Jardie A. Andaki
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GENDER PADA RANTAI NILAI PRODUK PENGOLAHAN IKAN KALENG DI PT. SAMUDRA MANDIRI SENTOSA KOTA BITUNG Brigita Angelita Pangerapan; Jardie A. Andaki; Swenekhe S. Durand; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46180

Abstract

Abstract This study aims to identify and analyse gender differences in the damage to the value of canned fish processing products at PT. Samudra Mandiri Sentosa. The method used in this research is a case study approach. A case study is research that is conducted centrally on a particular case to be observed and analysed carefully to completion. Case study data were obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection in this study was carried out by the sampling method, while the sampling method used was purposive sampling, which was carried out by taking subjects who were not based on strata, random or region but based on research objectives. Data collection was carried out on workers at PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Bitung City. Based on the results of the research and discussion it can be interpreted: 1) there are gender differences in each value chain of canned fish processing products at PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Bitung City starting from reception, skinning, loinning, packing, case up and labelling at PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung City of Bitung; 2) the role of women is more (84.36%) in lighter jobs because it requires extra skill and precision and diligence from female workers, while men (15.64%) are more in heavy work and use machines.   Keywords: company; canned fish; labour; value chain; gender   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perbedaan gender pada rantai nilai produk pengolahan ikan kaleng di PT. Samudra Mandiri Sentosa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan secara terfokus pada suatu kasus tertentu untuk diamati dan dianalisis secara cermat sampai tuntas. Data studi kasus diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sampling, adapun pengambilan sampling menggunakan metode purposive sampling, yaitu dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan strata, random atau daerah tetapi didasarkan pada tujuan penelitian. Pengambilan data dilakukan pada pekerja di PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Kota Bitung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: 1) terdapat perbedaan gender pada setiap rantai nilai produk pengolahan ikan kaleng di PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Kota Bitung mulai dari bagian receiving, skinning, loinning, packing, case up dan labeling di PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung Kota Bitung; 2) peranan perempuan lebih banyak (84,36%) pada pekerjaan yang lebih ringan karena membutuhkan keterampilan dan ketelitian ekstra serta ketekunan dari tenaga kerja perempuan, sedangkan laki-laki (15,64%) lebih pada pekerjaan yang berat dan menggunakan mesin.   Kata kunci: perusahaan; ikan kaleng; tenaga kerja; rantai nilai; gender
PROFIL USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE (BOBARA) MENGGUNAKAN JARING APUNG DI KELURAHAN SINDULANG I KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Octavian Rudolf Bulele; Jardie A. Andaki; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.44960

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the profile of the trevally fish (bobara) cultivation business using floating nets in Sindulang I Village, Tuminting District, Manado City. The basic method used in this research is the survey method. The data analysis used in the research is qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Based on the results and discussion, it can be concluded: 1) the pompano fish farming business consists of 10 people, the highest level of education is Bachelor's degree and the lowest is elementary school, the highest age is 72 years and the lowest is 27 years; 2) length of running the business 1 – 15 years; 3) the investment required is an average of IDR 17,500,000, namely making cages with an average investment amount of IDR 8,500,000, boats with an average amount of IDR 5,250,000 and other costs an average of IDR 3,750,000; 4). The average income per year is IDR 52,500,000, where in 1 year there is only 1 harvest and the average sales target is to sell to markets and restaurants, with an average market price of IDR 55,000-60,000/kg. Keywords: giant travelly; profile; cultivator; cages; income Abstrak Tujuan penelitian ini mengetahui profil usaha budidaya ikan kuwe (bobara) menggunakan jaring apung di Kelurahan Sindulang I Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulan: 1) usaha budidaya ikang kuwe berjumlah 10 orang, tingkat pendidikan paling tinggi S1 dan paling rendah SD, umur yang paling tinggi 72 tahun dan paling rendah 27 tahun; 2) lama menjalankan usaha 1 – 15 tahun; 3) investasi yang perlukan rata-rata Rp17.500.000 yaitu pembuatan keramba dengan rata-rata jumlah investasi Rp8.500.000, perahun jumlah rata-rata Rp5.250.000 dan biaya lain-lain rata-rata Rp3.750.000; 4). Pendapatan rata-rata per tahun Rp52.500.000, hal mana dalam 1 tahun hanya 1 kali panen dan sasaran penjualan rata-rata dijual ke pasar dan rumah makan, dengan harga pasar rata-rata Rp55.000-60.000/kg. Kata kunci: bobara; profil; pembudidaya; karamba; pendapatan
KONTRIBUSI ISTRI NELAYAN JUBI TERHADAP EKONOMI KELUARGA DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Josua Amy Hamel; Florence V. Longdong; Olvie V. Kotambunan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46615

