Victoria E.N. Manoppo
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Shalomika Rompis; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47000

Abstract

Abstract The purpose of this research is to describe the profile of workers in PT. Celebes Minapratama Bitung City and determines the exchange rate for workers at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The research method used is a case study. Data collection was obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection will use the Porposive Sampling method, namely for workers with a total of 141 workers, namely 15 workers in the labor unit section in wood fish processing, so that data collection is as much as 10% at PT. Celebes Minapratama. Data collection is carried out through observation, observation is a process of systematic observation of human activities and physical settings where these activities take place continuously from natural activities. (Adler, 1991). To calculate the exchange rate of these workers, an analysis of the NTP will be carried out. There are two models, namely according to Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt and according to Basuki, et al (2001) NTP can be shown in the index INTP worker exchange rate = IYt/IEt x 100%. Family income of wooden fish processing workers at PT. Celebes Minapratama in October 2022 to November 2022 processing Rp. 3,367,467 (100%) and non-fish processing Rp. 673,333 (100%), while the expenses of working families in processing wooden fish are Rp. 1,250,000 (100%) and household expenses of Rp. 1,257,867 (100%). The exchange rate of workers in total income and fish processing income is 1.61% and 2.69%, meaning that workers are able to meet subsistence needs and the cost of processing wooden fish.  Keywords: fish processing; NTP; INTP   Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu menggambarkan profil pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung dan menentukan nilai tukar pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data akan menggunakan metode Porposive Sampling, yaitu pada pekerja dengan jumlah 141 pekerja yaitu 15 pekerja pada bagian unit tenaga kerja di pengolahan ikan kayu, sehingga pengambilan data sebanyak 10% di PT. Celebes Minapratama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, observasi adalah proses pengamatan sistematis dari aktivitas manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dari aktivitas yang bersifat alami. (Adler, 1991). Untuk menghitung nilai tukar pekerja ini maka akan dilakukan analisis NTP ada dua model yaitu menurut Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt dan menurut Basuki, dkk (2001) NTP dapat ditunjukkan dalam indeks nilai tukar pekerja INTP=IYt/IEt x 100%. Pendapatan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama pada bulan Oktober 2022 sampai November 2022 pengolahan ikan sebanyak Rp. 3.367.467 (100%) dan non pengolahan ikan sebesar Rp. 673.333 (100%), sedangkan pengeluaran keluarga pekerja pada pengolahan ikan kayu Rp. 1.250.000 (100%) dan biaya rumah tangga sebanyak Rp. 1.257.867 (100%). Nilai tukar pekerja pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan ikan sebesar 1,61% dan 2,69% artinya pekerja mampu memenuhi kebutuhan subsisten dan biaya pengolahan ikan kayu. Kata Kunci: pengolahan ikan; NTP; INTP
KEADAAN SOSIAL-EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI DESA GANGGA II KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Esha Pinkan Manurapon; Djuwita R.R. Aling; Siti Suhaeni; Swenekhe S. Durand; Nurdin Jusuf; Victoria E.N. Manoppo
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47272

