Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN SERAT POHON PISANG DALAM SINTESIS GEOPOLIMER ABU LAYANG BATUBARA Anwar, Syaiful; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan material pengganti OPC (Ordinary Portland Cement) semakin meningkat sebagai alternatif bahan bangunan ramah lingkungan. Geopolimer merupakan material yang berfungsi sebagai pengganti OPC namun karena sifatnya yang brittle perlu dilakukan penambahan serat untuk meningkatkan kuat tariknya. Penggabungan matriks geopolimer sebagai material anorganik dengan serat pohon pisang sebagai material organik menjadikannya sebagai material hibrida. Sintesis geopolimer dilakukan dengan mencampurkan abu layang, NaOH dan Na Silikat pada rasio S/L 1,5 kemudian ditambahkan serat pohon pisang. Penambahan serat optimum terjadi pada 1,5 % (b/b) dengan kuat tekan 32,35 MPa dan kuat tarik belah 10,9 MPa. Sampel uji 1,5 % serat mempunyai fasa amorf lebih besar jika dibandingkan sampel uji 0 % serat. Analisis ikatan kimia geopolimer dengan FTIR (Fourier Transform Infra Red) menunjukkan adanya pita serapan pada 2931,8 cm-1 yaitu C-H  yang menunjukan adanya serat. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa terdapat partikel serat berada di antara matriks geopolimer.
IMOBILISASI DITIZON PADA KITOSAN DAN APLIKASINYA UNTUK PENURUNAN KADAR ION Pb2+ Amalina, Dina; Susatyo, Eko Budi; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ion Pb2+ adalah ion logam berat beracun dan berbahaya. Kitosan dapat berfungsi sebagai adsorben namun kapasitas adsorpsinya masih cenderung kecil. Salah satu usaha untuk meningkatkan kapasitas adsorpsinya adalah dengan mengimobilisasi ditizon pada kitosan karena terdapat gugus S=C dan –NH yang berperan sebagai pembentuk kelat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kitosan, kitosan terimobilisasi ditizon, dan kitosan terimobilisasi ditizon setelah mengadsorpsi ion Pb2+ menggunakan FT-IR, dan aplikasi kitosan terimobilisasi ditizon untuk penurunan kadar ion Pb2+ pada pH, waktu kontak, dan konsentrasi optimum. Metode adsorpsi yang digunakan adalah metode batch. Hasil spektra kitosan terimobilisasi ditizon muncul gugus S=C dari ditizon pada bilangan gelombang 1380,77 cm-1 dan pada kitosan terimobilisasi ditizon setelah mengadsorpsi ion Pb2+, terjadi pergeseran bilangan gelombang dari 1380,77 cm-1 menjadi 1354 cm-1 karena gugus S=C telah mengikat ion Pb2+, yaitu C=S-Pb. Proses adsorpsi ion Pb2+ diperoleh kapasitas adsorpsi sebesar 17,54 mg/g untuk kitosan dan 27,03 mg/g untuk kitosan terimobilisasi ditizon.
PREPARASI NANOPARTIKEL Fe3O4 (MAGNETIT) SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM KADMIUM Maylani, Amanda Shinta; Sulistyaningsih, Triastuti; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanopartikel Fe3O4 dengan metode kopresipitasi dan mengaplikasikannya sebagai adsorben ion logam kadmium. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi seperti pH, waktu optimum, dan konsentrasi awal diteliti. Selain itu, studi isoterm dan kinetika adsorpsi juga dipelajari dalam penelitian ini. Sampel Fe3O4 yang telah disintesis dikarakterisasi  dengan FTIR, XRD, dan SAA. Hasilnya, sampel tersebut merupakan nanopartikel dengan ukuran partikel rata-rata 19,3448 nm, luas permukaan 56,973 m2/g dan diameter rata-rata pori sebesar 10,7969 nm. Kondisi optimum adsorpsi tercapai pada pH 8 selama 60 menit dan pada konsentrasi awal adsorbat 4,9017x10-6 mol/L. Adsorpsi ini mengikuti model adsorpsi isoterm Langmuir dengan qmax = 16,0302 mg/g dan kinetika isoterm Ho dengan konstanta laju adsorpsi ion Cd2+ sebesar 7,8864 g/mg menit.
