Djuwita R.R. Aling
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMPINGAN NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PEREKONOMIAN KELUARGA DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Esgit Pangidunan; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46458

Abstract

Abtrack The research objectives are: to analyze the extent to which fishermen's side jobs contribute to the family economy in Tateli Weru Village, Mandolang District. Benefits of Research: Adding information and knowledge about fishermen's side jobs. The basic method used in this research is survey. The population in this study were hand line fishermen in Tateli Weru Village, totaling 45 people. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analyzed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed that the large contribution of side jobs to the income of hand line fishermen, both farm laborers (38.57%), construction workers (59.63%), and motorcycle taxi drivers (88.17%), is not more than half of the total fishermen's income. The suggestion from this research is that the contribution of side jobs can be greater or equal to the main job and fishermen should also be more diligent or more focused on developing and increasing income from this side job.   Keywords: contribution, side job, fisherman, Tateli Weru   Abstrak Tujuan penelitian yaitu: untuk menganalisis sejauh mana kontribusi pekerjaan sampingan nelayan terhadap perekonomian keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang. Manfaat Penelitian: Menambah informasi dan pengetahuan tentang pekerjaan sampingan nelayan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang berjumlah 45 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi pekerjaan sampingan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur baik buruh tani (38,57%), buruh bangunan (59,63%), dan tukang ojek (88,17%), tidak lebih dari separuh total keseluruhan pendapatan nelayan. Saran dari penelitian ini adalah agar supaya kotribusi pekerjaan sampingan bisa lebih besar atau setara dengan pekerjaan utama dan sebaiknya para nelayan juga bisa lebih rajin atau lebih fokus lagi dalam pengembangan dan peningkatan pendapatan pada pekerjaan sampingan tersebut.   Kata kunci : kontribusi, pekerjaan sampingan, nelayan, Tateli Weru
PROFIL USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE (BOBARA) MENGGUNAKAN JARING APUNG DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Octavian Rudolf Bulele; Jardie A. Andaki; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.44960

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the profile of the trevally fish (bobara) cultivation business using floating nets in Sindulang I Village, Tuminting District, Manado City. The basic method used in this research is the survey method. The data analysis used in the research is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Based on the results and discussion, it can be concluded: 1) the pompano fish farming business consists of 10 people, the highest level of education is Bachelor's degree and the lowest is elementary school, the highest age is 72 years and the lowest is 27 years; 2) length of running the business 1 – 15 years; 3) the investment required is an average of IDR 17,500,000, namely making cages with an average investment amount of IDR 8,500,000, boats with an average amount of IDR 5,250,000 and other costs an average of IDR 3,750,000; 4). The average income per year is IDR 52,500,000, where in 1 year there is only 1 harvest and the average sales target is to sell to markets and restaurants, with an average market price of IDR 55,000-60,000/kg. Keywords: giant travelly; profile; cultivator; cages; income Abstrak Tujuan penelitian ini mengetahui profil usaha budidaya ikan kuwe (bobara) menggunakan jaring apung di Kelurahan Sindulang I Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulan: 1) usaha budidaya ikang kuwe berjumlah 10 orang, tingkat pendidikan paling tinggi S1 dan paling rendah SD, umur yang paling tinggi 72 tahun dan paling rendah 27 tahun; 2) lama menjalankan usaha 1 – 15 tahun; 3) investasi yang perlukan rata-rata Rp17.500.000 yaitu pembuatan keramba dengan rata-rata jumlah investasi Rp8.500.000, perahun jumlah rata-rata Rp5.250.000 dan biaya lain-lain rata-rata Rp3.750.000; 4). Pendapatan rata-rata per tahun Rp52.500.000, hal mana dalam 1 tahun hanya 1 kali panen dan sasaran penjualan rata-rata dijual ke pasar dan rumah makan, dengan harga pasar rata-rata Rp55.000-60.000/kg. Kata kunci: bobara; profil; pembudidaya; karamba; pendapatan
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK PADA KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA BORGO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Keith Imanuel Kandey; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Christian R. Dien; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46633

