Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Enigma Kejahatan dalam Sekam Filsafat Ketuhanan Andri Fransiskus Gultom
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.542

Abstract

Artikel ini membahas tentang problematika kejahatan dalam kaitannya dengan keberadaan Tuhan. Kejahatan yang kerap dihadapi manusia dalam hidup menjadi persoalan yang coba diruntut berdasar perspektif filsafat ketuhanan. Dalam artikel ini, adanya kejahatan yang terdapat di dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia, menghadirkan pertanyaan mendasar tentang keberadaan Tuhan. Tuhan yang diyakini sebagai Yang Maha Baik dihadapkan dengan realita kejahatan dalam kontestasi ide filosofis. Terdapat empat tema pembahasan yang berawal dari pertanyaan-pertanyaan filosofis perihal relasi kejahatan dengan ketuhanan, yaitu: apa itu teodise? Apa itu kejahatan? Beranjak dari pertanyaan tersebut, penulis mendapati bahwa kejahatan merupakan suatu kenyataan yang disebut dengan enigma.  Kenyataan enigmatik yang dihadapi manusia dalam kehidupan tersebut memposisikan manusia sebagai subjek yang rentan (vulnerable subject) tatkala berhadapan dengan kejahatan. This article discusses about the problematics of crime in relation to the existence of God. Crimes that are often faced by humans in life have been problems that try tracing based on existence of god perspective. In this article, the crimes contained in the history of human life, presents a fundamental question about the existence of God. God is believed to be the Most Good confronted with the reality of crime in the contestation of philosophical ideas. There are four discussion themes which start from the philosophical questions regarding the relationship with Divinity crime, namely: what is it theodicy? What is crime? Moving on from these questions, the authors found that the crime is a reality called the Enigma. The fact of the Enigmatic faced by humans in the life has been positioned that humans as a vulnerable subject whenthey are dealing with crime.
KERAPUHAN EVIDENSI DALAM CIVIC LITERACY Andri Fransiskus Gultom
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat Vol 5 No 1 (2022): SOPHIA DHARMA
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Hindu IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.022 KB) | DOI: 10.53977/sd.v5i1.523

Abstract

The debate about civic literacy in philosophical discourse in Indonesia is still rare. This paper may have initiated this debate by anchoring philosophical criticism to the research of Armaidy Armawi and Raharjo in the Journal of Philosophy Vol 31, No. 1 of 2021 entitled: "Evaluation of Civic Literacy Socialization Program in the Formation of Young Citizen Ethics." The fundamental aim of this paper lies in the power to critique research that has fragile evidence in the discussion of civic literacy. This study uses qualitative methods with verstehen, trouble mapping, interpretation, and Myra Zarnowski's thought experiments. The research findings: first, the fragility of the evidence occurred in the two researchers due to experiencing the epistemological break. Second, the fragility of the two researchers' evidence is in the content of civic literacy because the evaluation of the two researchers missed by presenting lack of data so that the peak achievement in civic literacy is not directed at the well-inform citizens, but is concerned with the explanatory bias that exists in ethics. The recommendations of this study focus on civic literacy, which contains a structure on reading themes and civic values that can answer the needs of citizens. The implication is sense of the citizens engagement to realizing social justice.
Albert Camus And Kierkegaard on Existential Isolation to Indonesia Citizen Gultom, Andri Fransiskus
Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): SOPHIA DHARMA
Publisher : Program Studi Filsafat Agama Hindu IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Existential isolation has become a problem that makes anxiety. Existential isolation is an academic term for ramification in three fields of science namely phenomenology, humanistic psychology, and existentialism. All three fields are in the realm of philosophy. Existential isolation in phenomenology focuses on the individual's direct experience and personal understanding of reality as the main subject that is worthy of attention. This research employed the existential-phenomenological method by investigating the mode of human existence in the pandemic situation. A study of existential isolation is illustrated by two characters, Rieux and Paneleux, in Albert Camus' novel, La Peste. The results of this study are (1) the meaning of existential isolation was anxiety and fear of death; (2) the existential isolation of Camus was in Rieux and Paneloux while witnessing death and then experiencing solitude. Kierkegaard's existential isolation exists in childhood experiences as his father gives examples of unscrupulous life and the cancellation of an engagement with Regine Olsen; (3) the juxtaposition between Camus and Kierkegaard's thoughts for citizens of Indonesia can be found in the idea of subjectivity, the vitality of life, and communication. The recommendations of this research are anchored in the ethics of care in the pandemic era.
Strategi Warga Negara dalam Upaya Pencegahan Bencana Banjir di Desa Tawangrejeni, Turen, Kabupaten Malang Gultom, Andri Fransiskus; Wadu, Ludovikus Bomans; Zakaria, Fahmi Arif
Jurnal Panorama Hukum Vol 8 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jph.v8i1.8916

