Srie J. Sondakh
Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KELAYAKAN USAHA PUKAT PANTAI BAGI NELAYAN DI KELURAHAN TANDURUSA KECAMATAN AERTEMABAGA KOTA BITUNG Misyel Margaretha Naalinsong; Siti Suhaeni; Srie J. Sondakh; Victoria E.N. Manoppo; Nurdin Jusuf; Olvie V. Kotambunan
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46263

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the feasibility of the beach seine business in Tandurusa Village. The method used in this research is survey method. The population in this study were fishermen who owned beach seine businesses in the Tandurusa sub-district, while data collection was carried out by census. The data collected are primary data and secondary data. Primary data is collected through observation and interviews guided by a list of questions. Secondary data was collected through existing data at the Kelurahan office or citing existing research journals. Data analysis used in this research is descriptive quantitative and qualitative. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the results of the due diligence analysis of the beach seine business in Tandurusa Sub-District obtained a net profit of Rp. 847,348,750 per year, an operating profit of Rp. 870,600,000, a positive profit rate of 46.46%, profitability of 590.74% , the value of BC/R> 1 1.87 from the sale of IDR 1,824,000,000, and the catch of 4,560 buckets above the value of BEP sales of IDR 48,440,104, the BEP for units is 121.1 buckets and the payback period is 2 months 1 day. Based on all the feasibility tests that have been carried out, it can be concluded that the beach seine business in the Tandurusa Village is feasible based on several business feasibility criteria. Keywords: fishermen; beach trawlers; business feasibility; Tandurusa Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengetahui kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei. Populasi dalam penelitian ini ialah nelayan pemilik usaha pukat pantai yang ada di kelurahan Tandurusa, sedangkan pengambilan datanya dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara yang dipandu dengan daftar pertanyaan. Data sekunder dikumpulkan melalui data yang sudah ada di kantor Kelurahan atau mengutip dari jurnal-jurnal penelitian terkait yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji kelayakan usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa diperoleh keuntungan bersih per tahun ialah sebesar Rp847.348.750, operating profit sebesar Rp870.600.000, nilai profit rate positif 46,46%, rentabilitas 590,74%, nilai BC/R>1 1,87 hasil penjualan Rp1.824.000.000, dan hasil tangkapan sebesar 4.560 ember di atas nilai BEP penjualan Rp48.440.104, BEP satuan 121,1 ember dan payback period 2 bulan 1 hari. Berdasarkan seluruh uji kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha pukat pantai di Kelurahan Tandurusa ini layak dijalankan berdasarkan beberapa kriteria kelayakan usaha. Kata kunci: nelayan; pukat pantai; kelayakan usaha; Tandurusa
ANALISIS FINANSIAL USAHA FILLET IKAN DI CV. CAMAR LAUT KOTA GORONTALO PROVINSI GORONTALO Pratewo Ibrahim; Grace O. Tambani; Florence V. Longdong; Nurdin Jusuf; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46264

Abstract

Abtrack Efforts to increase value and optimize the utilization of marine catch production are by developing value-added products, both traditional and modern preparations. Fish fillets are one of the fishery product processing technologies that can provide added value. The results of this study have the goal of knowing the cost structure of fish fillet business in CV. Gorontalo Seagull and find out whether the fish fillet business is feasible or not. The basis of this research is a census, with the respondents identified as business owners who are also directors and managers. Source of data obtained through primary and secondary data. Primary data in this study were taken by means of observation and interviews guided by questionnaires conducted on respondents. The results of the research are based on the financial analysis of the fish fillet business in CV. Gorontalo Sea Gull, Gorontalo City is suitable for use because the value of the operating profit is IDR 120,750,000, the net profit or absolute profit from the fish fillet business is IDR 100,117,000, the profit rate or profit level obtained in the fish fillet business is 6%, the BCR is obtained that is equal to 1.06, the value of profitability is equal to 49%, BEP sales of IDR 276,581,769 and BEP units of 6,146 kg. Keywords: financial analysis; fish fillets; Gorontalo city Abstrak Upaya untuk meningkatkan nilai dan mengoptimalkan pemanfaatan produksi hasil tangkapan laut adalah dengan pengembangan produk bernilai tambah, baik olahan tradisional maupun modern. Fillet ikan adalah salah satu teknologi pengolahan hasil perikanan yang dapat memberi nilai tambah. Hasil penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui struktur biaya usaha fillet ikan di CV. Camar Laut Gorontalo serta mengetahui analisis finansial usaha fillet ikan apakah layak atau tidak. Dasar penelitian ini adalah sensus, dengan responden yang ditetapkan adalah pemilik usaha yang merangkap direktur dan para menejer. Sumber data diperoleh melalui data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner yang dilakukan terhadap responden. Hasil penelitian berdasarkan analisis finansial usaha fillet ikan yang ada di CV. Camar Laut Gorontalo Kota Gorontalo layak digunakan karena nilai dari oprating profit yaitu Rp120.750.000, net profit atau keuntungan absolut dari usaha fillet ikan ialah Rp100.117.000, profit rate atau tingkat keuntungan yang didapat pada usaha fillet ikan yaitu 6%, BCR yang didapat yaitu sebesar 1,06, nilai dari rentabilitas yaitu sebesar 49%, BEP penjualan sebesar Rp276.581.769 dan BEP satuan sebesar 6.146 kg. Kata kunci; analisa finansial; fillet ikan; kota Gorontalo
KONTRIBUSI PEKERJAAN SAMPINGAN NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP PEREKONOMIAN KELUARGA DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Esgit Pangidunan; Victoria E.N. Manoppo; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Florence V. Longdong; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i1.46458