Abstract

Abstract This study aims to determine the general condition of traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency, and also to determine the parenting patterns of parents towards children in traditional fishermen families in Borgo Village, Tombariri Subdistrict, Minahasa Regency. The method used in this research is a case study. A case study is an exploration of a bounded system or a case or various case over time through data collection and involving various rich sources of information in a context. The population in this study was 136 traditional fishing families in Borgo Village. Data were collected using purposive sampling technique. The sample taken was 15 fishermen families (11% of the total population) who had children. Primary data collection used observation, interviews and questionnaires, while secondary data were obtained from statistical records available at government institutions in Borgo Village Office. The data analysis used was descriptive qualitative and descriptive quantitative analysis, using the Guttman scale, which is research that when you want to get a firm answer to a stated problem and is always made in the choice of "Yes or No". The results of research on Parenting of Children in Traditional Fishing Rod Families in Borgo Village, Tombariri District, Minahasa Regency, showed that the dominant form of Democratic Parenting is giving freedom to children to choose what is best for them, characterized by parents' recognition of children's abilities, listening to children's opinions, involving children in discussions, and providing opportunities for children not to always depend on their parents. The percentage of Democratic Parenting (53.33%) where parents who are responsive to children's needs, parents who are realistic about children's abilities, parents who are warm and try to guide children, parents who provide explanations about the impact of good or bad actions, and parents who involve children in decision making.  Keywords: parenting; family; fishermen; traditional   Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui keadaan umum keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, selain itu juga untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak pada keluarga nelayan tradisional di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case study). Studi kasus adalah sebuah eksplorasi dar suatu sistem yang terikat atau suatu kasus atau beragam kasus yang dari waktu ke waktu melalui pengumpulan data serta melibatkan berbagai sumber informasi yang kaya dalam suatu konteks. Populasi dalam penelitian ini adalah 136 keluarga nelayan tradisional yang ada di Desa Borgo. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 15 keluarga nelayan (11% dari keseluruhan populasi) yang mempunyai anak. Pengumpulan data primer menggunakan cara observasi, wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan statistik yang ada pada lembaga pemerintahan di Kantor Desa Borgo. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, menggunakan skala Guttman yaitu penelitian yang bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang dinyatakan dan selalu dibuat dalam pilihan "Ya atau Tidak". Hasil penelitian pada Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak pada Keluarga Nelayan Tradisional Pancing Ulur di Desa Borgo Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, didapatkan hasil dominan bentuk Pola Asuh Demokratis yaitu memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih apa yang terbaik bagi dirinya, ditandai dengan pengakuan orang tua terhadap kemampuan anak, mendengarkan pendapat anak, melibatkan anak dalam diskusi, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk tidak selalu bergantung pada orang tuanya. Persentase Pola Asuh Demokratis (53,33%) dimana orang tua yang responsif terhadap kebutuhan anak, orang tua yang realistis terhadap kemampuan anak, orang tua yang bersikap hangat dan berupaya membimbing anak, orang tua yang memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik ataupun buruk, dan orang tua yang melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Kata Kunci: pola asuh; keluarga; nelayan; tradisional
KEADAAN SOSIAL-EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA GANGGA II KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Esha Pinkan Manurapon; Djuwita R.R. Aling; Siti Suhaeni; Swenekhe S. Durand; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47272

