10 years, and for abrasion prevention it amounts to IDR 42,286,050.00/ year or IDR 422,860,500.00/ 10 years. With a total of IDR 567,312,033.38 / year or IDR 5,673,120,333.80 / 10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; mangroves; Buhias Village Abstrak Tujuan penelitian ini, yaitu: mengidentifikasi manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Manfaat yang diharapkan dari penelitian antara lain: menambah pengetahuan tentang nilai ekonomi tidak langsung ekosistem hutan mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan untuk melihat langsung keadaan hutan mangrove dan keadaan masyarakat. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, yaitu: Rp.137.478.804,40/tahun atau Rp1.374.788.044,08/10 tahun, penahan gelombang berjumlah Rp425.082.852,73/tahun atau Rp4.250.828.527,33/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226,25/tahun atau Rp47.082.262,50/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050,00/tahun atau Rp422.860.500,00/10 tahun. Dengan total Rp567.312.033,38/tahun atau Rp5.673.120.333,80/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; mangrove; Desa Buhias
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP LAYANAN FASILITAS PELABUHAN SARANA PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Meilanny Juneta Nazar; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Srie J. Sondakh; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51224

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishery Port is one of the centers of capture fisheries activity in Bitung City. The level of user satisfaction is one of the determining factors for the success and sustainability of Bitung Ocean Fishery Port in carrying out its duties and functions to provide the facilities and services needed by fishermen. Based on the background above, it can be formulated that the existing problem is how the level of user satisfaction, namely fishermen, with service facilities, which in this case is limited to the facilities provided by PPS Bitung. The purpose of this research is to: identify what facilities are in Bitung Ocean Fishery Port and analyze the level of user satisfaction, in this case fishermen, with the service facilities provided by Bitung Ocean Fishery Port. The method used in this research is a case study. The population in this study were fishing boat captains who anchored and leaned on Bitung PPS. Data collection used the Sampling method, to determine the size of the sample to be studied using the Slovin method and a sample of 25 skippers was obtained. The data collected in this study are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis which is quantified. The first objective was achieved by direct observation at Bitung Ocean Fishery Port to identify existing facilities at Bitung Ocean Fishery Port. The second objective is to analyze the level of satisfaction of fishermen using Likert analysis. Based on the results of the Likert scale analysis for the satisfaction level of fishermen with basic facilities, an average value of 4.09 was obtained, functional facilities also obtained an average value of 4.08 and supporting facilities obtained an average value of 4.06. These results are averaged to 4.07 for all existing facilities in Bitung Ocean Fishery Port. It can be concluded that all users feel very satisfied in using all the facilities available at Bitung Ocean Fishery Port.  Keywords: perception; facilities; Bitung Ocean Fishery Port   Abstark Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap di Kota Bitung. Tingkat kepuasan pengguna merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dan keberlanjutan PPS Bitung dalam melakukan tugas dan fungsinya untuk menyediakan fasilitas dan layanan yang diperlukan nelayan. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang ada adalah bagaimana tingkat kepuasan pengguna yaitu nelayan terhadap layanan fasilitas yang dalam hal ini dibatasi pada fasilitas sarana saja yang disediakan oleh PPS Bitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengidentifikasi fasilitas sarana apa saja yang ada di PPS Bitung dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna dalam hal ini adalah nelayan, terhadap layanan fasilitas sarana yang disediakan oleh PPS Bitung Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah nakhoda kapal perikanan yang berlabuh dan bersandar di PPS Bitung. Pengambilan data menggunakan metode Sampling, untuk menentukan besarnya sampel yang akan diteliti menggunakan metode Slovin dan diperoleh sampel sebesar 25 orang Nakhoda. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang dikuantitatifkan. Tujuan pertama dicapai dengan observasi langsung di PPS Bitung untuk mengidentifikasi fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Tujuan kedua untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan digunakan analisis Likert. Berdasarkan hasil analisis skala likert untuk tingkat kepuasan nelayan terhadap fasilitas pokok memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,09, juga fasilitas fungsional memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,08 dan fasilitas penunjang memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,06. Hasil tersebut kalau di rata-ratakan menjadi 4,07 untuk semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semua pengguna merasa sangat puas dalam menggunakan semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Kata Kunci: persepsi; sarana; PPS Bitung