Eko Sugeng Pribadi
Divisi Mikrobiologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Hewan Dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Berisiko Tinggi Titik Masuk Hewan Pembawa Rabies di Kabupaten Sumbawa dan Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat Nurjumaatun Nurjumaatun; Eko Sugeng Pribadi; Okti Nadia Poetri
Jurnal Veteriner Vol 23 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.3.380

Abstract

Rabies is a zoonosis caused by infection of Lyssavirus belong to Rhabdoviridae family. Dompu and Sumbawa District, which are located on Sumbawa Island, West Nusa Tenggara Province, were designated as rabies outbreak in 2019. This study was aim to qualitatively estimate the magnitude of the risk of rabies-carrying animals (RCA) entry at each entry point for RCA to Sumbawa and Dompu Regencies, NTB Province. The risk assessment was carried out following risk analysis guidelines of the United NationsWorld Organization forAnimal Health (World Organization for Animal Health, Office Internationale de Epizootic, OIE), and referring to Australian Biosecurity methods. The uncertainty assessment refers to the European Food Safety Authority (EFSA). The results showed that the entry points were in Lunyuk sub-District, Sumbawa sub-District, Labuhan Badas sub-District, Moyo Hilir sub-District, Moyo Hulu sub-District, Unter Iwes sub-District in Sumbawa District, and Pekat sub-District, Kempo sub-District, Manggelewa sub-District, Hu’u subDistrict and Woja sub-Districts in Dompu District. Based on the research results, it can be concluded that rabies-carrying animals entry points in NTB Province are classified as high risk. The high risk at rabies-carrying animals entry points is due to the lack of public awareness and knowledge about rabies.
Analisis Risiko Kualitatif terhadap Masuknya Virus Equine Influenza ke Indonesia Melalui Pemasukan Kuda Asal Belanda Eko Sugeng Pribadi; Amrie Muhammad; Sri Murtini
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.209

Abstract

Equine Influenza (EI) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang sangat menular pada hewan dalam keluarga equidae seperti kuda, keledai dan zebra yang disebabkan oleh dua subtipe Virus Influenza A (H7N7 dan H3N8) dari famili Orthomyxoviridae. Belum terdapat data ilmiah mengenai keberadaan virus EI di Indonesia hingga saat ini. Kuda yang dimasukkan (diimpor) dari Belanda ke Indonesia diperuntukkan sebagai kuda pacu dalam olahraga berkuda, hewan kesayangan dan pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan besarnya peluang risiko masuknya virus EI ke Indonesia melalui pemasukan kuda dari Belanda menggunakan kerangka analisis risiko kualitatif. Metode pengumpulan data primer diperoleh dari pendapat pakar, pengamatan langsung, wawancara, sertifikat kesehatan dari negara asal, dan hasil pemeriksaan laboratorik. Data sekunder diambil melalui pustaka, penerbitan ilmiah, dan data dari instansi berwenang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkiraan risiko pada penilaian pelepasan virus EI ke Indonesia secara keseluruhan dinilai sangat tinggi dan perkiraan risiko pada penilaian pendedahan virus EI oleh kuda terinfeksi ke hewan rentan dan lingkungan di Indonesia secara keseluruhan dinilai tinggi. Dampak secara langsung dan tidak langsung masuknya virus EI ke Indonesia secara keseluruhan diduga sangat tinggi. Perkiraan tingginya risiko yang didapatkan dalam penelitian ini dapat diturunkan melalui pengelolaan risiko yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap kepastian status EI di Belanda, pemeriksaan laboratorik, pedoman tindakan karantina, pengetahuan masyarakat dan peninjauan status EI di Indonesia.