p-Index From 2021 - 2026
3.194
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
M. Ihsan Jasin
Universitas Sam Ratulangi

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Kerusakan Sistem Wilayah Pantai Likupang Di Kabupaten Minahasa Utara Chintia J. Wauran; Jeffry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52710

Abstract

Terciptanya suatu pantai di kaitkan dengan Sistem Pantai, dimana dalam kesatuan sistem tersebut terdapat berbagai proses-proses yang tujuan akhir atau hasil akhir dari proses ini adalah pembentukan pantai itu sendiri. Kabupaten Minahasa Utara memiliki banyak pantai yang di sanjung keindahan alamnya. Diantaranya ada Pantai Bahoi yang terletak di kecamatan Likupang Barat dan Pantai Surabaya yang terletak di Kecamatan Likupang Timur. Kedua pantai memiliki kepentingan yang berbeda. Pantai Bahoi yang wilayah pesisirnya di jadikan pemukiman oleh masyarakat sekitar. Sedang Pantai Suabaya menjadi salah satu tempat wisata domestik. Akan tetapi, diketahui dari penelitian mulai terjadi kerusakan pada daerah pantai tersebut. Dari studi literatur yang dilakukan, di ketahui bahwa penyebab utama kerusakan adalah abrasi yang menyebabkan penyusutan garis pantai. Kemudian di perparah dengan gelombang tinggi. Perlu dilakukan analisis Prioritas penangan terhadap kerusakan pantai yang terjadi. Dilakukan dengan observasi lapangan serta studi literatur. Hasil yang di dapat menunjukan total nilai bobot tingkat kepentingan masing-masing 150 untuk Pantai Bahoi dan 125 untuk Pantai Surabaya, Dimana keduanya masuk dalam kelas “D 76-150 kurang diutamakan” Akan tetapi Pantai Bahoi meupakan daerah pemukiman, yang di prediksi kedepannya akan terus bertambah populasi penduduknya serta bangunan-bangunan bagi kepentingan masyarakat disana, maka Pantai Bahoi menjadi Prioritas utama untuk penanganan kerusakan pantai. Kata kunci: sistem pantai, abrasi, prioritas penanganan terhadap kerusakan pantai
Analisis Ketersediaan Air Bersih Pada Sumber Air Rindengan Dan Patumu Di Desa Tombasian Atas Kabupaten Minahasa Amrizal H. Wijono; M. Ihsan Jasin; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52825

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok pada berbagai aktivitas manusia. Kebutuhan sehari - hari, seperti mencuci, memasak, mandi dan kebutuhan konsumsi membutuhkan keberadaan dan ketersediaan air yang cukup. Air juga dibutuhkan pada aktivitas ekonomi dan sosial, seperti Industri, Kantor Pelayanan Jasa, Kesehatan, Sekolah, juga membutuhkan ketersedian air bersih yang cukup dan dalam jumlah yang besar pula. Dari hal tersebut diketahui bahwa kebutuhan air bersih dapat berbeda pada setiap tempatnya tergantung konsumsi dan pemenuhan kebutuhannya. Maka begitu pentingnya kualitas sistem distribusi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari di Desa Tombasian Atas, dimana di desa tersebut mengalami pengurangan kualitas Jaringan Sistem Distribusi dan kuantitas Debit Distribusi Air Bersih entah berkurangnya sumber air, bermasalah atau berkurangnya debit aliran pada jaringan distribusinya, atau konsumsi masyarakat desa yang semakin meningkat. Mengingat pentingnya pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut, diperlukan analisis sistem penyediaan air bersih dengan sistem distribusinya dapat direvitalisasi agar kebutuhan masyarakat di Desa Tombasian Atas dapat terpenuhi. Metode-metode yang digunakan dalam penelitian adalah Studi Lapangan dan Studi Literatur, proyeksi pertumbuhan penduduk dihitung hingga tahun 2033 dengan menggunakan 3 metode regresi, yaitu metode regresi Linear, regresi Logaritma, regresi Eksponensial. Kata kunci: air bersih, system distribusi, kebutuhan desa
Studi Kerusakan Pantai Motandoi Di Desa Motandoi Selatan Kecamatan Pinolosian Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Dicky Djadinira; M. Ihsan Jasin; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54751

