Steelma V. Rantung
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS NILAI TUKAR PEKERJA PADA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Shalomika Rompis; Jardie A. Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47000

Abstract

Abstract The purpose of this research is to describe the profile of workers in PT. Celebes Minapratama Bitung City and determines the exchange rate for workers at PT. Celebes Minapratama Bitung City. The research method used is a case study. Data collection was obtained by interviewing, observing and studying various documents related to the topic under study. Data collection will use the Porposive Sampling method, namely for workers with a total of 141 workers, namely 15 workers in the labor unit section in wood fish processing, so that data collection is as much as 10% at PT. Celebes Minapratama. Data collection is carried out through observation, observation is a process of systematic observation of human activities and physical settings where these activities take place continuously from natural activities. (Adler, 1991). To calculate the exchange rate of these workers, an analysis of the NTP will be carried out. There are two models, namely according to Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt and according to Basuki, et al (2001) NTP can be shown in the index INTP worker exchange rate = IYt/IEt x 100%. Family income of wooden fish processing workers at PT. Celebes Minapratama in October 2022 to November 2022 processing Rp. 3,367,467 (100%) and non-fish processing Rp. 673,333 (100%), while the expenses of working families in processing wooden fish are Rp. 1,250,000 (100%) and household expenses of Rp. 1,257,867 (100%). The exchange rate of workers in total income and fish processing income is 1.61% and 2.69%, meaning that workers are able to meet subsistence needs and the cost of processing wooden fish.  Keywords: fish processing; NTP; INTP   Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu menggambarkan profil pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung dan menentukan nilai tukar pekerja yang ada di PT. Celebes Minapratama Kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data diperoleh dengan wawancara, observasi dan mempelajari berbagai dokumen yang terkait dengan topik yang diteliti. Pengambilan data akan menggunakan metode Porposive Sampling, yaitu pada pekerja dengan jumlah 141 pekerja yaitu 15 pekerja pada bagian unit tenaga kerja di pengolahan ikan kayu, sehingga pengambilan data sebanyak 10% di PT. Celebes Minapratama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, observasi adalah proses pengamatan sistematis dari aktivitas manusia dan pengaturan fisik dimana kegiatan tersebut berlangsung secara terus menerus dari aktivitas yang bersifat alami. (Adler, 1991). Untuk menghitung nilai tukar pekerja ini maka akan dilakukan analisis NTP ada dua model yaitu menurut Sugiarto (2009) NTP = Yt/Et, Yt = YFt + YNFt, Et = EFt + Ekt dan menurut Basuki, dkk (2001) NTP dapat ditunjukkan dalam indeks nilai tukar pekerja INTP=IYt/IEt x 100%. Pendapatan keluarga pekerja pengolahan ikan kayu di PT. Celebes Minapratama pada bulan Oktober 2022 sampai November 2022 pengolahan ikan sebanyak Rp. 3.367.467 (100%) dan non pengolahan ikan sebesar Rp. 673.333 (100%), sedangkan pengeluaran keluarga pekerja pada pengolahan ikan kayu Rp. 1.250.000 (100%) dan biaya rumah tangga sebanyak Rp. 1.257.867 (100%). Nilai tukar pekerja pada total pendapatan dan pendapatan pengolahan ikan sebesar 1,61% dan 2,69% artinya pekerja mampu memenuhi kebutuhan subsisten dan biaya pengolahan ikan kayu. Kata Kunci: pengolahan ikan; NTP; INTP
KONTRIBUSI PENDAPATAN ALAT TANGKAP PANAH IKAN (JUBI) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA Amelia Atmi Lussy; Steelma V. Rantung; Nurdin Jusuf; Siti Suhaeni; Florence V. Longdong; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47104