Abstract

Abtrack The research objectives are: to analyze the extent to which fishermen's side jobs contribute to the family economy in Tateli Weru Village, Mandolang District. Benefits of Research: Adding information and knowledge about fishermen's side jobs. The basic method used in this research is survey. The population in this study were hand line fishermen in Tateli Weru Village, totaling 45 people. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and retrieval of written documents from relevant agencies. The data obtained were analyzed based on quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results showed that the large contribution of side jobs to the income of hand line fishermen, both farm laborers (38.57%), construction workers (59.63%), and motorcycle taxi drivers (88.17%), is not more than half of the total fishermen's income. The suggestion from this research is that the contribution of side jobs can be greater or equal to the main job and fishermen should also be more diligent or more focused on developing and increasing income from this side job.   Keywords: contribution, side job, fisherman, Tateli Weru   Abstrak Tujuan penelitian yaitu: untuk menganalisis sejauh mana kontribusi pekerjaan sampingan nelayan terhadap perekonomian keluarga di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang. Manfaat Penelitian: Menambah informasi dan pengetahuan tentang pekerjaan sampingan nelayan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur yang berada di Desa Tateli Weru yang berjumlah 45 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kontribusi pekerjaan sampingan terhadap pendapatan nelayan pancing ulur baik buruh tani (38,57%), buruh bangunan (59,63%), dan tukang ojek (88,17%), tidak lebih dari separuh total keseluruhan pendapatan nelayan. Saran dari penelitian ini adalah agar supaya kotribusi pekerjaan sampingan bisa lebih besar atau setara dengan pekerjaan utama dan sebaiknya para nelayan juga bisa lebih rajin atau lebih fokus lagi dalam pengembangan dan peningkatan pendapatan pada pekerjaan sampingan tersebut.   Kata kunci : kontribusi, pekerjaan sampingan, nelayan, Tateli Weru
GENDER PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN KAYU DI PT. CELEBES MINAPRATAMA KOTA BITUNG Christania Walukow; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung; Jeannette F. Pangemanan; Swenekhe S. Durand; Florence V. Longdong
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.46999