Abstract

Pantai merupakan daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang laut tertinggi dan surut terendah. Dasa Motandoi selatan merupakan desa yang sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan dan tinggal di pesisir pantai Motandoi. Faktor alam berupa gelombang yang cukup besar pada musim-musim tertentu sering terjadi di pantai tersebut sehingga mengakibatkan pemunduran pada garis pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain pengumpulan data baik data primer maupun data sekunder serta analisis data yang meliputi analisis kerusakan pantai dan penentuan tingkat kerusakan dan penentuan prioritas penanganan. Dari hasil analisis berdasarkan Surat Edaran Kementrian Pekerjaan Umum Nomor: 08/SE/M/2010 prioritas penanganan kerusakan yang dipilih adalah pemunduran pada garis pantai dengan bobot 250 dan skala prioritas B (sangat diutamakan) yang berarti pantai tersebut memiliki tingkat kerusakan yang amat besar. Dan berasarkan Penyusunan Tingkat Kerusakan Pantai (Triadmodjo, 2012), tingkat keusakan pantai tersebut memiliki bobot total 700 yang berarti skala prioritas penanganan pantai tersebut amat sangat diutamakan (A) dan memiliki tingkat kerusakan yang amat sangat besar. Dari hasl analisis dengan menggunakan kedua metode tersebut dapat dinyatakan bahwa pantai Motandoi membutuhkan penanganan segera. Kata kunci: Pantai Motandoi, prioritas penanganan, tingkat kerusakan pantai
Evaluasi Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Di Kawasan Bahu Mall Kota Manado Brenda W. Tarore; Ariestides K. T. Dundu; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54755

Abstract

Kota Manado yang memiliki bentang alam dengan karakteristik pantai, daratan dan perbukitan menjadi nilai tambah untuk kemajuan kota manado. Pesisir pantai bahu telah menjadi salah satu destinasi wisata di kota Manado. Menurut pengamatan, pada pantai di Kawasan bahu mall kota manado telah mengalami perubahan fisik (kerusakan) pada daerah pesisir pantai, dengan Kondisi Bangunan Pengaman (sea wall) yang ada di beberapa titik telah mengalami kerusakan. Sehubungan dengan kondisi tersebut maka pada kajian ini akan dilakukan evaluasi kinerja bangunan sea wall yang sudah ada berdasarkan analisis yang dilakukan dengan memperhitungkan gaya alam yang terdapat di sekitar pantai untuk mengetahui bangunan sea wall tersebut efektif atau tidak efektif terhadap pengaruh gelombang, memerlukan data-data seperti data pasang surut, data angin selama 5 tahun, batimetri, dan eksisting dimensi bangunan yang ada. Berdasarkan hasil analisa penelitian, gelombang laut yang paling tinggi di Pantai Kawasan Bahu Mall Kota Manado terdapat dari arah Barat Laut, dengan gelombang maksimum yang terjadi pada bulan Agustus 2018, untuk tinggi gelombang 1,900 m dan periode gelombang 9,228 det. Pada perhitungan run-up terhadap eksisting seawall di lokasi penelitian, didapat tinggi run-up maksimum pada kedalaman 0 m yang di akibatkan oleh elevasi HHWL sebesar 2,2049 m, MSL sebesar 3,0869 dan LLWL yaitu sebesar 1,7915 m dan terjadi overtopping, bangunan tidak efektif dalam mereduksi gelombang yang ada. Kata kunci: seawall, transformasi gelombang, run-up, overtopping
Evaluasi Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Mokupa Kabupaten Minahasa Aryandi P. Sumajow; M. Ihsan Jasin; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56388

Abstract

Pesisir pantai Mokupa di Kecamatan Tombariri, Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, merupakan area infrastruktur jalan trans sulawesi dan berfungsi sebagai tempat sandar kapal nelayan. jalan trans sulawesi di pantai mokupa ini berada tepat di pesisir pantai, sehingga untuk melindungi infrastruktur tersebut terdapat bangunan pengaman pantai. Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan langsung di lokasi penelitian kondisi eksisting pengaman pantai tembok laut (seawall) yang ada, telah mengalami kerusakan di beberapa bagian sehingga pada saat gelombang tinggi, biasanya air laut dapat menghujam infrastruktur jalan Trans sulawesi yang mengakibatkan akses pengguna jalan terganggu. Berdasarkan masalah tersebut maka akan dilakukan evaluasi kinerja bangunan pengaman untuk mengetahui pengaman tersebut efektif atau tidak efektif terhadap gelombang. Berdasarkan perhitungan run-up terhadap eksisting seawall pada pantai mokupa, di dapat tinggi run-up maksimum yang di akibatkan oleh elevasi HHWL sebesar 0,6348 m, MSL sebesar 1,0350 m, dan LLWL sebesar 0,8280 m, sehingga mengakibatkan terjadi overtopping pada kondisi HHWL sebesar 6,093 m3/detik dan pada kondisi MSL sebesar 0,368 m3/detik. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa pengaman pantai, di lokasi penelitian tidak efektif dari pengaruh gelombang dikarenakan tinggi Run-up melebihi bangunan eksisting. Akibat terjadinya kondisi tersebut diperlukan perencanaan ulang pada bangunan pengaman pantai. Dari perhitungan perencanaan ulang di dapatkan dimensi pengaman pantai dengan elevasi mercu 5.24 m, lebar puncak 3.20 m, kemiringan 1;3, tinggi toe protection 2.24 m Lebar toe protecton 4.46 m. Kata kunci: Pantai Mokupa, gelombang, evaluasi, run-up, pengaman pantai
Sistem Pengaman Pantai Pada Daerah Pantai Boulevard Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Oktorando Simbar; Arthur H. Thambas; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56489

