Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK BENTUK PADA PERUMAHAN KOLONIAL SAGAN YOGYAKARTA Wihardyanto, Dimas; Haryadi, Agus; Marasabessy, Firdawaty
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015): IJC
Publisher : Indonesian Journal of Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sagan is a residential estate ambtenaar (government officials) Dutch working in the governors office (resident wooningen) and has a high historical value for the Indonesian people because during the United Republic of Indonesia became the area housing the home office ministers and high state officials. The purpose of this study is to assess aspects of form (form) as part of the overall aspects of the existing architecture in colonial housing in Sagan, so the idea of the architecture of the colonial housing in Sagan can be more complete to support the preservation of residential buildings of the colonial. This research uses the interpretative approach to historical research in which researchers used to reconstruct the shape of the initial interpretation of residential buildings colonial. Results researchers found that the principle of form in residential buildings in the colonial housing Sagan did not differ with the principle of spatial residential buildings in Sagan colonial and colonial residential buildings in general. It was seen from the separation of the owner with a housekeeper who is realized by division of residential buildings into the building core (hoofdgebouw), service building (bijgebouw) and breezeway that connects the two. Besides the principles of different structures on each part of the colonial residential buildings in Sagan believed to be the most essential thing to know the characteristics of the colonial forms of residential buildings in Sagan. Sagan merupakan kawasan rumah tinggal amtenaar (pegawai pemerintahan) Belanda yang bekerja di kantor gubernur (residenwooningen) dan memiliki nilai historis yang tinggi bagi Bangsa Indonesia karena pada masa Republik Indonesia Serikat perumahan ini menjadi kawasan rumah dinas menteri dan pejabat tinggi negara. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji aspek bentuk (form) sebagai bagian dari keseluruhan aspek arsitektur yang ada pada perumahan kolonial di Sagan, sehingga ide arsitektur dari perumahan kolonial di Sagan dapat semakin lengkap guna mendukung pelestarian bangunan rumah tinggal kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretativehistoricalresearch dimana peneliti menggunakan interpretasinya untuk merekonstruksi bentuk awal bangunan rumah tinggal kolonial. Hasil peneliti menemukan bahwa prinsip bentuk pada bangunan rumah tinggal di perumahan kolonial Sagan tidak berbeda dengan prinsip tata ruang bangunan rumah tinggal kolonial di Sagan maupun bangunan rumah tinggal kolonial pada umumnya. Hal itu terlihat dari pemisahan pemilik dengan pembantu rumah tangga yang diwujudkan dengan pembagian bangunan rumah tinggal menjadi bangunan inti (hoofdgebouw), bangunan servis (bijgebouw) dan selasar yang menghubungkan keduanya. Selain itu prinsip-prinsip struktur yang berbeda pada tiap-tiap bagian bangunan rumah tinggal kolonial di Sagan diduga menjadi hal yang paling pokok untuk mengetahui karakteristik bentuk bangunan rumah tinggal kolonial di Sagan. Sagan merupakan kawasan rumah tinggal amtenaar (pegawai pemerintahan) Belanda yang bekerja di kantor gubernur (residenwooningen) dan memiliki nilai historis yang tinggi bagi Bangsa Indonesia karena pada masa Republik Indonesia Serikat perumahan ini menjadi kawasan rumah dinas menteri dan pejabat tinggi negara. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji aspek bentuk (form) sebagai bagian dari keseluruhan aspek arsitektur yang ada pada perumahan kolonial di Sagan, sehingga ide arsitektur dari perumahan kolonial di Sagan dapat semakin lengkap guna mendukung pelestarian bangunan rumah tinggal kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretativehistoricalresearch dimana peneliti menggunakan interpretasinya untuk merekonstruksi bentuk awal bangunan rumah tinggal kolonial. Hasil peneliti menemukan bahwa prinsip bentuk pada bangunan rumah tinggal di perumahan kolonial Sagan tidak berbeda dengan prinsip tata ruang bangunan rumah tinggal kolonial di Sagan maupun bangunan rumah tinggal kolonial pada umumnya. Hal itu terlihat dari pemisahan pemilik dengan pembantu rumah tangga yang diwujudkan dengan pembagian bangunan rumah tinggal menjadi bangunan inti (hoofdgebouw), bangunan servis (bijgebouw) dan selasar yang menghubungkan keduanya. Selain itu prinsip-prinsip struktur yang berbeda pada tiap-tiap bagian bangunan rumah tinggal kolonial di Sagan diduga menjadi hal yang paling pokok untuk mengetahui karakteristik bentuk bangunan rumah tinggal kolonial di Sagan. 
Analysis of Employee Engagement as A Variable to Mediate The Influence of Competence and Work Environment on Employee Performance in The Yogyakarta Special Region Transportation Office Haryadi, Agus; Wahyuni, Purbudi
Journal of The Community Development in Asia Vol 5, No 2 (2022): May 2022
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jcda.v5i2.1495

