Victoria E.N. Manoppo
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG IKAN LAUT SEGAR DI PASAR RAKYAT SUKUR KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Mega Kereh; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Victoria E.N. Manoppo; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44855

Abstract

Abstract The purpose of this study was to find out the general condition of the market and find out the socio-economic conditions of traders in the Sukur People's Market, Airmadidi District, North Minahasa Regency. The population in this study was fresh sea fish traders at the Sukur People's Market. The method that will be used in this study is the survey method. The data analysis that will be used in this study is quantitative analysis and qualitative analysis. Socioeconomic conditions of fresh sea fish traders in Sukur People's Market: 1.)Social conditions: The age of the respondents is at the productive age of 30-50 years, the most education is elementary school and the least is junior high school, the highest number of family dependents is 3-4 people and the religion of each trader is the most from Islam with 7 people and Christianity 1 person. 2) Economic circumstances: the average income of fresh sea fish traders in a year is 46,450,000, monthly expenses with an average of 430,000, start-up capital is sent capital.  Keywords: socio-economic; merchant; fresh fish; Sukur People's Market   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum Pasar dan mengetahui kondisi sosial ekonomi pedagang di Pasar Rakyat Sukur Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Kondisi sosial ekonomi pedagang ikan laut segar di Pasar Rakyat Sukur: 1.) Kondisi sosial: Umur responden berada pada usia produktif 30-50 tahun, Pendidikan yang paling banyak yaitu SD dan yang paling sedikit yaitu SMP, jumlah tanggungan keluarga terbanyak yaitu 3-4 orang dan agama dari setiap pedagang paling banyak dari agama Islam dengan jumlah 7 orang dan Kristen 1 orang. 2) Kondisi ekonomi: rata-rata dari pendapatan pedagang ikan laut segar dalam setahun sebesar 46.450.000, pengeluaran perbulan dengan rata-rata 430.000, modal awal adalah modal sendiri kemudian untuk meningkatkan penghasilan maka jumlah modal sesuai dengan keterangan pada Tabel modal dari pedagang ikan laut segar. Kata Kunci: sosial ekonomi; pedagang; ikan luat segar; Pasar Rakyat Sukur
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN IKAN ROA ASAP DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Sarah Safitri` Ramadhany; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.44893