Abstract

Abstract The aim of the research is to find out the social condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. Knowing the economic condition of traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. This research will be carried out in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The research time is planned for five (5) months starting from November 2022 to March 2023. The basic method used in this research is a case study. The respondents were 20 traditional fishermen with hand line fishing gear in Gangga II Village, West Likupang District, North Minahasa Regency which were obtained through a purposive sampling method. The data will then be analyzed using qualitative analysis and quantitative analysis methods. Based on the results of the study it was found that the social condition of hand line fishermen in Gangga II Village was seen in terms of age, all respondents were at a productive age. The education of fishermen for the majority of respondents only graduated from elementary school, although there was one person who graduated from PT. Most of the dependents of the respondent's family are those who have a family of 3 dependents, which is as much as 50%. The economic condition of fishermen as seen from expenditures for investment costs Rp. 6,351,250 with an average expenditure for fixed costs of Rp. 1,411,250 and variable costs used for fishing operations amounting to Rp. 16,993,800. The average net income per year is IDR 31,518,700, so if the average net income per month is IDR. 2,626,000. Keywords: social economy; hand line; Gangga II   Abstrak Tujuan penelitian ialah mengetahui keadaan sosial nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Mengetahui keadaan ekonomi nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian direncanakan lima (5) bulan di mulai dari bulan November 2022 sampai dengan bulan Maret 2023. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Adapun yang menjadi responden adalah 20 orang nelayan tradisional alat tangkap pancing ulur di Desa Gangga II, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Data kemudian akan dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keadaan sosial nelayan pancing ulur di Desa Gangga II dilihat dari segi usia, semua responden berada pada umur yang produktif. Pendidikan nelayan responden mayoritas hanya lulus SD walaupun ada satu orang yang lulusan PT. Tanggungan keluarga responden yang banyak adalah mereka yang mempunyai tanggungan keluarga 3 orang yaitu sebanyak 50%. Keadaan ekonomi nelayan yang dilihat dari pengeluaran untuk biaya investasi Rp.6.351.250 dengan rata-rata pengeluaran untuk biaya tetap adalah Rp.1.411.250 dan biaya tidak tetap yang digunakan untuk operasional penangkapan ikan adalah sebesar Rp. 16.993.800. Pendapatan bersih rata-rata per tahun adalah Rp.31.518.700, sehingga kalau di rata-ratakan pendapatan bersih per bulan adalah Rp. 2.626.000. Kata kunci: sosial ekonomi; pancing ulur; Gangga II
NILAI TUKAR NELAYAN ALAT TANGKAP JUBI DI DESA BUHIAS PULAU MANTEHAGE KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sukmawati Potabuga; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47273

Abstract

Abstract This study aims to determine the Fishermen's Exchange Rate (NTN) for jubi fishing gear in Buhias Village, Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The basic method used in this research is a case study. The types of data collected in this study are primary data and secondary data. Primary data was collected through interviews using questionnaires to respondents of jubi fishing gear fishermen. The sampling technique in this study was purposive sampling in which 15 samples were taken in stages with the following criteria: 1). Business has been more than 3 years. 2) Has its own fishing gear unit 3). Residents whose place of domicile is clear 4). Willing to be interviewed. Analysis of research data results are divided into two types, namely quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the research on the total income of traditional fishermen using chart fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishing families, where the NTN value is 1.76, while fishermen's income can cover the costs of fishing businesses using jubi fishing gear with NTN of 4.34. Observations and calculations in December 2022 and January 2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: NTN; jubi fishing gear; Buhias Village   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Tukar Nelayan (NTN) alat tangkap jubi di Desa Buhias Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada responden nelayan alat tangkap jubi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana sebanyak 15 sampel diambil secara bertahap dengan kriteria: 1). Lama usaha sudah lebih dari 3 tahun. 2) Memiliki unit alat tangkap sendiri 3). Penduduk yang jelas tempat domisili 4). Bersedia diwawancarai. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap bagan dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dimana nilai NTN diperoleh sebesar 1,76, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan dengan menggunakan alat tangkap jubi dengan NTN sebesar 4.34. Pengamatan dan perhitungan pada bulan Desember 2022 dan bulan Januari 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100. Kata kunci: NTN; alat tangkap jubi; Desa Buhias
ANALISIS FINANSIAL USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Christianzen Veron Imanuel Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51534

