Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 4 SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR GUSRIANI GUSRIANI; MUHAMMAD NASIR; SUARMAN SUARMAN
Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidikan) Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jmp.5.1.p.65-71

Abstract

This research aims to analyse the implementation of information systemmanagement of education in state junior high school 4 siak hulu the district kampar, referring tomanagement functions namely: (1) the planning; (2) the organizing; (3) the implementation; (4)evaluation of information systems management education. The implementation of informationmanagement system analyzed from the aspect of: (1) of communication, (2) the resources, (3)of implementing attitude, and (4) bureaucratic structure, based on the implementation of policymodel according to edward. This research use descriptive of qualitative methods.Data takenthrough interviews, observation, and documentation. The research results show that: (1) ofinformation received in decision-making process in the state junior high school 4 Siak Huluupstream not yet fully on time. (2) the resources, such as human resources, resources hardware,resources software and data management processes become information very helpful in theprocess of management. Because resources affected the implementation of information systemsmanagement education in state junior high school 4 siak hulu the district kampar. Usinginformation systems in the management of data and data collection students will be moreeffective and efficient compared with the management of manually.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.
Implementasi Strategi Kebijakan Pencegahan Kekerasan Pada Anak Di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Nur Indah Noviyanti; Daud Nawir; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v5i2.3343

Abstract

Anak adalah seseorang yang berusia sebelum 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan dan belum menikah. Perlidungan anak terdapat 5 (lima) pilar yakni orangtua, keluarga , masyarakat, pemerintah derah dan negara. Menurut UNICEF (United Nations Children’s Fund) kekerasan terhadap anak merupakan kekerasan yang pada dasaranya dapat dikelompokan menjadi empat, yaitu kekerasan fisik, psikologis, seksual, dan ekonomi. Penyebab terjadinya pun beragam, rumah yang seyogyanya sebagai tempat berlindung, menjadi tempat yang paling dekat yang dapat menyebabakan kekerasan. Di Kalimantan Utara masih cukup memprihatinkan terutama masalah kekerasan pada anak (perkawinan anak, eksploitasi seksual dan masalah pekerja anak.) Data yang telah di rilis oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak pengendalian penduduk dan Keluarga berencana (DP3APKB) Provinsi Kalimantan Utara telah mencatat di tahun 2022, yaitu: Terdapat 94 kasus kekerasan pada perempuan, Kekerasan pada anak 132 kasus, Perkawinan pada anak 84 kasus. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait pencegahan kekerasan pada anak di Kabupaten Tana Tidung. Adapun program pencegahan kekerasan terhadap anak yaitu: program pencegahan kekerasan anak dilingkungan keluarga, lingkungan amsyarakat, dan dilembaga pendidikan. Pencegahan pada anak di Indonesia dapat kita cegah bersama melalui peran serta seluruh pihak yang melibatkan 5 (lima) pilar ,yaitu: Orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah daerah dan negara. Hal ini untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya anak menjadi optimal dengan hak-hak mereka terpenuhi, maka potensi kreatifitas anak. Semua kekerasan yang diterima oleh anak akan memberikan dampak sepanjang hidupnya dan terekam dalam bawah sadar mereka
Pelatihan dan Pendampingan Edukasi Teknik Menyusui pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Beru-beru Wahida Wahida; Dina Mariana; Idayati Idayati; Gusriani Gusriani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i1.3469

Abstract

Cakupan pemberian ASI Ekslusif di Indonesia masih rendah. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukan bahwa cakupan pemberian ASI Eksklusif  di Indonesia tahun 2018 hanya mencapai 37,3% (Riskesdas 2018). Cakupan ASI Esklusif di Sulawesi Barat juga masih rendah pada tahun 2020 sebesar 74,7%,  khusunya  dikabupaten Mamuju tergolong dalam angka yang paling rendah diantara enam Kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi barat, yaitu hanya sebesar 65%. (Data Dinkes Kab Mamuju, 2020).Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini adalah untuk mengoptimalkan peran kader dalam berkontribusi memberikan edukasi menyusui pada ibu hamil dan ibu menyusui serta untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang ASI Esklusif dan juga untuk meningkatkan pemberian ASI Esklusif kepada bayiMetode pengabdian pada masyarakat yang dilakukan adalah Pelatihan kepada kader melalui penyegaran pengetahuan tentang ASI Esklusif dan penguatan materi teknik menyusui dengan metode ceramah interaktif dan dilakukan praktik konseling dengan cara roleplay.Pendampingan kader dalam memberikan edukasi laktasi pada ibu hamil dan ibu nifas melalui kegiatan konseling.kegiatan pelatihan memperoleh hasil yang sangat baik dengan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 72% dengan kategori baik dan meningkatnya keterampilan kader dalam memberikan konseling menyusui pada ibu hamil dan ibu nifas.Rangkaian kegiatan yang terdiri dari Kegiatan pelatihan  dan pendampingan edukasi menyusui pada para kader dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan berakhir, serta keaktifan para kader mengikuti kegiatan pendampingan edukasi menyusui.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.
Daun Sirih Merah Sebagai Perawatan Tradisional Dalam Penyembuhan Luka Perineum Reza Bintangdari Johan; Nur Indah Noviyanti; Kustiningsih Kustiningsih; Gusriani Gusriani
JURNAL KESEHATAN DELIMA PELAMONIA Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Delima Pelamonia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37337/jkdp.v7i1.346

