Siti Suhaeni
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP LAYANAN ADMINISTRASI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Nova Kristiani Matondang; Siti Suhaeni; Djuwita R.R. Aling; Swenekhe S. Durand; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44814

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishing Port is located in the waters of the Lembeh Strait. PPS Bitung is a class A fishing port located in Bitung City, North Sulawesi. The Bitung Ocean fishing port as the Technical Implementation Unit of the Director General of Capture Fisheries. Bitung Ocean Fishing Port has services such as port facility services and administrative services, the two services are one unit in fulfilling fishermen's satisfaction. Administrative services in Bitung Ocean Fishing Port such as issuance of STBLKK, SLO, SPB and IJTL. The population in this study are users of administrative services such as agents, captains and ship owners. The purpose of this study was to determine the satisfaction level of administration service users at Bitung Ocean Fishing Port. This research method uses a survey method. The number of samples taken as many as 15 people, using the sampling method. Sampling using incidental sampling method. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data is data collected directly by researchers by means of interviews. Secondary data is data collected from a second party in the form of notes or reports obtained from the port chief office at PPS Bitung. Data analysis in this study used a Likert scale. Based on the results of the analysis it can be concluded that users are very satisfied with the administrative services provided by PPS Bitung because the results of the analysis with a Likert scale obtained a score of 4.14 which means that users are very satisfied with the administrative services provided by PPS Bitung.  Keywords: fishery, port, port chief, service, satisfaction   Abstrak Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung terletak di perairan Selat Lembeh. PPS Bitung merupakan pelabuhan perikanan kelas A yang berlokasi di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pelabuhan perikanan Samudra Bitung sebagai Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Direktur Jendral Perikanan Tangkap. PPS Bitung memiliki layanan seperti layanan sarana pelabuhan serta layanan administrasi, kedua layanan tersebut merupakan satu kesatuan dalam memenuhi kepuasan nelayan. Layanan Administrasi yang ada di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis layanan administrasi apa saja yang ada di PPS Bitung dan mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan administrasi yang disediakan PPS Bitung Populasi dalam penelitian adalah pengguna layanan administrasi seperti agen, nahkoda dan pemilik kapal. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode sampling dan pengambilan sampel menggunakan metode insidental sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 15 orang. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner . Data sekunder dikumpulkan melalui catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Kesyahbandaran di PPS Bitung. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada beberapa layanan administrasi yang disediakan oleh PPS Bitung yaitu sarana penunjang layanan administrasi, layanan penerbitan STBLKK (Surat Tanda Bukti Laporan Kedatangan Kapal),STBLKK (Surat Tanda Bukti Laporan Keberangkatan Kapal) SLO (Surat Laik Operasi), SPB (Surat Persetujuan Berlayar) dan IJTL (Imbalan Jasa Tambat Labuh). Hasil analisis dengan skala Likert diperoleh hasil bahwa pengguna layanan administrasi PPS Bitung merasa sangat puas terhadap layanan administrasi yang disediakan. Hasil analisis dengan skala Likert diperoleh skor 4,14 yang berarti bahwa pengguna merasa sangat puas terhadap layanan administrasi yang diberikan oleh PPS Bitung. Kata Kunci: perikanan, pelabuhan, syahbandar, layanan, kepuasan
TARAF HIDUP KELUARGA ANAK BUAH KAPAL (ABK) KAPAL PAJEKO DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Riska Puji Lestari; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44957

