Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KUALITAS DAN KETAHANAN HIDUP PEREMPUAN LANSIA Musrayani Usman; Hasbi Hasbi; Sakaria Sakaria; Hariashari Rahim; Atma Ras
Hasanuddin Journal of Sociology VOLUME 3, ISSUE 1, 2021
Publisher : Department of Sociology Faculty of Social and Political Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjs.vi.14783

Abstract

Permasalahan umum yang dihadapi perempuan lansia adalah makin besar jumlah perempuan lansia di bawah garis kemiskinan, makin melemahnya kekerabatan dalam keluarga terkadang mereka kurang mendapatkan perhatian, dihargai dan dihormati, kurangnya pelayanan lansia dari tenaga professional, dan belum melembaga dan membudaya pembinaan kesejahteraan lansia khususnya perempuan lansia. maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup perempuan lansia dan bagaimana ketahanan perempuan lansia. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian dalam pandangan fenomelogis yang berusaha memahami arti dari peristiwa dan kaitannya terhadap orang dalam situasi tertentu. Berdasarkan hasil penelitian, perubahan yang terjadi pada perempuan lansia meliputi perubahan fisik, perubahan psikososial dan perubahan lingkungan. Dari hasil penelitian sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang sedang, Dari permasalahan yang dihadapi perempuan lansia antara lain karena pengaruh fisik, pengaruh psikososial dan lingkungannya, yang paling mendominasi bagi para perempuan lansia adalah permasalah ekonomi pada keluarga yang mengharuskan mereka ikut serta dalam pemenuhan kebutuhan keluarga.
Penyuluhan penguatan pranata keluarga dalam pencegahan perilaku menyimpang anak-remaja di Kabupaten Soppeng Mansyur Radjab; Andi Haris; Nuvida Raf; Atma Ras; Ridwan Syam; Arini Enar Lestari; Andi Ahmad Hasan Tenriliwang
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 2 (2022): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i2.4955

Abstract

[Bahasa]: Keluarga sebagai salah satu lembaga sosial memiliki peran penting di masyarakat dalam mencegah berbagai perilaku menyimpang. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ketahanan keluarga dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai salah satu lembaga yang paling bertanggung jawab khususnya dalam pengawasan anak. Metode penyuluhan ini didasarkan pada pengorganisasian sikap, di mana seluruh proses kegiatan, mulai dari penyajian materi, diskusi dan simulasi, mampu menata kembali pemahaman tentang fungsi dan peran keluarga. Hasil dari penyuluhan ini dapat memberdayakan peserta dalam mengekspresikan tanggapan mereka dengan meningkatkan kerjasama untuk memahami masalah keluarga.  Selain itu tereksplorasi sikap yang sama dengan perkembangan remaja melalui unsur-unsur yang disajikan tentang bagaimana keluarga mengubah lingkungan. Melalui diskusi fungsi dan peran utama keluarga dalam pembentukan kepribadian anak, dan keserasian sosial antara sosialisasi dan tempat tumbuh kembang pada masa remaja membuat peserta lebih siap untuk menata kelompok mereka dalam menggerakkan program penguatan keluarga dalam pencegahan penyimpangan. Kata Kunci: perilaku menyimpang, pranata keluarga, sosialisasi [English]: The family has an essential role in preventing various deviant behaviors. This counseling activity intends to provide insight/knowledge about family resilience in its functions and roles as one of the most responsible institutions, especially in child supervision. This counseling method was based on attitude organization, in which the whole process of activities, starting from the presentation of material, discussions, and simulations, can reorganize the understanding of the function and role of the family. The results of this counseling can empower participants to express their responses by increasing cooperation in understanding family problems. In addition, this program explored the same attitude of adolescent development through the elements presented about how families change the environment. Through the discussion of the primary function of the family, the role of the family in forming a child's personality, and the social harmony between socialization and the place of growth and development during adolescence, participants were better prepared to organize their groups in driving family strengthening programs in preventing deviance. Keywords: deviant behavior, family institutions, socialization
KESIAPAN DAN KENDALA TRANSFORMASI BIROKRASI DIGITAL DI PEDESAAN : READINESS AND OBSTACLES OF DIGITAL BUREAUCRACY TRANSFORMATION IN RURAL AREAS Ridwan Syam; Atma Ras; Andi Yusuf Habibie
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.9.1.1-18

