Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Incidence of Stunting and Its Influencing Factors in Toddlers I Kadek Wartana; Kolupe, Veni Mornalita; Fajrah, Sitti; Rabung, Alfrida Semuel
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 9 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i9.388

Abstract

Introduction: The Sigi Regency has long struggled with a high rate of stunting among children in Central Sulawesi. There are multiple factors that play a role in contributing to this issue. Objective: The goal of this study is to examine the various factors that impact stunting in toddlers. Method: To conduct this research, a Case-control study was utilized in the Marawola Health Center Working Area in April and May of 2025. A total of 78 mothers with toddlers participated in the study, providing information through surveys and observations. The data was then analyzed using the Chi Square test with a confidence level of 95%. Result and Discussion: The results revealed that education, exclusive breastfeeding, immunization, and toddler weighing all played a significant role in the prevalence of stunting among toddlers (p value < 0.05). However, factors such as occupation, income, and access to Integrated Health Service Post did not show a significant correlation with stunting (p value > 0.05). Conclusions: It is crucial to take a comprehensive approach to health education, promote exclusive breastfeeding, conduct vaccination campaigns, and regularly monitor the growth of children in order to effectively reduce the prevalence of stunting in young children.
Implementasi Program Pengendalian TB Paru: Studi Kualitatif di Puskesmas Parigi Sudirman, Sudirman; Kolupe, Veni Mornalita; Assa, Anggri Alfira Yunita; Purwiningsih, Sri; Susianawati, Desak Eka
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1427

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kabupaten Parigi Moutong, mengalamai peningkatan kasus TB Paru, hal ini terlihat pada penemuan kasus TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Parigi yang terus meningkat dari 21 kasus pada tahun 2021, menjadi 56 pada tahun 2022, 46 kasus pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi program TB Paru di Puskesmas Parigi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam pada tenaga kesehatan di Puskesmas Parigi. Data dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil menunjukkan kebijakan program TB Paru di Puskesmas Parigi mengacu pada standar nasional, namun keterbatasan SDM berdampak pada pengawasan pengobatan. Distribusi obat dilakukan pasien sendiri. Program ini menghadapi tantangan dalam mencapai target penurunan kasus TB Paru sebesar 85%, dengan pencapaian 29% pada 2022. Kesadaran dan edukasi pasien perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, program pengendalian TB Paru di Puskesmas Parigi memiliki sarana dan prasarana memadai serta mengikuti kebijakan nasional. Namun, keterbatasan SDM, kurangnya edukasi pasien, dan sistem antrean yang belum optimal menjadi tantangan utama. Langkah strategis diperlukan untuk memperkuat edukasi pasien, meningkatkan keahlian tenaga kesehatan, dan mengoptimalkan sistem antrean. Upaya pencegahan lebih intensif diperlukan untuk menekan angka kejadian TB.
PERAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN POLA ASUH DALAM MENGATASI STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS BAHOMOTEFE: THE ROLE OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND PARENTING PATTERNS IN ADDRESSING STUNTING IN TODDLERS AT BAHOMOTEFE HEALTH CENTER Kolupe, Veni Mornalita; Purnama Sari , Niluh Desy; Armini , Ni Kadek; Parmi; Susianawati , Desak Eka
GEMA KESEHATAN Vol. 16 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v16i2.464

Abstract

Stunting pada anak menjadi problem dalam kesehatan masyarakat dengan cukup serius yang berpengaruh terhadap tingkat kognitif anak. Indonesia masih menghadapi tantangan tinggi dalam menurunkan prevalensi stunting, termasuk pada area kerja Puskesmas Bahomotefe. Tujuan penelitian ini menganalisis pemberian ASI secara eksklusif dan pelaksanaan pola asuh terhadap prevalensi stunting. Deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan, secara analitik, dengan rancang bangun cross-sectional. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap 93 responden ibu balita yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Variabel independent terdiri dari ASI eksklusif dan pola asuh, dan prevalensi stunting sebagai variabel dependent. Analisis menggunakan uji chi-square. Balita dengan ASI eksklusif yang tidak baik memiliki risiko stunting >6 kali besar (OR=5,633; p<0,05) daripada anak dengan ASI eksklusif yang baik. Pola asuh yang tidak baik meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting hingga 3 kali lipat dibandingkan pola asuh yang baik (OR=3,033; p<0,05). Hasil ini menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif serta pola asuh yang baik untuk mencegah stunting. Pemberian ASI eksklusif dan pola asuh memiliki hubungan yang kuat dan risiko yang besar untuk meningkatkan prevalensi stunting. Intervensi yang berfokus pada peningkatan cakupan ASI eksklusif dan kualitas pola asuh dapat menjadi strategi efektif dalam upaya penurunan angka stunting. Kata kunci: ASI Eksklusif, MP- ASI, Nutrisi Balita, Pola Asuh, Stunting     Stunting in children is a serious public health problem that affects children's cognitive levels. Indonesia still faces high challenges in reducing the prevalence of stunting, including in the Bahomotefe Community Health Center work area. This research aims to analyze exclusive breastfeeding and the implementation of parenting patterns on the prevalence of stunting. Quantitative descriptive is a method used analytically with cross-sectional design. Data was collected through observation and interviews with 93 respondents from mothers of toddlers who were selected using the Slovin formula. The independent variables consist of exclusive breastfeeding and parenting patterns, and the prevalence of stunting as the dependent variable. The analysis uses the chi-square test. Toddlers with poor exclusive breastfeeding have a risk of stunting >6 times greater (OR=5.633; p<0.05) than children with good exclusive breastfeeding. Destructive parenting patterns increase the likelihood of stunting up to 3 times compared to good parenting patterns (OR=3.033; p<0.05). These results emphasize the importance of exclusive breastfeeding and good parenting patterns to prevent stunting. Exclusive breastfeeding and parenting patterns have a strong relationship and a significant risk of increasing the prevalence of stunting. Interventions that focus on expanding exclusive breastfeeding coverage and the quality of parenting can be an effective strategy in reducing stunting rates. Keywords: Exclusive Breastfeeding, MP-ASI, Parenting Patterns, Stunting, Toddler Nutrition