Abstract

Abstract ABK is a crew member whose income depends on the catch and also the profit-sharing system. The problem is how the abk family meets their daily needs and how they family's standard of living is, because their catch is heavily influenced by the season and weather. The purpose of this study is to determine the number and source of income of the ABK pajeko family, to find out the amount and type of family expenses, and analyse the contribution of ABK's income to the total family income, as well as to find out the standard of living of the ABK pajeko family in Batulubang Village. The method used in this study is the survey method. The population in this study is a family of pajeko ship crew in Batulubang Village, which numbers 40 people. Data retrieval method using census method. The data collected is primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of guided interviews with questionnaires and observations. Secondary data collection is by citing existing data from relevant agencies or previous research. Standard of living in analysis with Engel Index. Based on the results of the study, it is known that the average income of the family of the crew of the pajeko ship in Batulubang Village for one year is Rp. 40,152,500, sourced from the main job as a pajeko ship crew member and side job. The contribution of ABK's income to family income is 94.2%, this means that work as a pajeko ship crew member is the foundation of family life. The family expenditure of the crew of the pajeko ship consists of total food expenditure and total non-food expenditure. Average food expenditure of one year is Rp. 21,000,000, and average non-food expenditure for one year is Rp. 19,152,500, so that the average family expenditure for one year is Rp. 40,152,500. Engel Index analysis obtained at 52.3%, this means that 52.3% of the total income of ABK families in Batulubang Village is used to meet food needs only. This means that the welfare level of pajeko ship crew in Batulubang Village is still relatively low.  Keywords: standard of living, ABK, Batulubang   Abstrak ABK merupakan anak buah kapal yang pendapatannya bergantung pada hasil tangkapan dan juga sistem bagi hasil. Permasalahannya adalah bagaimana keluarga ABK tersebut memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bagaimana taraf hidup keluarga mereka, karena hasil tangkapan mereka banyak dipengaruhi oleh musim dan cuaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan keluarga ABK Kapal Pajeko, untuk mengetahui jumlah dan jenis pengeluaran keluarga, dan menganalisis kontribusi pendapatan ABK terhadap total pendapatan keluarga, serta untuk mengetahui taraf hidup keluarga ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah ABK Kapal Pajekoyang sudah berkeluarga yang ada di Kelurahan Batulubang yang berjumlah 40 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Taraf hidup di analisis dengan Indeks Engel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rata-rata keluarga ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang adalah Rp. 40.152.500 per tahun, bersumber dari pekerjaan pokok sebagai ABK Kapal Pajeko dan pekerjaan sampingan. Kontribusi pendapatan ABK terhadap pendapatan keluarga yaitu 94,2%, ini berarti bahwa pekerjaan sebagai ABK Kapal Pajeko merupakan tumpuan kehidupan keluarga. Pengeluaran keluarga ABK Kapal Pajeko terdiri dari total pengeluaran pangan dan total pengeluaran non pangan. Rata-rata pengeluaran pangan sebesar Rp. 21.000.000 per tahun, dan rata-rata pengeluaran non pangan sebesar Rp. 19.152.500 per tahun, sehingga rata-rata pengeluaran keluarga sebesar Rp. 40.152.500 per tahun. Analisis Indeks Engel yang diperoleh sebesar 52,3%, ini berarti bahwa 52,3% dari total pendapatan keluarga ABK di Kelurahan Batulubang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Hal ini berarti bahwa tingkat kesejahteraan ABK Kapal Pajeko di Kelurahan Batulubang masih tergolong rendah. Kata Kunci: taraf hidup, ABK, Batulubang
TARAF HIDUP RUMAH TANGGA NELAYAN PENANGKAP GURITA DI DESA BULUTUI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Adhiah Mella Cahyani; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45468

