Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Desiminasi Analisis Instrumen Kabupaten Sehat Sebagai Implementasi Good Govenrnance Di Kabupaten Tana Tidung Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Hendy Lesmana; Gusriani Gusriani
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.956 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v2i2.676

Abstract

The strategic plan in community development is the obligation of every ministry that refers to the (RPJMN. The Ministry of Health and the Ministry of Home Affairs have agreed on the implementation of a program that accommodates all aspects/orders in realizing a clean, comfortable, safe, and healthy Regency/City to live in as a place to live). improve productivity and regional economy as well as better people's livelihoods. There are 10 categories of healthy districts/cities which are divided based on specific problems, namely: 1) residential areas, public facilities and infrastructure; 2) Independent Healthy Community Life, Food Security and Nutrition; 3) Market; 4) Education; 5) Healthy Social Life and Disaster Management; 6) Transportation and Traffic Regulations; 7) Offices, Industry, IKM and MSMEs; 8) Tourism; 9) Houses of Worship; 10) Smart City/Smart City. The method used in the form of filling out questionnaires, interviews, FGDs, and secondary data. The results of this activity indicate that it is necessary to make better efforts from the government and the community to achieve the Healthy District award. Starting from the ODF prerequisites, the presentation is still quite low, while some key indicators have been met with an estimated percentage of 70%. Mandatory arrangements and additional arrangements are still needed strategies to improve and fulfill indicators/aspects/criteria for healthy district instruments. The benefits of this PKM are as guidelines and evaluation materials for the government in an effort to improve the health and welfare of the community in Tana Tidung Regency
IMPLEMENTASI DESA RAMAH PEREMPUAN MELALUI PERAN KOLABORASI PENTAHELIX DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER DI DESA SUNGAI NYAMUK KABUPATEN NUNUKAN WILAYAH PERBATASAN INDONESIA Nur Indah Noviyanti Rahman
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i2.4412

Abstract

Kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan masih menjadi perhatian serius, khususnya pada perempuan dan anak di Kalimantan Utara wilayah perbatasan. Hal ini disebabkan masih terjadinya ketimpangan kekerasan berbasis gender. Jika kita merujuk kepada prioritas nasional RPJMN (2020-2024), bahwa salah satu point prioritas yakni meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing di desa melalui pengarusutamaan gender. Desa ini cukup unik karena berbatas langsung dengan Tawau malaisya. Jika melihat data jumlah perempuan dan laki-laki di desa Sungai nyamuk tidak jauh berbeda perempuan (2.568 jiwa) dan laki-laki (2.449 jiwa), namun potensi yang besar pada jumlah perempuan tidak berbanding lurus terhadap akses kesempatan terhadap perempuan. Di lingkungan pemerintah desa hanya terdapat 2 perempuan sebagai perangkat pemerintah desa dan BPD. Pada aspek pekerjaan sebanyak 1.107 perempuan mengurus rumah tangga, 659 tidak memiliki pekerjaan. Hal ini disebabkan karena masih kentalnya budaya patriarki dan sub ordinasi. Dampaknya menyebabkan kasus perkawinan sebanyak 13 kasus di Desa Sungai Nyamuk tahun 2022, dan terjadinya kasus kekerasan pada perempuan. Adanya keterbatasan sumber daya dari pemerintah desa Sungai Nyamuk, maka masalah ketimpangan gender masih menjadi masalah serius yang mengakibatkan rendahnya kualitas dan kesejahteraan pada dalam mengakses hak-hak perempuan di daerah perbatasan. Dalam upaya menciptakan pembangunan desa yang mampu mengakomodir peran peningkatan perempuaan, maka tim pengusul (Universitas Borneo Tarakan) bersama mitra (Pemerintah Desa Sungai nyamuk) mengusulkan program pemberdayaan berbasis masyarakat dengan judul “Implementasi Desa Ramah Perempuan Melalui Peran Kolaborasi Pentahelix dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender di Desa Sungai Nyamuk Kabupaten Nunukan Wilayah Perbatasan Indonesia” sehingga terwujud desa Mandiri yang mengintegrasikan mengintegrasikan perspektif gender dan hak perempuan ke dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa, yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, berkelanjutan. 
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA di Wilayah Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan Nur Indah Noviyanti Rahman; Nur Aisyah Laily; Reza Bintangdari Johan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17873

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan hal yang fundamental bagi perempuan. Menurut WHO kesehatan reproduksi merupakan keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi dan prosesnya. Kesehatan reproduksi ini menyiratkan bahwa orang dapat memiliki kehidupan seks yang memuaskan dan aman dan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk memutuskan apakah, kapan dan seberapa sering melakukannya Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan reproduksi serta upaya dalam deteksi dini kanker serviks. Peserta penyuluhan dan pemeriksaan adalah wanita usia subur yang telah menikah di di wilayah Kelurahan Pantai Amal. Kegiatan terdiri dari penyuluhan kesehatan menjaga kesehatan reproduksi dan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA. Hasil menunjukkan dari 20 peserta penyuluhan terdapat 12 orang (60%) yang bersedia melakukan pemeriksaan IVA. Pengabdian masyarakat dengan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan deteksi dini kanker serviks dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sehingga memotivasi WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.