Abstract

Abstract Kinabuhutan Village is a coastal village located on a small island in West Likupang District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The majority of Kinabuhutan Village residents work as fishermen and most of them are traditional fishermen. One of the catches of fishermen in Kinabuhutan Village is the Julung-julung fish or in the local language it is known as the roa fish. Almost all of the catches of roa fish in Kinabuhutan Village are accommodated by smoked roa fish processing entrepreneurs in Kinabuhutan Village as raw materials.It is necessary to examine the assessment, views, perceptions and attitudes of fishermen as raw material suppliers towards the existence of a small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village in order to determine the sustainability of each business, both fishermen and smoked roa fish processors. If all attitudes and views of the fishing community towards the smoked roa fish processing small industry are negative, then there will be no support from fishermen for efforts to develop existing smoked roa fish processing businesses. The positive perception of the community is an important factor that determines the success and sustainability of the small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The purpose of this study was to find out how fishermen's knowledge of the functions and benefits of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan Village and to find out fishermen's perceptions of smoked roa fish processing small industries in Kinabuhutan VillageThe population in the study were all fishermen who owned roa fishing gear, totaling 27 people. This research method used a survey method. Retrieval of data using the census method, namely the entire population is used as a respondent. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was collected by means of observation and interviews guided by questionnaires. Secondary data is collected through notes or reports obtained from the Kinabuhutan Village office. Data analysis in this study used qualitative analysis which was quantified using a Likert scale analysis.Based on the results of the research analyzed using the Gutman Scale, it is known that 86.48% of fishermen in Kinabuhutan Village know the functions and benefits of a small smoked roa fish processing industry in Kinabuhutan Village. The results of the Likert scale analysis show that fishermen's perceptions of the small smoked roa fish processing industri in Kinabuhutan Village are very good. This is evidenced by the results of the average Likert scale dimension, which is 4.28, which means it is on a very good scale. Keywords: perception; fishermen; roa smoke; Kinabuhutan   Abstrak Desa Kinabuhutan merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di sebuah pulau kecil di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Mayoritas penduduk Desa Kinabuhutan bekerja sebagai nelayan dan kebanyakan merupakan nelayan tradisional. Salah satu hasil tangkapan nelayan di Desa Kinabuhutan adalah ikan Julung-julung atau dalam bahasa daerahnya terkenal dengan ikan roa. Hasil tangkapan ikan roa di Desa Kinabuhutan hampir semuanya ditampung oleh pengusaha pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sebagai bahan baku. Penilaian, pandangan, persepsi dan sikap nelayan sebagai pemasok bahan baku terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan perlu untuk diteliti agar dapat mengetahui keberlanjutan usaha masing-masing, baik nelayan maupun pengolah ikan roa asap. Jika seluruh sikap dan pandangan masyarakat nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap adalah negatif, maka tidak akan ada dukungan dari nelayan terhadap upaya pengembangan usaha pengolahan ikan roa asap yang ada. Persepsi yang positif dari masyarakat merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan nelayan akan fungsi dan manfaat industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan dan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap industri kecil pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan Populasi dalam penelitian adalah semua nelayan pemilik alat tangkap ikan roa yang berjumlah 27 orang Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan data menggunakan metode sensus yaitu seluruh populasi dijadikan responden. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan melalui catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Desa Kinabuhutan. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dikuantitatifkan dengan analisis skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dengan Skala Gutman diketahui bahwa 86,48% nelayan di Desa Kinabuhutan mengetahui fungsi dan manfaat adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan. Hasil analisis skala Likert diketahui bahwa persepsi nelayan terhadap adanya industri kecil pengolahan ikan roa asap yang ada di Desa Kinabuhutan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil rataan dimensi skala Likert yaitu 4,28 yang berarti berada dalam skala yang sangat baik. Kata Kunci: persepsi; nelayan; roa asap; Kinabuhutan
PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN MODALPADA USAHA TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN PAPUSUNGAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG Edwin Tindige; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien; Jeannette F. Pangemanan; Steelma V. Rantung; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45499

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the profile of the sea transportation business and to analysed in depth the formation and development of sea transportation business capital in Papusungan Village. How do they obtain or form and develop their capital both for capital for procuring boats/vessels, and capital for operations? In connection with the things that exist in the mind in accordance with the reality on the ground, it is felt necessary to conduct a study to obtain clear and scientific answers. The research method uses a survey method, the data comes from primary data and secondary data and will be discussed and analysed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. This research was conducted from August–December 2022. Based on the results of research on capital formation in sea transportation business actors, it can be concluded: 1) capital formation is the initial capital of sea transportation business actors originating from their own capital, some of them work as hand line fishermen and light boats in collaboration with the soma pajeko business; and 2) the development of marine capital obtained from the capital saved during the taxi. They will use this capital to develop their business, where previously sea transportation business actors only had one unit of boat, one outboard engine unit and makeshift facilities when starting a business, now they are expanding their business using the results of existing capital while running the sea transportation business.  Keywords: sea transportation, profile, formation, development, capital   Abstrak Tujuan penelitian ini mendeskripsikan profil usaha transportasi laut dan menganalisis secara mendalam pembentukan dan pengembangan modal usaha transportasi laut di Kelurahan Papusungan. Bagaimana cara mereka memperoleh atau membentuk dan mengembangkan modal mereka baik untuk modal pengadaan perahu/kapal, dan modal untuk operasional. Berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam benak sesuai realita di lapangan maka dirasakan perlu untuk mengadakan suatu penelitian untuk mendapatkan jawaban secara jelas dan ilmiah. Metode penelitian menggunakan metode survei, data berasal dari data primer dan data sekunder dan akan dibahas dan dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus–Desember 2022. Berdasarkan hasil penelitian pada pembentukan modal pelaku usaha transportasi laut dapat disimpulkan: 1) pembentukan modal merupakan modal awal dari pelaku usaha transportasi laut berasal dari modal sendiri, mereka ada yang pekerjaannya sebagai nelayan pancing ulur dan perahu lampu yang bekerja sama dengan usaha soma pajeko; dan 2) pengembangan modal laut diperoleh dari modal hasil tabungan selama bertaksi. Modal tersebut akan mereka gunakan untuk pengembangan usahanya, yang pada sebelumnya pelaku usaha transportasi laut hanya memiliki satu unit perahu, satu unit mesin tempel dan fasilitas yang seadanya saat memulai usaha, kini mengebangkan usahanya menggunakan hasil modal yang ada selama manjalankan usaha transportasi laut. Kata kunci: transportasi laut, profil, pembentukan, pengembangan, modal
KAJIAN SALURAN PEMASARAN IKAN SEGAR OLEH NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI KELURAHAN TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Dietrys Maria Mangaro; Victoria E.N. Manoppo; Jeannette F. Pangemanan; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45541

