Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Institutional Strategy of the Community Fire Brigade in Control of Forests and Land in Lukun Village, Tebing Tinggi Timur, Meranti Islands Regency Nur Suhada; Meyla Suhendra; Perijal Chandra Damanik; Dinda Kurnia Shafitri; Khairuniah
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.6.2.44-52

Abstract

This study aimed to identify barriers among fire-aware communities in fulfilling their role in forest and land fire control and to find out the MPA's institutional strategy for forest and land fire control. This study was carried out from November 2019 to December 2019 at Lukun Village, Tebing Tinggi Timur District, Meranti Islands Area with the survey method divided into two activities, the first being group discussion. gather and interview people interested in fire. The obstacles faced by community organizations related to fire are the lack of incentives for the MPA, inadequate equipment for extinguishing fires, limited water resources at the site, transportation and accessibility. At the time of extinguishing the fire was inadequate, no health. and ensure safety when extinguishing fire, when extinguishing. Institutional strategies for forest and land fire control include conducting periodic patrols, educating the community on the use of fire in plantations, and introducing village conventions on peat community activities. in gardens and forests, law enforcement against illegal logging in forested areas, and reserve replacement reservoirs. containment of water and channels to increase moisture and irrigation around potential wildfire risk areas and soil.
Analysis of Business Costs of Western Honey Bee (Apis mellifera) in Teluk Rimba Village, Koto Gasib District, Siak Regency Suhada, Nur; Sribudiani, Evi; Isma, Olla; Mohta, Gandhiko; Darlis, Viny Volcherina; Lestari, Ika
Jurnal Natur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.23.2.126-135

Abstract

In Teluk Rimba Village, Koto Gasib Subdistrict, Siak Regency, there are honey bee (Apis mellifera) businesses. These consist of five owners: Depra Group and Abdullah Madu Riau, established in 2020, and Young Daffa Madu, Madu Munthe Family, and Tunas Mekar, established in 2024. The beehives are located in the Industrial Plantation Forest (HTI) area of PT. Arara Abadi, Minas-Rasau Kuning District. This study focuses on cost analysis and business feasibility. No previous research has provided information on the current condition, business overview, cultivation practices, or feasibility of the honey bee ventures. This research analyzes the production costs, revenues, income, and feasibility of the Apis mellifera honey bee business in Teluk Rimba Village, Koto Gasib Subdistrict, Siak Regency. This research uses a mixed-method approach combining both qualitative and quantitative methods. The data analysis includes descriptive analysis, cost analysis, revenue, income, and Revenue Cost Ratio (R/C ratio) analysis. The results show that the total production cost of the Apis mellifera honey bee business from January to December 2024 was IDR 492,393,331. The total revenue for the same period was IDR 1,055,775,000. The net income generated was IDR 563,381,669. The R/C ratio analysis for the five honey bee businesses, Young Daffa Madu, Madu Munthe Family, Tunas Mekar, Depra Group, and Abdullah Madu Riau, shows that the total revenue divided by total production cost yielded a value of 2.14. This indicates that the honey bee business is profitable and feasible for development, as the R/C ratio value exceeds 1
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Cair Ramah Lingkungan di Desa Binuang Kampar, Provinsi Riau Pebriandi, Pebriandi; Masruri, Niskan Walid; Suhada, Nur; Yunita, Imelda; Kurniawan, M Andry; Hasnah, Nur; Herlon, Meki
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 04 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i04.1055

Abstract

Penyuluhan mengenai pembuatan pupuk kompos cair memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Tulisan ini membahas hasil dari kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk kompos cair di Desa Binuang Kampar, Provinsi Riau. Metode penyuluhan yang digunakan meliputi pemberian materi, demonstrasi praktik, dan diskusi interaktif dengan masyarakat. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk kompos cair, serta dampak positifnya terhadap lingkungan dan pertanian lokal.
Pengaruh Pemberian Abu Boiler Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Semai Mahoni (Swietenia mahagoni) pada Media Gambut Pebriandi; Fadli, Zulkhoiri; Mardhiansyah, Muhammad; Darlis, Viny Volcherina; Somadona, Sonia; Sribudiani, Evi; Nugraha, Lefdi Agung; Irfani, Ewi; Suhada, Nur
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.9.2.113-118