Abstract

Abstract The aim of the research is to find out the social condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Knowing the economic condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. This research will be carried out in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research time is planned for five (5) months starting from November 2022 to March 2023. The basic method used in this research is a case study. The respondents were 20 traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency which were obtained through a purposive sampling method. The data will then be analyzed using qualitative analysis and quantitative analysis methods. Based on the results of the study it was found that the social condition of hand line fishermen in Gangga II Village was seen in terms of age, all respondents were at a productive age. The education of fishermen for the majority of respondents only graduated from elementary school, although there was one person who graduated from PT. Most of the dependents of the respondent's family are those who have a family of 3 dependents, which is as much as 50%. The economic condition of fishermen as seen from expenditures for investment costs Rp. 6,351,250 with an average expenditure for fixed costs of Rp. 1,411,250 and variable costs used for fishing operations amounting to Rp. 16,993,800. The average net income per year is IDR 31,518,700, so if the average net income per month is IDR. 2,626,000. Keywords: social economy; hand line; Gangga II   Abstrak Tujuan penelitian ialah mengetahui keadaan sosial nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Mengetahui keadaan ekonomi nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian direncanakan lima (5) bulan di mulai dari bulan November 2022 sampai dengan bulan Maret 2023. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Adapun yang menjadi responden adalah 20 orang nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data kemudian akan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keadaan sosial nelayan pancing ulur di Desa Gangga II dilihat dari segi usia, semua responden berada pada umur yang produktif. Pendidikan nelayan responden mayoritas hanya lulus SD walaupun ada satu orang yang lulusan PT. Tanggungan keluarga responden yang banyak adalah mereka yang mempunyai tanggungan keluarga 3 orang yaitu sebanyak 50%. Keadaan ekonomi nelayan yang dilihat dari pengeluaran untuk biaya investasi Rp.6.351.250 dengan rata-rata pengeluaran untuk biaya tetap adalah Rp.1.411.250 dan biaya tidak tetap yang digunakan untuk operasional penangkapan ikan adalah sebesar Rp. 16.993.800. Pendapatan bersih rata-rata per tahun adalah Rp.31.518.700, sehingga kalau di rata-ratakan pendapatan bersih per bulan adalah Rp. 2.626.000. Kata kunci: sosial ekonomi; pancing ulur; Gangga II
NILAI TUKAR NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Bigbraian Talu; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51544

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village is located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has an area of 631 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. How is the situation in Mantehage Buhias Village regarding the exchange rate of fishermen in the hand line business and the income and expenses of fishing communities? This is the writer's attention to conduct research. Data collection was carried out by census, where the population in this study were traditional fishing line operators in Mantehage Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The census taking method is a data determination technique when all members of the population are used as respondents. In analyzing the data, it was carried out in a qualitative descriptive manner to describe statements using sentences or the author's own feelings, while quantitative descriptive was to provide results through calculations, such as addition using tools/additional tools. After all the data has been collected, the writer will use the NTN and INTN formulas in the solution. The total income of traditional fishing businesses using hand line fishing gear in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency can cover the basic needs of fishing families. With a NTN of 1.09 while fishermen's income can cover the business costs of traditional hand line fishing with an NTN of 1.38. Observations and calculations in November and December 2022 did not experience a decrease or increase in total NTN revenue, so it remained at the income standard with an INTN value of 100. Keywords: NTN; INTN; Mantehage Buhias   Abstrak Desa Mantehage Buhias terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Bagaimana keaadan di Desa Mantehage Buhias mengenai nilai tukar nelayan usaha pancing ulur serta pendapatan dan pengeluaran masyarakat nelayan? Hal tersebut menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian. Pengambilan data dilakukan secara sensus, dimana populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha nelayan tradisional pancing ulur di Desa Mantehage Buhias, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengambilan sensus merupakan teknik penentuan data bila semua anggota populasi digunakan sebagai responden. Dalam menganalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengambarkan keterangan-keterangan menggunakan kalimat atau perasaan penulis itu sendiri, sedangkan deskriptif kuantitatif untuk memberikan hasil melalui perhitungan, seperti penjumlahan dengan menggunakan alat bantu/tambahan. Setelah data terkumpul semua maka penulis akan menggunakan rumus NTN dan juga INTN dalam penyelesaiannya. Pendapatan total usaha nelayan tradisional dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dapat menutupi kebutuhan dasar keluarga nelayan. Dengan NTN sebesar 1,09 sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan tradisional pancing ulur dengan NTN sebesar 1,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November dan Desember 2022 tidak mengalami penurunan ataupun kenaikan pada total pendapatan NTN, sehingga tetap berada pada standar pendapatan dengan nilai INTN sebesar 100. Kata Kunci: NTN; INTN; Mantehage Buhias
GENDER SEKTOR PERIKANAN PADA KELOMPOK NELAYAN KARANG PUTIH DI KAWASAN MEGAMAS WENANG SELATAN KOTA MANADO Zwensy Elizabeth Erina Lempoy; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Jardie A. Andaki; Grace O. Tambani; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51547

