Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PROGRAM EDUKASI K3 PADA GURU DI SURAKARTA UNTUK MENCEGAH KELELAHAN MATA Ratna Fajariani; Isna Qadrijati; Sumardiyono Sumardiyono; Tyas Lilia Wardani; Seviana Rinawati; Tutug Bolet Atmojo
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2604

Abstract

Saat ini, pekerjaan seorang guru sangat erat dengan penggunaan perangkat gadget, seperti komputer, laptop atau handphone sebagai alat utama dalam bekerja karena tuntutan pembelajaran dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Intensitas penggunaan gadget pada guru semakin meningkat sejak munculnya pandemi Covid-19 memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan guru dalam mengakses teknologi untuk pembelajaran yang lebih kreatif. Namun, kondisi tersebut juga berisiko untuk menimbulkan kelelahan mata berupa mata terasa perih dan kering, hingga sakit kepala. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan kelelahan mata pada guru melalui program edukasi ini. Sasaran pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu para guru MTsN 1 Surakarta. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan metode pemberian edukasi berupa seminar online dan pendampingan pembuatan buku panduan penggunaan gadget yang aman. Kegiatan pengabdian dilakukan secara daring dan luring. Analisis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian soal pre-test dan post-test pengetahuan para guru pada saat edukasi dengan menggunakan google form. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan menggunakan kuisioner diperoleh sebanyak 88,8% responden mengalami peningkatan skor setelah mengikuti kegiatan seminar online pencegahan kelelahan mata. Selain itu, hasil rekapan jawaban responden menunjukkan adanya peningkatan rerata persentase responden yang menjawab benar sebesar 32,2% setelah diberikan materi. Sehingga, kegiatan seminar sudah efektif, dapat meningkatkan pengetahuan peserta terhadap materi yang disampaikan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kelelahan mata antara lain: pembiasaan perilaku penggunaan gadget secara benar, melakukan istirahat mata dengan menerapkan kaidah 20-20-20 atau segera beristirahat sejenak jika mata sudah mulai lelah, mengatur tampilan layar gadget, dan intensitas pencahayaan ruangan yang memadai.
Pengaruh Perilaku Penggunaan Laptop Terhadap Kelelahan Mata pada Dosen saat Work-From-Home (WFH) pada Masa Pandemi Covid-19 Tyas Lilia Wardani; Nisrina Is'ad; Ratna Fajariani; Isna Qadrijati; Sumardiyono Sumardiyono; Seviana Rinawati; Tutug Bolet Atmojo
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i7.8938

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic in Indonesia has encouraged changes in society, especially in the aspect of education. Learning is conducted online and educators carry out activities from home. However, this has a negative impact on physical health, which may occur due to WFH behavior, which is Eye Fatigue. Laptop usage behavior depend on the size of the laptop, the duration and frequency of laptop usage, the visual distance, the position of the monitor and eye rest. This study intends to determine the effect of laptop usage behavior on Eye Fatigue. This study uses an analytic observational design with a cross-sectional design. The sample of this study is 175 lecturers and use a simple random sampling technique. The used instruments are laptop usage behavior and visual fatigue index questionnaires distributed through Google Forms. Bivariate analysis was performed using the Somers'd correlation statistical test. The results show a significant level of laptop size with eye fatigue with a p-value = 0.005, while the other variables were not related. The behavior of using a laptop has affected eye fatigue especially because of the size of the laptop. Lecturers use standard laptop size and use laptop support when operating laptops. Keywords: Eye Fatigue, Laptop Use,  Work-from-Home (WFH), COVID-19                                                                                      ABSTRAK Pandemi Covid-19 di Indonesia telah mendorong perubahan di masyarakat, khususnya dalam aspek pendidikan. Pembelajaran dilakukan secara daring dan pendidik melaksanakan kegiatan dari rumah. Namun, hal tersebut berdampak negatif bagi kesehatan fisik, yang dapat terjadi akibat perilaku WFH yaitu Kelelahan Mata. Perilaku penggunaan laptop tergantung pada ukuran laptop, durasi dan frekuensi penggunaan laptop, jarak pandang, posisi monitor dan istirahat mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku penggunaan laptop terhadap Kelelahan Mata. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 175 dosen dan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah perilaku penggunaan laptop dan kuesioner Visual Fatigue Index yang disebarkan melalui Google Form. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik korelasi Somers'd. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara ukuran laptop dengan kelelahan mata dengan p-value = 0,005, sedangkan variabel lainnya tidak berhubungan. Perilaku penggunaan laptop yang mempengaruhi kelelahan mata yaitu ukuran laptop. Dosen menggunakan ukuran laptop standar dan menggunakan laptop support saat mengoperasikan laptop. Kata Kunci: Kelelahan Mata, Penggunaan Laptop, Work-from-Home (WFH), COVID-19 
EFEKTIVITAS EDUSAFETY SNAKE-LADDER GAMES SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEKOLAH SISWA MTS Seviana Rinawati; Tutug Bolet Atmojo; Ratna Fajraiani; Isna Qadrijati; Tyas Lilia Wardani; Lusi Ismayenti
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 2 (2023): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i2.842