Abstract

Abstract The purpose of this study, first to find out what are the sources and how much income of octopus-catching fisherman households, secondly to find out what types and amounts of octopus-catching fisherman households spend, and thirdly to find out how the standard of living of octopus-catching fishermen is. The method used in this research is survey method. The population in this study were octopus fishermen in Bulutui Village. The data collection method used is census. The census was conducted on a total population of 38 respondents. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data were obtained from the Bulutui Village Office and previous studies related to this research. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The standard of living of octopus fishing households was analyzed using the Engel Index. Based on the research results, it is known that fishermen's household income comes from work as octopus fishermen, and side jobs are still in the field of fisheries, such as crew members. Other jobs outside the fishery sector such as being a construction worker and animal breeder. The average total household income of octopus fishermen in Bulutui Village for one year is Rp. 34.254.349. There are 2 types of expenditure for fishing households in Bulutui Village, which is expenditure for food and expenditure for non-food. The average total expenditure for one year is Rp. 34.254.349, which is divided into expenditure for food needs of Rp. 17.981.053 and expenditure for non-food needs which are Rp. 16.273.296. The results of the analysis of the Engel Index are 52,49%, meaning that more than half of the total income of octopus fishermen is used to meet food needs only. The proportion for food, which is 52,49%, is greater than the proportion for non-food, which is 47,51%. This indicates that the standard living or welfare level of octopus fishermen in Bulutui Village is still relatively low because more than half of their income is only sufficient to meet food needs.   Keywords: standard of living, fishermen, octopus, Bulutui.  Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sumber dan jumlah pendapatan rumah tangga nelayan penangkap gurita, dan untuk mengetahui jenis dan jumlah pengeluaran rumah tangga nelayan penangkap gurita, serta untuk mengetahui bagaimana taraf hidup nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan penangkap gurita yang ada di Desa Bulutui yang berjumlah 38 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari Kantor Desa Bulutui dan penelitian-penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Analisis data yang digunakan iaalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Taraf hidup rumah tangga nelayan gurita dianalisis dengan Indeks Engel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan rumah tangga nelayan bersumber dari pekerjaan sebagai nelayan penangkap gurita, dan pekerjaan sampingan masih dibidang perikanan, seperti ABK. Pekerjaan lain diluar bidang perikanan seperti menjadi tukang bangunan dan peternak hewan. Total pendapatan rumah tangga nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui rata-rata per tahun adalah Rp. 34.254.349. Pengeluaran rumah tangga nelayan di Desa Bulutui ada 2 macam, yaitu pengeluaran untuk pangan dan pengeluaran untuk non pangan. Total pengeluaran rata-rata per tahun adalah sebesar Rp. 34.254.349 yang terbagi menjadi pengeluaran untuk kebutuhan pangan sebesar Rp. 17.981.053 dan pengeluaran untuk kebutuhan non pangan yaitu sebesar Rp. 16.273.296. Hasil analisis Indeks Engel ialah 52,49%, artinya total pendapatan nelayan penangkap gurita lebih dari setengah pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Proporsi untuk pangan yaitu 52,49% lebih besar dibanding proporsi untuk non pangan yaitu 47,51%. Hal ini menandakan bahwa taraf hidup atau tingkat kesejahteraan nelayan penangkap gurita di Desa Bulutui masih tergolong rendah. Kata Kunci: taraf hidup, nelayan, gurita, Bulutui
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN IKAN ROA ASAP DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Sarah Safitri` Ramadhany; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44893

