Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penyegaran Kader Pendukung Asi Puskesmas Kedungwuni II, Kabupaten Pekalongan I Isyti’aroh; Siti Rofiqoh; Windha Widyastuti; Tri Sakti Wirotomo; Dwi Fijianto; Nurul Aktifah; Yuni Sandra Pratiwi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kapasitas kader pendukung ASI dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui perlu dilakukan secara kontinu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi dan mendampingi ibu menyusui untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Metoda pengabdian masyarakat berupa penyegaran kader dengan materi penyegaran mengenai anatomi dan fisiologi payudara, laktogenesis, pijat payudara untuk meningkatkan produksi ASI, manfaat ASI dan menyusui serta manajemen laktasi paska pandemik, manajemen laktasi pada ibu bekerja dan masalah psikologi pada iu menyusui dan cara mengatasinya. Penyegaran kader diikuti oleh 30 peserta dari Puskesmas Kedungwuni II Pekalongan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan menganalisis hasil pretest dan posttest kuesioner pengetahuan tentang ASI dan menyusui yang disusun oleh tim pengabdian masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan ada peningkatkan rata-rata pengetahuan. Rata-rata pengetahuan sebelum penyegaran kader 29,5 standar deviasi 8,1 (rentang nilai 10-100) sedangkan rata-rata pengetahuan setelah penyegaran kader sebeesar 75,3 standar deviasi 15,3. Simpulan penyegaran kader pendukung ASI dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI dan menyusui. Saran bagi instuti penyelenggara pendidikan di bidang ksehatan agar berperan aktif meningkatkan kapasitas kader dalam mengedukasi masyarakat tentang ASI dan menyusui.
Penerapan Terapi Meditasi Dzikir Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Nisa Faradilah; Tri Sakti Wirotomo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan sistolinya ≥90 mmHg. Penanganan untuk hipertensi dapat dilakukan dengan cara non farmakologi yaitu dengan meditasi dzikir. Tujuan studi kasus ini untuk menggambarkan penerapan terapi meditasi dzikir dalam menurunkan tekanan darah. Metode dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah studi kasus. Subjek studi kasus yang digunakan yaitu dua pasien hipertensi yang diberikan terapi meditasi dzikir selama tiga hari. Instrumen yang digunakan dalam studi kasus adalah sphygmomanometer digital otomatis, handphone dan haenset. Hasil studi kasus menunjukan terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi meditasi dzikir. Pada pasien 1 rata-rata sebelum diberikan meditasi dzikir tekanan darah 175/82 mmHg menjadi 171/88 mmHg dan pasien 2 rata-rata tekanan darah 160/85 mmHg menjadi 157/83 mmHg. Simpulan terdapat penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah dilakukan meditasi dzikir. Saran bagi tenaga keperawatan dapat menerapkan terapi meditasi dzikir untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Penerapan Kombinasi Diaphragmatic Breathing Exercise dan Guided Imagery terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Ninda Aulia Tivani; Tri Sakti Wirotomo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah melebihi batasan normal yaitu 140/90 mmHg. Gejalanya yaitu pusing, rasa berat ditengkuk, dan mudah lelah. Salah satu penanganan nonfarmakologi hipertensi adalah kombinasi diaphragmatic breating exercise dan guided imargery. Subyek dalam studi kasus ini 2 pasien dengan tekanan darah tinggi. Tujuan studi kasus ini untuk menggambarkan pengaruh kombinasi diaphragmatic breating exercise dan guided imargery mampu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Metode yang digunakan adalah asuhan keperawatan dengan memberikan terapi kombinasi diaphragmatic breating exercise dan guided imargery pada pasien hipertensi. Pada pasien I hasil rata-rata tekanan darah sebelum diberikan terapi 177/102 mmHg turun menjadi 169/95 mmHg. Pada pasien II hasil rata-rata tekanan darah sebelum diberikan terapi 179/101 mmHg dan sesudah menjadi 17/89 mmHg. Simpulan penerapan terapi ini dapat menurunkan tekanan darah pada kedua pasien. Saran bagi tenaga keperawatan diharapkan dapat menerapkan kombinasi diaphragmatic breating exercise dan guided imargery sebagai tindakan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pasien hipertensi.
Penerapan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di RSUD Batang Nur Indah Laely; Tri Sakti Wirotomo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit sistem kardiovaskuler dimana tekanan darah melebihi 140/90 mmHg yang dapat menyebabkan kematian sehingga perlu diwaspadai. Penanganan hipertensi dapat menggunakan terapi nonfarmakologis berupa teknik relaksasi benson. Karya tulis Ilmiah ini bertujuan memberi gambaran penerapan terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Rancangan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek dua pasien hipertensi di RSUD Batang, dilberikan selama tiga hari. Hasilnya terapi ini efektif menurunkan tekanan darah pada kedua pasien dengan rata-rata sebelum terapi pada pasien pertama 194/107 mmHg menjadi 186/105 mmHg dan pada pasien kedua 154/103 mmHg menjadi 146/97 mmHg. Simpulan dari penerapan terapi ini mampu menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi. Diharapkan perawat dapat menganjurkan serta mengajarkan terapi relaksasi benson pada pasien hipertensi.
PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN MANDIRI ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA DIABETES MELLITUS DI DESA TEMUIRENG KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG Dwi Fijianto; Tri Sakti Wirotomo; Yuni Sandra Pratiwi
Jurnal Batikmu Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Batik Mu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v2i1.552