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the contribution of income and source of income from the wife of a nelayan jubi” in Batulubang Village. This type of research is descriptive with a sampling method of data collection. The respondent was the wife of a nelayan jubi” who contributed to the family. The data was taken from 16 respondents who were fishermen's wives who had side jobs other than being housewives. The sampling method chosen is purposive sampling with its limitations. Has the age of under 60 years and as a fisherman's wife has been running a business for more than 1 year and the husband's length of time as a jubi fisherman is not less than 3 years. Based on the results of the study, it can be concluded that the work of the wife of a “nelayan jubi” in Batulubang Village, South Lembeh District, Bitung City, is a business selling garden products, a business selling credit, a fish seller business, a food stall business, a beverage selling business, a housekeeper, a sound system business and a stall business. The average contribution of jubi fishermen's wife's income to the family economy is 18.81% of the total family income of Rp5,015,750 per month.  Keywords: contribution; fisherman's wife; “nelayan jubi”   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi pendapatan dan sumber pendapatan dari istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan metode pengumpulan data secara sampling. Responden merupakan istri nelayan jubi yang memberi kontribusi terhadap keluarga. Data diambil dari 16 responden yang merupakan istri nelayan yang memiliki pekerjaan sampingan selain menjadi ibu rumah tangga. Metode sampling yang dipilih adalah purposive sampling dengan batasannya. Memiliki umur dibawah 60 tahun dan sebagai istri nelayan telah menjalankan usaha lebih dari 1 tahun dan lama suami menjadi nelayan jubi tidak kurang dari 3 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pekerjaan istri nelayan jubi di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung yaitu usaha jual hasil kebun, usaha jual pulsa, usaha penjual ikan, usaha warung makan, usaha jualan minuman, pembantu rumah tangga, usaha sound system dan usaha warung. Rata-rata kontribusi pendapatan istri nelayan jubi terhadap ekonomi keluarga sebesar 18,81% dari total pendapatan keluarga yang sebesar Rp5.015.750 per bulan. Kata Kunci: kontribusi; istri nelayan; nelayan jubi
ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Shalomika Rompis; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47000

Abstract

Abstract The purpose of this research is to describe the profile of workers in PT. Celebes Minapratama Bitung City and determines the exchange rate for workers at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The research method used is a case study. Data collection was obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection will use the Porposive Sampling method, namely for workers with a total of 141 workers, namely 15 workers in the labor unit section in wood fish processing, so that data collection is as much as 10% at PT. Celebes Minapratama. Data collection is carried out through observation, observation is a process of systematic observation of human activities and physical settings where these activities take place continuously from natural activities. (Adler, 1991). To calculate the exchange rate of these workers, an analysis of the NTP will be carried out. There are two models, namely according to Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt and according to Basuki, et al (2001) NTP can be shown in the index INTP worker exchange rate = IYt/IEt x 100%. Family income of wooden fish processing workers at PT. Celebes Minapratama in October 2022 to November 2022 processing Rp. 3,367,467 (100%) and non-fish processing Rp. 673,333 (100%), while the expenses of working families in processing wooden fish are Rp. 1,250,000 (100%) and household expenses of Rp. 1,257,867 (100%). The exchange rate of workers in total income and fish processing income is 1.61% and 2.69%, meaning that workers are able to meet subsistence needs and the cost of processing wooden fish.  Keywords: fish processing; NTP; INTP   Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu menggambarkan profil pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung dan menentukan nilai tukar pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data akan menggunakan metode Porposive Sampling, yaitu pada pekerja dengan jumlah 141 pekerja yaitu 15 pekerja pada bagian unit tenaga kerja di pengolahan ikan kayu, sehingga pengambilan data sebanyak 10% di PT. Celebes Minapratama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, observasi adalah proses pengamatan sistematis dari aktivitas manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dari aktivitas yang bersifat alami. (Adler, 1991). Untuk menghitung nilai tukar pekerja ini maka akan dilakukan analisis NTP ada dua model yaitu menurut Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt dan menurut Basuki, dkk (2001) NTP dapat ditunjukkan dalam indeks nilai tukar pekerja INTP=IYt/IEt x 100%. Pendapatan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama pada bulan Oktober 2022 sampai November 2022 pengolahan ikan sebanyak Rp. 3.367.467 (100%) dan non pengolahan ikan sebesar Rp. 673.333 (100%), sedangkan pengeluaran keluarga pekerja pada pengolahan ikan kayu Rp. 1.250.000 (100%) dan biaya rumah tangga sebanyak Rp. 1.257.867 (100%). Nilai tukar pekerja pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan ikan sebesar 1,61% dan 2,69% artinya pekerja mampu memenuhi kebutuhan subsisten dan biaya pengolahan ikan kayu. Kata Kunci: pengolahan ikan; NTP; INTP
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Gloria Equilly Luciana Wullur; Jardie A. Andaki; Grace O. Tambani; Siti Suhaeni; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51057