Abstract

Perineal tears can occur during labor. This tear causes an injury. This situation can be an entry point for microorganisms that can cause infection if not treated properly. The wound-healing process varies from person to person. However, there are several ways to treat perineal wounds are traditional and non-traditional. This study aimed to determine the perineal wound healing period with red betel leaves. Quasi-experimental research with a posttest-only design approach with non-equivalent groups. In this study, 22 postpartum mothers, the experimental group using red betel leaves, and the control group using clean-dry dressing treatment, which would assess the wound healing process with the REEDA scale. The sampling technique uses accidental sampling. The data analysis used is an independent-Sample T-test. The results, perineal wounds using red betel leaves (5.45 days) were two days faster than dry clean treatment (7.55 days). The REEDA sign was no longer visible in the red betel leaf group on the eighth day. It was still possible to see the control group on the ninth day. Moreover, proper wound care, a healthy diet, and good hygiene contribute to wound healing. Mothers should be confident in their abilities and think positively.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.
Literature Riview: Hubungan Kehamilan Usia Dini Dengan Kejadian Postpartum Blues Rizqi Rahayu Putri; Feny Kusumawaty Putri; Nur Aisyah Fitriani; Nicky Bunga Ismeliana; Dewi Indrawati; Gusriani Gusriani; Yuni Retnowati; Teresia Suminta Rotua Situmoran; Rahmi Padlilah
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 4 (2023): NJMS - November 2023
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global diperkirakan 20% wanita melahirkan mengalami postpartum blues, yang dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan bayi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal salah satunya kehamilan usia dini. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini diketahuinya hubungan kehamilan usia dini dengan kejadian postpartum blues. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian literature review dengan membandingkan beberapa literature untuk mendapatkan sebuah pembahasan. Ulasan dari 5 artikel menunjukan bahwa berdasarkan sebuah tinjauan yang dilakukan oleh peneliti menemukan ada hubungan yang signifikan antara kehamilan usia dini dengan kejadian postpartum blues. kehamilan usia dini dapat meningkatkan seorang ibu untuk mengalami kejadian postpartum blues.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Postpartum pada Ibu Bersalin Nur Yola Salsabila; Erina Khusnia Dewi; Kusnul Putri Yulia Wulandari; Gusriani Gusriani
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i1.936

Abstract

Age is a risk factor for postpartum hemorrhage, according to Rahmawati's research. An association between age and bleeding due to uterine atony was also found. Mothers aged 20 to 35 years have a 12 times higher risk of experiencing postpartum hemorrhage than mothers aged 20 to 35 years (Edah, 2019). Age parity is also a risk factor for postpartum hemorrhage. Parity refers to the number of children born to a mother (both born alive or dead). Mothers with three children are more at risk of bleeding after delivery than mothers with parity 1 to 3. The aim of this study is to analyze the relationship between age and parity and the amount of bleeding that occurs in mothers who have just given birth. The literature review method was used in this study. Various scientific articles and research reports discussing risk factors for postpartum hemorrhage are thoroughly explained. The results showed that older maternal age (above 35 years) and high parity (giving birth more than once) increased the risk of postnatal bleeding. These results suggest that mothers with these characteristics should be given special attention to reduce the risk of these complications by obtaining appropriate education, supervision during pregnancy, and appropriate birth planning.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara Daud Nawir; Nur Indah Noviyanti; Widyastuti Cahyaningrum; Gusriani Gusriani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.1266

Abstract

Pemberdayaan merupakan proses sosial dengan instrumen yang digunakan pemerintah melakukan perubahan ekonomi, sosial, maupun budaya pada masyarakat. program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan ataupun dampak yang diinginkan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan publik (masyarakat). Salah satu dampak ketidakadilan sistem ekonomi dan sistem politik adalah semakin meluasnya keberadaan kelompok masyarakat yang termarjinalkan, termasuk perempuan didalamnya. Perempuan semakin termarjinalkan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satu bentuknya adalah terpinggirnya peran perempuan untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan politik yang berhubungan dengan kebijakan publik. Pemberdayaan masyarakat (perempuan) merupakan upaya mempersiapkan masyarakat (perempuan) seiring dengan langkah upaya memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan derajat pada seseorang agar mampu melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan. Metode yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu pendidikan Masyarakat, yaitu penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran terkait strategi pemberdayaan perempuan melalui pengarusutamaan gender di Kabupaten Tana Tidung. Pengabdian ini dimulai dengan tahapan observasi profil Kab. Tana Tidung , selanjutnya menyiapkan mteri pendidikan kepada masyarakat dan yang ketiga menyampaiakn pendidikan kesehatan dengan judul Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengarusutamaan Gender Di Kabupaten Tana Tidung.