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the amount of income using arrow fishing gear, the amount and other sources of income for fishing households and to find out how much the income of arrow fishing gear contributes to the household income of arrow fishing gear fishermen on Mantehage Island, Tinongko Village. used in this study is the survey method. The population in this study were fishermen who used fish arrow fishing gear and had 17 families in Tinongko Village. Methods of data collection using the census method. The data collected are primary data and secondary data. Primary data collection was carried out by means of interviews guided by questionnaires and observation. Secondary data collection by citing existing data from related agencies or previous research. Based on the research results, it is known that the income of fishermen using arrow fishing gear in Tinongko Village is IDR 18,818,138 per year. The household income of fishermen using other fishing gear is Rp4,800,000, and another household income is Rp10,035,294, so that the total income of fishing households is Rp33,653,432. The income contribution of fishermen using fish arrow fishing gear to family income is 55.54%. Keywords: contribution; arrow fish fishermen; Mantehage Island   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah pendapatan menggunakan alat tangkap panah ikan, berapa jumlah dan sumber pendapatan lain rumah tangga nelayan serta mengetahui berapa besar besar kontribusi pendapatan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan rumah tangga nelayan alat tangkap panah ikan di Pulau Mantehage Desa Tinongko.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap panah ikan dan sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko berjumlah 17 orang. Metode pengambilan data menggunakan metode sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara yang dipandu dengan kuisioner dan observasi. Pengumpulan data sekunder dengan cara mengutip data yang sudah ada dari instansi terkait ataupun penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pendapatan nelayan menggunakan alat tangkap panah ikan di Desa Tinongko ialah Rp18.818.138 per tahun. Pendapatan rumah tangga nelayan menggunakan alat tangkap lain ialah Rp4.800.000, dan pendapatan rumah tangga lainnya ialah Rp10.035.294, sehingga total pendapatan rumah tangga nelayan ialah Rp33.653.432. Kontribusi pendapatan nelayan dengan menggunakan alat tangkap panah ikan terhadap pendapatan keluarga ialah 55,54%. Nilai tersebut sedikit lebih besar dibandingkan dengan pendapatan dari pekerjaan lainnya yaitu sebesar 44,46% sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa dari kebutuhan hidup keluarga nelayan ditopang dengan penghasilan dari alat tangkap panah ikan. Kata Kunci: kontribusi; nelayan panah ikan; Pulau Mantehage
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Gilbert Demas Lengkong; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung; Srie J. Sondakh; Grace O. Tambani; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47585

Abstract

Abstract Fishermen are a group of people living in coastal areas who live together and meet their needs from marine resources. Tinongko Village is one of four villages on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The condition of the village which is still in the coastal area causes most of the people to work as fishermen. Education is an activity to develop all aspects of human personality that lasts a lifetime, in other words, education does not only take place in the classroom, but also takes place outside the classroom. Education is not only formal, but also non-formal. Substantially, education is not limited to human intellectual development, meaning that it does not only increase intelligence, but also develops all aspects of human personality. The purpose of this study was to determine fishermen's perceptions of the education level of children in Tinongko Village, Wori District, North Minahasa Regency. The research method used is the survey method, the population in this study is the fishing community in Tinongko Village who already have children. The data collection method is done by sampling, the data used are secondary data and primary data. Based on the results of the study it was found that fishermen's knowledge of the education level of children in Tinongko Village based on the Guttman scale analysis resulted in 62.78% agreeing results, while those who disagreed and had obstacles in children's education obtained 37.22% results. There are 3 dimensions to see perceptions, namely the education dimension as knowledge to become a fisherman obtained an average score of 2.62%, which means that it is quite important, while the educational dimension for children's skills gets an average score of 3.47% which states that this perception is very important , and the dimensions of fishermen's perceptions of children's education get an average score of 2.07%. This perception states that education is quite important for the success of children in the future. Keywords: perception; children's education; fisherman community; Tinongko Village   Abstrak Nelayan adalah sekelompok masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang hidup bersama dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari sumber daya laut. Desa Tinongko merupakan salah satu dari empat desa yang ada di pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keadaan desa yang letaknya masih berada di daerah pesisir menyebabkan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangan seluruh aspek kerpibadian manusia yang berjalan seumur hidup, dengan kata lain pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi berlangsung pula di luar kelas. Pendidikan bukan hanya bersifat formal, tetapi juga yang nonformal. Secara substansial, pendidikan tidak terbatas pengembangan intelektual manusia, artinya tidak hanya meningkatkan kecerdasan, melainkan mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tinongko Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di Desa Tinongko yang sudah memiliki anak. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengambilan sampel, data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tinongko berdasarkan analisis skala Guttman di dapat hasil yang setuju 62,78% sedangkan kurang setuju dan memiliki kendala dalam pendidikan anak mendapatkan hasil 37,22%. Terdapat 3 dimensi untuk melihat persepsi yaitu dimensi pendidikan sebagai pengetahuan untuk menjadi nelayan diperoleh skor rata-rata 2,62% yang artinya menyatakan cukup penting, sedangkan dimensi pendidikan untuk keterampilan anak di dapat skor rataan 3,47% yang menyatakan bahwa persepsi ini sangat penting, dan dimensi persepsi nelayan terhadap pendidikan anak di dapat skor rataan 2,07% persepsi ini menyatakan bahwa pendidikan cukup penting untuk keberhasilan anak di masa depan. Kata kunci: persepsi; pendidikan anak; masyarakat nelayan; Desa Tinongko
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA JAYAKARSA KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Gloria Equilly Luciana Wullur; Jardie A. Andaki; Grace O. Tambani; Siti Suhaeni; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51057

