Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Perilaku Safety Riding Pengendara Ojek Online Dengan Kejadian Kecelakaan Lalulintas Di Kota Manado Bryanza Amak; Nancy S.H. Malonda; Paul A.T. Kawatu
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.1.2020.27244

Abstract

Background: Traffic accident is an event on the highway unexpected and unintentional involving vehicles with or without other road users which resulted in human casualties or property losses. The factors that cause accidents, human factor, vehicle, and environment. Factors highest cause of accidents is the human factor (human error). Behavioral safety riding is a safe state while driving.safety riding or safe driving behavior has a definition that varies is how rider motorcycles can drive safely, follow the rules and regulations in force with the aim of ensuring the safety of motorists and other road users. The research aims to determine the correlation between safety riding with traffic accident. Method: This research used analytic survey with cross sectional study. Place of research in Manguni Rider Online Communities and Community The Team rider motorcycle exhaust line in the city of Manado, in the month of September to December 2019. The sample in this study amounted to 80 people. Research variables are independent variables: behavioral safety riding and the dependent variable: the incidence of traffic accidents. The instrument of this research using questionnaires measuring instrument to conduct safety riding questionnaires and interviews to the incidence of traffic accidents.Data analysis included univariate and bivariate analysis using chi-square test 5% (α = 0,05) in SPSS. Result: The results of the study behavioral relationships online motorcycle rider safety riding with the incidence of traffic accidents was obtained p value = 0,478 and or = 1.400. Thus there is no relationship of Conduct Safety Riding Online Motorcycle taxi riders with occurrence of Traffic Accident In the city of Manado.Conclusion: the conclusion of this research has no correlation between safety riding with traffic accident in Manado.
Hubungan antara Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Petani Mira Lestari Wurarah; Paul A.T. Kawatu; Rahayu Hasan Akili
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.2.2020.28661

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja menentukan berapa lama seseorang dapat bekerja sesuai dengan kapasitas kerjanya. Beban kerja petani lebih diarahkan pada kemampuan petani untuk melakukan semua kegiatan yang harus dilakukan dengan hati-hati. Tuntutan pekerjaan yang berlebihan dapat menyebabkan beban kerja dan gangguan stress mental pada petani. Kelelahan kerja masih merupakan salah satu faktor terbesar yang menyebabkan kecelakaan di tempat kerja. Beban kerja  sesuai dengan kemampuan psikis dan fisik pekerja mrupakan salah satu faktor penyebab kelelahan kerja. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada petani di Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa. Metode Penelitian: Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa pada bulan Desember 2019 sampai bulan Januari 2020. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang dan jumlah sampel 85 orang. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner NASA-TLX dan reaction timer. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil Penelitian: Hasil uji spearman rank terhadap hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja mendapatkan nilai ρ value= 0,004 (<0,05). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan bermakna antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada petani di Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa.
Hubungan antara Beban dan Stres Kerja dengan Perasaan Kelelahan Kerja pada Pekerja Transportasi Laut Marni Oktafianti Katilahe; Paul A.T. Kawatu; Odi Roni Pinontoan
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.2.2020.28663

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja dapat timbul akibat dari tidak adanya keseimbangan antara beban kerja dengan kemampuan tenaga kerja. Kelelahan kerja juga dapat terjadi dikarenakan faktor mental psikologis di lingkungan kerja sehingga dapat menimbulkan beban dan stres pada pekerja. Berdasarkan survei dari KNKT didapatkan 12% kecelakaan di bidang transportasi laut disebabkan oleh faktor kelelahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja transportasi laut Manado-Bunaken. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di dermaga wisata kalimas pada bulan september-oktober 2019. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu beban kerja, stres kerja dan kelelahan kerja. Penelitian ini instrumen menggunakan kuesioner dan aplikasi android NASA-TLX. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa pekerja yang merasa kelelahan kerja yaitu 65%, pekerja yang memiliki beban kerja berat sebanyak 65% dan pekerja yang mengalami stres kerja sebanyak 47,5%. Hasil analisis data menggunakan uji statistik chi-square  didapatkan nilai p value sebesar 0,002. Hal ini berarti terdapat hubungan antara beban kerja dengan perasaan kelelahan kerja pada pekerja transportasi laut Manado-Bunaken.. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara beban kerja dan stres kerja dengan perasaan kelelahan  kerja pada pekerja transportasi laut Manado-Bunaken.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Novel Yunus Runtuwarow; Paul A.T. Kawatu; Sri Seprianto Maddusa
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.2.2020.28664

Abstract

Latar belakang: Perusahan PT. Tropica Cocoprima bagian Open Area merupakan bagian yang paling berpotensi terjadinya kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan yang sering terjadi adalah teriris benda tajam  dan terjatuh karena lantai licin. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan karena tindakan tidak aman dari pekerja, yaitu kurang patuh dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)  pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan November 2019 – Februari 2020. Populasinya ialah seluruh pekerja di bagian open area sebanyak 99 orang, instrument yang digunakan yaitu kuesioner penelitian. Analisis yang digunakan yaitu uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil pengukuran APD sarung tangan yang tidak patuh sebanyak 50 responden (50,5%) dan yang patuh sebanyak 49 responden (49,5%), pengukuran APD sepatu keselamatan yang tidak patuh sebanyak 54 responden (54,5%) dan yang patuh sebanyak 45 responden (45,5%), pengukuran kejadian kecelakaan kerja  yang pernah mengalami kecelakaan sebanyak 60 responden (60,6%) dan yang tidak pernah sebanyak 39 responden (39,4%). Uji statistik menunjukan terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan APD sarung tangan dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,000) dan kepatuhan penggunaan sepatu keselamatan dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,000). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada  hubungan antara kepatuhan penggunaan APD  dengan kejadian kecelakaan kerja di PT. Tropica Cocoprima Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan.
Gambaran Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Fachreza Pakaya; Paul A.T. Kawatu; Ribka Elisabeth Wowor
Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Vol. 1 No. 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/ijphcm.1.2.2020.28666

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit sebagai industri jasa merupakan sebuah industri yang mempunyai beragam persoalan tenaga kerja yang rumit dengan berbagai risiko terkena penyakit akibat kerja bahkan kecelakaan akibat kerja sesuai jenis pekerjaannya, sehingga berkewajiban menerapkan upaya Kesehatan dan Keselamatana Kerja Rumah Sakit (K3RS). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Program K3RS di RSU Hermana Lembean Minahasa Utara.  Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan desain stud kasus. Jumlah informan sebanyak 5 orang dengan cara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di RSU Hermana Lembean Minahasa Utara pada bulan Oktober 2019 - Januari 2020. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu alat perekam suara, kamera, laptop dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis isi (Miles Hubermann). Hasil Penelitian: Rumah Sakit Hermana Lembean telah menerapkan ketentuan sesuai dengan akreditasi Rumah sakit, akan tetapi yang belum dimaksimalkan dalam program kesehatan kerja yaitu pemantauan lingkungan kerja dan surveilans kesehatan kerja sedangkan untuk program pelayanan keselamatan kerja yang belum dimaksimalkan yaitu pemantauan lingkungan kerja, pengukuran ergonomi, pelaksanaan penanggulangan kebakaran di Rumah sakit. Kesimpulan: Kesimpulan yang diperoleh dari implementasi program kesehatan dan keselamatan kerja Rumah sakit sudah berjalan, tetapi belum dilakukan secara optimal.