Abstract

Bencana banjir merupakan fenomena alam yang terjadi secara alamiah dan menjadi permasalahan di Desa Tawangrejani. Banyak sampah yang berserakan sebagai penyebab terjadinya banjir. Menurut BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang dalam berita harian Kompas menuliskan banjir besar di Desa Tawangrejani Kecamatan Malang rata-rata biasa terjadi empat sampai lima kali pertahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana masyarakat pluralis di Desa Tawangrejani Kecamatan malang tetap menjaga solidaritas sosial mereka dalam menangani bencana banjir yang terjadi meskipun mereka berasal dari ras/etnis yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data primer di peroleh dari lapangan, baik dari hasil observasi maupun wawancara dengan informan yang diambil dari pihak-pihak terkait, yaitu aparatur desa Tawangrejani Kecamatan Turen dan warga pluralis setempat. Hasil penelitian menemukan bahwa Strategi warga negara dengan demikian ini berupaya mencegah terjadinya bencana banjir di desa Tawang rejeni dengan cara terjun langsung untuk membantu memaksimalkan kegiatan gotong royong sebagai wujud solidaritas sosial.
Prasarana Peribadatan untuk Meningkatkan Nilai Ketuhanan di Mushola Warofi Gultom, Andri Fransiskus; Tursini, Umi; Indiraswari, Susmita Dian; Zakaria, Fahmi Arif
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v4i1.2356

Abstract

Upaya untuk meningkatkan ketakwaan iman memerlukan prasarana peribadata yang tersedia di tempat ibadah. Prasarana peribadatan tersebut diusahakan sebagai bentuk pengabdian yang didasarkan pada nilai Ketuhanan yang ada pada sila pertama Pancasila. Proyek pengabdian ini berfokus untuk pembuatan rak Al-quran yang bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Ketuhanan yang ada pada diri warga negara Indonesia. Rak Al-quran ini akan dibuat dengan memanfaatkan bahan kayu untuk menciptakan tempat Ibadah yang lebih terawat dan lebih rapi dengan desain yang menarik. Dalam pengabdian ini, tim juga menyediakan prasarana lain berupa buku-buku yang bertema ketuhanan yang menyesuaikan tempat pengabdian. Hal tersebut mendasarkan pada wujud ketakwaan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Tim pengabdian melibatkan beberapa organ masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi dalam pembuatan pengabdian rak dan penyediaan buku-buku bertema ketuhanan. Keterlibatan tersebut memperkuat rasa Ketuhanan dan gotong-royong dalam mewujudkan peran warga negara sekaligus warga agama (jamaah). Dengan pengabdian ini, tim berharap dapat memperkuat rasa peduli diantara masyarakat Indonesia, serta memberikan dampak positif bagi warga negara.
Efektivitas Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual dalam Meningkatkan Kesadaran dan Daya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Desa Tajinan Zakaria, Fahmi Arif; Tursini, Umi; Gultom, Andri Fransiskus; Indiraswari, Susmita Dian; Anas, Dimas Emha Amir Fikri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v4i2.2698

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tajinan terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya dalam pendaftaran merek dagang. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi pendaftaran merek, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 26 perwakilan UMKM dari berbagai bidang usaha, termasuk kuliner, kerajinan tangan, dan perdagangan. Hasil survei menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, di mana tingkat kesadaran tentang pentingnya HKI naik dari 25% sebelum sosialisasi menjadi 80% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain itu, 90% peserta memahami konsep dasar HKI dan 75% merasa lebih percaya diri untuk mendaftarkan produk mereka ke lembaga terkait. Meskipun demikian, kendala seperti biaya pendaftaran, prosedur administrasi yang rumit, dan minimnya pendampingan teknis pasca-sosialisasi masih menjadi hambatan utama. Kegiatan ini merekomendasikan adanya program lanjutan yang lebih intensif, seperti pendampingan teknis dan subsidi biaya pendaftaran HKI, untuk memastikan hasil yang berkelanjutan. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dan lembaga pendamping untuk memastikan penerapan HKI yang efektif dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Mewujudkan Desa Maju di Era Society 5.0 Indiraswari, Susmita Dian; Zakaria, Fahmi Arif; Gultom, Andri Fransiskus; Suparno, Suparno; Tursini, Umi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v3i1.1506