Abstract

Pantai Boulevard Amurang terletak di bagian Teluk Amurang. Teluk Amurang adalah sebuah teluk di semenanjung Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Lebih tepatnya berada di wilayah Kota Amurang yang merupakan Ibukota Kabupaten Minahasa Selatan. Pantai Boulevard Amurang merupakan salah satu Kawasan wisata yang ada di Kota Amurang karena mempunyai kondisi pemandangan pantai yang indah. Namun, pada tengah Bulan Juni Tahun 2022, tepatnya pada tanggal 15 Juni 2022 sekitar pukul 14.00 WITA, telah terjadi bencana abrasi yang menerjang di daerah pantai kelurahan uwuran satu dan bitung, Pantai Boulevard Amurang merupakan salah satu daerah pesisir pantai mengalami kerusakan di karenakan terjadi bencana abrasi. Terkait masalah yang terjadi, maka diperlukan penanganan khusus, yaitu karena sudah pernah ada bangunan pengaman pantai di lokasi tersebut sebelum terjadi bencana abrasi, butuhnya sistem pengaman pantai permanen yang cocok di lokasi abrasi. Dengan menggunakan metode AHP untuk mendapatkan tipe bangunan yang sesuai untuk lokasi penelitian. Dari hasil AHP didapatkan skor tertinggi pada revetment. Skor dai pengaman pantai breakwater adalah 32,40%, groin sebesar 20%, dan reventment sebesar 47.60%. Berdasarkan skor ini maka akan digunakan Bangunan Pengaman Pantai jenis reventment. Revetment dipilih untuk pengaman pantai Boulevard Amurang karena dapat menahan erosi di bagian belakang bangunan, lebih efektif apabila dibandingkan dengan groin di sepanjang pantai karena longshore transport sedimen yang terjadi tidak besar, melindungi pantai dari limpasan gelombang tinggi yang terjadi sehingga pemukiman di belakangnya dapat dilindungi, dan pelaksanaan lebih mudah. Kata kunci: Pantai Boulevard Amurang, pengaman pantai, Metode AHP
Alternatif Pemecahan Masalah Overtopping Manado Town Square Albert C. Kappers; Jefry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56499

Abstract

Manado Town Square berada di Kecamatan Sario, Manado, Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan pusat perbelanjaan dan keramaian di pesisir pantai Kota Manado. Berdasarkan penilitian sebelumnya dari Kevin (2023) diketahui bahwa Seawall yang ada di kawasan Manado Town Square memiliki masalah yaitu overtopping. Penyebab dari terjadinya overtopping adalah karena Seawall tersebut dibangun terlalu landai yaitu 27° dimana hal itu tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Massachussets Office of Coastal Zone Management yaitu harus melebihi >30° dan ukuran mercu serta area limpasan kurang memiliki daya pantul untuk membalikkan gelombang yang terjadi. Berdasarkan hal tersebut maka, perlu adanya analisis ulang untuk mengatasi masalah yang ada. Hal-hal yang diperlukan dalam pemecahan masalah overtopping yaitu ketersediaan data primer dan data sekunder. Data primer antara lain: inventarisasi dan identifikasi masalah. Data sekunder antara lain: data angin, data pasang surut, peta lokasi, data bathimetri dan foto udara. Data tersebut dianalisa agar mendapatkan alternatif pemecahan masalah overtopping. Berdasarkan hasil analisis didapatkan alternatif yang tepat mengenai pemecahan masalah overtopping yaitu desain kembali mercu sesuai dengan run-up HHWL 5.5894 m dan MSL 4.0650 m kemiringan bangunan 30°. Kata kunci: Manado Town Square, overtopping , pengaman pantai, seawall
Studi Pengembangan Potensi Pantai Firdaus Di Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Meivitha M. Rimbing; M. Ihsan Jasin; Jefry D. Mamoto
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56503