Abstract

Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi sumber daya manusia merupakan salah satu asset utama sebagai penggerak operasional mencapai efisiensi dan produktivitas yang tinggi. Implementasi K3 adalah suatu program yang dibuat sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan gangguan kesehatan serta tindakan antisipatifnya. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Layanan Khusus, disebutkan bahwa layanan pendidikan dalam situasi darurat diselenggarakan dalam bentuk sekolah darurat merupakan salah satu upaya dalam penerapan K3 di lingkungan sekolah. Upaya dalam implementasi K3 sekolah dapat dilakukan kepada para siswa melalui edukasi yang mendalam seputar risiko dan bahaya yang mungkin saja terjadi pada saat beraktivitas di lingkungan sekolah dan tindakan yang dapat dilakukan. Edukasi tersebut dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar mudah diterima dengan baik yaitu melalui safety games. Rancangan kegiatan pengabdian melalui Safety Games ini dilakukan sebagai salah media edukasi yang diberikan kepada para siswa untuk mengetahui peningkatan pengetahuan K3 dan tingkat kesiapan dalam kondisi daruratnya sebelum dan setelah diberikan edukasi terkait K3. Tahapan kegiatan pertama: pengukuran tingkat pengetahuan K3 (pre-test) kepada siswa, kedua: memberikan sosialisasi terkait pengetahuan K3 dan metode pelaksanaan Safety Games, ketiga: implementasi safety games secara individu/kelompok sesuai instruksi. Safety games berisikan tentang pertanyaan/kegiatan/tebakan gambar/peragaan terkait informasi K3, keempat: pengukuran tingkat pengetahuan K3 (post-test) kepada siswa, kelima: evaluasi kegiatan safety games yang tepat bagi siswa diterapkan didalam atau diluar mata pelajaran. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan K3 melalui edukasi yang lebih kreatif dan menarik serta implementasi K3 secara tepat di lingkungan sekolah agar mencegah berbagai macam risiko dan bahaya serta kecelakaan yang bisa saja terjadi dan merugikan para siswa, guru, atau orang-orang lain yang berada di lingkungan sekolah.
EFEKTIVITAS EDUSAFETY SNAKE-LADDER GAMES SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SEKOLAH SISWA MTS Seviana Rinawati; Tutug Bolet Atmojo; Ratna Fajraiani; Isna Qadrijati; Tyas Lilia Wardani; Lusi Ismayenti
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 2 (2023): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i2.842