Abstract

Abstract The purpose of this study was to describe the business profile and analyze the financial condition of the seaweed cultivation business in Jayakarsa Village, West Likupang District. The population in this study are seaweed cultivators who are still active in Jayakarsa Village. The data collection method used in this study was purposive sampling, namely as many as 3 active seaweed cultivators. Data collection is done by observation or direct observation in the field. Primary data in this study is data obtained from direct observation in the research area by conducting interviews, observations and filling out questionnaires. Secondary data is data obtained from Jayakarsa Village data which is the place of research. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the seaweed cultivation business in Jayakarsa Village is feasible because it gets a net profit is Rp16,406,000 per year, with a positive Profit Rate (PR) value of 57%. Profitability value > 100% is 405%, and BCR value > 1 is 1.57. The value of sales results per year is Rp45,000,000 and production results are 9,000 Kg/year, all of which are above the sales BEP (sales BEP is Rp6,260,000) and Unit BEP (1,252 Kg Unit BEP) and the Payback Period is less than one year, which is only 4 months 26 days. Keywords: financial analysis; seaweed; Jayakarsa Village   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan profil usaha dan Menganalisis kondisi finansial usaha budidaya rumput laut di Desa Jayakarsa Kecamatan Likupang Barat. Populasi dalam penelitian ini ialah pembudidaya rumput laut yang masih aktif usahanya di Desa Jayakarsa. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah purposive sampling, yaitu sebanyak 3 pembudidaya rumput laut yang masih aktif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan secara langsung di lapangan. Data primer dalam penelitian ini ialah data yang diperoleh dari pengamatan secara langsung di daerah penelitian dengan melakukan wawancara, observasi dan mengisi kuesioner. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari data Desa Jayakarsa yang menjadi tempat penelitian. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya rumput laut di Desa Jayakarsa ini layak dijalankan karena mendapatkan keuntungan bersih per tahun sebesar Rp16.406.000, dengan nilai Profit Rate (PR) positif sebesar 57%. Nilai Rentabilitas > 100% yaitu 405%, dan nilai BCR > 1 yaitu 1,57.  Nilai hasil penjualan per tahun sebesar Rp45.000.000 dan hasil produksi 9.000 Kg/tahun, semuanya diatas BEP penjualan (BEP penjualan Rp6.260.000) maupun BEP Satuan (BEP Satuan 1.252 Kg) dan Payback Periodnya adalah kurang dari satu tahun yaitu hanya 4 bulan 26 hari. Kata Kunci: analisis finansial, rumput laut, Desa Jayakarsa
ANALISIS FINANSIAL USAHA PANCING ULUR DI DESA MANTEHAGE BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Christianzen Veron Imanuel Andaki; Jeannette F. Pangemanan; Grace O. Tambani; Swenekhe S. Durand; Victoria E.N. Manoppo; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51534