Abstract

Abstract Kinabuhutan Village is a coastal village located on a small island in West Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The majority of Kinabuhutan Village residents work as fishermen and most of them are traditional fishermen. One of the catches of fishermen in Kinabuhutan Village is the Julung-julung fish or in the local language it is known as the roa fish. Almost all of the catches of roa fish in Kinabuhutan Village are accommodated by smoked roa fish processing entrepreneurs in Kinabuhutan Village as raw materials.It is necessary to examine the assessment, views, perceptions and attitudes of fishermen as raw material suppliers towards the existence of a small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village in order to determine the sustainability of each business, both fishermen and smoked roa fish processors. If all attitudes and views of the fishing community towards the smoked roa fish processing small industry are negative, then there will be no support from fishermen for efforts to develop existing smoked roa fish processing businesses. The positive perception of the community is an important factor that determines the success and sustainability of the small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The purpose of this study was to find out how fishermen's knowledge of the functions and benefits of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan Village and to find out fishermen's perceptions of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan VillageThe population in the study were all fishermen who owned roa fishing gear, totaling 27 people. This research method used a survey method. Retrieval of data using the census method, namely the entire population is used as a respondent. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was collected by means of observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data is collected through notes or reports obtained from the Kinabuhutan Village office. Data analysis in this study used qualitative analysis which was quantified using a Likert scale analysis.Based on the results of the research analyzed using the Gutman Scale, it is known that 86.48% of fishermen in Kinabuhutan Village know the functions and benefits of a small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The results of the Likert scale analysis show that fishermen's perceptions of the small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village are very good. This is evidenced by the results of the average Likert scale dimension, which is 4.28, which means it is on a very good scale. Keywords: perception; fishermen; roa smoke; Kinabuhutan   Abstrak Desa Kinabuhutan merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di sebuah pulau kecil di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Mayoritas penduduk Desa Kinabuhutan bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Salah satu hasil tangkapan nelayan di Desa Kinabuhutan adalah ikan Julung-julung atau dalam bahasa daerahnya terkenal dengan ikan roa. Hasil tangkapan ikan roa di Desa Kinabuhutan hampir semuanya ditampung oleh pengusaha pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sebagai bahan baku. Penilaian, pandangan, persepsi dan sikap nelayan sebagai pemasok bahan baku terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan perlu untuk diteliti agar dapat mengetahui keberlanjutan usaha masing-masing, baik nelayan maupun pengolah ikan roa asap. Jika seluruh sikap dan pandangan masyarakat nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap adalah negatif, maka tidak akan ada dukungan dari nelayan terhadap upaya pengembangan usaha pengolahan ikan roa asap yang ada. Persepsi yang positif dari masyarakat merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan nelayan akan fungsi dan manfaat industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan dan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan Populasi dalam penelitian adalah semua nelayan pemilik alat tangkap ikan roa yang berjumlah 27 orang Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode sensus yaitu seluruh populasi dijadikan responden. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan melalui catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Desa Kinabuhutan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dengan analisis skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dengan Skala Gutman diketahui bahwa 86,48% nelayan di Desa Kinabuhutan mengetahui fungsi dan manfaat adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Hasil analisis skala Likert diketahui bahwa persepsi nelayan terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil rataan dimensi skala Likert yaitu 4,28 yang berarti berada dalam skala yang sangat baik. Kata Kunci: persepsi; nelayan; roa asap; Kinabuhutan
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN PINTU KOTA KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Joshua Junior Rumengan; Jardie A. Andaki; Florence V. Longdong; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to identify indirect benefits and calculate the indirect economic value of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City. The population in this study are people who own houses and use wells in Pintu Kota Village. The data collection method uses the sampling method, which only takes a portion of the sample from the population. Sampling using incidental sampling technique. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through interviews and direct field observations. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. Based on the results of the study, it can be concluded that the indirect benefits of mangrove ecosystems in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City are as windbreaks, abrasion prevention, wave arrestors and seawater intrusion barriers. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City for windbreaks is Rp565,782,656/year, for preventing abrasion is Rp4,216,299,500/year, for wave barriers is Rp229,866,184/year, and for anchoring seawater intrusion, which is Rp26,912,550,000/year. The total indirect economic value of the mangrove ecosystem in Pintu Kota Village, Lembeh Utara District, Bitung City, is Rp43,515,887,480/year.   Keywords: economic value, indirect benefits, mangrove   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manfaat tidak langsung dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Kelurahan Pintu Kota. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling, dimana hanya mengambil sebagian sampel dari populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu sebagai penahan angin, pencegah abrasi, penahan gelombang dan penahan intrusi air laut. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung untuk penahan angin yaitu Rp565.782.656/tahun, untuk pencegah abrasi yaitu Rp4.216.299.500/tahun, untuk penahan gelombang yaitu Rp229.866.184/tahun, dan untuk penahan intrusi air laut yaitu Rp26.912.550.000/tahun. Total nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung yaitu Rp43.515.887.480/tahun.   Kata Kunci: nilai ekonomi, manfaat tidak langsung, mangrove
STUDI USAHA TRANSPORTASI TAXI LAUT DI PULAU TALISE KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Hardiansyah Djunaidi; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46154