Abstract

Abstract Fresh fish is a commodity that is easily damaged, so it must receive serious attention in its marketing. The short length of the marketing channel will affect quality, costs, margins, profits and efficiency. The purpose of this study was to determine marketing channels, fresh fish marketing margins, and channel efficiency of fresh fish marketing by hand line fishermen in Tateli II Village, Mandolang District. The method used in this research is survey method. The data collected consists of primary data and secondary data. There are three analyses that will be used to answer the objectives in this study, namely First, marketing channel analysis; Second, marketing margin analysis; Third, analysis of marketing efficiency: namely the comparison between marketing costs and the value of products sold (retail prices) expressed in percent. Based on the research results, it can be concluded that the marketing channel for fresh fish by fishermen in the Tateli II Village is a short marketing channel, namely collecting traders sell directly to consumers without involving other marketing institutions. Producers, in this case fishermen, as a source of raw materials in the form of raw tude fish. Fresh fish marketing margin on each marketing channel. the price difference at the consumer level is Rp. 250,000, or a margin of 41.67%. The margin is 41.67%, meaning that the collecting trader gets a profit of 41.67% of the purchase price so that it can be said that the collecting trader still makes a profit after the collecting trader sells it to the final consumer. Meanwhile, the marketing efficiency of tude fish at the collector level is 3.3%, so it can be said to be efficient.   Keywords: marketing channels; fresh fish; Tateli II   Abstrak Ikan segar merupakan salah satu komoditas yang mudah rusak sehingga dalam pemasarannya harus mendapatkan perhatian yang serius. Panjang pendeknya saluran pemasaran akan berpengaruh pada kualitas, biaya, margin, keuntungan, dan efisiensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran ikan segar, dan efisiensi saluran pemasaran ikan segaroleh nelayan usaha pancing ulur di Kelurahan Tateli II Kecamatan Mandolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Ada tiga analisis yang akan digunakan untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini, yaitu Pertama, analisis saluran pemasaran; Kedua, analisis margin pemasaran; Ketiga, analisis efisiensi pemasaran: yaitu perbandingan antara biaya pemasaran dengan nilai produk yang dijual (harga eceran) dinyatakan dengan persen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa saluran pemasaran ikan segar oleh nelayan di Kelurahan Tateli II merupakan saluran pemasaran pendek yaitu pedagang pengumpul menjual langsung kepada konsumen tanpa melibatkan lembaga pemasaran lainnya. Produsen dalam hal ini nelayan sebagai sumber bahan baku berupa ikan tude mentah. Margin pemasaran ikan segar pada masing-masing saluran pemasaran. selisih harga di tingkat konsumen adalah Rp. 250.000, atau margin sebesar 41,67%. Margin 41,67%, artinya pedagang pengumpul mendapat untung sebesar sebesar 41,67% dari harga beli sehingga bisa dikatakan pedagang pengumpul masih memperoleh keuntungan setelah pedagang pengumpul menjualnya ke konsumen akhir. Sedangkan ffisiensi pemasaran ikan tude di tingkat pedagang pengumpul yaitu 3,3%, sehingga dapat dikatakan efisien.   Kata Kunci: saluran pemasaran; ikan segar; Tateli II
PEMBENTUKAN MODAL PEDAGANG PENJUAL MAKANAN DI KAWASAN PESISIR PANTAI MALALAYANG II KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Fransisco Magofa; Victoria E.N. Manoppo; Grace O. Tambani; Djuwita R.R. Aling; Christian R. Dien; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45656