Abstract

Abstract Mantehage Buhias Village has an area of ​​631 Ha where most of it is plantation land of 127.5 Ha. The boundaries of the village area are: Mantehage Tangkasi Village to the North, Mantehage Tinongko Village to the South, Sea to the East, Mantehage Bango Village to the West. The purpose of this study was to determine the cost structure of the hand line business and to find out the financial analysis of the hand line business in Buhias Village. The method used in this study is the survey method. The survey research method is a method in which data collection can use questionnaires and interviews obtained from a census in the form of people, which of these data will be able to represent a population of fishermen in Buhias Village. The population in this study were hand line fishermen in Buhias Village. The analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative descriptive analysis. Quantitative analysis is to provide a discussion using calculations. Quantitative descriptive analysis was carried out to analyze hand line business in Buhias village, Wori sub-district, North Minahasa regency Data analysis was carried out quantitatively through the data processing stage in the form of tables and descriptive data interpretation. The financial analysis used is to calculate the Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Profitability, Break Even Point and Payback Period Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the hand line business in Mantehage Buhias Village is feasible to run, because it gets a net profit of Rp18,543,333 with an Operating Profit (OP) value of Rp20,113,333 and the Profit Rate (PR) is 129%. Profitability value > 100%, namely 220%, BCR value > 1, namely 2.29, BEP Sales value from the hand line business is Rp2,572,469, as well as Unit BEP 85.75 and the Payback Period is 5.28 months or 5 months 10 days. Keywords: financial analysis; long-line fishing business; Mantehage Buhias Village   Abstrak Desa Mantehage Buhias memiliki luas wilayah sebesar 631 Ha dimana sebagian besar di antaranya berupa lahan perkebunan sebesar 127,5 Ha. Batas-batas wilayah desa yakni: Sebelah Utara dengan Desa Mantehage Tangkasi, Sebelah Selatan dengan Desa Mantehage Tinongko, Sebelah Timur dengan Laut, Sebelah Barat dengan Desa Mantehage Bango. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui struktur biaya dari usaha pancing ulur dan mengetahui analisis finansial usaha pancing ulur di Desa Buhias. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Metode penelitian survei adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari sensus berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi nelayan yang ada di Desa Buhias. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang ada di Desa Buhias. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif adalah untuk memberikan bahasan dengan menggunakan perhitungan. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk menganalisis usaha pancing ulur di desa Buhias kecamatan wori kabupaten minahasa utara Analisis data yang dilakukan secara kuantitatif melalui tahap pengolahan data berupa tabel dan interpretasi data secara deskriptif. Analisis finansial yang digunakan yaitu dengan menghitung Operating Profit, Net Profit, Profit Rate, Benefit Cost Ratio, Rentabilitas, Break Even Point dan Payback Period Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pancing ulur di Desa Mantehage Buhias layak untuk dijalankan, karena mendapatkan keuntungan bersih pertahun sebesar Rp18.543.333 dengan nilai Operating Profitnya (OP) adalah Rp20.113.333 dan nilai Profit Rate (PR) yaitu 129%. Nilai Rentabilitas > 100% yaitu 220%, nilai BCR > 1 yaitu 2,29, nilai BEP Penjualan dari hasil usaha pancing ulur sebesar Rp2.572.469, maupun BEP Satuan 85,75 dan Payback Periodnya 5,28 bulan atau 5 bulan 10 hari. Kata Kunci: analisis finansial; usaha pancing ulur; Desa Mantehage Buhias
KONTRIBUSI USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI PULAU MANTEHAGE DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Anjas A. Gagola; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Nurdin Jusuf; Jardie A. Andaki; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51536