Abstract

Abstract Transportation is one of the means that is needed by humans when they are on the move, especially in terms of fulfilling economic needs. Transportation exists with various travel media, namely by land, sea and air. The distance from Talise Island to the capital city of West Likupang District is 21 km, so that people use sea transportation as their main means of activity, using viber boats, ketinting boats and body boats which are often used by the community as a means of inter-island sea transportation. Based on this background, it is necessary to conduct a study to provide an overview of how the inter-island sea taxi transportation business is on Talise Island, West Likupang District. The method used in this research is survey method. The data collection method used was a census. The population in this study were all inter-island sea taxi transportation entrepreneurs on Talise Island, West Likupang District. The time needed to carry out the research is approximately 5 months, from September to January 2023. The results of the research were analyzed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. The results of the analysis carried out can be concluded that the investment required in the sea taxi business on Talise Island is Rp. 172,000,000, while the total costs incurred in the sea taxi business on Talise Island amounted to Rp. 155,930,000. The results of the analysis of the feasibility of a sea taxi business on Talise Island show a net profit of Rp. 25,736,667: Operating profit of IDR 43,166,667.; the value of the positive profit rate is equal to 14.17%; The profitability is 14.96%. The BCR value > 1 is 1.17%, which means that this business is feasible. Sales proceeds or service revenue of IDR 181,666,667 and passengers of 4,600 people above the BEP receipts (BEP receipts IDR 93,939,394) and the BEP for passenger units (BEP Units 2,147 people) and the Payback Period is 2 years 4 months 2 days.   Keywords: boat, transportation; investment; feasibility; Talise   Abstrak Transportasi merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan manusia ketika beraktivitas, apalagi dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi. Transportasi ada dengan berbagai media perjalanan, yaitu melalui daratan, lautan dan udara. Jarak dari Pulau Talise ke Ibukota Kecamatan Likupang Barat yaitu 21 km, sehingga masyarakat menggunakan trasportasi laut sebagai sarana utama untuk beraktivitas, dengan menggunakan perahu viber, perahu ketinting dan perahu body yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu alat transportasi laut antar pulau. Berdasarkan latar belakang ini maka perlu dilakukan studi guna memberikan gambaran umum tentang bagaimana keadaan usaha transportasi taksi laut antar pulau yang ada di Pulau Talise Kecamatan Likupang Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah sensus.. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pengusaha transportasi taksi laut antar pulau yang ada di Pulau Talise Kecamatan Likupang Barat. Waktu yang diperlukan dalam melaksanakan penelitian kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan September–Januari 2023. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa investasi yang dibutuhkan dalam usaha taksi laut di Pulau Talise adalah sebesar Rp. 172.000.000, sedangkan total biaya yang dikeluarkan dalam usaha taksi laut di Pulau Talise adalah sebesar Rp. 155.930.000. Hasil analisis kelayakan usaha taksi laut di Pulau Talise diperoleh keuntungan bersih per tahun sebesar Rp. 25.736.667: Operating profit sebesar Rp.43.166.667.; nilai profit ratenya positif yaitu sebesar 14,17%; Rentabilitasnya yaitu 14,96%. Nilai BCR > 1 yaitu 1,17% yang artinya usaha ini layak dijalankan. Hasil penjualan atau pendapatan jasa Rp 181.666.667 dan penumpang sebanyak 4.600 orang diatas BEP penerimaan (BEP penerimaan Rp. 93.939.394) maupun BEP satuan penumpang (BEP Satuan 2.147 orang) dan Payback Periodnya 2 tahun 4 bulan 2 hari.   Kata kunci: perahu, transportasi; investasi; kelayakan usaha; Talise  
KELAYAKAN USAHA PUKAT PANTAI BAGI NELAYAN DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMABAGA KOTA BITUNG Misyel Margaretha Naalinsong; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Nurdin Jusuf; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46263