Abstract

Perkembangan masyarakat yang terbilang sangat cepat, harus mampu direspon oleh birokrasi dengan melakukan transformasi ke arah digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesiapan perangkat desa dalam mengimplementasikan birokrasi digital di pedesaan dan kendala yang dihadapi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Penelitian ini menggunakan kasus di Desa Palakka, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, untuk menggali kesiapan dan kendala dalam mempersiapkan transformasi birokrasi menuju digital. Dalam studi kasus ini, informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dari segi pelayanan administrasi kependudukan dan pelayanan kesehatan di Desa Palakka desa berada dalam tahap adaptasi untuk bertransformasi ke sistem digital. Pada level struktur, penyesuaian ke arah digital dilakukan dengan mengupayakan sarana fisik dan penyediaan aplikasi digital dan himbauan untuk penerapannya. Sementara pada level aktor telah aktif melakukan proses reproduksi struktur dalam mendukung perubahan sistem pelayanan birokrasi menuju digitalisasi. Adapun beberapa kendala yang dihadapi adalah belum maksimalnya infrastruktur jaringan internet sebagai sumber daya yang penting bagi pelaksanaan transformasi digital, dan masih terbatasnya anggaran dalam penyediaan sarana digital, serta masih rendahnya kompetensi digital aparatur dan masyarakat.  Kata Kunci : Birokrasi, Kendala, Pedesaan, Transformasi Digital  
TANTANGAN DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN TAKALAR Atma Ras; Sultan; Arsyad Genda; Dimas Ario Sumilih; Hariashari Rahim; Andi Nurlela; Syahrul Ramadhan
Journal Publicuho Vol. 7 No. 3 (2024): August - October - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v7i3.518