Abstract

Abstract The purpose of this study was to describe the business profile and analyze the financial condition of the seaweed cultivation business in Jayakarsa Village, West Likupang District. The population in this study are seaweed cultivators who are still active in Jayakarsa Village. The data collection method used in this study was purposive sampling, namely as many as 3 active seaweed cultivators. Data collection is done by observation or direct observation in the field. Primary data in this study is data obtained from direct observation in the research area by conducting interviews, observations and filling out questionnaires. Secondary data is data obtained from Jayakarsa Village data which is the place of research. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the seaweed cultivation business in Jayakarsa Village is feasible because it gets a net profit is Rp16,406,000 per year, with a positive Profit Rate (PR) value of 57%. Profitability value > 100% is 405%, and BCR value > 1 is 1.57. The value of sales results per year is Rp45,000,000 and production results are 9,000 Kg/year, all of which are above the sales BEP (sales BEP is Rp6,260,000) and Unit BEP (1,252 Kg Unit BEP) and the Payback Period is less than one year, which is only 4 months 26 days. Keywords: financial analysis; seaweed; Jayakarsa Village   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan profil usaha dan Menganalisis kondisi finansial usaha budidaya rumput laut di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat. Populasi dalam penelitian ini ialah pembudidaya rumput laut yang masih aktif usahanya di Desa Jayakarsa. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah purposive sampling, yaitu sebanyak 3 pembudidaya rumput laut yang masih aktif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan. Data primer dalam penelitian ini ialah data yang diperoleh dari pengamatan secara langsung di daerah penelitian dengan melakukan wawancara, observasi dan mengisi kuesioner. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari data Desa Jayakarsa yang menjadi tempat penelitian. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya rumput laut di Desa Jayakarsa ini layak dijalankan karena mendapatkan keuntungan bersih per tahun sebesar Rp16.406.000, dengan nilai Profit Rate (PR) positif sebesar 57%. Nilai Rentabilitas > 100% yaitu 405%, dan nilai BCR > 1 yaitu 1,57.  Nilai hasil penjualan per tahun sebesar Rp45.000.000 dan hasil produksi 9.000 Kg/tahun, semuanya diatas BEP penjualan (BEP penjualan Rp6.260.000) maupun BEP Satuan (BEP Satuan 1.252 Kg) dan Payback Periodnya adalah kurang dari satu tahun yaitu hanya 4 bulan 26 hari. Kata Kunci: analisis finansial, rumput laut, Desa Jayakarsa
KONTRIBUSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Anjas A. Gagola; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51536