Abstract

Abstract The aim of this research is to identify gender differences in traditional fishing businesses in the Megamas area, Wenang Village, Manado City. This research uses a survey method. This research was conducted to determine the role of gender in the fishing business of the Karang Putih fishing group. The sampling method used purposive sampling to obtain fishermen and family members involved in fishing businesses in the southern Megamas Wenang area. Descriptive techniques were used to analyze gender according to USAID (2010) guidelines, namely identifying, understanding, and describing gender differences. Gender analysis components include: 1) Data analysis separated by gender and information; and 2) Check and separate gender data and information collected through surveys. In this research, examination and separation of roles was carried out through questionnaires and interviews. Based on the results and discussion, it can be concluded: there are gender differences in the fisheries sector in the "Karang Putih" fishermen group in the Megamas area, Manado City. As for fishing and selling fish, the role of men is greater than that of women, because women's role is only to take care of household needs. However, men's role is very important because men's role is very necessary as a source of income for the family and to support the family. These two roles are very important to help each other in family life. Keywords: fishermen group; gender; duties and responsibilities   Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengidentifikasi perbedaan gender pada usaha nelayan tradisional di Kawasan Megamas Kelurahan Wenang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gender pada usaha nelayan pada kelompok nelayan Karang Putih. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan nelayan dan anggota keluarga yang terlibat dalam usaha nelayan yang ada di Kawasan Megamas Wenang selatan. Teknik deskriptif dilakukan untuk menganalisis gender menurut petunjuk USAID (2010), yaitu mengidentifikasi, memahami, dan menggambarkan perbedaan gender. Komponen analisis gender, meliputi: 1) Analisis data dipisahkan menurut jenis kelamin dan infomasi; dan 2) Periksa dan pisahkan data jenis kelamin dan informasi yang dikumpulkan melalui survei. Pada penelitian ini pemeriksaan dan pemisahan peran dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan: terdapat perbedaan gender pada sektor perikanan perikanan pada kelompok nelayan “Karang Putih” di Kawasan Megamas Kota Manado. Adapun pada aktivitas penangkapan ikan serta penjualan ikan, peran laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, karena peran perempuan hanya mengurus keperluan rumah tangga. Namun peran laki-laki sangat penting karena peran laki-laki sangat diperlukan untuk sumber pendapatan pada keluarga dan untuk menghidupi keluarga. Kedua peran tersebut sangat penting untuk saling membantu dalam kehidupan keluarga. Kata Kunci: kelompok nelayan; gender; tugas dan tanggung jawab
KONTRIBUSI PEREMPUAN PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA KEMA L KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Ester Syalomitha Israel; Djuwita R.R. Aling; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51782