Abstract

Pantai Firdaus terletak di kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara adalah pantai yang disepanjang pesisirnya dilewati jalan penghubung antara kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa, selain itu wilayah pesisir yang memiliki pasir hitam itu juga dijadikan masyarakat sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan sehingga dapat dikatakan pantai Firdaus ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Studi pengembangan potensi wilayah pantai harus dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan potensi apa yang dapat dikembangkan di wilayah pantai Firdaus. Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap wilayah Pantai Firdaus menggunakan data gelombang dan angin (masa lalu) 5 tahun, maka diperoleh hasil Tinggi gelombang signifikan (H) = 0.746 meter, periopde gelombang signifikan (T) = 4.365 detik dan tinggi gelombang pecah (Hb) = 0.946 meter. Berdasarkan hasil dtersebut dapat disimpulkan pantai Firdaus memiliki tinggi gelombang yang relative rendah sehingga sangat aman dikembangkan untuk kegiatan masyarakat, ditunjang juga dengan lokasi Pantai yang mudah untuk diakses membuat wilayah Pantai Firdaus sangat strategis untuk Pariwisata, dan sesuai juga dengan RTRW Kabupatan Minahasa Utara yang merencanakan strategi pengembangan wisata pantai dan bahari di kecamatan Kema. Kata kunci: Pantai Firdaus, potensi pantai, beach nourishment
Alternatif Penanganan Kerusakan Pantai Buloh Di Kecamatan Mandolang Brendi M. Rahasia; M. Ihsan Jasin; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56616

Abstract

Pantai Buloh terletak di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Pantai ini juga dilewati jalan trans sulawesi yang merupakan jalan raya nasional, jalan ini juga adalah salah satu jalan yang menghubungkan Manado di Utara dan Makassar di Selatan Pulau Sulawesi. Namun Pantai Buloh terjadi Gelombang tinggi sehingga telah menyebabkan Abrasi pada pesisir Pantai. Terkait masalah yang terjadi maka diperlukan Alternatif penanganan kerusakan pada pantai, Berdasarkan hasil analisa pasang surut, pantai mengalami muka air pasang yang paling tinggi (MHWL) yaitu 3.41 meter, maka air rata-rata (MSL) 1.9 meter, dan maka air surut (MLWL) 0.4 meter. Selain itu salah satu prosedur untuk penentuan bangunan pelindung pantai adalah keadaan gelombang (tinggi gelombang, arah gelombang, periode gelombang) dan besar angin yang bertiup (arah datangnya angin ke pantai). Dari hasil analisa arah angin yang paling dominan untuk Pantai Buloh adalah arah barat laut. Dengan tinggi gelombang pecah yang paling besar adalah 1.38 meter dan tinggi gelombang pecah pada kedalaman sebesar 1.49 meter. Maka dapat disimpulkan bahwa pantai Buloh mengalami gelombang yang cukup besar dan akan menjadi masalah yang serius jika tidak diberikan penanggulangan. Sehingga dapat disimpukan Alternatif penanganan kerusakan yaitu berupa Pengaman Pantai. Dari berbagai jenis bangunan pengaman pantai jika dipertimbangkan dari berbagai sisi dan masalah yang ada pada Pantai Buloh maka bangunan pengaman pantai yang tepat berupa seawall. Kata kunci: Pantai Buloh, pengaman pantai, seawall
Analisis Perbandingan Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Lakban Kecamatan Ratatotok Dan Pantai Matani Satu Kecamatan Tumpaan Starmon J. W. Supit; Jeffry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56960

Abstract

Pantai Lakban, Ratatotok, Minahasa Tenggara dan Pantai Matani Satu, Tumpaan, Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, merupakan kawasan area wisata, namun juga rentan terhadap dampak gelombang laut yang dapat mempengaruhi stabilitas garis pantai dan ekosistem pesisir. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian terdahulu untuk mengkaji lebih dalam tentang perbandingan transformasi gelombang berdasarkan pengaruh kedalaman laut. Data yang diperoleh dianalisis dan dibuat lima stasiun (STA) untuk memahami bagaimana perubahan kedalaman mempengaruhi proses refraksi, shoaling, dan gelombang pecah. menganalisis perbandingan pengaruh kedalaman terhadap transformasi gelombang linier di Pantai Lakban dan Pantai Matani Satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola refraksi, difraksi, dan refleksi gelombang akibat variasi kedalaman di kedua pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman memiliki pengaruh signifikan terhadap transformasi gelombang, terutama pada proses refraksi. Perbedaan morfologi dasar pantai juga berkontribusi terhadap perbedaan pola transformasi gelombang di kedua lokasi. Kata kunci: Pantai Lakban, Pantai Matani Satu, transformasi gelombang, gelombang pecah