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kategori penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional maupun lokal. Salah satu jenis penyakit metabolik yang selalu mengalami peningkatan penderita setiap tahun di negara-negara seluruh dunia. Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insiden dan prevalensi DM tipe-2 di berbagai penjuru dunia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada keluarga dengan anggota keluarga yang menderita DM agar dapat mengetahui dan mendemonstrasikan cara merawat kesehatan terutama kaki pada pasien penderita DM secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan kegiatan melakukan screening kepada keluarga yang menderita DM, didapatkan 2 keluarga yang didalamnya menderita DM dan membutuhkan pendampingan dalam pelatihan perawatan mandiri penderita DM. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan setelah didapatkan keluarga yang akan dilakukan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan dan perawatan kesehatan kaki secara mandiri. Hasil pengabdian didapatkan 2 keluarga mampu melakukan perawatan kesehatan kaki penderita DM secara mandiri. Progam pendidikan dan perawatan DM pada keluarga telah dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam perawatan mandiri anggota keluarga yang menderita DM.
Perilaku Lansia Penderita Diabetes Mellitus di Pedesaan Dwi Fijianto; Herni Rejeki; Tri Sakti Wirotomo; Siti Rofiqoh; Firman Faradisi; Nurul Aktifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1481

Abstract

Angka kejadian Diabetes Mellitus (DM) di dunia memiliki kecenderungan meningkat setiap tahun.Peningkatan di Negara berkembang meningkat 2 kali lebih banyak, peningkatan kejadian DM tidakhanya di wilayah perkotaan saja, tetapi juga di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perilaku lansia penderita penyakit DM di Pedesaan Kabupaten Pekalongan. Rancanganpenelitian adalah cross sectional dengan tekhnik pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnikpurposive sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui perilaku lansiapenderita DM di Pedesaan di Kabupaten Pekalongan. Jumlah responden diperoleh sebanyak 124yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu lansia dengan riwayat penyakit diabetes mellituslebih dari 1 tahun dan lansia yang mampu berkomunkasi secara verbal dan kooperatif.Hasil penelitian didapatkan perilaku lansia penderita DM di pedesaan Kabupaten Pekalonganadalah perilaku merokok setiap hari sebesar 30,65%, perilaku tidak pernah melakukan aktifitas fisiksebesar 66,94%, dan perilaku mengkonsumsi makanan manis sebesar 41,94%. Dapat disimpulkanbahwa perilaku lansia penderita DM di pedesaan di Kabupaten Pekalongan merupakan perilakuyang tidak sehat, peneliti berharap perawat komunitas agar tetap memperhatikan danmemberdayakan keluarga yang memiliki lansia agar dapat membantu dan merubah perilaku yangtidak sehat pada lansia agar kualitas kehidupan lansia penderita DM menjadi lebih optimal.
Hubungan Komorbiditas dengan Mortalitas Pasien Diabetes Melitus di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Tri Sakti Wirotomo; Dwi Fijianto; Firman Faradisi; Yuni Sandra Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v17i1.1747

