Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MOTIVASI ATLET AEROBIC GYMNASTIC PROVINSI RIAU DALAM MENGIKUTI LATIHAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Effendi, Annisa; Wijayanti, Ni Putu Nita; Vai, Aref; Ittaqwa
Journal Sport Science Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.2.1.77-85

Abstract

Latihan merupakan proses dengan adanya interaksi antara pelatih dengan atlet. Pada saat latihan ada faktor psikologis yang juga perlu dirangsang dilatih dan dikembangkan, salah satu faktor tersebut yaitu motivasi. Permasalahan yang terjadi dimasa pandemik covid-19 ini, atlet harus melakukan latihan secara mandiri, ini artinya tidak ada intereaksi antara pelatih dan atlet. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi atlet aerobik gymnastic Provinsi Riau dalam mengikuti latihan selama masa pandemik covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Instrument dalam penelitian berupa angket dengan validitas 0,950 dan realibitas nilai cronbach’s alpha> 0,6. Sampel penelitian adalah atlet aerobik gymnastic Provinsi Riau berjumlah 6 orang. Teknik analisis data menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic. Hasil analisis data pada pembahasan diketahui bahwa tingkat motivasi atlet dalam mengikuti latihan selama masa pandemik covid-19 termasuk dalam kategori baik dengan persentase 77,36% dari total keseluruan sub variabel individu.
WAKTU PEMBELAJARAN AKADEMIK DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA PADA PENDIDIKAN JASMANI Fekie Adila; Agus Sulastio; Kristi Agust; Yanda Raudanta; Ittaqwa
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v8i1.2450

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah pada kurang efektifnya waktu belajar penjas dan terlalu banyaknya waktu yang terbuang pada waktu pembelajaran berlangsung, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan academic learning time-physical education (ALT-PE) dengan prestasi akademik siswa di SMP Negeri 4 Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 4 benai dengan menggunakn teknik pengambilan sampel yaitu Total sampling yang berjumlah 95 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah ALT-PE Cooding dan Hasil Ujian Semaster Genap tatuhn 2022/2023. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya dan diurankan pada pembahasan, kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu “terdapat hubungan academic learning time-physical education (ALT-PE) dengan prestasi akademik siswa di SMP Negeri 4 Benai Kabupaten Kuantan Singingi” yaitu sebesar Fhitung = 12,999 > Ftabel = 1,246 pada α = 5%.
The CDR Effect: Optimalisasi VO₂Max Atlet Futsal Lewat Suplemen Pasca-Latihan Sari, Ratna; Agus Sulastio; Fekie Adila; Ittaqwa
Journal Sport Science Indonesia Vol 4 No 3 (2025): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.4.3.15-29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian suplemen Calcium D Redoxon (CDR) setelah latihan terhadap peningkatan VO₂max atlet futsal. Metode penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest one group design dengan total sampel sebanyak 21 atlet. Instrumen pengukuran daya tahan menggunakan respirometer (FEV1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai VO₂max (FEV1) mengalami penurunan dari 4492,95 ml pada pretest menjadi 4088,86 ml pada posttest. Analisis statistik menggunakan uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,05), namun tidak mengindikasikan adanya peningkatan performa, melainkan penurunan kapasitas paru-paru. Penelitian menyimpulkan bahwa pemberian suplemen CDR setelah latihan tidak memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan VO₂max. Faktor seperti intensitas latihan, kondisi fisik, dan kebiasaan individu kemungkinan memengaruhi hasil intervensi. Studi ini merekomendasikan perlunya pendekatan latihan yang lebih intensif dan individualistik untuk memperoleh hasil yang lebih efektif.
Post-Exercise Supplementation: Impact on VO₂Max of Futsal Athletes Ittaqwa; Vai, Aref
Indonesian Journal of Sport, Health and Physical Education Science Vol. 3 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Sport, Health and Physical Education Science
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/inasport.v3i3.472

