Khalilurrahman Khalilurrahman
Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Etika Terapan dalam Menuntut Ilmu Perspektif Syeikh Az-Zarnuji Muhammad Nasir; Marudin Marudin; Khalilurrahman Khalilurrahman
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i6.1471

Abstract

Etika dalam menuntut ilmu bagi seorang muslim harus harus bersumber dari kajian etika Islam. Oleh karena itu, penuntut ilmu harus memahami bagaimana etika Islam mengaturnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan fokus kajiannya adalah etika terapan dalam menuntut ilmu perspektif Syiekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Al-Muta’allim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Syiekh Az-Zarnuji tentang etika terapan dalam menuntut ilmu yaitu; 1) etika individual seorang penuntut ilmu adalah; memahami kewajiban menuntut ilmu, niat menuntut ilmu, memilih ilmu yang akan dipelajari, tekun dalam menuntut ilmu, kesungguhan belajar untuk mengapai cita-cita, memulai mengaji, ukuran dan urutannya, tawakkal kepada Allah SWT, 2) etika sosial yang harus dimiliki penuntut ilmu adalah memilih guru, menghormati ilmu dan ahli ilmu, kasih sayang dan saling menasehati, memilih kawan yang baik dalam menuntut ilmu, 3) etika lingkungan hidup yang harus dimiliki seorang penuntut ilmu adalah menjaga kebersihan lingkungan belajar aga menjadi indah dan sehat.
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH PANGERAN ANTASARI MARTAPURA khalilurrahman khalilurrahman
Darussalam Vol 24, No 02 (2023): Darussalam : Jurnal Ilmiah dan Sosial
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v24i02.448

Abstract

Guru aqidah akhlak tidak hanya dituntut untuk menguasai materi yang disampaikan namun, juga dituntut untuk mengembangkan materi yang akan disampaikan. selanjutnya dalam proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran di harapkan guru Akidah akhlak dapat mengamati dan mengerti kesulitan-kesulitan yang di alami siswa pada mata pelajaran yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak, mendeskripsikan peran guru aqidah akhlak dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa kelas VIII, dan mengidentifikasi kendala yang dialami guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah Pangeran Antasari Martapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan melakukan redukasi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran Kesulitan belajar yang dialami oleh siswa yaitu sikap acuh tak acuh siswa seperti siswa yang tidak memperhatikan pada saat guru menjelaskan pelajaran di depan kelas, siswa sibuk sendiri, dan juga gangguan belajar pada siswa seperti kurang fokus contohnya ada teman yang mengajak bicara pada saat guru menerangkan di depan kelas, sehingga membuat siswa tersebut tidak fokus lagi dengan apa yang di sampaikan oleh guru. Peran yang dilakukan guru mata pelajaran aqidah akhlak dalam mengatasi kesulitan belajar siswa yaitu, sebagai pembimbing seperti memberikan arahan dan membina peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, peran guru sebagai motivator seperti memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa sehingga menjadikan siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas, peran guru sebagai pengelola kelas seperti seorang guru harus bisa menciptakan suasana belajar yang tenang dan juga menyenangkan sehingga menjadikan siswa tidak cepat bosen pada saat belajar.Kata kunci: Peran, Aqidah Akhlak, Kesulitan Belajar.
ETHICAL SUFISM IN IMAM AL-GHAZALI'S IHYA ULUM AL-DIN: ITS RELEVANCE TO ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Muhammad Nuzhan; Khalilurrahman Khalilurrahman
Tarbawi Vol. 14 No. 01 (2026): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/fjjw6768

Abstract

This study aims to examine the concept of ethical Sufism developed by Imam Al-Ghazali in Ihya Ulum al-Din and its relevance to Islamic Religious Education (IRE. It is driven by the growing phenomenon of moral decline and character deterioration among students, highlighting the urgent need to reinforce character education grounded in spiritual values. The research adopts a qualitative approach through library research, focusing on Al-Ghazali’s works especially Ihya Ulumuddin as well as other relevant supporting literature. The results indicate that Al-Ghazali’s ethical Sufism centers on the purification of the soul (tazkiyat al-nafs), self-discipline, consistent practice of virtuous actions, and the development of the heart as the core of moral consciousness. These principles are highly applicable to the advancement of Islamic Religious Education, particularly in fostering students’ character through the internalization of values, the exemplary role of teachers, and the cultivation of spiritual habits. Accordingly, Al-Ghazali’s ethical Sufism can be positioned as a foundational framework for strengthening moral education in contemporary Islamic Religious Education.
Strengthening Global Muslim Family Resilience: A Multidisciplinary Approach to Education, Marriage Law, and Sharia Economics in Malaysia Lusiana Lusiana; Muhammad Sauqi; Khalilurrahman Khalilurrahman; Muhammad Syafiq
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 3 Juli - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i3.6626