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the feasibility of the beach seine business in Tandurusa Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were fishermen who owned beach seine businesses in the Tandurusa sub-district, while data collection was carried out by census. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews guided by a list of questions. Secondary data was collected through existing data at the Kelurahan office or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the results of the due diligence analysis of the beach seine business in Tandurusa Sub-District obtained a net profit of Rp. 847,348,750 per year, an operating profit of Rp. 870,600,000, a positive profit rate of 46.46%, profitability of 590.74% , the value of BC/R> 1 1.87 from the sale of IDR 1,824,000,000, and the catch of 4,560 buckets above the value of BEP sales of IDR 48,440,104, the BEP for units is 121.1 buckets and the payback period is 2 months 1 day. Based on all the feasibility tests that have been carried out, it can be concluded that the beach seine business in the Tandurusa Village is feasible based on several business feasibility criteria. Keywords: fishermen; beach trawlers; business feasibility; Tandurusa Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan pemilik usaha pukat pantai yang ada di kelurahan Tandurusa, sedangkan pengambilan datanya dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara yang dipandu dengan daftar pertanyaan. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor Kelurahan atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa diperoleh keuntungan bersih per tahun ialah sebesar Rp847.348.750, operating profit sebesar Rp870.600.000, nilai profit rate positif 46,46%, rentabilitas 590,74%, nilai BC/R>1 1,87 hasil penjualan Rp1.824.000.000, dan hasil tangkapan sebesar 4.560 ember di atas nilai BEP penjualan Rp48.440.104, BEP satuan 121,1 ember dan payback period 2 bulan 1 hari. Berdasarkan seluruh uji kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa ini layak dijalankan berdasarkan beberapa kriteria kelayakan usaha. Kata kunci: nelayan; pukat pantai; kelayakan usaha; Tandurusa
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG Glen Silaban; Nurdin Jusuf; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Siti Suhaeni; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47001

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the general condition of the smoked skipjack tuna business and to determine the feasibility of the smoked skipjack tuna business in Upper Girian Village, Girian District, Bitung City. The basic method in this study is a case study approach obtained from all parties concerned with data collection techniques using the census method with a population of 10 respondents as owners of smoked skipjack tuna businesses. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data were obtained through site surveys, interviews and filling out questionnaires and secondary data were obtained from data in companies or journals and other literature to support this research. Then the data obtained in the analysis using business feasibility analysis such as operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Based on the analysis carried out, it can be concluded that the smoked skipjack tuna business in Girian Atas Village is feasible to run,  because it gets a net profit per year of Rp266,286,000 with an Operating Profit (OP) value of Rp269,224,000, a positive Profit Rate (PR) value of 50.1%, a BCR >1 value of 1.5. The rentability value is >100% which is 3341%, the BEP value is Rp8,641,176.47 and the breakeven point per year is 19,920 clasps and the Payback Period is 0.36 months or 11 days with sales proceeds of Rp697,800,000.  Keywords: feasibility; business; smoked skipjack fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum usaha ikan cakalang asap dan untuk mengetahui kelayakan usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian Kota Bitung. Metode dasar dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus yang diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode sensus dengan populasi adalah 10 orang responden sebagai pemilik usaha ikan cakalang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei lokasi, wawancara dan pengisian kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data yang ada di perusahaan atau jurnal dan literatur lain untuk menunjang penelitian ini. Kemudian data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis kelayakan usaha seperti operating profit, net profit, profit rate, benefit cost ratio, rentabilitas, break even point dan payback period. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp266.286.000 dengan nilai Operating Profit (OP) adalah Rp269.224.000, nilai Profit Rate (PR) positif yaitu 50,1 %, nilai BCR >1 yaitu 1,5. Nilai rentabilitas >100% yaitu 3341% , nilai BEP sebesar Rp8.641.176,47 dan titik impas per tahun adalah 19,920 jepit dan Payback Period yaitu 0,36 bulan atau 11 hari dengan hasil penjualan sebesar Rp697.800.000. Kata kunci: kelayakan; usaha; ikan cakalang asap
KONTRIBUSI PENDAPATAN ALAT TANGKAP PANAH IKAN (JUBI) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA Amelia Atmi Lussy; Steelma V. Rantung; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Florence V. Longdong; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the amount of income using arrow fishing gear, the amount and other sources of income for fishing households and to find out how much the income of arrow fishing gear contributes to the household income of arrow fishing gear fishermen on Mantehage Island, Tinongko Village. used in this study is the survey method. The population in this study were fishermen who used fish arrow fishing gear and had 17 families in Tinongko Village. Methods of data collection using the census method. The data collected are primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of interviews guided by questionnaires and observation. Secondary data collection by citing existing data from related agencies or previous research. Based on the research results, it is known that the income of fishermen using arrow fishing gear in Tinongko Village is IDR 18,818,138 per year. The household income of fishermen using other fishing gear is Rp4,800,000, and another household income is Rp10,035,294, so that the total income of fishing households is Rp33,653,432. The income contribution of fishermen using fish arrow fishing gear to family income is 55.54%. Keywords: contribution; arrow fish fishermen; Mantehage Island   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah pendapatan menggunakan alat tangkap panah ikan, berapa jumlah dan sumber pendapatan lain rumah tangga nelayan serta mengetahui berapa besar besar kontribusi pendapatan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan rumah tangga nelayan alat tangkap panah ikan di Pulau Mantehage Desa Tinongko.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap panah ikan dan sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko berjumlah 17 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder dengan cara mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pendapatan nelayan menggunakan alat tangkap panah ikan di Desa Tinongko ialah Rp18.818.138 per tahun. Pendapatan rumah tangga nelayan menggunakan alat tangkap lain ialah Rp4.800.000, dan pendapatan rumah tangga lainnya ialah Rp10.035.294, sehingga total pendapatan rumah tangga nelayan ialah Rp33.653.432. Kontribusi pendapatan nelayan dengan menggunakan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan keluarga ialah 55,54%. Nilai tersebut sedikit lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari pekerjaan lainnya yaitu sebesar 44,46% sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa dari kebutuhan hidup keluarga nelayan ditopang dengan penghasilan dari alat tangkap panah ikan. Kata Kunci: kontribusi; nelayan panah ikan; Pulau Mantehage
KEADAAN SOSIAL-EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA GANGGA II KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Esha Pinkan Manurapon; Djuwita R.R. Aling; Siti Suhaeni; Swenekhe S. Durand; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47272