ADSORPSI REMAZOL BRILLIANT BLUE MENGGUNAKAN ZEOLIT YANG DISINTESIS DARI ABU LAYANG BATUBARA Maghfiroh, Luluatul; Mahatmanti, F Widhi; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik zeolit yang disintesis dari abu layang batubara, dan mengaplikasikannya sebagai adsorben remazol brilliant blue serta menentukan kapasitas adsorpsinya. Abu layang (silika 34,0%) digunakan sebagai bahan sintesis zeolit. Zeolit hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRD dan FTIR, untuk mengetahui kondisi optimum adsorpsi dilakukan variasi pH (5, 6, 7, 8, dan 9), waktu kontak (30, 60, 90, 120, dan 150 menit), dan konsentrasi remazol brilliant blue (50, 100, 150, 200 dan 250 ppm). Hasil penelitian menunjukkan sintesis menghasilkan zeolit yang mirip Na-P1 dan carcrinite. Karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk dengan serapan spesifik pada bilangan gelombang 432,05 cm-1. Adsorpsi zeolit terhadap zat warna optimum terjadi pada pH 6 dengan waktu kontak 120 menit pada konsentrasi awal larutan remazol brilliant blue 200 ppm. Adsorpsi remazol brilliant blue cenderung mengikuti pola isoterm Langmuir dan memiliki kapasitas adsorpsi sebesar 6,45 mg/g dengan energi 20,44 kJ/mol.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT JERUK NIPIS SEBAGAI PENGHILANG BAU AMIS PADA IKAN Puspitarini, Tri; Pratjojo, Winarni; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghilangkan bau amis pada ikan goreng dengan cara mencampur kulit jeruk nipis dengan minyak goreng yang digunakan. Penelitian ini menggunakan kulit jeruk nipis yang sudah dioven selama 10 menit dengan suhu 60°C. Kulit jeruk nipis yang tepat untuk campuran minyak goreng dapat diketahui dengan menghitung kadar air, angka asam, dan angka peroksida paling rendah pada minyak goreng yaitu pada penambahan kulit jeruk nipis 150 g. Minyak goreng yang ditambah kulit jeruk nipis (150 g) mempunyai kadar air 0,1049 %, angka asam 0,2265 (mg NaOH/g), dan angka peroksida 3,1952 (meq/kg). Waktu menggoreng ikan yang optimum didapat saat menggoreng ikan lele dengan waktu 15 menit yang dilakukan uji organoleptik pada 10 panelis, kemudian ikan lele dianalisis komposisi kimia berupa kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein. Didapatkan komposisi kimia yang tidak jauh berbeda antara ikan lele goreng dengan ikan lele yang digoreng menggunakan minyak kulit jeruk nipis dan bau amis yang terdapat pada ikan lele dapat hilang, sehingga ikan lele layak untuk dikonsumsi dan tidak berbau amis.
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI AMMONIUM NITRAT (NH4NO3) UNTUK MENURUNKAN SALINITAS AIR SUMUR PAYAU Aziza, Farida Nur; Latifah, Latifah; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir pantai dan daerah-daerah yang mengalami intrusi air laut, sumber airnya tidak dapat digunakan karena mengandung kadar garam yang tinggi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan metode desalinasi menggunakan zeolit. Zeolit yang digunakan pada penelitian merupakan zeolit alam dari Bayah yang diaktivasi menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 untuk meningkatkan luas permukaan dan daya adsorbsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum NH4NO3 untuk aktivasi zeolit serta untuk mengetahui perbandingan/rasio optimum antara zeolit teraktivasi dengan sampel air payau. Penelitian dilakukan dengan mengaktivasi zeolit menggunakan larutan pengaktif NH4NO3 variasi konsentrasi 1N; 1,5N; 2N; 2,5N; 3N dan diperoleh hasil bahwa zeolit teraktivasi NH4NO3 2N merupakan zeolit terbaik untuk proses desalinasi dengan penurunan salinitas sebesar 99,057%. Tahap selanjutnya adalah mencari rasio antara massa zeolit teraktivasi 2N dengan volume sampel air payau. Penentuan rasio dilakukan dengan menambahkan 2, 4, 6, 8, dan 10 gram zeolit alam teraktivasi NH4NO3 2N ke dalam 20 ml air payau. Rasio optimum diperoleh pada penambahan 6 gram zeolit ke dalam 20 ml air payau (3:10) dengan penurunan salinitas sebesar 99,54%.
MODIFIKASI PERMUKAAN ABU LAYANG DAN APLIKASINYA DALAM SINTESIS POLYMER ELECTROLYTE MEMBRANE KITOSAN-ABU LAYANG Lestari, Puji; Kusumastuti, Ella; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis membran menggunakan kitosan dan abu layang sebagai filler yang dimodifikasi dengan surfaktan kationik CTAB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan CTAB pada abu layang dan mengetahui karakteristik membran yaitu konduktivitas proton, permeabilitas metanol dan kuat tarik membran. Tahap penelitian meliputi preparasi silika, modifikasi permukaan abu layang, pembuatan membran, dan karakterisasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai konduktivitas proton membran meningkat seiring dengan banyaknya CTAB yang ditambahkan sedangkan nilai permeabilitas metanol menurun seiring dengan banyaknya CTAB yang ditambahkan. Membran kitosan abu layang termodifikasi CTAB memperlihatkan performa terbaik pada komposisi CTAB 4,10% dengan konduktivitas proton 5,7108.10-5 S/cm dan permeabilitas metanol 2,8950.10-9 cm2/s. Nilai maksimum kuat tarik membran terdapat pada memban Kitosan Abu Layang termodifikasi CTAB 1,64% yaitu 26,893 N/mm2. Hasil analisis FTIR membran optimum menunjukkan hanya terjadi interaksi fisik antara kitosan dengan silika abu layang karena tidak terjadi perubahan peak yang signifikan di sekitar bilangan gelombang 1000-1250 cm-1.  