Abstract

Abstract The purpose of this study is to find out and find differences in gender work in each wood fish processing unit starting from the receipt of raw materials to exports and knowing the division of labor or the role of women and men (gender roles) in wood fish processing activities. Case studies are the basic method used in this study with data collection techniques using the purposive sampling method which is carried out with several considerations so that the data obtained will be more precise. The sample interviewed amounted to 10% of the population determined at each processing unit. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. Data collection is carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents at relevant agencies. The data obtained were then analyzed with an analysis of the Harvard Model developed by the Harvard Institute for International Development based on the Women in Development (WID) efficiency approach which is the earliest gender analysis and gender planning framework. All genders are employed in appropriate portions or corridors, namely the number of women is more in productive processing activities with a percentage of 61.42% because it is considered that these activities are easy to do and reach by female workers while men in reproductive processing activities with a percentage of 80.77% because these activities require extra energy but are assisted by machines to facilitate workers. The role of men is more in jobs that require extra energy, while women play an important role in light to moderate work with the characteristics of work that requires accuracy, patience and repetitiveness.  Keywords: gender; processing; wooden fish   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menemukan perbedaan pekerjaan gender pada setiap unit pengolahan ikan kayu mulai dari penerimaan bahan baku sampai ke ekspor serta mengetahui pembagian kerja atau peran perempuan dan laki-laki (peran gender) dalam kegiatan pengolahan ikan kayu. Studi kasus merupakan metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode purposive sampling yang diakukan dengan beberapa pertimbangan agar data yang diperoleh akan lebih tepat. Sampel yang diwawancarai berjumlah 10% dari populasi yang ditentukan pada setiap unit pengolahan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh kemudian dianalis dengan analisis Model Harvard yang dikembangkan oleh Harvard Institute for International Development ini didasarkan pada pendekatan efisiensi Women In Development (WID) yang merupakan kerangka analisis gender dan perencanaan gender yang paling awal. Semua gender dipekerjakan pada porsi atau koridor yang sesuai yaitu jumlah perempuan lebih banyak pada kegiatan produktif pengolahan dengan persentase 61,42% karena dianggap kegiatan tersebut mudah dilakukan dan dijangkau oleh tenaga perempuan sedangkan laki-laki pada kegiatan reproduktif pengolahan dengan persentase 80,77% karena pada kegiatan tersebut membutuhkan tenaga ekstra tetapi dibantu dengan mesin untuk mempermudah pekerjan. Peranan laki-laki lebih banyak pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, sedangkan perempuan berperan penting pada pekerjaan ringan sampai sedang dengan karakteristik pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan berulang-ulang. Kata kunci: gender; pengolahan; ikan kayu
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA TINONGKO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Gilbert Demas Lengkong; Nurdin Jusuf; Steelma V. Rantung; Srie J. Sondakh; Grace O. Tambani; Christian R. Dien
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.47585

Abstract

Abstract Fishermen are a group of people living in coastal areas who live together and meet their needs from marine resources. Tinongko Village is one of four villages on Mantehage Island, Wori District, North Minahasa Regency. The condition of the village which is still in the coastal area causes most of the people to work as fishermen. Education is an activity to develop all aspects of human personality that lasts a lifetime, in other words, education does not only take place in the classroom, but also takes place outside the classroom. Education is not only formal, but also non-formal. Substantially, education is not limited to human intellectual development, meaning that it does not only increase intelligence, but also develops all aspects of human personality. The purpose of this study was to determine fishermen's perceptions of the education level of children in Tinongko Village, Wori District, North Minahasa Regency. The research method used is the survey method, the population in this study is the fishing community in Tinongko Village who already have children. The data collection method is done by sampling, the data used are secondary data and primary data. Based on the results of the study it was found that fishermen's knowledge of the education level of children in Tinongko Village based on the Guttman scale analysis resulted in 62.78% agreeing results, while those who disagreed and had obstacles in children's education obtained 37.22% results. There are 3 dimensions to see perceptions, namely the education dimension as knowledge to become a fisherman obtained an average score of 2.62%, which means that it is quite important, while the educational dimension for children's skills gets an average score of 3.47% which states that this perception is very important , and the dimensions of fishermen's perceptions of children's education get an average score of 2.07%. This perception states that education is quite important for the success of children in the future. Keywords: perception; children's education; fisherman community; Tinongko Village   Abstrak Nelayan adalah sekelompok masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang hidup bersama dan memenuhi kebutuhan hidupnya dari sumber daya laut. Desa Tinongko merupakan salah satu dari empat desa yang ada di pulau Mantehage Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Keadaan desa yang letaknya masih berada di daerah pesisir menyebabkan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Pendidikan adalah suatu aktivitas untuk mengembangan seluruh aspek kerpibadian manusia yang berjalan seumur hidup, dengan kata lain pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi berlangsung pula di luar kelas. Pendidikan bukan hanya bersifat formal, tetapi juga yang nonformal. Secara substansial, pendidikan tidak terbatas pengembangan intelektual manusia, artinya tidak hanya meningkatkan kecerdasan, melainkan mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tinongko Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan di Desa Tinongko yang sudah memiliki anak. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengambilan sampel, data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tinongko berdasarkan analisis skala Guttman di dapat hasil yang setuju 62,78% sedangkan kurang setuju dan memiliki kendala dalam pendidikan anak mendapatkan hasil 37,22%. Terdapat 3 dimensi untuk melihat persepsi yaitu dimensi pendidikan sebagai pengetahuan untuk menjadi nelayan diperoleh skor rata-rata 2,62% yang artinya menyatakan cukup penting, sedangkan dimensi pendidikan untuk keterampilan anak di dapat skor rataan 3,47% yang menyatakan bahwa persepsi ini sangat penting, dan dimensi persepsi nelayan terhadap pendidikan anak di dapat skor rataan 2,07% persepsi ini menyatakan bahwa pendidikan cukup penting untuk keberhasilan anak di masa depan. Kata kunci: persepsi; pendidikan anak; masyarakat nelayan; Desa Tinongko
KONTRIBUSI USAHA PERIKANAN PANCING ULUR TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MANTEHAGE I BANGO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Alfeki Yangkobus; Jeannette F. Pangemanan; Florence V. Longdong; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Steelma V. Rantung
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51545

