Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UTILIZING CANVA-BASED LEARNING VIDEOS TO INCREASE STUDENTS' INTEREST IN LEARNING ON PRE HISTORIC MATERIALS AT SMPN 4 MEUKEK ACEH SELATAN DISTRICT Resijan; Siti Mayang Sari; Akmaluddin; Syarfuni
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.99

Abstract

In increasing student interest in learning in the teaching and learning process,it can be done in various ways, one of which is by using and utilizing the resultsof technology. One of the results of technology that is interesting and effectiveand easy to use is to use learning videos through the Canva application. Theresearch method in writing this research uses an approach, namely a qualitativedescriptive approach. The purpose of the study is to determine the use oflearning videos using Canva to increase students' interest in prehistoricmaterial. Video learning is a strategy or learning method to deliver content ormaterial using video media in the teaching and learning process. Canva is anapplication that is present in the crowded world of technology. This applicationis an online design program that provides a variety of tools includingpresentations, resumes, posters, pamphlets, brochures, graphics, infographics,banners, and other types available in the Canva application. Student interest inpre-historic material can be increased by utilizing learning videos. A cleardisplay and attractive visuals in learning videos will overcome boredom anddislike for complex material. The use of Canva as a tool to create learningvideos has been effective in increasing student interest in learning. The app'sease of use, with a large selection of templates and attractive design elements,can help teachers create engaging and high-quality learning content.
Analysis of Implementing the Indonesia Independent Curriculum in Elementary school : Focus on Fraction Rita Yusari Rita Yusari; Sariakin; Rita Novita; Jonni Siturus; syarfuni
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.454

Abstract

The Independent Curriculum is a learning framework designed to provide teachers with the flexibility to design the teaching and learning process based on students' needs, interests, and potential. The independent curriculum is an independent program that emphasizes context-based learning, character building through the Pancasila Student Profile, and a differentiation approach that allows students to learn at a pace and method that suits their abilities. Through an adaptive and flexible approach, the Independent Curriculum aims to create a more relevant, meaningful, and contextual learning experience for students. Fractions are one of the important materials in basic mathematics because they provide a foundation for understanding more complex concepts such as decimals, percentages, and algebra. In the independent curriculum, this separate material aims to improve conceptual understanding, critical thinking skills, and application skills through a context-based approach and strengthen the Pancasila student profile. This article analyzes the implementation of the Independent program in distributed learning in elementary schools, including planning, implementing, and assessing learning. The results of the analysis show that the independent curriculum provides teachers with the flexibility to develop innovative learning strategies, such as Real-World Mathematics (RME) and project-based learning, so that students can connect fractions to everyday situations. However, the challenge is the lack of teacher understanding of the new approach and limited learning resources are still obstacles in its implementation. This article recommends teacher training and the development of contextual learning materials to support the successful implementation of the Merdeka Curriculum in fraction learning.
TRAINING ON THE USE OF CHATGPT IN WRITING SCIENTIFIC PAPERS FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN BANDA ACEH CITY syarfuni; verawati
Jurnal Pengabdian Pemersatu Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV Abid Abadi Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan di desa masih tertinggal dibandingkan di kota. Salah satu faktor utamanya adalah rendahnya minat guru di kota untuk mengikuti perkembangan zaman, terutama teknolog AI, dalam mempermudah penulisan artikel ilmiah. Tujuan pelatihan adalah untuk memberdayakan masyarakat, khususnya guru, untuk lebih memahami esensi penulisan artikel ilmiah berbasis teknologi AI. Metode pelaksanaannya adalah dengan menyelenggarakan pelatihan minat tentang tips dan trik penulisan artikel ilmiah sebagai syarat untuk lulus untuk jabatan guru. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa diperlukan teknik penulisan artikel ilmiah bagi guru dengan melakukan pelatihan penulisan artikel ilmiah berbasis teknologi AI. Pelatihan ini diharapkan dapat mengeksplorasi pentingnya menulis artikel ilmiah dan memiliki keterampilan menulis artikel ilmiah sehingga dapat mempublikasikan berbagai karya ilmiah menggunakan teknologi AI. Layanan ini berimplikasi untuk mengembangkan kemampuan dan keprofesionalan guru di masa depan agar tidak gagap dengan teknologi.
PEMANFAATAN E-KOMIK BERBASIS INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP KEGIATAN EKONOMI SISWA SEKOLAH DASAR Tati Alifah Ratnamaya; Sariakin; Siti Mayang Sari; Syarfuni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13376

Abstract

This study aims to describe the utilization of inquiry-based e-comic media in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning and its impact on elementary students’ understanding of economic activity concepts. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The participants were fifth-grade students of SD Negeri 54 Banda Aceh. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the use of inquiry-based e-comics enhances student engagement in the learning process, facilitates the understanding of abstract concepts, and encourages critical thinking through questioning and discovery activities. In addition, the implementation of e-comics creates a more interactive and enjoyable learning environment. In conclusion, inquiry-based e-comics can serve as an effective alternative learning media in IPAS instruction at the elementary school level.
Hubungan Kebugaran Jasmani Dengan Konsentrasi Belajar Permainan Bola Kecil Pada Siswa Kelas III SDN 46 Banda Aceh Asma Asma; Syarfuni; Didi Yudhi Pranata
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 6 No. 2 (2026): Fortchoming Issue
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v6i2.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebugaran jasmani dengan konsentrasi belajar permainan bola kecil (kasti) pada siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kebugaran jasmani yang meliputi lari 40 meter, sit-up, push-up, loncat tegak, dan lari 100 meter. Sementara itu, data konsentrasi belajar diperoleh melalui angket dan lembar observasi guru pada saat pembelajaran permainan bola kecil (kasti). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan konsentrasi belajar permainan bola kecil pada siswa kelas III SD Negeri 46 Banda Aceh. Hal ini dibuktikan dari hasil uji korelasi yang menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hubungan yang diperoleh bersifat positif, yang berarti semakin baik tingkat kebugaran jasmani siswa, maka semakin tinggi pula tingkat konsentrasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran permainan bola kecil (kasti). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebugaran jasmani memiliki peranan penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Oleh karena itu, guru dan sekolah diharapkan dapat meningkatkan kegiatan olahraga dan aktivitas fisik siswa secara rutin.
PERSEPSI GURU TERHADAP PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN LITERASI SISWA DI SD KOTA BANDA ACEH Sri Ayu Wulandari; Syarfuni; Raziska Ibrahimi
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.444

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mulai dimanfaatkan dalam pembelajaran literasi di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap penggunaan AI dalam meningkatkan literasi siswa, kendala yang dihadapi guru, serta jenis AI yang digunakan dalam pembelajaran literasi di SD Negeri 19 Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 8 orang guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran literasi. Guru menilai bahwa AI seperti ChatGPT, Canva, dan Google Translate dapat membantu menjelaskan materi, menyederhanakan teks bacaan, membuat media pembelajaran yang menarik, serta membantu siswa memahami kosakata. Penggunaan AI juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas dan kreativitas pembelajaran. Namun, terdapat beberapa kendala dalam penggunaannya, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap fitur AI, keterbatasan perangkat teknologi, dan jaringan internet yang belum memadai. Dengan demikian, penggunaan Artificial Intelligence memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan dalam meningkatkan literasi siswa apabila didukung oleh kompetensi guru dan fasilitas yang memadai