Abstract

Abstract The aim of this research is to know and analyze the capital formation of traders who sell food on the coast of Malalayang II Beach, Malalayang District, Manado City. This research was conducted in the Malalayang II Village, Malalayang District, Manado City. The research time is approximately 5 months, from August to December 2022.The method used in this research is survey method. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The data analysis technique used in this study is descriptive analysis. The data obtained in the research is made in a simpler form so that it is easy to understand. In order to answer the research objectives, the data needed includes: a description of the food seller's business, as well as their daily activities, while for the needs of age, education, condition of the house where they live, length of time doing business, side jobs are needed as food seller profile data and economic data in the form of capital, operating income and operating expenses.Based on the results of the study, it can be concluded that the formation of capital for traders who sell food on the coast of Malalayang II Beach, Malalayang District, Manado City comes from their own savings, the help of parents and close relatives. There is capital for investment, capital for operations and loan capital. Keywords: culinary, capital formation, coast, Malalayang Beach   Abstrak Tujuan penelitian mengetahui serta menganalisis pembentukan modal pedagang yang menjual makanan di pesisir Pantai Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado. Waktu penelitian kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan Agustus sampai Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian dibuat dalam bentuk yang lebih sederhana agar mudah dipahami. Guna menjawab tujuan penelitian, data yang diperlukan antara lain: deskripsi usaha penjual makanan, serta aktivitas mereka sehari-hari, sedangkan untuk kebutuhan umur, pendidikan, keadaan rumah tempat tinggal, lamanya menjalani usaha, pekerjaan sampingan diperlukan sebagai data profil penjual makanan dan data ekonomi berupa permodalan, pendapatan usaha serta pengeluaran operasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembentukan modal pedagang yang menjual makanan di pesisir Pantai Malalayang II Kecamatan Malalayang Kota Manado berasal dari tabungan sendiri, bantuan orang tua dan saudara dekat. Ada modal untuk investasi, modal untuk operasional dan modal pinjaman.   Kata kunci: kuliner, pembentukan modal, pesisir, Pantai Malalayang
KONTRIBUSI PENDAPATAN ISTRI NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA (STUDI KASUS DI WILAYAH PESISIR DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA) Jeane Frani Saruwaba; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Swenekhe S. Durand; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.45848

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyze the extent to which the contribution of coastal women's businesses to hand line fishermen's household income in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The method used in this research is survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analysed by quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis, then analysed the contribution of the hand line fisherman's wife's business to the fishermen's family income. Based on the results of the study, it can be concluded that the contribution of the fishing rod fishermen's income to family income is in the form of work as a seller of yellow rice, petibo, seller of pop ice / cendol / shaved ice, cake seller, fresh fish seller, stall business, fried food seller. The average contribution of hand line fishermen's wives from various jobs is 52.85%   Keywords: contribution; fisherman's wife income; Tateli Weru   Abstrak Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sejauh mana kontribusi usaha perempuan pesisir terhadap pendapatan rumah tangga nelayan pancing ulur di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, selanjutnya dilakukan analisis kontribusi usaha istri nelayan pancing ulur pada pendapatan keluarga nelayan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi pendapatan istri nelayan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga dalam bentuk pekerjaan sebagai penjual nasi kuning, petibo, penjual pop ice/cendol/es cukur, penjual kue, penjual ikan segar, usaha warung, penjual gorengan. Rata-rata kontribusi isteri nelayan pancing ulur dari berbagai pekerjaan yaitu sebesar 52,85%   Kata kunci: kontribusi; pendapatan istri nelayan; Tateli Weru
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Patrisia Hurup; Grace O. Tambani; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo; Florence V. Longdong; Srie J. Sondakh
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46138