Abstract

Abstract Mantehage I Bango Village is one of the villages in Wori District, North Minahasa Regency. This village has an area of ​​330 km2, the distance between Mantehage I Bango Village and the Capital City of North Sulawesi Province is 26 km and it takes about 2 hours from Mantehage I Village. Bango to the Capital City of North Sulawesi Province by using a sea taxi. Mantehage I Bango Village has abundant marine resources, especially in the field of fisheries, and some residents in Mantehage I Bango Village depend on marine products to meet their family needs, especially hand line fishermen. The purpose of this study was to find out how much the hand line fishing business contributed to family income in Mantehage I Bango Village. The population in this study were hand line fishermen in Mantehage I Bango Village, 15 fishermen who were married, and all fishermen had side jobs such as 8 construction workers, 3 coconut plantation workers, 2 banana farmers, and 2 coconut farmers. . Data collection in this study was carried out using the census method. Census research is research that takes one population group as a sample as a whole and uses a structured questionnaire as the principal data collection tool to obtain specific information. Data analysis that will be used in this study is to use descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis, namely analysis to provide an overview and explanation using the author's sentences are systematic and easy to understand according to the data obtained. Quantitative descriptive analysis is data analysis by providing a discussion or study of existing data using calculations. Based on the results of this study it can be concluded that the net income of hand line fishermen in Mantehage I Bango Village per year is Rp15,286,933, - The income of a hand line fisherman's family in Mantehage I Bango Village is Rp22,093,600.- per year which originates from the main livelihood, namely as hand line fishermen plus a side job income of Rp6,806,667. The contribution of the hand line fishing business is 69%, this means that work as hand line fishermen is the main job, but income from side jobs also affects fishermen's families in meeting family needs. Keywords: contribution; income; hand line   Abstrak Desa Mantehage I Bango merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Desa ini memiliki luas wilayah 330 km2, jarak antara Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yaitu 26 km dan butuh waktu sekitar 2 jam dari Desa Mantehage I Bango ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan menggunakan taxi laut. Desa Mantehage I Bango memiliki sumber daya laut yang melimpah terutama di bidang perikanan, dan sebagian penduduk di Desa Mantehage I Bango menggantungkan hidupnya dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama nelayan pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kontribusi usaha perikanan pancing ulur terhadap pendapatan keluarga di Desa Mantehage I Bango. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan pancing ulur Desa Mantehage I Bango sebanyak 15 nelayan yang sudah berkeluarga, dan semua nelayan memiliki pekerjaan sampingan seperti buruh bangunan sebanyak 8 nelayan, buruh pekerja kebun kelapa 3 nelayan, petani pisang 2 nelayan, dan petani kelapa sebanyak 2 nelayan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sesnsus, penelitian sensus merupakan penelitian yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan infromasi yang spesifik. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif yaitu analisis untuk memberikan gambaran serta penjelasan dengan menggunakan kalimat penulis sistematis dan mudah dimengerti sesuai dengan data yang diperoleh. Analisis deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan memberikan bahasan atau kajian terhadap data yang ada dengan menggunakan perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan bersih nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango per tahun sebesar Rp15.286.933 Pendapatan keluarga nelayan pancing ulur di Desa Mantehage I Bango Rp22.093.600 per tahun yang bersumber dari mata pencaharian utama yaitu sebagai nelayan pancing ulur ditambah dengan penghasilan pekerjaan sampingan Rp6.806.667. Kontribusi dari usaha perikanan pancing ulur yaitu 69% hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai nelayan pancing ulur merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari pekerjaan sampingan juga berpengaruh bagi keluarga nelayan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: kontribusi; pendapatan; pancing ulur
KONTRIBUSI PEREMPUAN PENJUAL IKAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA KEMA L KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Ester Syalomitha Israel; Djuwita R.R. Aling; Olvie V. Kotambunan; Srie J. Sondakh; Swenekhe S. Durand; Jardie A. Andaki
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51782