Abstract

Background: Futsal is a high-intensity sport that requires optimal lung capacity and aerobic endurance, efforts to improve VO₂max are often associated with nutritional interventions, including supplementation. Calcium D Redoxon (CDR), which contains vitamin C, vitamin D, and calcium, energy metabolism, and the immune system. This study aims to investigate the effect of Calcium D Redoxon supplementation after exercise on the improvement of VO₂max in futsal athlete. Methods: The research method eksperimen used a design one-group pretest-posttest design with a total sampling technique involving 21 athletes. The instrument for measuring VO₂max endurance was a respirometer (FEV1), and data analysis included normality tests and a t-test. Result: The normality test results showed that variable X had an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.103 (p > 0.05) and variable Y had an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.148 (p > 0.05), indicating that both datasets were normally distributed. Based on the t-test results, the pretest mean was 4492.952 ml with a t-value of 43.418 and a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating statistical significance. The posttest mean was 4088.857 ml with a t-value of 42.525 and a significance value of 0.000, also indicating high statistical significance. Although both results are statistically significant, there was an average decrease of 404.095 ml from pretest to posttest. Conclusion: These findings indicate that the intervention did not positively impact lung capacity improvement; in fact, it tended to cause a decrease.
Pembelajaran Kebugaran Jasmani dengan Pendekatan Bermain Berbasis Multimedia Interaktif Menggunakan Ispring Suite 10 Purnomo, Triatmo Joko; Ittaqwa; Lupita, Mochammad Nasmay; Afifa, Widya Nur
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v13i1.92314

Abstract

Pembelajaran kebugaran jasmani yang bervariatif tentunya tidak akan membuat peserta didik mudah menerima materi dengan baik. Kebugaran jasmani diintegrasikan dengan media saat ini penting untuk dikembangkan baik dari degi konten maupun penampilan media. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran interaktif berbasis multimedia pada pendidikan jasmani menggunakan Ispring Suite 10 untuk peserta didik pada Fase E. Metode penelitian yang digunakan yaitu Model ADDIE. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian meliputi observasi, angket dan dokumen, serta analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan mempunyai nilai sangat tinggi berdasarkan penilaian ahli materi (92,5%), ahli komunikasi (91%) dan ahli pembelajaran (95%). Melakukan studi kelompok kecil menghasilkan skor layak sebesar 88,83%, sedangkan pada studi kelompok besar mencapai 93,94%. Umpan balik siswa terhadap media pembelajaran menunjukkan tingkat kejelasan, kemudahan dan kegunaan yang sangat tinggi, dengan rata-rata penilaian 94,44% pada kelompok besar. Simpulan penelitian menunjukkan pengembangan pembelajaran media interaktif berbasis multimedia efektif meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa tentang kebugaran jasmani. Pendidik pendidikan jasmani direkomendasikan menggunakan ini sebagai pembelajaran yang menarik dan interaktif untuk memfasilitasi peserta didik belajar mandiri.
VO₂max research: Endurance capacity levels of pencak silat martial artists Ittaqwa; Triatmo Joko Purnomo; Widya Nur Afifa; Patrick Keilbart
Journal of Sports and Physical Activity Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Sports and Physical Activity
Publisher : spdfharmony.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64268/jospa.v1i1.7

Abstract

Background: Low aerobic capacity remains a significant concern in combat sports, including pencak silat, as endurance is crucial in sustaining performance throughout a match. Martial artists lacking adequate aerobic fitness are more likely to experience performance decline in the later stages of competition. Aims: To determine their aerobic fitness profiles, this study will evaluate the maximal oxygen uptake (VO₂max) levels of pencak silat martial artists. Methods: A quantitative approach with a test-and-measurement design was employed, involving 12 pencak silat martial artists as research subjects. The primary instrument used was the Bleep test, a standardized tool for accurately assessing aerobic capacity. Result: The results showed that the martial artists' average VO₂max was 30.74 ml/kg/min, which falls into the low category. The categorization revealed that 50% of the martial artists were in the “very poor” category, 8.3% in “poor,” 25% in “fair,” and 16.7% in the “moderate” category. These findings indicate that the martial artists' aerobic fitness levels are still far from optimal, which may hinder their ability to perform at their best during competitions. Therefore, this study recommends implementing more structured and targeted training programs to improve aerobic capacity. Conclusion: Appropriate training interventions will enhance physical endurance and help maintain technical quality and consistent performance throughout matches. The results of this study offer valuable insights for coaches in designing more effective physical conditioning strategies.