Abstract

Abstract Added value is added value that occurs because a commodity undergoes processing, transportation and storage in a production process (use of functional input). Added value is influenced by technical factors and non-technical factors. This study aims to identify and analyze the added value of wooden fish processing at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The method used in this study was a survey, the data taken in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data is data obtained from interviews using questionnaires and direct field observations. Primary data collection in this study was carried out using the census method. The respondents in this study were production managers, heads of personnel and heads of finance. Secondary data is data obtained from various written sources both from related agencies, companies and literature related to added value analysis. The data analysis used in this study is a qualitative descriptive analysis and a quantitative descriptive analysis. The data described in the qualitative descriptive analysis is in the form of an explanation regarding the general condition of the fishing industry, organizational structure, workforce, products and processing activities of PT. Sulawesi Minapratama. Quantitative descriptive analysis was carried out to analyze the added value of wooden fish products using an analysis tool in the form of Microsoft Excel. Systematically the added value function (NT) using the method of Hayami, et al (1987) in Nurhayati (2004) can be formulated as NT = f (T,H,U,h) The results of the study can be concluded: 1). The factors that affect the added value of wood fish processing are: Input and output, input and output prices, labor and labor wages. 2). The added value for wood fish products of size <1 kg is an added value of Rp.477,400,000, sizes> 1 kg is Rp.263,640,000 and for tuna is Rp.205,320,000. Based on the results of the research, it is suggested that there should be an increase in added value so that PT. Celebes Minapratama get higher profits and there is a need for socialization on the use of timber fish for public consumption.   Keywords: processing; wooden fish; fish company, added value   Abstrak Nilai tambah merupakan pertambahan nilai yang terjadi karena suatu komoditi mengalami proses pengolahan, pengangkutan, dan penyimpanan dalam suatu proses produksi (penggunaan input fungsional). Nilai tambah dipengaruhi oleh faktor teknis dan faktor non teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan memganalisis nilai tambah pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, data yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Adapun responden dalam penelitian ini adalah manajer produksi, kepala bagian personalia dan kepala bagian keuangan. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis baik dari instansi terkait, perusahaan maupun pustaka yang berhubungan dengan analisis nilai tambah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang digambarkan dalam analisis deskriptif kualitatif berupa penjelasan mengenai keadaan umum industri perikanan, struktur organisasi, tenaga kerja, produk dan kegiatan pengolahan PT. Celebes Minapratama. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan guna menganalisis nilai tambah produk ikan kayu dengan menggunakan alat bantu analisis berupa microsoft excel. Secara sistematis fungsi nilai tambah (NT) menggunakan metode Hayami, dkk (1987) dalam Nurhayati (2004) dapat dirumuskan NT = f (T,H,U,h) Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1). Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah untuk pengolahan ikan kayu yaitu: Input dan output, harga input dan output, tenaga kerja dan upah tenaga kerja. 2). Nilai tambah pada produk ikan kayu ukuran <1 kg terjadi nilai tambah sebesar Rp.477.400.000, ukuran >1 kg sebesar Rp.263.640.000 dan untuk ikan tongkol sebesar Rp.205.320.000. Berdasarkan hasil penelitian disarankan perlu adanya peningkatan nilai tambah sehingga PT. Celebes Minapratama mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan perlu adanya sosialisasi pemanfaatan ikan kayu untuk konsumsi umum.   Kata kunci: pengolahan; ikan kayu; perusahaan ikan, nilai tambah
STUDI USAHA TRANSPORTASI TAXI LAUT DI PULAU TALISE KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Hardiansyah Djunaidi; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46154