Abstract

Abstract Tinongko Village is one of four villages on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The condition of the village which is located in a coastal area causes many people to have a livelihood as fishermen, one of which is hand line fishing. The level of fishermen's income is largely determined by the catch where the number of catches is also reflected in the amount of income received. This income, which depends on erratic catches, raises questions about how much the hand line fishermen's catch contributes to meeting their daily needs. The purpose of this study is to find out how much the contribution of capture fisheries products using hand line fishing gear to the income of fishermen households in Tinongko Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were all hand line fishermen who had families in Tinongko Village. The data collection method used is the census method, which is a complete data collection procedure for all population units. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews using a list of questions asked directly. Secondary data was collected through existing data at the village administration office, or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. The purpose of this study was achieved by analyzing the calculation of fishermen's household income and analyzing the contribution of income from capture fisheries. Based on the results of the study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Tinongko Village per year is Rp40,911,600. The income of fishermen families in Tinongko Village is Rp45,378,267 per year, sourced from the main livelihood, namely as fishermen using hand line fishing gear plus fishery income outside of hand line fishing gear and income outside fisheries. The contribution of handline catches to fishermen's household income is 90.16%, this means that work as handline fishing gear fishermen is the main job, but income from outside handline fishing gear also affects fishermen's families in meeting their daily needs.   Keywords: contribution; family income; long fishing line Abstrak Desa Tinongko merupakan salah satu dari empat desa yang ada di pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keadaan desa yang letaknya di daerah pesisir menyebabkan banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya nelayan tangkap pancing ulur. Tingkat pendapatan nelayan sangat ditentukan oleh hasil tangkapannya dimana banyaknya tangkapan tercermin pula dari besarnya pendapatan yang diterima. Pendapatan yang begantung pada hasil tangkapan yang tidak menentu ini menimbulkan pertanyaan mengenai berapa kontribusi hasil tangkapan nelayan pancing ulur dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui berapa besar kontribusi hasil perikanan tangkap menggunakan alat tangkap pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yang ada di Desa Tinongko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan pancing ulur yang sudah berkeluarga yang ada di Desa Tinongko. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah menggunakan metode sensus, yaitu prosedur pendataan lengkap terhadap semua unit populasi. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara menggunakan daftar pertanyaan yang ditanyakan langsung. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor pemerintahaan desa, atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tujuan penelitian ini dicapai dengan analisis perhitungan pendapatan rumah tangga nelayan dan analisis kontribusi hasil pendapatan dari perikanan tangkap. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan alat tangkap pancing ulur di Desa Tinongko per tahun adalah sebesar Rp40.911.600. Pendapatan keluarga nelayan di Desa Tinongko sebesar Rp45.378.267 per tahun, bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan menggunakan alat tangkap pancing ulur ditambah dengan penghasilan perikanan diluar alat tangkap pancing ulur dan penghasilan diluar perikanan. Kontribusi dari hasil tangkapan pancing ulur terhadap pendapatan rumah tangga nelayan yaitu 90,16% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan alat tangkap pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar alat tangkap pancing ulur juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kata kunci: kontribusi; pendapatan keluarga; pancing ulur
KONTRIBUSI USAHA PERIKANAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE I BANGO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Alfeki Yangkobus; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51545