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to examine the effect of competence and work environment on employees, as well as the effect of competence and work environment mediated by employee engagement at the Yogyakarta Department of Transportation. The main focus of this research is how the DIY Transportation Service made a new breakthrough to make Yogyakarta traffic flow run and how the DIY Transportation Service work environment is work during the Covid-19 pandemic. Methods of data processing and data analysis in this study use descriptive and quantitative analysis. The population in this study amounted to 58 employees. The sampling technique used was the saturated sample technique which made all employees who collected 58 employees as samples. The analysis technique in this study uses path analysis. The results of this study indicate that competence has a significant positive effect on employee performance. The work environment has no significant positive effect on employee performance. Competence has a significant positive effect on employee performance mediated by employee engagement. The work environment has a significant positive effect on employee performance mediated by employee engagement.Keywords: Employee Engagement, Employee Performance, Work Environment.  
Coordinate Stability Analysis of PT PLN Customers with Variance and DBSCAN Clustering: Pontianak Case Study: Analisis Stabilitas Koordinat Pelanggan PT PLN dengan Variansi dan DBSCAN Clustering: Studi Kasus Pontianak Ayu, Oktavia Arnelliza; Haryadi, Agus; Kusumastuti, Nilamsari; Dzulqarnain, Muhammad Faqih
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 10 No. 1, March 2026: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v10i1.24866

Abstract

PT PLN (Persero) is a major electricity provider in Indonesia that relies on accurate spatial data management to support various operations, such as electricity bill delivery and network expansion planning. Accurate spatial data also plays an important role in making strategic decisions regarding future network development. This research aims to identify stable coordinate points and analyze clustering results using DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise) on postpaid customer spatial data in Pontianak City, with a focus on the geographic coordinate point distance of customer homes. The dataset used includes information on the home coordinates of postpaid customers of PT PLN (Persero) Pontianak City from February to July 2024. Variance analysis was applied to determine which coordinate points were considered stable, while DBSCAN was used to determine clusters and identify noise based on data density. With an epsilon parameter of 0.0036 and minimum points (minPts) of 15, the results show two main clusters, the first cluster consists of 50 points and the second cluster consists of 18 coordinate points of customer house locations. In addition, no noise was detected in the data set. The results of this research provide strategic benefits for PT PLN. The main cluster allows PLN to prioritize network development in areas with high customer density to maintain optimal service quality. Meanwhile, although no noise was detected in this study, if there are low-density areas in other analyses, special strategies need to be designed to support service improvement in these areas.   ABSTRAK (Bahasa Indonesia) PT PLN (Persero) merupakan perusahaan penyedia listrik utama di Indonesia yang mengandalkan pengelolaan data spasial yang akurat untuk mendukung berbagai operasi, seperti pengiriman tagihan listrik dan perencanaan perluasan jaringan. Data spasial yang akurat juga memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis terkait pengembangan jaringan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik koordinat yang stabil serta menganalisis hasil klasterisasi menggunakan DBSCAN (Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise) pada data spasial pelanggan pasca bayar di Kota Pontianak, dengan fokus pada jarak titik koordinat geografis rumah pelanggan. Dataset yang digunakan mencakup informasi titik koordinat rumah pelanggan pasca bayar PT PLN (Persero) Kota Pontianak dari Februari hingga Juli 2024. Analisis variansi diterapkan untuk menentukan titik koordinat yang dianggap stabil, sementara DBSCAN digunakan untuk menentukan klaster dan mengidentifikasi noise berdasarkan kepadatan data. Dengan parameter epsilon  sebesar 0,0036 dan minimum points (minPts) sebanyak 15, hasil menunjukkan dua cluster utama yaitu cluster pertama terdiri dari 50 titik dan cluster kedua terdiri dari 18 titik koordinat lokasi rumah pelanggan. Selain itu, tidak ada noise yang terdeteksi dalam data set. Hasil penelitian ini memberikan manfaat strategis bagi PT PLN. Klaster utama memungkinkan PLN dapat memprioritaskan pengembangan jaringan diarea dengan kepadatan pelanggan tinggi guna menjaga kualitas layanan tetap optimal. Sementara itu, meskipun tidak terdeteksi noise pada penelitian ini, jika terdapat area dengan kepadatan rendah pada analisis lain, strategi khusus perlu dirancang untuk mendukung peningkatan layanan diarea tersebut