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the number and sources of income of women selling fish in Kema Village, to analyze the contribution of female fish selling income to total family income, to determine the standard of living of the families of women selling fish in Kema 1 Village, Kema District, North Minahasa Regency. The method used in this research is a survey. The data collection method used was using the census method, namely taking all elements of the population as respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive and qualitative descriptive, to determine the contribution of women fish sellers to family income. Based on this research, it can be concluded: 1) the average gross income per year of women selling fish is IDR 32,297,143, with an average total cost per year of IDR 1,725,000, therefore the average net income per year of women selling fish in Kema I Village is IDR 25,118,000; 2) the household income of women selling fish in Kema I Village is IDR 179,500 per year in total, sourced from income from their main job as a fish seller by being a fish wholesaler, income from children who are already working, and income from outside fisheries, namely as a farmer, artisan , and owns a stall business; and 3) the contribution of female fish sellers' income to family income is 81%, this means that working as a female fish seller is the main job, but income from selling fish also has an influence on the family in helping to meet their needs. Key words: fish seller; woman; family income; contribution; Kema 1 Village   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan perempuan penjual ikan di Desa Kema, menganalisis kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap total pendapatan keluarga, mengetahui taraf hidup keluarga perempuan penjual ikan di Desa Kema 1 Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh elemen populasi dijadikan responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, untuk menentukan kontribusi perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan: 1) rata-rata penerimaan kotor per tahun perempuan penjual ikan adalah Rp32.297.143, dengan rata-rata total biaya per tahun sebesar Rp1.725.000, maka dari itu rata-rata penghasilan bersih per tahun perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp25.118.000; 2) pendapatan rumah tangga perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp179.500 per tahun secara keseluruhan, bersumber dari penghasilan pekerjaan pokok sebagai penjual ikan dengan menjadi pemborong ikan, pendapatan anak yang sudah bekerja, dan pendapatan dari luar perikanan yaitu sebagai petani, tukang, dan memiliki usaha warung; dan 3) kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga yaitu 81%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai perempuan penjual ikan merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar penjualan ikan juga berpengaruh bagi keluarga dalam membantu memenuhi kebutuhan. Kata kunci: penjual ikan; perempuan; pendapatan keluarga; kontribusi; Desa Kema 1
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI DESA BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Meike Ismalsi Gogali; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Victoria E.N. Andaki; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51783

Abstract

Abstract The aims of this study were: to identify the indirect benefits of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and to calculate the indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The benefits expected from the research include: increasing knowledge about the indirect economic value of mangrove forest ecosystems in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and fulfilling one of the requirements in completing education at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado. The method used in this research is case study. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews and direct observation in the field to see directly the condition of the mangrove forest and the condition of the community. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency, namely: IDR 137,478,804.40 / year or IDR 1,374,788,044.08 / 10 years, wave breakers amounting to IDR 425,082,852.73 / year or IDR 4,250,828 .527.33 / 10 years, for seawater intrusion protection it amounts to IDR 4,708,226.25 / year or IDR 47,082,262.50 / 10 years, and for abrasion prevention it amounts to IDR 42,286,050.00/ year or IDR 422,860,500.00/ 10 years. With a total of IDR 567,312,033.38 / year or IDR 5,673,120,333.80 / 10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; mangroves; Buhias Village Abstrak Tujuan penelitian ini, yaitu: mengidentifikasi manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Manfaat yang diharapkan dari penelitian antara lain: menambah pengetahuan tentang nilai ekonomi tidak langsung ekosistem hutan mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan untuk melihat langsung keadaan hutan mangrove dan keadaan masyarakat. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, yaitu: Rp.137.478.804,40/tahun atau Rp1.374.788.044,08/10 tahun, penahan gelombang berjumlah Rp425.082.852,73/tahun atau Rp4.250.828.527,33/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226,25/tahun atau Rp47.082.262,50/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050,00/tahun atau Rp422.860.500,00/10 tahun. Dengan total Rp567.312.033,38/tahun atau Rp5.673.120.333,80/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; mangrove; Desa Buhias
KONTRIBUSI USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE DENGAN KERAMBA JARING APUNG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Jeksen Tiago Wahyu Kulangke; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51784

