Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimalisasi Ketersediaan Air Tanaman dengan Sistem Otomasi Irigasi Tetes Berbasis Arduino Uno dan Nilai Kelembaban Tanah Irfan Ardiansah; Selly Harnesa Putri; Ardy Yusuf Wibawa; Devi Maulida Rahmah
Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika Vol 10 No 2 (2018): Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika
Publisher : Faculty of Engineering and Informatics, Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2216.414 KB) | DOI: 10.31937/ti.v10i2.955

Abstract

Irigasi tetes adalah sebuah teknik irigasi yang berguna untuk menjaga kelembaban tanah dalam kondisi optimal dengan efisiensi pemakaian air sebesar 90 – 95%, karena dengan menggunakan teknik ini air yang digunakan sangat minimal untuk mengurangi evaporasi, aliran permukaan dan perkolasi, masalah utama dari teknik ini adalah jadwal pemberian air dan jumlah air yang diberikan sebab kebutuhan air setiap tanaman akan berbeda, ide dasarnya adalah membangun sebuah system irigasi tetes otomatis yang mengimplentasikan sensor kelembaban tanah. Sebelum membuat kendali otomatis perlu disiapkan sebuah jaringan irigasi tetes, ukuran emitter dan posisi penempatannya. Sistem otomatis kemudian diuji dalam rumah kaca dan merekam data-data yang diperlukan, setelah dilakukan pengujian dapat disimpulkan bahwa sensor kelembaban tanah memiliki nilai korelasi 99.7% terhadap nilai kelembaban tanah teoritis, nilai efisiensi keseragaman irigasi (Cu) sebesar 96.01%, nilai keseragaman distribusi (SU) sebesar 94.85%, nilai koefisien keseragaman (CU) sebesar 93.01% dan dalam pengujian ini didapatkan bahwa 75% dari tanaman selada yang dipanen memenui standar dari Amazing Farm. Sewaktu sistem otomasi irigasi tetes ini diuji ditemukan pula bahwa sensor kelembaban tanah hanya bekerja baik selama 27 hari karena munculnya karat akibat terpapar oleh air.
Penerapan lean manufacturing dalam mereduksi pemborosan pada raw material bumbu dengan metode PDCA Reka Firwayani Wigati; Devi Maulida Rahmah; Irfan Ardiansah; Totok Pujianto

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.122 KB) | DOI: 10.35891/agx.v12i2.2653

Abstract

PT. XYZ is a manufacturing company that produces processed food. Instant noodles is one of the type product that produced by PT. XYZ, which contains raw material for spice as one of the main complementary material. This research focused on the waste of raw material for instant noodles seasoning. The purpose of this research is to reduce the waste and to determine which factors that cause waste. This study using Plan Do Check Action method which is expected to reduce waste that occurs within the company. The highest waste within 18 days of production was 15.28%, the lowest was -2.3% and there was no waste, and the average waste during that period was 3.2%. the result of the highest and dominant factor in the waste of raw material was the lack of skill of the operator was just moved from screw division, thus they didn’t know how to operate machine. While the second factor was the lack of maintenance of the machine by quality control departement for pitch standardization. And the third factor was the cutter knife didn’t really cut because of the cutter block.
Analisis Tekno Ekonomi Pemeliharaan Tanaman Teh Hitam di PT. Perkebunan Nusantara VIII dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Teh Hitam Ekspor Putri, Nayla Fathinah; Rahmah, Devi Maulida; Kastaman, Roni
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.3

Abstract

Indonesia merajai pangsa ekspor teh hitam sekitar 76-87%. Pada tahun 2022, Indonesia mengalami kenaikan jumlah ekspor teh hitam mencapai 7,01%. PT. Perkebunan Nusantara VIII merupakan salah satu perusahaan penghasil teh hitam di Indonesia. Teh hitam yang diproduksi harus memiliki kualitas yang baik agar ekspor teh di Indonesia dapat terus melonjak naik. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas teh hitam adalah memaksimalkan proses pemeliharaan tanaman teh di kebun. Proses pemeliharaan yang dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara VIII terdiri dari penyiangan gulma secara manual (babad) dan pemberian herbisida sebagai usaha dalam meminimalisir tumbuhnya gulma pada tanaman teh. Maka dari itu, perlu adanya analisis dengan metode tekno ekonomi untuk menentukan proses mana yang lebih efektif untuk menjaga dan meningkatkan kualitas teh, serta menguntungkan bagi perusahaan dari aspek finansial, teknis dan teknologi. Tujuan analisis ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada perusahaan proses pemeliharaan tanaman teh yang paling efektif dan tetap menguntungkan. Hasil analisis Break Even Point atau titik impas proses perlakuan babad adalah 9.483kg teh dan pada proses penyemprotan herbisida memiliki titik impas 45.362kg. Biaya Net Present Value untuk perlakuan babad adalah Rp 386.433.662 dan herbisida adalah Rp 448.965.311. Sedangkan hasil analisis biaya Benefit Cost Ratio untuk perlakuan babad adalah 3,58% dan herbisida adalah 3,57%. Maka kedua proses pemeliharaan tersebut dinyatakan layak untuk dilanjutkan karena memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, proses penyiangan manual (babad) memiliki keunggulan dari nilai titik impas dan analisis biaya Benefit Cost Ratio. Selain itu, proses penyiangan manual juga memiliki keunggulan di segi teknis dan teknologi. Manfaat dari penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh perusahaan dalam penentuan proses pemeliharaan dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas teh hitam untuk kebutuhan ekspor di Indonesia.