Abstract

Swietenia mahagoni can grow on marginal land and is suitable for use as a revegetation plant. Peat is classified as marginal soil due to its high organic acid content and low levels of macronutrients. One approach to improving the productivity of peat soil is the application of ameliorants, one of which is oil palm boiler ash. This study aimed to evaluate the effect of mixing peat with oil palm boiler ash and to determine the optimal composition of this mixture for the growth of mahogany seedlings. A completely randomized design (CRD) was employed, consisting of five treatments with four replications, resulting in a total of 20 experimental units. The planting media compositions tested were: P0 = 100% peat soil (control), P1 = 10% boiler ash + 90% peat soil, P2 = 15% boiler ash + 85% peat soil, P3 = 20% oil palm boiler ash + 80% peat soil, and P4 = 25% oil palm boiler ash + 75% peat soil. Data were analyzed using SPSS version 26.0. The application of oil palm boiler ash had a significant effect on the growth of mahogany seedlings. The optimal composition was 15% boiler ash and 85% peat, which resulted in an average seedling height increase of 10.01 cm and an average dry weight of 6.61 g.
Sosialisasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Kehutanan Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Sebagai Persiapan Pra Kerja Lestari, Ika; Somadona, Sonia; Darlis, Viny Volcherina; Sribudiani, Evi; Qomar, Nurul; Pebriandi, Pebriandi; Irfani, Ewi; Oktorini, Yossi; Mardiansyah, M. Mardiansyah; Yoza, Defri; Suhada, Nur; Masruri, Niskan Walid; Metananda, Arya Arismaya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6329

Abstract

Pekerjaan di bidang kehutanan tergolong berisiko tinggi, baik terhadap kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya penerapan K3 di sektor ini. Sayangnya, pemahaman mengenai K3 masih sangat minim, baik dari segi edukasi, pelatihan, maupun sosialisasi di lingkungan kerja kehutanan. Siswa SMK Kehutanan, sebagai calon tenaga kerja masa depan, perlu dibekali sejak dini dengan pengetahuan menyeluruh tentang pentingnya K3. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman awal kepada siswa, khususnya di SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru, agar mereka memiliki kesiapan bekerja secara sehat, aman, dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan Pendidikan. Kegiatan diimplementasikan melalui sosialisasi K3 yang mencakup tiga tahapan utama: prasosialisasi, sosialisasi, dan pascasosialisasi. Materi disampaikan melalui metode posko dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif. Terdapat empat fokus materi yang diberikan, yaitu: (1) K3 di bidang kehutanan, (2) alasan pentingnya K3, (3) alat pelindung diri (APD) yang digunakan dalam kehutanan, dan (4) perancangan praktik kerja kehutanan yang sesuai dengan standar K3. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 20 indikator yang telah ditentukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 49% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan berlangsung. Ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai pentingnya perlindungan diri dan keselamatan kerja sejak dini, khususnya dalam sektor kehutanan.
Penerapan FGD dan GIS dalam Perencanaan Cetak Sawah Partisipatif di Lahan Rawa Pasang Surut Kabupaten Pelalawan Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Rifai, Ahmad; Mustaqim, Mustaqim; Suhada, Nur; Metananda, Arya A.; Masruri, Niskan Walid; Irawan, Joni; Khoiri, Amrul; Juliano, Gian; Gusviani, Annisa Azzahra; Sandria, Nofri; Sapitri, Sapitri; Sulistiowati, Siti Intan; Hamidi, Rasyid; Jali, , M. Ridho; Ilham, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v5i1.362

Abstract

Ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan akibat alih fungsi lahan sawah, khususnya di Provinsi Riau yang didominasi perkebunan kelapa sawit. Kabupaten Pelalawan, Desa Pulau Muda, menjadi lokasi prioritas program cetak sawah dengan potensi lahan rawa yang belum optimal dimanfaatkan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas survey investigasi dan desain (SID), yang sering terkendala oleh rendahnya partisipasi petani dan keterbatasan akurasi data spasial. Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan metode Focus Group Discussion (FGD) dan Geographic Information System (GIS) dalam proses SID untuk menghasilkan desain yang partisipatif dan presisi. Metode yang digunakan meliputi analisis GIS berbasis overlay peta tematik, pemetaan UAV dengan sistem Post Processed Kinematic (PPK) dan FGD yang melibatkan kelompok tani dan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan integrasi GIS dan FGD menghasilkan desain cetak sawah seluas 750 ha yang sesuai dengan kondisi biofisik dan sosial. Sebanyak 509 calon petani tervalidasi, kesepakatan batas lahan, pembagian petak, dan perencanaan infrastruktur pendukung. Pendekatan ini meningkatkan akurasi desain, legitimasi sosial, dan peluang keberhasilan implementasi program.