Abstract

Abstract Transportation is one of the means that is needed by humans when they are on the move, especially in terms of fulfilling economic needs. Transportation exists with various travel media, namely by land, sea and air. The distance from Talise Island to the capital city of West Likupang District is 21 km, so that people use sea transportation as their main means of activity, using viber boats, ketinting boats and body boats which are often used by the community as a means of inter-island sea transportation. Based on this background, it is necessary to conduct a study to provide an overview of how the inter-island sea taxi transportation business is on Talise Island, West Likupang District. The method used in this research is survey method. The data collection method used was a census. The population in this study were all inter-island sea taxi transportation entrepreneurs on Talise Island, West Likupang District. The time needed to carry out the research is approximately 5 months, from September to January 2023. The results of the research were analyzed based on quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis. The results of the analysis carried out can be concluded that the investment required in the sea taxi business on Talise Island is Rp. 172,000,000, while the total costs incurred in the sea taxi business on Talise Island amounted to Rp. 155,930,000. The results of the analysis of the feasibility of a sea taxi business on Talise Island show a net profit of Rp. 25,736,667: Operating profit of IDR 43,166,667.; the value of the positive profit rate is equal to 14.17%; The profitability is 14.96%. The BCR value > 1 is 1.17%, which means that this business is feasible. Sales proceeds or service revenue of IDR 181,666,667 and passengers of 4,600 people above the BEP receipts (BEP receipts IDR 93,939,394) and the BEP for passenger units (BEP Units 2,147 people) and the Payback Period is 2 years 4 months 2 days.   Keywords: boat, transportation; investment; feasibility; Talise   Abstrak Transportasi merupakan salah satu sarana yang sangat dibutuhkan manusia ketika beraktivitas, apalagi dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi. Transportasi ada dengan berbagai media perjalanan, yaitu melalui daratan, lautan dan udara. Jarak dari Pulau Talise ke Ibukota Kecamatan Likupang Barat yaitu 21 km, sehingga masyarakat menggunakan trasportasi laut sebagai sarana utama untuk beraktivitas, dengan menggunakan perahu viber, perahu ketinting dan perahu body yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu alat transportasi laut antar pulau. Berdasarkan latar belakang ini maka perlu dilakukan studi guna memberikan gambaran umum tentang bagaimana keadaan usaha transportasi taksi laut antar pulau yang ada di Pulau Talise Kecamatan Likupang Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah sensus.. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pengusaha transportasi taksi laut antar pulau yang ada di Pulau Talise Kecamatan Likupang Barat. Waktu yang diperlukan dalam melaksanakan penelitian kurang lebih 5 bulan, yaitu dari bulan September–Januari 2023. Hasil penelitian dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa investasi yang dibutuhkan dalam usaha taksi laut di Pulau Talise adalah sebesar Rp. 172.000.000, sedangkan total biaya yang dikeluarkan dalam usaha taksi laut di Pulau Talise adalah sebesar Rp. 155.930.000. Hasil analisis kelayakan usaha taksi laut di Pulau Talise diperoleh keuntungan bersih per tahun sebesar Rp. 25.736.667: Operating profit sebesar Rp.43.166.667.; nilai profit ratenya positif yaitu sebesar 14,17%; Rentabilitasnya yaitu 14,96%. Nilai BCR > 1 yaitu 1,17% yang artinya usaha ini layak dijalankan. Hasil penjualan atau pendapatan jasa Rp 181.666.667 dan penumpang sebanyak 4.600 orang diatas BEP penerimaan (BEP penerimaan Rp. 93.939.394) maupun BEP satuan penumpang (BEP Satuan 2.147 orang) dan Payback Periodnya 2 tahun 4 bulan 2 hari.   Kata kunci: perahu, transportasi; investasi; kelayakan usaha; Talise  
KELAYAKAN USAHA PUKAT PANTAI BAGI NELAYAN DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMABAGA KOTA BITUNG Misyel Margaretha Naalinsong; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Nurdin Jusuf; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46263