Abstract

Abstract Tinongko Village is one of four villages on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The condition of the village which is located in a coastal area causes many people to have a livelihood as fishermen, one of which is hand line fishing. The level of fishermen's income is largely determined by the catch where the number of catches is also reflected in the amount of income received. This income, which depends on erratic catches, raises questions about how much the hand line fishermen's catch contributes to meeting their daily needs. The purpose of this study is to find out how much the contribution of capture fisheries products using hand line fishing gear to the income of fishermen households in Tinongko Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were all hand line fishermen who had families in Tinongko Village. The data collection method used is the census method, which is a complete data collection procedure for all population units. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews using a list of questions asked directly. Secondary data was collected through existing data at the village administration office, or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. The purpose of this study was achieved by analyzing the calculation of fishermen's household income and analyzing the contribution of income from capture fisheries. Based on the results of the study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Tinongko Village per year is Rp40,911,600. The income of fishermen families in Tinongko Village is Rp45,378,267 per year, sourced from the main livelihood, namely as fishermen using hand line fishing gear plus fishery income outside of hand line fishing gear and income outside fisheries. The contribution of handline catches to fishermen's household income is 90.16%, this means that work as handline fishing gear fishermen is the main job, but income from outside handline fishing gear also affects fishermen's families in meeting their daily needs.   Keywords: contribution; family income; long fishing line Abstrak Desa Tinongko merupakan salah satu dari empat desa yang ada di pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keadaan desa yang letaknya di daerah pesisir menyebabkan banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tangkap pancing ulur. Tingkat pendapatan nelayan sangat ditentukan oleh hasil tangkapannya dimana banyaknya tangkapan tercermin pula dari besarnya pendapatan yang diterima. Pendapatan yang begantung pada hasil tangkapan yang tidak menentu ini menimbulkan pertanyaan mengenai berapa kontribusi hasil tangkapan nelayan pancing ulur dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui berapa besar kontribusi hasil perikanan tangkap menggunakan alat tangkap pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yang ada di Desa Tinongko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, yaitu prosedur pendataan lengkap terhadap semua unit populasi. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara menggunakan daftar pertanyaan yang ditanyakan langsung. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor pemerintahaan desa, atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tujuan penelitian ini dicapai dengan analisis perhitungan pendapatan rumah tangga nelayan dan analisis kontribusi hasil pendapatan dari perikanan tangkap. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan alat tangkap pancing ulur di Desa Tinongko per tahun adalah sebesar Rp40.911.600. Pendapatan keluarga nelayan di Desa Tinongko sebesar Rp45.378.267 per tahun, bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan menggunakan alat tangkap pancing ulur ditambah dengan penghasilan perikanan diluar alat tangkap pancing ulur dan penghasilan diluar perikanan. Kontribusi dari hasil tangkapan pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yaitu 90,16% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan alat tangkap pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar alat tangkap pancing ulur juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kata kunci: kontribusi; pendapatan keluarga; pancing ulur
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mulya Irawati; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong; Siti Suhaeni
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51537

Abstract

Abstract Buhias Village is one of the villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has a coral reef ecosystem. Buhias Village has the potential of a coral reef ecosystem that can be found along the coast. Existing coral reef ecosystems can be a source of income, namely in the form of catches such as fish, shrimp, and tourism businesses such as diving and fishing. The importance of calculating the indirect economic value of coral reef ecosystems is expected to be information for the community and government in making decisions and policies in the utilization of coral reef ecosystems so that they do not have negative impacts in the future. The population in this study are people who own houses and use wells in Buhias Village, namely 153 families. The sample taken was 10% of the existing population, namely 15 people. Methods of data collection in this study using the sampling method. The sampling technique is incidental sampling. The sampling technique is based on coincidence, namely consumers who meet by chance/accidentally with researchers can be used as a sample, if it is deemed that the person met by chance is suitable as a data source. The results of the research and discussion can be concluded that the indirect benefits of the coral reef ecosystem in Buhias Village are as a wave barrier, sea water intrusion barrier and abrasion prevention. The indirect economic value of the coral reef ecosystem in Buhias Village, namely wave breakers, amounts to IDR 486,030,038/year or 4,860,300,388/10 years, for seawater intrusion barriers amounts to IDR 4,708,226,225/year or IDR 47,082,262,250/10 years , and for abrasion prevention amounting to IDR 42,286,050,000/year or IDR 422,860,500,000/10 years, for a total of IDR 47,480,306,263/year or IDR 474,803,062,630/10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; coral reefs; Buhias Village   Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki ekosistem terumbu karang. Desa Buhias memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang dapat dijumpai pada sepanjang pesisir. Ekosistem terumbu karang yang ada dapat menjadi sumber penghasilan, yaitu berupa hasil tangkapan seperti ikan, udang, dan usaha pariwisata seperti menyelam dan memancing. Pentingnya dilakukan perhitungan nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang, diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pemanfaatan ekosistem terumbu karang sehingga tidak memberikan dampak buruk dimasa mendatang. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang memiliki rumah dan menggunakan sumur di Desa Buhias yaitu sebanyak 153 KK. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada yaitu 15 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling. Teknik pengambilan sampel yaitu incidental sampling. Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa manfaat tidak langsung ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu sebagai penahan gelombang, penahan intrusi air laut dan pencegah abrasi. Nilai ekonomi tidak langsung dari ekosistem terumbu karang di Desa Buhias yaitu penahan gelombang berjumlah Rp486.030.038/tahun atau 4.860.300.388/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226.225/tahun atau Rp47.082.262.250/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050.000/tahun atau Rp422.860.500.000/10 tahun, dengan total Rp47.480.306.263/tahun atau Rp474.803.062.630/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; terumbu karang; Desa Buhias
KONTRIBUSI USAHA PERIKANAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE I BANGO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Alfeki Yangkobus; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51545