Abstract

Abstract The aim of this research is to find out how much income trevally fish farmers earn and how much contribution the results of the trevally fish farming business make to the income of fishing families in Sindulang I Village. The research method used in this research is a survey. The population in this study are fishermen who work as pompano fish farmers. Data collection was carried out by sampling. Sampling was carried out by purposive sampling. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection in this research was carried out through observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data was obtained from agencies related to research. The data obtained was analyzed using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Based on the research results, the following results were obtained: 1) the income of fishing families from the trevally fish cultivation business using floating net cages is IDR 74,000,000 per year; 2) opinion outside the cultivation business Rp. 51,000,000; and 3) the contribution of the pompano fish cultivation business to family income is 59.20%. Key words: cultivator; giant trevally; profit; contribution Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui berapa besar pendapatan pembudidaya ikan kuwe dan seberapa besar kontribusi hasil usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga nelayan yang ada di Kelurahan Sindulang I. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan yang berprofesi sebagai pembudidaya ikan kuwe. Pengambilan data dilakukan secara sampling. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi yang berkaitan dengan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis diskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil sebagai berikut: 1) pendapatan keluarga nelayan dari usaha budidaya ikan kuwe dengan keramba jaring apung yaitu Rp74.000.000 per tahun; 2) pendapat di luar usaha budidaya Rp51.000.000; dan 3) kontribusi usaha budidaya ikan kuwe terhadap pendapatan keluarga 59,20%. Kata kunci: pembudidaya; ikan kuwe; keuntungan; kontribusi
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP LAYANAN FASILITAS PELABUHAN SARANA PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Meilanny Juneta Nazar; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Srie J. Sondakh; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51224

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishery Port is one of the centers of capture fisheries activity in Bitung City. The level of user satisfaction is one of the determining factors for the success and sustainability of Bitung Ocean Fishery Port in carrying out its duties and functions to provide the facilities and services needed by fishermen. Based on the background above, it can be formulated that the existing problem is how the level of user satisfaction, namely fishermen, with service facilities, which in this case is limited to the facilities provided by PPS Bitung. The purpose of this research is to: identify what facilities are in Bitung Ocean Fishery Port and analyze the level of user satisfaction, in this case fishermen, with the service facilities provided by Bitung Ocean Fishery Port. The method used in this research is a case study. The population in this study were fishing boat captains who anchored and leaned on Bitung PPS. Data collection used the Sampling method, to determine the size of the sample to be studied using the Slovin method and a sample of 25 skippers was obtained. The data collected in this study are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis which is quantified. The first objective was achieved by direct observation at Bitung Ocean Fishery Port to identify existing facilities at Bitung Ocean Fishery Port. The second objective is to analyze the level of satisfaction of fishermen using Likert analysis. Based on the results of the Likert scale analysis for the satisfaction level of fishermen with basic facilities, an average value of 4.09 was obtained, functional facilities also obtained an average value of 4.08 and supporting facilities obtained an average value of 4.06. These results are averaged to 4.07 for all existing facilities in Bitung Ocean Fishery Port. It can be concluded that all users feel very satisfied in using all the facilities available at Bitung Ocean Fishery Port.  Keywords: perception; facilities; Bitung Ocean Fishery Port   Abstark Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap di Kota Bitung. Tingkat kepuasan pengguna merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dan keberlanjutan PPS Bitung dalam melakukan tugas dan fungsinya untuk menyediakan fasilitas dan layanan yang diperlukan nelayan. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang ada adalah bagaimana tingkat kepuasan pengguna yaitu nelayan terhadap layanan fasilitas yang dalam hal ini dibatasi pada fasilitas sarana saja yang disediakan oleh PPS Bitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengidentifikasi fasilitas sarana apa saja yang ada di PPS Bitung dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna dalam hal ini adalah nelayan, terhadap layanan fasilitas sarana yang disediakan oleh PPS Bitung Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah nakhoda kapal perikanan yang berlabuh dan bersandar di PPS Bitung. Pengambilan data menggunakan metode Sampling, untuk menentukan besarnya sampel yang akan diteliti menggunakan metode Slovin dan diperoleh sampel sebesar 25 orang Nakhoda. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang dikuantitatifkan. Tujuan pertama dicapai dengan observasi langsung di PPS Bitung untuk mengidentifikasi fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Tujuan kedua untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan digunakan analisis Likert. Berdasarkan hasil analisis skala likert untuk tingkat kepuasan nelayan terhadap fasilitas pokok memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,09, juga fasilitas fungsional memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,08 dan fasilitas penunjang memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,06. Hasil tersebut kalau di rata-ratakan menjadi 4,07 untuk semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semua pengguna merasa sangat puas dalam menggunakan semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Kata Kunci: persepsi; sarana; PPS Bitung