PEMANFAATAN BENTONIT TERAKTIVASI ASAM KLORIDA UNTUK PENGOLAHAN MINYAK GORENG BEKAS Anwar, Rizky Nurarief; Sunarto, Wisnu; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan akan mengalami kerusakan, karena proses hidrolisis, oksidasi dan polimerisasi yang menghasilkan senyawa-senyawa alkohol, asam lemak bebas, peroksida, aldehid dan keton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas bentonit teraktivasi HCl 1M digunakan untuk meningkatkan kualitas minyak goreng bekas dengan metode adsorpsi. Variasi yang digunakan yaitu rasio massa bentonit : volume minyak goreng bekas 1,25:50, 2,5:50, 3,75:50, 5:50, 7,5:50, 10:50, 15:50, 20:50 dan 25:50 gram : ml dan waktu kontak 10, 20, 30, 40, 50, 60 dan 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum dicapai pada massa bentonit : volume minyak goreng bekas dan waktu kontak yaitu 15 gram : 50 ml dan 30 menit. Angka asam menurun dari 1,0941 mgKOH/gram menjadi 0,2626 mgKOH/gram dengan %penurunan 75,9985%, kemudian angka peroksida menurun dari 11,8643 meq/Kg menjadi 1,6478 meq/Kg dengan %penurunan 86,1114% dan kadar air menurun dari 1,3865%b/b menjadi 0,1250%b/b dengan %penurunan 90,9845%.
PERAN ABU VULKANIK SEBAGAI FILLER DALAM SINTESIS PEM BERBAHAN DASAR KITOSAN Karlina, Yhuni; Kusumastuti, Ella; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis membran menggunakan kitosan sebagai matriks polimer dan abu vulkanik sebagai filler yang dimodifikasi dengan surfaktan kationik CTAB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu pengadukan optimum sintesis membran silika abu vulkanik/kitosan terbaik dan mengetahui komposisi silika abu vulkanik/kitosan (b/b) optimum yang menghasilkan sifat-sifat terbaik. Sintesis membran menggunakan metode inverse fasa dengan variasi komposisi silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran terbaik dihasilkan oleh membran dengan rasio massa kitosan-silika abu vulkanik 2% yang memiliki modulus young sebesar 22,39 N/mm2 dengan selektivitas sebesar 7,769.104 S s/cm3. Hasil analisis FT-IR membran optimum menunjukkan hanya terjadi interaksi fisik antara kitosan dengan silika abu vulkanik. dan hasil analisis SEM yang diperoleh bahwa membran komposit kitosan abu vulkanik termodifikasi memiliki morfologi antarmuka cukup baik.
PENELUSURAN PROFIL LULUSAN TAHUN 2015-2017 JURUSAN KIMIA FMIPA UNNES Jumaeri, Jumaeri; Mahatmanti, F. Widhi; Sulistyani, Martin; Kusumastuti, Ella
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 12, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua Program Studi di Jurusan Kimia FMIPA UNNES memperoleh status akreditasi A pada tahun 2016. Dalam rangka mempertahankan status akreditasi unggul tersebut, maka Jurusan Kimia memandang perlu melakukan upaya berkelanjutan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dan mengetahui sejauh mana profil lulusan melalui program penelitian penelusuran profil lulusan. Metode yang digunakan adalah melalui tahap survey pendahuluan terhadap database alumni, pembuatan web tracer study, melaksanakan penelusuran dan menyebar kuisioner terhadap alumni dan wawancara terhadap alumni yang terpilih secara acak. Sebagai populasi sampel penelitian adalah alumni yang lulus tahun 2015-2017, sedangkan sampelnya adalah alumni yang memberikan respon (responden) yang mengisi data di web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Status Pekerjaan alumni 2015-2017 Jurusan Kimia telah sesuai dengan Profil Alumni yan diharapkan yakni untuk Program Studi Kimia sebagai QC (Quality Control) 22%, analis kimia 16%, Research and Development (RnD) 16%, Tentor Kimia 16%, lain-lain (pegawai bank, admin, dsb) sebesar 20%. Untuk Program Studi Pendidikan Kimia, 35% alumni berprofesi sebagai guru di sekolah, 30% sebagai tentor kimia, 7% sebagai guru les privat. Rata-rata waktu tunggu memperoleh pekerjaan untuk Program Studi Kimia adalah 3,85 bulan sedangkan Program Studi Pendidikan Kimia adalah 2,75 bulan. Alumni Program Studi Kimia yang lulus tahun 2015-2017 yang bekerja sesuai bidang adalah 74%, sedangkan alumni Program Studi Pendidikan Kimia yang bekerja sesuai bidang adalah 86%.Â