Abstract

Abstract Mantehage I Bango Village is one of the villages in Wori District, North Minahasa Regency. This village has an area of ​​330 km2, the distance between Mantehage I Bango Village and the Capital City of North Sulawesi Province is 26 km and it takes about 2 hours from Mantehage I Village. Bango to the Capital City of North Sulawesi Province by using a sea taxi. Mantehage I Bango Village has abundant marine resources, especially in the field of fisheries, and some residents in Mantehage I Bango Village depend on marine products to meet their family needs, especially hand line fishermen. The purpose of this study was to find out how much the hand line fishing business contributed to family income in Mantehage I Bango Village. The population in this study were hand line fishermen in Mantehage I Bango Village, 15 fishermen who were married, and all fishermen had side jobs such as 8 construction workers, 3 coconut plantation workers, 2 banana farmers, and 2 coconut farmers. . Data collection in this study was carried out using the census method. Census research is research that takes one population group as a sample as a whole and uses a structured questionnaire as the principal data collection tool to obtain specific information. Data analysis that will be used in this study is to use descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis, namely analysis to provide an overview and explanation using the author's sentences are systematic and easy to understand according to the data obtained. Quantitative descriptive analysis is data analysis by providing a discussion or study of existing data using calculations. Based on the results of this study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Mantehage I Bango Village per year is Rp15,286,933, - The income of a hand line fisherman's family in Mantehage I Bango Village is Rp22,093,600.- per year which originates from the main livelihood, namely as hand line fishermen plus a side job income of Rp6,806,667. The contribution of the hand line fishing business is 69%, this means that work as hand line fishermen is the main job, but income from side jobs also affects fishermen's families in meeting family needs. Keywords: contribution; income; hand line   Abstrak Desa Mantehage I Bango merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Desa ini memiliki luas wilayah 330 km2, jarak antara Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yaitu 26 km dan butuh waktu sekitar 2 jam dari Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan taxi laut. Desa Mantehage I Bango memiliki sumber daya laut yang melimpah terutama di bidang perikanan, dan sebagian penduduk di Desa Mantehage I Bango menggantungkan hidupnya dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama nelayan pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi usaha perikanan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga di Desa Mantehage I Bango. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur Desa Mantehage I Bango sebanyak 15 nelayan yang sudah berkeluarga, dan semua nelayan memiliki pekerjaan sampingan seperti buruh bangunan sebanyak 8 nelayan, buruh pekerja kebun kelapa 3 nelayan, petani pisang 2 nelayan, dan petani kelapa sebanyak 2 nelayan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sesnsus, penelitian sensus merupakan penelitian yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan infromasi yang spesifik. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta penjelasan dengan menggunakan kalimat penulis sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango per tahun sebesar Rp15.286.933 Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango Rp22.093.600 per tahun yang bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan pancing ulur ditambah dengan penghasilan pekerjaan sampingan Rp6.806.667. Kontribusi dari usaha perikanan pancing ulur yaitu 69% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari pekerjaan sampingan juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; pancing ulur
GENDER SEKTOR PERIKANAN PADA KELOMPOK NELAYAN KARANG PUTIH DI KAWASAN MEGAMAS WENANG SELATAN KOTA MANADO Zwensy Elizabeth Erina Lempoy; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Jardie A. Andaki; Grace O. Tambani; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51547