Abstract

Abstract The aim of this research is to determine the number and sources of income of women selling fish in Kema Village, to analyze the contribution of female fish selling income to total family income, to determine the standard of living of the families of women selling fish in Kema 1 Village, Kema District, North Minahasa Regency. The method used in this research is a survey. The data collection method used was using the census method, namely taking all elements of the population as respondents. The data analysis used in this research is quantitative descriptive and qualitative descriptive, to determine the contribution of women fish sellers to family income. Based on this research, it can be concluded: 1) the average gross income per year of women selling fish is IDR 32,297,143, with an average total cost per year of IDR 1,725,000, therefore the average net income per year of women selling fish in Kema I Village is IDR 25,118,000; 2) the household income of women selling fish in Kema I Village is IDR 179,500 per year in total, sourced from income from their main job as a fish seller by being a fish wholesaler, income from children who are already working, and income from outside fisheries, namely as a farmer, artisan , and owns a stall business; and 3) the contribution of female fish sellers' income to family income is 81%, this means that working as a female fish seller is the main job, but income from selling fish also has an influence on the family in helping to meet their needs. Key words: fish seller; woman; family income; contribution; Kema 1 Village   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan sumber pendapatan perempuan penjual ikan di Desa Kema, menganalisis kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap total pendapatan keluarga, mengetahui taraf hidup keluarga perempuan penjual ikan di Desa Kema 1 Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh elemen populasi dijadikan responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, untuk menentukan kontribusi perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan: 1) rata-rata penerimaan kotor per tahun perempuan penjual ikan adalah Rp32.297.143, dengan rata-rata total biaya per tahun sebesar Rp1.725.000, maka dari itu rata-rata penghasilan bersih per tahun perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp25.118.000; 2) pendapatan rumah tangga perempuan penjual ikan di Desa Kema I adalah Rp179.500 per tahun secara keseluruhan, bersumber dari penghasilan pekerjaan pokok sebagai penjual ikan dengan menjadi pemborong ikan, pendapatan anak yang sudah bekerja, dan pendapatan dari luar perikanan yaitu sebagai petani, tukang, dan memiliki usaha warung; dan 3) kontribusi pendapatan perempuan penjual ikan terhadap pendapatan keluarga yaitu 81%, hal ini berarti bahwa pekerjaan sebagai perempuan penjual ikan merupakan pekerjaan utama, namun pendapatan dari luar penjualan ikan juga berpengaruh bagi keluarga dalam membantu memenuhi kebutuhan. Kata kunci: penjual ikan; perempuan; pendapatan keluarga; kontribusi; Desa Kema 1
NILAI EKONOMI TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI DESA BUHIAS KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Meike Ismalsi Gogali; Jardie A. Andaki; Srie J. Sondakh; Siti Suhaeni; Victoria E.N. Andaki; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51783

Abstract

Abstract The aims of this study were: to identify the indirect benefits of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and to calculate the indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency. The benefits expected from the research include: increasing knowledge about the indirect economic value of mangrove forest ecosystems in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency and fulfilling one of the requirements in completing education at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Sam Ratulangi University, Manado. The method used in this research is case study. The data collected is in the form of primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews and direct observation in the field to see directly the condition of the mangrove forest and the condition of the community. Secondary data was obtained from existing data at the village office or from previous studies. The data analysis used is descriptive qualitative and quantitative analysis. The indirect economic value of the mangrove ecosystem in Buhias Village, Wori District, North Minahasa Regency, namely: IDR 137,478,804.40 / year or IDR 1,374,788,044.08 / 10 years, wave breakers amounting to IDR 425,082,852.73 / year or IDR 4,250,828 .527.33 / 10 years, for seawater intrusion protection it amounts to IDR 4,708,226.25 / year or IDR 47,082,262.50 / 10 years, and for abrasion prevention it amounts to IDR 42,286,050.00/ year or IDR 422,860,500.00/ 10 years. With a total of IDR 567,312,033.38 / year or IDR 5,673,120,333.80 / 10 years. Keywords: economic value; indirect benefits; mangroves; Buhias Village Abstrak Tujuan penelitian ini, yaitu: mengidentifikasi manfaat tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan menghitung nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Manfaat yang diharapkan dari penelitian antara lain: menambah pengetahuan tentang nilai ekonomi tidak langsung ekosistem hutan mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, dan observasi langsung ke lapangan untuk melihat langsung keadaan hutan mangrove dan keadaan masyarakat. Data sekunder diperoleh dari data yang sudah ada pada kantor kelurahan ataupun dari penelitian-penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Nilai ekonomi tidak langsung ekosistem mangrove di Desa Buhias Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, yaitu: Rp.137.478.804,40/tahun atau Rp1.374.788.044,08/10 tahun, penahan gelombang berjumlah Rp425.082.852,73/tahun atau Rp4.250.828.527,33/10 tahun, untuk penahan intrusi air laut berjumlah Rp4.708.226,25/tahun atau Rp47.082.262,50/10 tahun, dan untuk pencegah abrasi berjumlah Rp42.286.050,00/tahun atau Rp422.860.500,00/10 tahun. Dengan total Rp567.312.033,38/tahun atau Rp5.673.120.333,80/10 tahun. Kata kunci: nilai ekonomi; manfaat tidak langsung; mangrove; Desa Buhias
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP LAYANAN FASILITAS PELABUHAN SARANA PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BITUNG DI KOTA BITUNG Meilanny Juneta Nazar; Siti Suhaeni; Steelma V. Rantung; Swenekhe S. Durand; Srie J. Sondakh; Djuwita R.R. Aling
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v11i2.51224