Abstract

Diabetes melitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglicemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. Diabetes melitus patients can experience a decline in health status which results in physiological changes that require treatment in an intensive care unit. Apart from causing complications, diabetes melitus also causes deterioration ogf the body’s system if the patien suffers from comorbidities. This study aim to determine the relationship between comorbidities and mortality in diabetes melitus patients treated in the intensive care unit. The research method is observational with a croos-sectional design. Sampling used total sampling. Data was obtained secondary data in form of medical records in the ICU room at Kajen Hospital, Pekalongan Regency in January-December 2022. The number of respondents was 40 diabetes melitus patients. Data analysis used the Pearson correlation statistical test to determine whether there are wasvrelationship between comorbidity and respondent mortality. The research results obtained a p-value of 0,022 (<0,05). The conclusion from this study is that there is a relationship between comorbidity and mortality of diabetes melituspatients in the intensive care unit of Kajen Regional Hospital, Pekalongan Regency.
Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kelompok Lansia dengan DM di Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Dwi Fijianto; Herni Rejeki; Tri Sakti Wirotomo; Jamaludin Yusuf; Firman Faradisi
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v6i1.6374

Abstract

One of the threats of degenerative diseases to public health is diabetes. Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs because the pancreas does not produce enough insulin or the body does not effectively use insulin. The prevalence of diabetes in the world in 2000 was 2.8% and it is predicted to increase to 4.4% in 2030. The purpose of this activity is to provide education to elderly groups with DM. The implementation of the activity begins with screening activities for elderly people who suffer from DM, found as many as 18 people with DM. Implementation of health education is given to the DM elderly group by providing material about DM disease and its treatment using the lecture-discussion method accompanied by a demonstration for 75 minutes. The results of the service showed that the participants' knowledge of diabetes mellitus increased from 6.56 to 8.22. The DM health education program for the elderly group of people with DM has been implemented and provides benefits for elderly people with DM so that they can improve their health
SIMBAHSAR (SISTEM BANTUAN HIDUP DASAR) SEBAGAI MODUL APLIKASI DIGITAL PENANGANAN HENTI JANTUNG Tri Sakti Wirotomo; Benny Arief Sulistyanto; Dwi Fijianto; Firman Faradisi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2484

Abstract

AbstrakKejadian cardiac arrest atau henti jantung di luar tempat pelayanan kesehatan terjadi sekitar 360.000 setiap tahun dan 15% sebagai penyebab seluruh kematian. Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui kementrian kesehatan untuk menangani kegawatdaruratan di luar rumah sakit yaitu dengan dibentuknya pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Namun selain upaya pemerintah diperlukan peran serta masyarakat dalam penanganan awal henti jantung, mengingat semakin cepat orang mengalami henti jantung dilakukan pertolongan, maka akan meningkatkan kelangsungan hidupnya. Salah satu upaya memberdayakan masyarakat dalam penanganan henti jantung adalah melalui panduan berupa  modul berbasis aplikasi atau website yang dapat di instal dan disimpan ke dalam smart phone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi digital simbahsar sebagai modul penanganan henti jantung pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan setelah penggunaan aplikasi terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan penatalaksanaan henti jantung dari 60,07 menjadi 93,48 dan hasil statistik dengan uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp.Sig (2-sided) 0,000 (p-value 0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi digital simbahsar berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam penanganan henti jantung. Saran dari hasil penelitian ini adalah bagi pemangku kebijakan dapat mengintegrasikan aplikasi simbahsar dengan pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan atau  institusi pelayanan kesehatan  dalam penatalaksanaan henti jantung.AbstractApproximately 360.000 cardiac arrests occur outside health care facilities every year and account for 15% of all deaths. Efforts made by the Indonesian government through the Ministry of health to handle emergencies outside hospitals are by establishing a rapid health emergency response service center. However, apart from the government’s efforts, community participation is needed in the initial treatment of cardiac arrest, remembering that the sooner people experiencing cardiac arrest receive help, that greater their survival will be. One effort to empower the public in handling cardiac arrest is through guidance in the form of an application or web site-based module that can be installed and saved on a smart phone. The aim of this research is to determine the effect of the digital Simbahsr application  as a module for handling cardiac arrest for health cadres in the working area of the Kedungwuni II Community Health Center, Pekalongan Regency. The research results showed that after using the application there was an increase in the average knowledge of cardiac arrest management from 60.07 to 93.48 and statistical results usig The Wilcoxon test obtained an Asymp.Sig (2-sided) value of 0.000 (p-value 0.005). The conclusion of this research is that the Simbahsar digital application has an effect on improving the ability of health cadres in handling cardiac arrest. The suggestion from the resut of this research is that policy makers can integrate the Simbahsar application with health emergency response service centers or health service institutions in the management of cardiac arrest.