Abstract

Abstract Mantehage I Bango Village is one of the villages in Wori District, North Minahasa Regency. This village has an area of ​​330 km2, the distance between Mantehage I Bango Village and the Capital City of North Sulawesi Province is 26 km and it takes about 2 hours from Mantehage I Village. Bango to the Capital City of North Sulawesi Province by using a sea taxi. Mantehage I Bango Village has abundant marine resources, especially in the field of fisheries, and some residents in Mantehage I Bango Village depend on marine products to meet their family needs, especially hand line fishermen. The purpose of this study was to find out how much the hand line fishing business contributed to family income in Mantehage I Bango Village. The population in this study were hand line fishermen in Mantehage I Bango Village, 15 fishermen who were married, and all fishermen had side jobs such as 8 construction workers, 3 coconut plantation workers, 2 banana farmers, and 2 coconut farmers. . Data collection in this study was carried out using the census method. Census research is research that takes one population group as a sample as a whole and uses a structured questionnaire as the principal data collection tool to obtain specific information. Data analysis that will be used in this study is to use descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis, namely analysis to provide an overview and explanation using the author's sentences are systematic and easy to understand according to the data obtained. Quantitative descriptive analysis is data analysis by providing a discussion or study of existing data using calculations. Based on the results of this study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Mantehage I Bango Village per year is Rp15,286,933, - The income of a hand line fisherman's family in Mantehage I Bango Village is Rp22,093,600.- per year which originates from the main livelihood, namely as hand line fishermen plus a side job income of Rp6,806,667. The contribution of the hand line fishing business is 69%, this means that work as hand line fishermen is the main job, but income from side jobs also affects fishermen's families in meeting family needs. Keywords: contribution; income; hand line   Abstrak Desa Mantehage I Bango merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Desa ini memiliki luas wilayah 330 km2, jarak antara Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yaitu 26 km dan butuh waktu sekitar 2 jam dari Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan taxi laut. Desa Mantehage I Bango memiliki sumber daya laut yang melimpah terutama di bidang perikanan, dan sebagian penduduk di Desa Mantehage I Bango menggantungkan hidupnya dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama nelayan pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi usaha perikanan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga di Desa Mantehage I Bango. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur Desa Mantehage I Bango sebanyak 15 nelayan yang sudah berkeluarga, dan semua nelayan memiliki pekerjaan sampingan seperti buruh bangunan sebanyak 8 nelayan, buruh pekerja kebun kelapa 3 nelayan, petani pisang 2 nelayan, dan petani kelapa sebanyak 2 nelayan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sesnsus, penelitian sensus merupakan penelitian yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan infromasi yang spesifik. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta penjelasan dengan menggunakan kalimat penulis sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango per tahun sebesar Rp15.286.933 Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango Rp22.093.600 per tahun yang bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan pancing ulur ditambah dengan penghasilan pekerjaan sampingan Rp6.806.667. Kontribusi dari usaha perikanan pancing ulur yaitu 69% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari pekerjaan sampingan juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; pancing ulur
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP LAYANAN FASILITAS PELABUHAN SARANA PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Meilanny Juneta Nazar; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Srie J. Sondakh; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51224

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishery Port is one of the centers of capture fisheries activity in Bitung City. The level of user satisfaction is one of the determining factors for the success and sustainability of Bitung Ocean Fishery Port in carrying out its duties and functions to provide the facilities and services needed by fishermen. Based on the background above, it can be formulated that the existing problem is how the level of user satisfaction, namely fishermen, with service facilities, which in this case is limited to the facilities provided by PPS Bitung. The purpose of this research is to: identify what facilities are in Bitung Ocean Fishery Port and analyze the level of user satisfaction, in this case fishermen, with the service facilities provided by Bitung Ocean Fishery Port. The method used in this research is a case study. The population in this study were fishing boat captains who anchored and leaned on Bitung PPS. Data collection used the Sampling method, to determine the size of the sample to be studied using the Slovin method and a sample of 25 skippers was obtained. The data collected in this study are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis which is quantified. The first objective was achieved by direct observation at Bitung Ocean Fishery Port to identify existing facilities at Bitung Ocean Fishery Port. The second objective is to analyze the level of satisfaction of fishermen using Likert analysis. Based on the results of the Likert scale analysis for the satisfaction level of fishermen with basic facilities, an average value of 4.09 was obtained, functional facilities also obtained an average value of 4.08 and supporting facilities obtained an average value of 4.06. These results are averaged to 4.07 for all existing facilities in Bitung Ocean Fishery Port. It can be concluded that all users feel very satisfied in using all the facilities available at Bitung Ocean Fishery Port.  Keywords: perception; facilities; Bitung Ocean Fishery Port   Abstark Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap di Kota Bitung. Tingkat kepuasan pengguna merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dan keberlanjutan PPS Bitung dalam melakukan tugas dan fungsinya untuk menyediakan fasilitas dan layanan yang diperlukan nelayan. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang ada adalah bagaimana tingkat kepuasan pengguna yaitu nelayan terhadap layanan fasilitas yang dalam hal ini dibatasi pada fasilitas sarana saja yang disediakan oleh PPS Bitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengidentifikasi fasilitas sarana apa saja yang ada di PPS Bitung dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna dalam hal ini adalah nelayan, terhadap layanan fasilitas sarana yang disediakan oleh PPS Bitung Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah nakhoda kapal perikanan yang berlabuh dan bersandar di PPS Bitung. Pengambilan data menggunakan metode Sampling, untuk menentukan besarnya sampel yang akan diteliti menggunakan metode Slovin dan diperoleh sampel sebesar 25 orang Nakhoda. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang dikuantitatifkan. Tujuan pertama dicapai dengan observasi langsung di PPS Bitung untuk mengidentifikasi fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Tujuan kedua untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan digunakan analisis Likert. Berdasarkan hasil analisis skala likert untuk tingkat kepuasan nelayan terhadap fasilitas pokok memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,09, juga fasilitas fungsional memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,08 dan fasilitas penunjang memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,06. Hasil tersebut kalau di rata-ratakan menjadi 4,07 untuk semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semua pengguna merasa sangat puas dalam menggunakan semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Kata Kunci: persepsi; sarana; PPS Bitung
PERAN PEREMPUAN PEDAGANG IKAN KELILING DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA DI DESA TUMPAAN KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Yola Fiona Najoan; Florence V. Longdong; Swenekhe S. Durand; Steelma V. Rantung; Djuwita R.R. Aling; Grace O. Tambani
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51647