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village has an area of ​​631 Ha where most of it is plantation land of 127.5 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. The purpose of this study was to determine the cost structure of the hand line business and to find out the financial analysis of the hand line business in Buhias Village. The method used in this study is the survey method. The survey research method is a method in which data collection can use questionnaires and interviews obtained from a census in the form of people, which of these data will be able to represent a population of fishermen in Buhias Village. The population in this study were hand line fishermen in Buhias Village. The analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. Quantitative analysis is to provide a discussion using calculations. Quantitative descriptive analysis was carried out to analyze hand line business in Buhias village, Wori sub-district, North Minahasa regency Data analysis was carried out quantitatively through the data processing stage in the form of tables and descriptive data interpretation. The financial analysis used is to calculate the Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Profitability, Break Even Point and Payback Period Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the hand line business in Mantehage Buhias Village is feasible to run, because it gets a net profit of Rp18,543,333 with an Operating Profit (OP) value of Rp20,113,333 and the Profit Rate (PR) is 129%. Profitability value > 100%, namely 220%, BCR value > 1, namely 2.29, BEP Sales value from the hand line business is Rp2,572,469, as well as Unit BEP 85.75 and the Payback Period is 5.28 months or 5 months 10 days. Keywords: financial analysis; long-line fishing business; Mantehage Buhias Village   Abstrak Desa Mantehage Buhias memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha dimana sebagian besar di antaranya berupa lahan perkebunan sebesar 127,5 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui struktur biaya dari usaha pancing ulur dan mengetahui analisis finansial usaha pancing ulur di Desa Buhias. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Metode penelitian survei adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari sensus berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi nelayan yang ada di Desa Buhias. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang ada di Desa Buhias. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif adalah untuk memberikan bahasan dengan menggunakan perhitungan. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk menganalisis usaha pancing ulur di desa Buhias kecamatan wori kabupaten minahasa utara Analisis data yang dilakukan secara kuantitatif melalui tahap pengolahan data berupa tabel dan interpretasi data secara deskriptif. Analisis finansial yang digunakan yaitu dengan menghitung Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Even Point dan Payback Period Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pancing ulur di Desa Mantehage Buhias layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp18.543.333 dengan nilai Operating Profitnya (OP) adalah Rp20.113.333 dan nilai Profit Rate (PR) yaitu 129%. Nilai Rentabilitas > 100% yaitu 220%, nilai BCR > 1 yaitu 2,29, nilai BEP Penjualan dari hasil usaha pancing ulur sebesar Rp2.572.469, maupun BEP Satuan 85,75 dan Payback Periodnya 5,28 bulan atau 5 bulan 10 hari. Kata Kunci: analisis finansial; usaha pancing ulur; Desa Mantehage Buhias
NILAI TUKAR NELAYAN USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Bigbraian Talu; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling; Victoria E.N. Manoppo; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51544

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village is located on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency which has an area of 631 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. How is the situation in Mantehage Buhias Village regarding the exchange rate of fishermen in the hand line business and the income and expenses of fishing communities? This is the writer's attention to conduct research. Data collection was carried out by census, where the population in this study were traditional fishing line operators in Mantehage Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The census taking method is a data determination technique when all members of the population are used as respondents. In analyzing the data, it was carried out in a qualitative descriptive manner to describe statements using sentences or the author's own feelings, while quantitative descriptive was to provide results through calculations, such as addition using tools/additional tools. After all the data has been collected, the writer will use the NTN and INTN formulas in the solution. The total income of traditional fishing businesses using hand line fishing gear in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency can cover the basic needs of fishing families. With a NTN of 1.09 while fishermen's income can cover the business costs of traditional hand line fishing with an NTN of 1.38. Observations and calculations in November and December 2022 did not experience a decrease or increase in total NTN revenue, so it remained at the income standard with an INTN value of 100. Keywords: NTN; INTN; Mantehage Buhias   Abstrak Desa Mantehage Buhias terletak di Pulau Mantehage, Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Bagaimana keaadan di Desa Mantehage Buhias mengenai nilai tukar nelayan usaha pancing ulur serta pendapatan dan pengeluaran masyarakat nelayan? Hal tersebut menjadi perhatian penulis untuk melakukan penelitian. Pengambilan data dilakukan secara sensus, dimana populasi dalam penelitian ini adalah pelaku usaha nelayan tradisional pancing ulur di Desa Mantehage Buhias, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode pengambilan sensus merupakan teknik penentuan data bila semua anggota populasi digunakan sebagai responden. Dalam menganalisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengambarkan keterangan-keterangan menggunakan kalimat atau perasaan penulis itu sendiri, sedangkan deskriptif kuantitatif untuk memberikan hasil melalui perhitungan, seperti penjumlahan dengan menggunakan alat bantu/tambahan. Setelah data terkumpul semua maka penulis akan menggunakan rumus NTN dan juga INTN dalam penyelesaiannya. Pendapatan total usaha nelayan tradisional dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dapat menutupi kebutuhan dasar keluarga nelayan. Dengan NTN sebesar 1,09 sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan tradisional pancing ulur dengan NTN sebesar 1,38. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November dan Desember 2022 tidak mengalami penurunan ataupun kenaikan pada total pendapatan NTN, sehingga tetap berada pada standar pendapatan dengan nilai INTN sebesar 100. Kata Kunci: NTN; INTN; Mantehage Buhias