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the feasibility of the beach seine business in Tandurusa Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were fishermen who owned beach seine businesses in the Tandurusa sub-district, while data collection was carried out by census. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews guided by a list of questions. Secondary data was collected through existing data at the Kelurahan office or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the results of the due diligence analysis of the beach seine business in Tandurusa Sub-District obtained a net profit of Rp. 847,348,750 per year, an operating profit of Rp. 870,600,000, a positive profit rate of 46.46%, profitability of 590.74% , the value of BC/R> 1 1.87 from the sale of IDR 1,824,000,000, and the catch of 4,560 buckets above the value of BEP sales of IDR 48,440,104, the BEP for units is 121.1 buckets and the payback period is 2 months 1 day. Based on all the feasibility tests that have been carried out, it can be concluded that the beach seine business in the Tandurusa Village is feasible based on several business feasibility criteria. Keywords: fishermen; beach trawlers; business feasibility; Tandurusa Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan pemilik usaha pukat pantai yang ada di kelurahan Tandurusa, sedangkan pengambilan datanya dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara yang dipandu dengan daftar pertanyaan. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor Kelurahan atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa diperoleh keuntungan bersih per tahun ialah sebesar Rp847.348.750, operating profit sebesar Rp870.600.000, nilai profit rate positif 46,46%, rentabilitas 590,74%, nilai BC/R>1 1,87 hasil penjualan Rp1.824.000.000, dan hasil tangkapan sebesar 4.560 ember di atas nilai BEP penjualan Rp48.440.104, BEP satuan 121,1 ember dan payback period 2 bulan 1 hari. Berdasarkan seluruh uji kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa ini layak dijalankan berdasarkan beberapa kriteria kelayakan usaha. Kata kunci: nelayan; pukat pantai; kelayakan usaha; Tandurusa
KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMPINGAN NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PEREKONOMIAN KELUARGA DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Esgit Pangidunan; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46458

Abstract

Abtrack The research objectives are: to analyze the extent to which fishermen's side jobs contribute to the family economy in Tateli Weru Village, Mandolang District. Benefits of Research: Adding information and knowledge about fishermen's side jobs. The basic method used in this research is survey. The population in this study were hand line fishermen in Tateli Weru Village, totaling 45 people. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analyzed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed that the large contribution of side jobs to the income of hand line fishermen, both farm laborers (38.57%), construction workers (59.63%), and motorcycle taxi drivers (88.17%), is not more than half of the total fishermen's income. The suggestion from this research is that the contribution of side jobs can be greater or equal to the main job and fishermen should also be more diligent or more focused on developing and increasing income from this side job.   Keywords: contribution, side job, fisherman, Tateli Weru   Abstrak Tujuan penelitian yaitu: untuk menganalisis sejauh mana kontribusi pekerjaan sampingan nelayan terhadap perekonomian keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang. Manfaat Penelitian: Menambah informasi dan pengetahuan tentang pekerjaan sampingan nelayan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang berjumlah 45 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi pekerjaan sampingan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur baik buruh tani (38,57%), buruh bangunan (59,63%), dan tukang ojek (88,17%), tidak lebih dari separuh total keseluruhan pendapatan nelayan. Saran dari penelitian ini adalah agar supaya kotribusi pekerjaan sampingan bisa lebih besar atau setara dengan pekerjaan utama dan sebaiknya para nelayan juga bisa lebih rajin atau lebih fokus lagi dalam pengembangan dan peningkatan pendapatan pada pekerjaan sampingan tersebut.   Kata kunci : kontribusi, pekerjaan sampingan, nelayan, Tateli Weru