Abstract

Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi sumber daya manusia merupakan salah satu asset utama sebagai penggerak operasional mencapai efisiensi dan produktivitas yang tinggi. Implementasi K3 adalah suatu program yang dibuat sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan gangguan kesehatan serta tindakan antisipatifnya. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 72 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Layanan Khusus, disebutkan bahwa layanan pendidikan dalam situasi darurat diselenggarakan dalam bentuk sekolah darurat merupakan salah satu upaya dalam penerapan K3 di lingkungan sekolah. Upaya dalam implementasi K3 sekolah dapat dilakukan kepada para siswa melalui edukasi yang mendalam seputar risiko dan bahaya yang mungkin saja terjadi pada saat beraktivitas di lingkungan sekolah dan tindakan yang dapat dilakukan. Edukasi tersebut dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar mudah diterima dengan baik yaitu melalui safety games. Rancangan kegiatan pengabdian melalui Safety Games ini dilakukan sebagai salah media edukasi yang diberikan kepada para siswa untuk mengetahui peningkatan pengetahuan K3 dan tingkat kesiapan dalam kondisi daruratnya sebelum dan setelah diberikan edukasi terkait K3. Tahapan kegiatan pertama: pengukuran tingkat pengetahuan K3 (pre-test) kepada siswa, kedua: memberikan sosialisasi terkait pengetahuan K3 dan metode pelaksanaan Safety Games, ketiga: implementasi safety games secara individu/kelompok sesuai instruksi. Safety games berisikan tentang pertanyaan/kegiatan/tebakan gambar/peragaan terkait informasi K3, keempat: pengukuran tingkat pengetahuan K3 (post-test) kepada siswa, kelima: evaluasi kegiatan safety games yang tepat bagi siswa diterapkan didalam atau diluar mata pelajaran. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan K3 melalui edukasi yang lebih kreatif dan menarik serta implementasi K3 secara tepat di lingkungan sekolah agar mencegah berbagai macam risiko dan bahaya serta kecelakaan yang bisa saja terjadi dan merugikan para siswa, guru, atau orang-orang lain yang berada di lingkungan sekolah.
Personal and Occupational Risk Factors of Low Back Pain in Hospital Administration Workers Setyawan, Haris; Lusi Ismayenti; Isna Qadrijati; Seviana Rinawati; Ratna Fajariani; Tutug Bolet Atmojo; Tyas Lilia Wardani; Hengky Ditya Eko Nugroho; Nabylla Sharfina Sekar Nurriwanti; Ayu Prima Kartika
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 9 No 1 (January 2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.2560

Abstract

Around 223.5 million individuals experienced low back pain, and there were 63.7 million years lived with disability. Multiple studies have identified various risk factors that contribute to the development and persistence of LBP in this demographic, including personal and occupational risk factors. This study aims to investigate personal and occupational risk factors causing LBP complaints among administrative workers at the two largest hospitals in Surakarta City, Indonesia. This study was an analytical observational study with a cross-sectional design conducted at RSUNS and RSDM in June-July 2024, using purposive sampling to select 130 respondents. This study used a questionnaire to collect data on personal and work risk factors such as age, education, gender, length of service, medical history, sitting position, chair backrest height, and duration of sitting in the office. The data was processed using the Somers D test to determine the correlation between the independent and dependent variables. This study found that key occupational risk factors, such as sitting position (p = 0.688), height of chair backrest (p = 0.372), and duration of sitting at the office (p = 0.283), showed no significant correlation to low back pain (LBP) among hospital administrative workers. However, over half of the respondents reported experiencing moderate LBP, highlighting it as an occupational health issue. The findings suggest that commonly measured ergonomic indicators alone may not adequately assess LBP risk in this setting. Therefore, hospitals should implement structured active breaks, work mobility/rest periods, and health education about prolonged sitting.
Efektivitas Konsumsi Air Kelapa Muda Untuk Menurunkan Kelelahan Kerja Dengan Indikator Asam Laktat Darah Pada Pekerja Wanita Unit Weaving Wardani, Tyas Lilia; Maulidya Naimatul Fadzila; Afrian Eskartya Harjono; Reni Wijayanti; Isna Qadrijati; Jihan Faradhisa; Rachmawati Prihantina Fauzi; Rici Riansyah; Rizqy Kartika Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4356

Abstract

Lingkungan kerja yang panas menyebabkan pengeluaran energi tambahan saat tubuh beradaptasi dengan suhu area kerja, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pekerja dan menyebabkan kelelahan. Survei awal pada PT X menunjukkan bahwa iklim kerja panas unit weaving adalah 30,2℃ dengan 9 dari 10 pekerja mengalami kelelahan sedang. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas konsumsi air kelapa muda untuk menurunkan kelelahan kerja. Desain penelitian ini quasi-eksperiment dengan model desain nonequivalent control group desain. Populasi penelitian ini 100 pekerja weaving. Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan sampel 50 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing 25 orang. Kelompok eksperimen diberi intervensi dengan mengonsumsi air kelapa muda sebanyak 350 ml selama 5 hari kerja sedangkan kelompok kontrol tidak. Kelelahan kerja diukur melalui pemeriksaan kadar asam laktat darah sebelum dan sesudah intervensi yang kemudian dianalisis dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelelahan kerja kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan p-value=0,245 (p>0,05) dan kelelahan kerja kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan p-value< 0,001 (p<0,05). Kelelahan kerja antar kelompok terdapat perbedaan yang signifikan p-value=0,016 (p<0,05) dengan nilai effect size Cohen’s d sebesar 0,71. Disimpulkan bahwa konsumsi air kelapa muda efektif untuk menurunkan kelelahan kerja pada pekerja wanita unit weaving.