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan produktivitas dan pendapatan UMKM akibat pembatasan sosial dan ekonomi serta kesulitan dalam memenuhi bahan baku, distribusi produk, dan menjaga kebersihan di tempat kerja. Selain itu, UMKM juga menghadapi penurunan permintaan atas produk mereka, terutama produk non-kebutuhan pokok, dan kesulitan mengakses pembiayaan karena kurangnya pengetahuan dan praktik pembukuan keuangan yang baik. Dengan adanya masalah-masalah tersebut, penting untuk dilakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai pembukuan keuangan kepada UMKM dan masyarakat desa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengelolaan keuangan yang baik dalam usaha mereka, sehingga dapat membantu UMKM bertahan dan tumbuh di tengah situasi pandemi dan kondisi ekonomi yang sulit. Langkah-langkah dalam pengabdian masyarakat untuk program pelatihan dan sosialisasi pembukuan keuangan meliputi: (1) Identifikasi kebutuhan dan potensi lokal terkait pembukuan keuangan; (2) Membentuk tim pelaksana yang terdiri dari tenaga ahli dan praktisi; (3) Merancang program pelatihan dengan tujuan, materi, metode, dan evaluasi yang terstruktur; (4) Menyusun rencana sosialisasi melalui media massa dan pertemuan langsung; (5) Melaksanakan program pelatihan dan sosialisasi secara bertahap; dan (6) Melakukan evaluasi program untuk mengetahui efektivitasnya. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan UMKM dan masyarakat desa dapat memperoleh manfaat dan kemampuan dalam mengelola keuangan secara baik dan benar.
PELESTARIAN TRADISI TEING HANG DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL ADAT MANGGARAI Yusinta Daiman; Andri Fransiskus Gultom; Engelbertus Kukuh Widijatmoko
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 25 No 1 (2025): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/yrqq3c45

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran masyarakat dalam melestarikan Tradisi Teing Hang adat Manggarai serta untuk mengidentifikasi nilai-nilai spiritual yang terdapat dalam tradisi Teing Hang di Desa Waling Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur NTT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini dilakukan di Desa Waling Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab lemahnya pengetahuan generasi mudah tentang Tradisi Teing Hang di antaranya karena pengaruh gadget yang menyebabkan kecendrungan mundurnya nilai-nilai spiritual dalam Tradisi Teing Hang. Menghadapi tantangan gadget dalam transisi budaya pada masyarakat Manggarai memerlukan pendekatan yang cermat dan menyeluruh, mengombinasikan penghormatan terhadap tradisi dengan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dengan strategi membuat dokumentasi digital seperti video, foto, serta artikel dan menggunakan media sosial sebagai platform digital untuk mempromosikan dan memperkenalkan adat istiadat Manggarai pada dunia luar agar meningkatnya aksesbilitas dan kesadaran pada masyarakat Manggarai
Reconstructing Multicultural Education Through Cultural Empathy within the Philosophy of Citizenship Gultom, Andri Fransiskus
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i2.3680

Abstract

The increasing complexity of cultural plurality within contemporary universities highlights a pressing problem: multicultural education frequently remains confined to formalistic recognition, without fostering deeper ethical relations among diverse groups. This research aims to reconstruct multicultural education through the lens of cultural empathy, grounding the analysis in the philosophy of citizenship. The research was conducted at Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, with university leaders and students as the main subjects. Employing a qualitative approach, examines dialogical encounters, narratives of recognition, and practices of cultural inclusion within the university context. The findings reveal a novelty: cultural empathy operates not merely as an affective disposition but as an epistemic practice that cultivates civic responsibility, and equality. Theoretically, the research advances a philosophical framework that positions multicultural education as a civic-ethical project rather than an administrative program. Practically, it contributes to designing pedagogical strategies that foster dialogical understanding, citizenship ethics, and social cohesion in diverse academic communities. This reconstruction thus situates multicultural education within a broader philosophical discourse, offering new insights for sustaining democratic life in plural societies.
Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi melalui Pelatihan Tata Kelola dan Penyusunan Laporan Keuangan di Kabupaten Pasuruan Anas, Dimas Emha Amir Fikri; Indiraswari, Susmita Dian; Gultom, Andri Fransiskus; Tursini, Umi; Zakaria, Fahmi Arif; Wadu, Ludovikus Bomans
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3437

Abstract

Pelatihan peningkatan kapasitas pengurus koperasi di Pasuruan bertujuan untuk memperkuat pengelolaan tata kelola dan laporan keuangan koperasi, terutama dalam penerapan standar akuntansi yang berlaku. Banyak koperasi petani di Pasuruan menghadapi kendala dalam menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel akibat minimnya pemahaman pengurus terkait prinsip-prinsip akuntansi. Oleh karena itu, pelatihan berbasis teori dan praktik ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang dasar-dasar akuntansi dan teknik penyusunan laporan keuangan. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi kelompok, dan studi kasus yang fokus pada transparansi dan akuntabilitas keuangan koperasi. Hasil evaluasi menunjukkan 85% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman pengelolaan keuangan dan penerapan standar pelaporan yang tepat. Pelatihan ini berhasil mendorong pengurus koperasi untuk menyusun laporan keuangan yang lebih sistematis dan mencerminkan kondisi keuangan yang sesungguhnya. Meskipun demikian, tantangan seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta dan keterbatasan waktu masih perlu diatasi melalui pelatihan lanjutan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian koperasi dalam mengelola keuangan dan memperkuat tata kelola secara berkelanjutan.