Abstract

This study aims to determine the role of the village government in organizing health services in Sampulungan Village. In addition, this study also aims to determine the challenges faced by the village government and the community in the service process and accessibility to health facilities. Using a qualitative research approach with a case study strategy. The results of this study indicate that the role of the village government in health services is still very minimal, as seen from the unavailability of health centres and inadequate health facilities. The village government also lacks initiative in facilitating health services because it is hampered by the lack of participation in voicing the aspirations of the community in the village. In addition, the community's view of the role of government in the field of services, especially health, is greatly influenced by the low level of community knowledge about participation at the village apparatus level. This study also found several obstacles faced by the village government, especially in Sampulungan Village, in improving the quality of services, including social construction, power dominance, and the non-involvement of village officials in decision-making at the central and district levels. Therefore, it is important to provide education about bureaucracy in order to improve the understanding of the community and the village government of Sampulungan District regarding the quality of health services.
ANALISIS PERAN ORANG TUA DALAM OPTIMALISASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGA DI DESA LATTEKKO KABUPATEN BONE Atma Ras; Nuvida RAF; Dimas Ario Sumilih; Hariashari Rahim; Andi Nurlela
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam mengoptimalkan berbagai fungsi keluarga di Desa Latekko, yang mencakup fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, informan dipilih secara purposif sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Desa Laktekko memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga, meskipun menghadapi hambatan signifikan. Keterbatasan ekonomi, dan akses penddikan menjadi tantangan utama yang menghambat optimalisasi fungsi-fungsi keluarga, meskipun nilai-nilai kekeluargaan yang kuat membantu secara informal mengatasi beberapa kendala. Orang tua juga menerapkan pengajaran agama secara informal dan demokratis, serta melestarikan tradisi sosial budaya lokal seperti ma’pacci. Dalam fungsi cinta kasih dan perlindungan, hubungan keluarga tetap harmonis dan orang tua berperan sebagai pelindung utama. Dalam bidang pendidikan orang tua juga berperan penting sebagai agen sosialisasi pertama menanamlan nilai-nilai moral dan mendukung anak-anak melanjutkan pendidikan formal dan informal. Fungsi ekonomi dijalankan dengan memanfaatkan sektor pertanian dan usaha kecil, meskipun pendapatan yang tidak tetap menjadi tantangan. Pembinaan lingkungan dilakukan melalui gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kesimpulan bahwa peran dan optimalisasi fungsi-fungsi keluarga masih terhambat oleh berbagai faktor, namun keluarga di Desa Lattekko tetap mampu menjaga stabilitas emosional dan sosial melalui nilai-nilai tradisonal dan pendekatan komunikatif yang lebih holistik untuk mengatasi hambatan yang ada.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL ANAK DI ERA DIGITAL: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGIS DI KOTA MAKASSAR Andi Nurlela; Atma Ras; Musrayani Usman
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of social media on the formation of children's social identity in the city of Makassar in the digital age. Using a qualitative approach and case study method, this research involves children aged 10-15 years who are actively using social media platforms such as Instagram, TikTok, and Facebook. The results show that social media plays a crucial role in the process of social identity formation through symbolic interaction, where children construct an ideal self-image to gain recognition and validation from their peers. However, alongside these benefits, children also face social pressures to always appear "perfect," which can affect their mental health, leading to anxiety and low self-esteem. The study further reveals that children in Makassar often experience conflicts between local cultural values, which emphasize family and cooperation, and the more individualistic global norms presented through social media. They must navigate between their real-world identities and the identities they are expected to display in the digital world. This research provides insights for parents, educators, and policymakers about the importance of healthy media literacy education and monitoring children’s social media use to help them build more positive and authentic social identities.
ANALISIS PERAN ORANG TUA DALAM OPTIMALISASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGA DI DESA LATTEKKO KABUPATEN BONE Atma Ras; Nuvida RAF; Dimas Ario Sumilih; Hariashari Rahim; Andi Nurlela
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam mengoptimalkan berbagai fungsi keluarga di Desa Latekko, yang mencakup fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, informan dipilih secara purposif sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di Desa Laktekko memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga, meskipun menghadapi hambatan signifikan. Keterbatasan ekonomi, dan akses penddikan menjadi tantangan utama yang menghambat optimalisasi fungsi-fungsi keluarga, meskipun nilai-nilai kekeluargaan yang kuat membantu secara informal mengatasi beberapa kendala. Orang tua juga menerapkan pengajaran agama secara informal dan demokratis, serta melestarikan tradisi sosial budaya lokal seperti ma’pacci. Dalam fungsi cinta kasih dan perlindungan, hubungan keluarga tetap harmonis dan orang tua berperan sebagai pelindung utama. Dalam bidang pendidikan orang tua juga berperan penting sebagai agen sosialisasi pertama menanamlan nilai-nilai moral dan mendukung anak-anak melanjutkan pendidikan formal dan informal. Fungsi ekonomi dijalankan dengan memanfaatkan sektor pertanian dan usaha kecil, meskipun pendapatan yang tidak tetap menjadi tantangan. Pembinaan lingkungan dilakukan melalui gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kesimpulan bahwa peran dan optimalisasi fungsi-fungsi keluarga masih terhambat oleh berbagai faktor, namun keluarga di Desa Lattekko tetap mampu menjaga stabilitas emosional dan sosial melalui nilai-nilai tradisonal dan pendekatan komunikatif yang lebih holistik untuk mengatasi hambatan yang ada.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL ANAK DI ERA DIGITAL: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGIS DI KOTA MAKASSAR Andi Nurlela; Atma Ras; Musrayani Usman
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of social media on the formation of children's social identity in the city of Makassar in the digital age. Using a qualitative approach and case study method, this research involves children aged 10-15 years who are actively using social media platforms such as Instagram, TikTok, and Facebook. The results show that social media plays a crucial role in the process of social identity formation through symbolic interaction, where children construct an ideal self-image to gain recognition and validation from their peers. However, alongside these benefits, children also face social pressures to always appear "perfect," which can affect their mental health, leading to anxiety and low self-esteem. The study further reveals that children in Makassar often experience conflicts between local cultural values, which emphasize family and cooperation, and the more individualistic global norms presented through social media. They must navigate between their real-world identities and the identities they are expected to display in the digital world. This research provides insights for parents, educators, and policymakers about the importance of healthy media literacy education and monitoring children’s social media use to help them build more positive and authentic social identities.
Women’s Independence as an Embodiment of Family Hope Program in the Tamalanrea Village Musrayani Usman; Mario Mario; Hariashari Rahim; Andi Muhammad Arif Haris; Atma Ras; Muhammad Rifki Pratama
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 16 No 1 (2023): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The social assistance of the Family Hope Program (PKH) is closely related to the cultural poverty that exists in beneficiary women. PKH carries out empowerment by using all the potential, natural resources or even human resources with the support of the government, so that the community becomes more independent. Based on the concept of empowerment theory with the using dimension and the theory of women’s empowerment from the Impact dimension, research data show PKH could not empower women individually or in groups (KPM). This research uses a qualitative approach, with data collection techniques are observation, interviews, and Focus Group Discussion (FGD). The results showed that 32 people could not understand and implement this independence because of education and understanding of the program or training provided. Social capital is a form of strengthening among these components.