Abstract

The resilience of migrant Muslim families in Malaysia faces complex challenges, including limited access to education, legal marriage vulnerability, and economic instability. This community service research aims to strengthen family resilience through a multidisciplinary approach integrating education, marriage law, and Sharia economics. The activities were conducted from April 13–27, 2026, in Kuala Lumpur, in collaboration with the Indonesian School of Kuala Lumpur (SIKL), targeting students and parents in fostered schools. The method employed is Asset-Based Community Development (ABCD) with a descriptive-qualitative field approach. The service team involved cross-faculty student collaboration (Tarbiyah, Sharia, and Islamic Economics and Business) to provide basic literacy mentoring, legal marriage education (isbat nikah), and Sharia-based household financial management simulations. The results show significant improvements in children's literacy skills, increased parental awareness of the importance of legal documents for civil rights protection, and a shift in consumption patterns toward more planned financial management. In conclusion, interdisciplinary integration is effective in forming a "Resilient Family" model for the global Muslim community, capable of adapting to sociogratis challenges and local policies in Malaysia while maintaining their Islamic identity.
The Implementation of the Qur'an Memorization Program through the Tahfizul Qur'an Quarantine Program at Darul Hijrah Putra Islamic Boarding School, Cindai Alus Laila Mawaddah; Mardhiya Agustina; Khalilurrahman Khalilurrahman
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 6 (2026): In Progress
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v6i6.707

Abstract

This study was motivated by the rapid growth of Qur'an memorization (Tahfidz) programs in Indonesia, encouraging Islamic educational institutions to implement intensive memorization programs. Darul Hijrah Islamic Boarding School, Putra Cindai Alus, is one of the institutions that organizes the Qur'an Memorization Quarantine Program. However, several challenges remain, preventing the program from being implemented optimally. This study aimed to describe the implementation of the Qur'an Memorization Quarantine Program, focusing on its planning, implementation, and evaluation stages. A qualitative field research approach was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that the planning stage involved establishing learning objectives, organizing learning materials according to participants' initial abilities, applying the Yadain Litahfizhil Qur'an method integrated with talaqqi and muraja'ah, designing learning strategies, preparing instructional media, and developing evaluation procedures. The implementation stage consisted of opening activities, memorization sessions, recitation submission, muraja'ah, recitation correction, mentoring, and closing activities involving prayers and motivation. Meanwhile, the evaluation stage included continuous supervision by muhafiz, muhafizah, and the organizing committee, as well as assessments of memorization achievement, tajwid, discipline, and students' manners through daily, weekly, and monthly evaluations. The study concludes that the program has been implemented systematically; however, improvements in several aspects are still required to enhance its overall effectiveness and achieve the intended learning objectives.
The Implementation of the Qur'an Memorization Program through the Tahfizul Qur'an Quarantine Program at Darul Hijrah Putra Islamic Boarding School, Cindai Alus Laila Mawaddah; Mardhiya Agustina; Khalilurrahman Khalilurrahman
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 6 (2026): In Progress
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v6i6.707

Abstract

This study was motivated by the rapid growth of Qur'an memorization (Tahfidz) programs in Indonesia, encouraging Islamic educational institutions to implement intensive memorization programs. Darul Hijrah Islamic Boarding School, Putra Cindai Alus, is one of the institutions that organizes the Qur'an Memorization Quarantine Program. However, several challenges remain, preventing the program from being implemented optimally. This study aimed to describe the implementation of the Qur'an Memorization Quarantine Program, focusing on its planning, implementation, and evaluation stages. A qualitative field research approach was employed. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that the planning stage involved establishing learning objectives, organizing learning materials according to participants' initial abilities, applying the Yadain Litahfizhil Qur'an method integrated with talaqqi and muraja'ah, designing learning strategies, preparing instructional media, and developing evaluation procedures. The implementation stage consisted of opening activities, memorization sessions, recitation submission, muraja'ah, recitation correction, mentoring, and closing activities involving prayers and motivation. Meanwhile, the evaluation stage included continuous supervision by muhafiz, muhafizah, and the organizing committee, as well as assessments of memorization achievement, tajwid, discipline, and students' manners through daily, weekly, and monthly evaluations. The study concludes that the program has been implemented systematically; however, improvements in several aspects are still required to enhance its overall effectiveness and achieve the intended learning objectives.