Abstract

Abstract Bitung Ocean Fishery Port is one of the centers of capture fisheries activity in Bitung City. The level of user satisfaction is one of the determining factors for the success and sustainability of Bitung Ocean Fishery Port in carrying out its duties and functions to provide the facilities and services needed by fishermen. Based on the background above, it can be formulated that the existing problem is how the level of user satisfaction, namely fishermen, with service facilities, which in this case is limited to the facilities provided by PPS Bitung. The purpose of this research is to: identify what facilities are in Bitung Ocean Fishery Port and analyze the level of user satisfaction, in this case fishermen, with the service facilities provided by Bitung Ocean Fishery Port. The method used in this research is a case study. The population in this study were fishing boat captains who anchored and leaned on Bitung PPS. Data collection used the Sampling method, to determine the size of the sample to be studied using the Slovin method and a sample of 25 skippers was obtained. The data collected in this study are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis which is quantified. The first objective was achieved by direct observation at Bitung Ocean Fishery Port to identify existing facilities at Bitung Ocean Fishery Port. The second objective is to analyze the level of satisfaction of fishermen using Likert analysis. Based on the results of the Likert scale analysis for the satisfaction level of fishermen with basic facilities, an average value of 4.09 was obtained, functional facilities also obtained an average value of 4.08 and supporting facilities obtained an average value of 4.06. These results are averaged to 4.07 for all existing facilities in Bitung Ocean Fishery Port. It can be concluded that all users feel very satisfied in using all the facilities available at Bitung Ocean Fishery Port.  Keywords: perception; facilities; Bitung Ocean Fishery Port   Abstark Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap di Kota Bitung. Tingkat kepuasan pengguna merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dan keberlanjutan PPS Bitung dalam melakukan tugas dan fungsinya untuk menyediakan fasilitas dan layanan yang diperlukan nelayan. Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang ada adalah bagaimana tingkat kepuasan pengguna yaitu nelayan terhadap layanan fasilitas yang dalam hal ini dibatasi pada fasilitas sarana saja yang disediakan oleh PPS Bitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: mengidentifikasi fasilitas sarana apa saja yang ada di PPS Bitung dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna dalam hal ini adalah nelayan, terhadap layanan fasilitas sarana yang disediakan oleh PPS Bitung Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah nakhoda kapal perikanan yang berlabuh dan bersandar di PPS Bitung. Pengambilan data menggunakan metode Sampling, untuk menentukan besarnya sampel yang akan diteliti menggunakan metode Slovin dan diperoleh sampel sebesar 25 orang Nakhoda. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang dikuantitatifkan. Tujuan pertama dicapai dengan observasi langsung di PPS Bitung untuk mengidentifikasi fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Tujuan kedua untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan digunakan analisis Likert. Berdasarkan hasil analisis skala likert untuk tingkat kepuasan nelayan terhadap fasilitas pokok memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,09, juga fasilitas fungsional memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,08 dan fasilitas penunjang memperoleh nilai Rata-rata sebesar 4,06. Hasil tersebut kalau di rata-ratakan menjadi 4,07 untuk semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semua pengguna merasa sangat puas dalam menggunakan semua fasilitas sarana yang ada di PPS Bitung. Kata Kunci: persepsi; sarana; PPS Bitung