Abstract

Abstract The aim of the research is to find out the social condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Knowing the economic condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. This research will be carried out in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research time is planned for five (5) months starting from November 2022 to March 2023. The basic method used in this research is a case study. The respondents were 20 traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency which were obtained through a purposive sampling method. The data will then be analyzed using qualitative analysis and quantitative analysis methods. Based on the results of the study it was found that the social condition of hand line fishermen in Gangga II Village was seen in terms of age, all respondents were at a productive age. The education of fishermen for the majority of respondents only graduated from elementary school, although there was one person who graduated from PT. Most of the dependents of the respondent's family are those who have a family of 3 dependents, which is as much as 50%. The economic condition of fishermen as seen from expenditures for investment costs Rp. 6,351,250 with an average expenditure for fixed costs of Rp. 1,411,250 and variable costs used for fishing operations amounting to Rp. 16,993,800. The average net income per year is IDR 31,518,700, so if the average net income per month is IDR. 2,626,000. Keywords: social economy; hand line; Gangga II   Abstrak Tujuan penelitian ialah mengetahui keadaan sosial nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Mengetahui keadaan ekonomi nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian direncanakan lima (5) bulan di mulai dari bulan November 2022 sampai dengan bulan Maret 2023. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Adapun yang menjadi responden adalah 20 orang nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data kemudian akan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keadaan sosial nelayan pancing ulur di Desa Gangga II dilihat dari segi usia, semua responden berada pada umur yang produktif. Pendidikan nelayan responden mayoritas hanya lulus SD walaupun ada satu orang yang lulusan PT. Tanggungan keluarga responden yang banyak adalah mereka yang mempunyai tanggungan keluarga 3 orang yaitu sebanyak 50%. Keadaan ekonomi nelayan yang dilihat dari pengeluaran untuk biaya investasi Rp.6.351.250 dengan rata-rata pengeluaran untuk biaya tetap adalah Rp.1.411.250 dan biaya tidak tetap yang digunakan untuk operasional penangkapan ikan adalah sebesar Rp. 16.993.800. Pendapatan bersih rata-rata per tahun adalah Rp.31.518.700, sehingga kalau di rata-ratakan pendapatan bersih per bulan adalah Rp. 2.626.000. Kata kunci: sosial ekonomi; pancing ulur; Gangga II