Abstract

AbstractThe rapid economic development in Indonesia has led to an increase in household needs. The active participation of women in economic activities is crucial for achieving inclusive and sustainable economic growth. One significant effort made by women to support their family's economy is their involvement in small-scale fisheries, mainly through selling the catch of local fishermen. This research aims to explore the general condition of women fishmongers who operate mobile fish vending businesses in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, South Minahasa Regency, and to describe their role in supporting household economies. The findings of this study can provide insights into the role of women fishmongers in contributing to family economics, which is an essential requirement for completing studies at the Faculty of Fisheries, Sam Ratulangi University, Manado, and serve as a foundation for future research in similar areas. This research is conducted as a descriptive study using a census method for data collection. Data is gathered through observations, interviews, and documentation in the form of photographs. The collected data is then subjected to qualitative and quantitative descriptive analysis. The annual income of women fishmongers is found to be Rp29,702,400, while the total household income is Rp63,302,400, resulting in a contribution of 46.92% from women fishmongers towards the household economy. However, with a contribution of less than 50%, it is evident that the income generated by women fishmongers in Tumpaan Village, Tumpaan Subdistrict, is not their primary source of income. This indicates that within the family's economy, wives are considered supporting contributors and do not replace the husband's role as the main breadwinner. Keywords: roles, women; selling fish; income Abstrak Perkembangan ekonomi di Indonesia yang semakin pesat membuat kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi juga sangat penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan perempuan untuk menunjang ekonomi keluarga yaitu berpartisipasi di sektor perikanan berskala kecil, umumnya mereka menjual hasil tangkap laut nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keadaan umum perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan dan untuk mendeskripsikan bagaimana peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan untuk memahami peran perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga, salah satu syarat dalam menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado dan sebagai sarana penunjang dalam penelitian sejenis di masa mendatang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data secara sensus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui observasi dan wawancara ataupun dokumentasi dalam bentuk foto. Data yang diperoleh akan dikumpulkan dan di analisis kemudian akan dikalimatkan menjadi suatu kalimat yang sesuai dengan kata. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pendapatan perempuan pedagang ikan keliling sebesar Rp29.702.400 per tahun dan dengan pendapatan rumah tangga sebesar Rp63.302.400 per tahun, maka kontribusi yang diberikan oleh perempuan pedagang ikan keliling dalam menunjang ekonomi keluarga adalah sebesar 46,92%. Dapat dilihat dari nilai tersebut yang kurang dari 50% bahwa dapat dikatakan pendapatan dari perempuan pedagang ikan keliling di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan bukan sebagai pendapatan utama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam perekonomian keluarga, seorang istri hanya sebagai penunjang dan tidak menggeser kedudukan suami sebagai pencari nafkah utama. Kata kunci : peran; perempuan; penjual ikan keliling; pendapatan