Abstract

Abstract The aim of this research is to identify gender differences in traditional fishing businesses in the Megamas area, Wenang Village, Manado City. This research uses a survey method. This research was conducted to determine the role of gender in the fishing business of the Karang Putih fishing group. The sampling method used purposive sampling to obtain fishermen and family members involved in fishing businesses in the southern Megamas Wenang area. Descriptive techniques were used to analyze gender according to USAID (2010) guidelines, namely identifying, understanding, and describing gender differences. Gender analysis components include: 1) Data analysis separated by gender and information; and 2) Check and separate gender data and information collected through surveys. In this research, examination and separation of roles was carried out through questionnaires and interviews. Based on the results and discussion, it can be concluded: there are gender differences in the fisheries sector in the "Karang Putih" fishermen group in the Megamas area, Manado City. As for fishing and selling fish, the role of men is greater than that of women, because women's role is only to take care of household needs. However, men's role is very important because men's role is very necessary as a source of income for the family and to support the family. These two roles are very important to help each other in family life. Keywords: fishermen group; gender; duties and responsibilities   Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengidentifikasi perbedaan gender pada usaha nelayan tradisional di Kawasan Megamas Kelurahan Wenang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gender pada usaha nelayan pada kelompok nelayan Karang Putih. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk mendapatkan nelayan dan anggota keluarga yang terlibat dalam usaha nelayan yang ada di Kawasan Megamas Wenang selatan. Teknik deskriptif dilakukan untuk menganalisis gender menurut petunjuk USAID (2010), yaitu mengidentifikasi, memahami, dan menggambarkan perbedaan gender. Komponen analisis gender, meliputi: 1) Analisis data dipisahkan menurut jenis kelamin dan infomasi; dan 2) Periksa dan pisahkan data jenis kelamin dan informasi yang dikumpulkan melalui survei. Pada penelitian ini pemeriksaan dan pemisahan peran dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan: terdapat perbedaan gender pada sektor perikanan perikanan pada kelompok nelayan “Karang Putih” di Kawasan Megamas Kota Manado. Adapun pada aktivitas penangkapan ikan serta penjualan ikan, peran laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, karena peran perempuan hanya mengurus keperluan rumah tangga. Namun peran laki-laki sangat penting karena peran laki-laki sangat diperlukan untuk sumber pendapatan pada keluarga dan untuk menghidupi keluarga. Kedua peran tersebut sangat penting untuk saling membantu dalam kehidupan keluarga. Kata Kunci: kelompok nelayan; gender; tugas dan tanggung jawab
KONTRIBUSI USAHA NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Vicky Imanuel Langi; Grace O. Tambani; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51778

Abstract

Abstract Buhias Village is one of four villages located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. Its location is in a coastal area so that some people have a livelihood as fishermen, one of which is traditional fishermen with hand line fishing gear. In fulfilling the family economy, the income of hand line fishermen depends on the size of the catch. This is of concern to the author in examining how the hand line fishing business's income contributes to family income. The purpose of this study was to find out how much hand line fishermen's income is and how the hand line fishermen's income contributes to the total family income in Buhias Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were hand line fishermen who had families in Buhias Village. The data collection method used is the census method, by making all populations as respondents. The data collected are primary data and secondary data. Primary data will be collected by means of interviews guided by questionnaires and observations. Secondary data obtained through government agencies and other related agencies or previous research. The data analysis used in this study is a qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative data will be explained descriptively qualitatively such as the condition of the respondent's family income and quantitative data will be explained descriptively quantitatively regarding how much hand line fishermen's income is and its contribution to family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the income of handline fishermen in Mantehage Buhias Village is Rp19,150,000 per year. The total income of a hand line fisherman's family is Rp25,083,333, sourced from work as hand line fishermen and side jobs. The contribution of hand line fishermen's income to family income is 76.35%, this means that work as hand line fishermen has a large contribution in meeting the needs of family life. Keywords: contribution; income; hand line fishermen Abstrak Desa Buhias merupakan salah satu dari empat desa yang berada di Pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Letaknya yang berada di daerah pesisir sehingga sebagian masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tradisional dengan alat tangkap pancing ulur. Dalam memenuhi ekonomi keluarga, pendapatan nelayan pancing ulur bergantung pada besarnya hasil tangkapan. Hal ini menjadi perhatian penulis dalam meneliti bagaimana kontribusi pendapatan usaha nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan bagaimana kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap total pendapatan keluarga yang ada di Desa Buhias. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Buhias. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, dengan menjadikan semua populasi sebagai responden. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer akan dikumpulkan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Data sekunder diperoleh melalui instansi pemerintah dan instansi lain terkait ataupun penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis depkriptif kualitatif dan kuantittif. Data kualitatif akan dijelaskan secara deskrptif kualitatif seperti kondisi pendapatan keluarga responden dan data kuantitatif akan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif terkait berapa besar pendapatan nelayan pancing ulur dan kontribusinya dalam pendapatan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa pendapatan nelayan pancing ulur di Desa Mantehage Buhias adalah Rp19.150.000 per tahun. Total pendapatan keluarga nelayan pancing ulur adalah Rp25.083.333, bersumber dari pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur dan pekerjaan sampingan. Kontribusi pendapatan nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga yaitu 76,35%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur memiliki kontribusi yang besar dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; nelayan pancing ulur